Pernah tidak Anda merasakan nyeri dada saat menaiki tangga atau kaki cepat pegal ketika berjalan cukup jauh? Banyak orang mengira keluhan ini hanya karena lelah atau faktor usia. Padahal lebih daripada itu, gejala dan kondisi ini bisa jadi tanda awal terkena iskemia alias aliran darah sedang tidak lancar beredar ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan, organ tubuh bisa terganggu dan memicu komplikasi fatal.
Seperti yang kita tahu, fungsi utama darah yaitu mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Begitu pasokannya tersendat karena iskemia, jaringan tubuh otomatis tidak bisa kerja maksimal.
Maka dari itu, penting melakukan medical check up untuk mengetahui apa penyebab, gejala, dan faktor risikonya sejak awal itu penting supaya penanganannya tidak telat.
Mengenal Iskemia
Pernah mendengar istilah iskemia? Mudahnya, iskemia adalah kondisi terhambatnya aliran darah ke organ-organ tubuh yang membuat pasokan oksigen yang dibawa oleh darah menjadi berkurang. Sebabnya bisa karena adanya sumbatan atau masalah lain pada pembuluh darah.
Kondisi medis ini bisa menyerang organ mana saja, mulai dari jantung, otak, usus, sampai kaki. Kalau di biarkan tanpa penanganan, sel-sel tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan risiko parahnya bisa mengalami kerusakan permanen. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan medical check-up secara rutin supaya Anda bisa mendeteksi faktor risikonya sebelum terlambat.
Apa yang Menyebabkan Iskemia?
Penyebab utama iskemia adalah aterosklerosis atau terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat plak. Plak tersebut terbentuk dari lemak, kolesterol, dan zat sisa lainnya.
Seiring waktu, plak akan terus menebal, kemudian memenuhi area pembuluh darah, sampai akhirnya tidak hanya penyempitan jalur darah, tetapi juga pasokan darah ke organ tubuh jadi tidak stabil.
Bekuan darah, gangguan irama jantung, atau tekanan darah yang mendadak drop juga menjadi faktor lain selain plak. Kadang kondisi ini hanya sementara. Tetapi tetap saja iskemia termasuk masalah kesehatan darurat yang perlu penanganan medis sesegera mungkin.
Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Iskemia?
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Pada kelompok tertentu, risikonya memang jauh lebih besar, contohnya di kalangan orang berusia di atas 45 tahun, perokok, obesitas, penderita diabetes, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, kolesterol tinggi, masalah ginjal, serta orang yang punya riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Risiko ini juga akan makin melonjak bagi orang-orang yang minim beraktivitas fisik.
Memiliki satu atau beberapa faktor di atas memang tidak otomatis membuat seseorang pasti terkena iskemia. Anda masih harus perlu memastikan beberapa hal. Maka dari itu diperlukan identifikasi gejala dan pemeriksaan lebih lanjut bersama dokter. Namun tak menampik fakta bahwa faktor risiko di atas bisa menjadi pengingat agar mengubah gaya hidup lebih sehat.
Gejala Apa yang Perlu Diwaspadai?
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Di awal, banyak orang tidak merasakan apapun. Sehingga banyak orang abai karena ketidaktahuan sampai sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan. Berikut beberapa gejala yang dapat dirasakan saat organ tubuh kurang pasokan darah.
1. Nyeri di Bagian Dada Ketika Mengenai Jantung
Adanya rasa tertekan ataupun nyeri di dada adalah contoh reaksi akibat aliran darah menuju otot jantung berkurang. Selayaknya organ tubuh lain, jantung butuh oksigen agar dapat bekerja memompa darah ke seluruh tubuh. Apabila asupan darahnya terganggu yang ditandai dengan rasa sakit di dada, bisa jadi itu menandakan jantung sedang tidak bekerja dengan optimal.
Rasa nyeri dada ini bahkan dapat menjalar ke bahu, leher, lengan kiri, sampai punggung. Selain itu, ada pula gejala lain seperti sesak napas, tubuh mudah lelah, mual, atau keringat dingin. Gejala ini tidak selalu muncul bersamaan. Bisa jadi tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang. Maka, meskipun tampak ringan, lebih baik tidak diabaikan.
3. Sakit Kepala Ketika Mengenai Otak
Sama seperti yang terjadi pada bagian jantung sebelumnya, mengenai terhambatnya pasokan darah ke otak memiliki risiko yang sangat serius karena dapat menyebabkan kerusakan bahkan kematian sel-sel otak.
