Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Makanan Dilarang untuk Ibu Hamil
Kembali ke Artikel & Berita

Makanan Dilarang untuk Ibu Hamil: Daftar dan Alasannya

SBATips Kesehatan

Ibu hamil termasuk ke dalam kondisi rentan yang perlu perhatian khusus terutama tentang makanan. Maka dari itu, ada beberapa makanan yang dilarang untuk ibu hamil agar kondisi ibu dan bayi selalu stabil dan sehat. Artikel ini akan memberikan daftar pantangan makanan dan minuman bagi ibu hamil sebagai pedoman untuk menyusun menu setiap hari.

Kenapa Ibu Hamil Perlu Memerhatikan Pantangan Makanan

Memerhatikan pantangan makanan merupakan hal penting bagi semua orang untuk menghindari risiko kesehatan, khususnya bagi ibu hamil. Ibu hamil dan janin sangat rentan terhadap beberapa kandungan makanan yang bisa menyebabkan keracunan dan mengancam nyawa janin.

Meskipun ibu hamil dapat mengonsumsi banyak jenis makanan, tapi tetap harus memerhatikan nilai gizi dan kandungan yang ada dalam makanan tersebut. Membuat daftar pantangan makanan akan memudahkan ibu untuk mengatur pola makan. 

Memerhatikan pantangan juga sangat baik untuk menjaga kesehatan janin dan mengurangi risiko komplikasi kehamilan.

Daftar Makanan Dilarang untuk Ibu Hamil

Banyak kandungan makanan yang bisa memicu berbagai penyakit pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa pantangan makananan untuk ibu hamil sebagai penunjang kesehatan ibu dan janin.

1. Makanan Laut yang Tinggi Merkuri

Meskipun makanan laut umumnya kaya akan omega 3 yang bisa membantu perkembangan otak anak dan penglihatan, tapi ada beberapa jenis yang pantang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri yang terlalu tinggi.

Berikut adalah daftar makanan laut yang ibu hamil harus hindari:

  • tuna mata besar,

  • ikan tenggiri besar,

  • ikan marlin,

  • hiu,

  • kerang-kerangan mentah, hingga

  • ikan tilefish.

Selain itu, semakin besar dan semakin tua umur ikan maka kandungan merkuri juga akan semakin tinggi.

2. Kafein 

Kementerian Kesehatan menyarankan konsumsi kafein tidak boleh melebihi 200 mg atau setara 300 ml. Hal tersebut sangat penting untuk ibu hamil karena beberapa kasus keguguran berasal dari konsumsi kafein yang terlalu tinggi. 

Kafein ini bisa berasal dari teh, kopi, cola, minuman energi, dan tablet, cokelat, dan beberapa suplemen kesehatan. Selalu cek label di kemasan untuk mengetahui komposisi setiap produk makanan atau minuman sebelum membelinya.

3. Makanan Mentah atau Setengah Matang

Makanan mentah ini meliputi sushi, sashimi, kerang, tiram, dan makanan laut yang sudah dibekukan. Meskipun makanan tersebut sebenarnya aman, namun reaksi ibu hamil ketika terkena beberapa jenis virus dan bakteri lebih buruk daripada orang biasanya.

Selain itu, daging yang setengah matang juga harus pantang untuk ibu hamil karena bisa berdampak ke perkembangan bayi. Ini juga termasuk telur. Selalu gunakan timer ketika memasak telur dan daging untuk memastikan bahwa telur dan daging matang sempurna.

4. Beberapa Produk Olahan Susu

Meskipun susu merupakan salah satu sumber nutrisi penting bagi ibu hamil, tapi ada jenis olahan susu yang tidak boleh ibu hamil konsumsi, yaitu susu yang tidak dipasteurisasi. 

Selain itu, beberapa jenis keju juga pantang untuk ibu hamil seperti keju brie, blue cheese, camembert, chere, dan keju yang berasal dari susu yang tidak dipasteurisasi. Semua pilihan keju tersebut bisa aman asalkan dimasak sampai matang atau telah mencapai suhu tinggi.

5. Beberapa Jenis Sayuran

Hindari makan jamur enoki mentah karena ada kemungkinan mengandung bakteri listeria yang bisa menyebabkan reaksi keracunan bahkan mengancam kandungan. Namun, ibu hamil tetap bisa mengonsumsi jamur enoki setelah melalui proses masak karena bakteri akan hilang di suhu tinggi.

Sayuran dan buah-buahan juga harus dicuci secara bersih agar tidak ada residu tanah yang tertinggal di kulit buah atau sayur yang bisa mengandung bakteri toksoplasma. Hindari juga makan kecambah yang mentah, selalu masak hingga matang.

6. Alkohol

Alkohol sangat pantang untuk ibu hamil karena dapat berisiko tinggi menyebabkan keguguran dan bayi meninggal dalam kandungan. Minuman beralkohol juga menghambat perkembangan bayi sehingga ibu hamil tidak boleh mengonsumsi alkohol sama sekali selama masa kehamilan.

Risiko jika Pantangan Diabaikan

Jika makanan dan minuman pantangan tadi dikonsumsi dalam jumlah sedikit, maka Anda hanya perlu konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran dan penanganan lebih lanjut. Namun, ada beberapa risiko yang muncul jika tidak menghindari pantangan di saat masa kehamilan.

  • Terpapar bakteri listeria yang bisa berasal dari makanan dan dapat menyebabkan keguguran atau masalah jangka panjang pada bayi yang terlahir.

  • Terpapar bakteri toksoplasma yang bisa menyerang pertumbuhan otak dan penglihatan bayi. Bakteri ini bisa berasal dari sayur atau buah yang tidak bersih.

  • Bumil KEK (Kurang Energi Kronis) yang memiliki ukurang lengan atas (LiLA) di bawah 23,5 cm dan indeks massa tubuh (IMT) dibawah 18,5 kg/m2 (kurus).

Pantangan makanan harus terus dipatuhi ibu hamil pada masa mengandung. Jika tidak, ancamannya adalah keguguran dan bayi lahir dengan masalah yang cukup serius. Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran asupan nutrisi yang cukup bagi ibu dan janin.

Makanan Pengganti yang Aman dan Bergizi

Ibu hamil tentunya masih bisa merasakan banyak makanan yang baik untuk kesehatan baik bagi ibu dan janin. Berikut adalah beberapa pengganti yang bisa menjadi pilihan menu sehari-hari.

1. Produk Olahan Susu

Berikut adalah beberapa produk susu yang aman untuk ibu hamil dan bisa dikonsumsi setiap hari:

  • Susu ibu hamil,

  • Susu yang sudah melalui proses pasteurisasi (termasuk yang berasal dari sapi, domba, dan kambing),

  • Yogurt,

  • Es krim,

  • Keju edam,

  • Cream cheese,

  • Mozzarella, dan

  • Ricotta.

2. Makanan Laut

Ibu hamil juga masih bisa mengonsumsi makanan laut dan berikut adalah beberapa pilihan yang aman:

  • Ikan yang telah melalui proses masak hingga matang;

  • Udang, kepiting, lobster, cumi-cumi yang juga dimasak dengan matang;

  • Pilihan sushi dengan ikan yang sudah matang, seperti unagi sushi, ebi sushi, salmon aburi, grilled salmon roll, dan kani.

3. Berbagai Pilihan Daging

Ada beberapa pilihan daging yang aman untuk ibu hamil selama masa kehamilan, seperti:

  • Daging ayam yang sudah dimasak di suhu lebih dari 70 derajat celcius;

  • Daging steak yang sudah dimasak di suhu lebih dari 70 derajat celcius, dan didiamkan selama 3 menit untuk memastikan panasnya merata;

  • Daging giling yang perlu melalui proses masak di suhu lebih dari 75 derajat celcius;

  • Sosis yang sudah dimasak sempurna;

  • Kornet.

4. Sayuran dan Buah-buahan

Semua sayur-sayuran dan buah-buahan sangat aman untuk ibu hamil, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Kecambah dan jamur harus sudah melalui proses pematangan yang sempurna;

  • Cuci semua buah dan sayur menggunakan garam dan baking soda;

  • Melon atau semangka yang sudah terpotong setidaknya dikonsumsi dalam jangka waktu 7 hari atau kurang.

Tips Pola Makan Sehat Selama Hamil

Menurut Kementerian Kesehatan, berikut adalah kecukupan gizi bagi ibu hamil untuk memperoleh kenaikan berat badan sebesar 0,5 kg/minggu serta memenuhi kebutuhan gizi ibu dan bayi.