Kondisi ini ditandai dengan pusing, wajah yang tampak menurun pada salah satu sisi, hingga bicara menjadi pelo. Penderitanya bahkan juga bisa mengalami ketidakmampuan mengendalikan tubuh sampai mendapat gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda atau kebutaan.
Gejala tersebut sudah termasuk dalam kondisi gawat darurat dan perlu penanganan cepat. Setiap menit sangat berharga agar tidak ada kerusakan jaringan otak yang lebih luas. Semakin cepat penanganan diberikan, maka besar pula peluang pemulihan.
3. Nyeri hingga Mati Rasa Ketika Mengenai Tungkai
Gangguan aliran darah juga dapat terjadi di area tungkai oleh sebab terjadinya penumpukan plak di arteri pada area tersebut. Gejala yang dirasakan biasanya nyeri yang begitu hebat dan mati rasa di area tungkai meski sedang tidak beraktivitas berat atau bahkan saat sedang beristirahat.
Ada juga gejala lain yang bisa menyertai seperti kulit kaki yang tiba-tiba menghitam, adanya luka yang tidak kunjung sembuh, sampai kuku kaki yang menebal.
4. Masalah Pencernaan Ketika Mengenai Usus
Usus sebagai organ pencernaan sangat memerlukan oksigen yang cukup saat bekerja mencerna makanan. Jika tidak maka terjadilah iskemia di usus yang gejalanya bisa timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan dalam jangka waktu panjang.
Secara garis besar, pada gejalanya yang sifatnya mendadak biasanya muncul dalam keadaan sudah parah. Contohnya nyeri perut secara tiba-tiba, diare, muntah, perut membesar, hingga tinja mengandung darah.
Sementara perbedaan dengan gejala yang berkembang secara perlahan atau yang sifatnya jangka panjang akan ditandai dengan keluhan nyeri yang hilang-timbul, gangguan makan, sampai penurunan berat badan.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Ditangani?
Setelah Anda mengetahui gejala-gejala iskemia seperti sebelumnya. Abai bukanlah pilihan bijak, karena risiko pembiaran tersumbatnya oksigen akan menjadi kerusakan permanen. Sehingga penting melakukan tindakan penanganan cepat pada organ yang mengalami gangguan ini.
Misalkan saja pada jantung, jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi serangan jantung. Pembiaran gejala di tungkai terlalu lama berakibat pada kematian jaringan, penyebaran infeksi, bahkan sampai tindakan amputasi. Sementara gejala iskemia pada otak yang diabaikan, risiko terbesarnya yaitu stroke.
Bagaimana Mencegah Iskemia?
Setelah mengetahui penyebab dan risiko iskemia, berikut beberapa cara yang bisa Anda upayakan supaya tidak memperburuk kondisi kekurangan pasokan darah ini.
Utamakan konsumsi makanan kaya serat serta antioksidan. Hal ini berguna untuk menjaga imunitas dan melancarkan pembuluh darah. Contoh makanan yang bisa oat, buah apel/pir, beri-berian, sayur, dan kacang-kacangan.
Mulailah untuk lebih aktif bergerak. Gerakan fisik Anda dapat bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Manfaat tambahannya dapat membantu merilekskan badan dan pikiran.
Istirahat yang cukup dan berkualitas, idealnya sekitar 7-9 jam untuk orang dewasa.
Sebisa mungkin hindari paparan rokok. Zat kimia dalam rokok mengakibatkan penumpukan plak yang menyebabkan risiko kerusakan pembuluh darah.
Kelola stres, bisa dengan rehat di saat penat, melakukan hobi, meditasi, atau aktivitas lain yang dapat membantu menjaga emosi tetap stabil.
Kapan Anda Perlu Memeriksakan Diri?
Jawaban paling tepat adalah segera saat Anda mulai merasakan gejala-gejala yang berkaitan dengan iskemia entah di bagian tubuh manapun itu.
Tanda-tanda untuk segera memeriksakan diri antara lain:
Saat terasa nyeri di bagian dada diikuti sesak napas;
Kaki terasa lemas mendadak;
Adanya luka yang tidak kunjung sembuh pada tungkai atau kaki;
Ada kondisi wajah yang tiba-tiba menurun pada satu sisi;
Sulit berbicara.
Bagaimana Dokter Memastikan Diagnosis?
Diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala. Biasanya, Anda akan melewati proses tanya jawab bersama dokter, di situ kesempatan Anda untuk di identifikasi apakah gejala yang dirasakan ada hubungannya dengan iskemia.
Tes fisik tidak luput dalam pemeriksaan. Dokter akan memeriksa tensi darah, suhu tubuh, sampai denyut nadi pasien.