  • Kalori: 2650-2750 kkal

  • Protein: 90 gram

Selain itu berikut adalah beberapa tips pola makan ibu hamil yang bisa menjadi pedoman menjaga pola makan:

  • Selalu makan 3 kali sehari dan juga tambahan makanan selingan 2 kali sesuai anjuran.

  • Mengonsumsi makanan tinggi asam folat, seperti bayam, brokoli, jeruk dan alpukat.

  • Konsumsi air putih yang cukup.

  • Membatasi konsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya.

  • Melakukan pemeriksaan kehamilan rutin.

  • Mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

  • Rutin memantau berat badan.

  • Konsumsi tablet penambah darah atau suplemen zat gizi.

Kapan Perlu Konsultasi dan Cek Rutin Kehamilan

Selama hamil, setiap ibu perlu lebih sering memeriksakan kehamilannya ke dokter untuk memantau kesehatan ibu dan bayi agar proses kehamilan hingga persalinan berjalan lancar. Dokter akan menyarankan ibu hamil melakukan kunjungan dengan jadwal berikut:

  • Minggu ke-4 sampai 28: Kunjungan sekali tiap 4 minggu.

  • Minggu ke-28 sampai 36: Kunjungan sekali tiap 2 minggu.

  • Minggu ke-36 sampai 40: Kunjungan sekali tiap 1 minggu.

Beberapa kunjungan akan melakukan pengecekan tekanan darah, berat tubuh, tes urine, dan mengukur besar perut ibu hamil. Semua itu bertujuan untuk mengetahui apakah ibu hamil berisiko dan membantu menentukan metode persalinan, baik secara normal maupun sesar.

Ibu hamil harus selalu berkonsultasi tentang apa yang terjadi selama kehamilan untuk membantu dokter menangani sumber masalah sejak awal.

Periksa Kesehatan Ibu dan Janin secara Rutin

Bumame menyediakan paket pemeriksaan ibu hamil rutin untuk membantu mengevaluasi kesehatan ibu dan janin. Prosedur ini akan mengetes kondisi darah dan gula darah selama kehamilan dan menemukan kondisi yang perlu perhatian khusus sebelum terlalu parah. 

Konsultasikan kebutuhan pemeriksaan Anda lainnya dengan menghubungi WhatsApp Bumame. Dapatkan layanan profesional dan terarah untuk hasil terbaik.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Source

  1. Public Health Scotland. (2026). Eating well in pregnancy

  2. Nindia Permana Aktuarini, AmKeb. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2022). Pregnancy : Do’s & Don’ts

  3. Mayo Clinic. (2023). Pregnancy nutrition: Foods to avoid during pregnancy

  4. Cleveland Clinic. (2025). Listeria in Pregnancy

  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). People at Increased Risk for Toxoplasmosis

  6. National Health Service. (2026). Foods to avoid in pregnancy

  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). Safer Food Choices for Pregnant Women

  8. Kementerian Kesehatan. (2026). Kehamilan

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa saja makanan yang dilarang untuk ibu hamil?
Ibu hamil sebaiknya menghindari makanan laut tinggi merkuri, makanan mentah atau setengah matang, susu yang tidak dipasteurisasi, beberapa jenis keju, kecambah mentah, serta alkohol. 
Apakah ibu hamil boleh minum kopi dan minuman berkafein?
Boleh, tetapi konsumsi kafein perlu dibatasi hingga tidak lebih dari 200 mg per hari. Kafein dapat berasal dari kopi, teh, cola, minuman energi, cokelat, dan beberapa suplemen. 
Apa makanan yang aman dikonsumsi ibu hamil?
Ibu hamil dapat mengonsumsi susu yang telah dipasteurisasi, yogurt, keju tertentu, makanan laut yang dimasak matang, daging yang dimasak hingga matang, serta sayur dan buah yang telah dicuci bersih. 
Apa risiko jika pantangan makanan ibu hamil diabaikan?
Mengabaikan pantangan dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri seperti listeria dan toksoplasma, yang dapat menyebabkan keguguran atau masalah pada perkembangan bayi. 
Seberapa sering ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan?
Jadwal pemeriksaan dalam artikel adalah setiap 4 minggu pada usia kehamilan 4–28 minggu, setiap 2 minggu pada 28–36 minggu, dan setiap minggu pada 36–40 minggu.