Beberapa tes lain yang diaplikasikan yaitu elektrokardiogram untuk tahu aktivitas listrik jantung, ekokardiografi untuk cek struktur dan fungsi jantung, bahkan CT scan jika dicurigai adanya gangguan otak juga.
Pada tahap diagnosis ini, dokter juga bisa melakukan angiografi untuk mendapatkan gambaran penyempitan darah lebih detail. Tes angiografi dilakukan dengan menyuntikkan zat pewarna khusus ke dalam aliran darah untuk mengamati bagaimana kelancaran aliran darah di arteri.
Setelah semua proses pemeriksaan tadi selesai dokter analisis, barulah Anda tahu diagnosis pastinya dan menerima penanganan yang sesuai.
Medical Check Up Penting Dilakukan! Mengapa?
Seringnya medical check up hanya dilakukan saat orang merasakan gangguan pada tubuhnya. Padahal beberapa masalah kesehatan, tak terkecuali gangguan pada pembuluh darah, sering berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun.
Akan makin serius lagi jika gangguan aliran darah ini terjadi bagi individu yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes.
Sering kali, gejala baru akan muncul saat penyempitan pembuluh darah sudah berlangsung lama dan parah. Pemulihan akan lebih mudah dicapai jika kondisinya telah disadari sejak awal, dan karena itu lah pentingnya melakukan cek kesehatan secara rutin, misalnya dengan layanan Medical Check Up General Premium dari Bumame.
Paket ini sudah termasuk konsultasi dokter untuk menyampaikan keluhan dan mendapat solusinya, pemeriksaan fisik untuk mengecek gejala-gejala yang tampak dari luar tubuh, hingga elektrokardiogram untuk deteksi kemungkinan iskemia di jantung.
Selain itu, ada juga opsi paket Medical Check Up General Plus bagi yang mendapatkan kombinasi pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan dan tes yang diperlukan untuk deteksi dini iskemia dengan biaya Rp2,5 juta lebih terjangkau dari opsi general premium.
Mulai Kenali Risikonya Sejak Sekarang!
Gangguan aliran darah alias iskemia sering kali berkembang diam-diam. Perhatikan gejala-gejala yang termasuk dalam penyakit ini dan jika terjadi pada diri Anda bisa segera mencari pertolongan medis.
Tak lupa juga untuk mulai disiplin jaga pola hidup sehat seperti pilihan makanan yang bergizi, lebih aktif bergerak, hingga melakukan medical check up secara rutin. Saran pencegahan ini akan lebih mendesak dan perlu secara aktif diterapkan utamanya bagi individu dengan masalah jantung, ginjal, diabetes, kolesterol, tekanan darah, berat badan berlebih, perokok aktif, hingga perempuan yang rutin konsumsi pil KB.
Deteksi dini jauh lebih baik untuk menyelamatkan kesehatan diri sendiri maupun orang terkasih sebelum gejala sakitnya meluas. Apabila butuh saran kesehatan ahli medis profesional atau jenis pemeriksaan yang dibutuhkan, Anda bisa melakukan telekonsultasi via WhatsApp Bumame, gratis, di jam operasional.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
References:
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. (2022). Iskemia
Kementerian Kesehatan RI – Ayo Sehat. (2024). Penyakit Jantung Iskemik.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. (2023). Iskemia Miokardial.
Mayo Clinic. (2021). Myocardial ischemia.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. (2023). Iskhemia.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apa itu iskemia?
Apa itu iskemia?
Iskemia adalah kondisi ketika aliran darah ke organ tubuh terhambat sehingga pasokan oksigen yang dibawa darah berkurang. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai organ, seperti jantung, otak, usus, maupun tungkai, dan berisiko menyebabkan kerusakan jaringan jika tidak ditangani.
Apa penyebab utama iskemia?
Apa penyebab utama iskemia?
Penyebab utama iskemia adalah aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat sisa lainnya. Selain itu, iskemia juga dapat dipicu oleh bekuan darah, gangguan irama jantung, atau penurunan tekanan darah secara mendadak.
Siapa yang lebih berisiko mengalami iskemia?
Siapa yang lebih berisiko mengalami iskemia?
Risiko iskemia lebih tinggi pada orang berusia di atas 45 tahun, perokok, penderita obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi atau rendah, kolesterol tinggi, penyakit ginjal, memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, serta orang yang kurang aktif bergerak.
Apa saja gejala iskemia yang perlu diwaspadai?
Apa saja gejala iskemia yang perlu diwaspadai?
Gejala iskemia bergantung pada organ yang terdampak. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dada, sesak napas, sakit kepala, wajah menurun pada satu sisi, bicara pelo, nyeri dan mati rasa pada tungkai, luka yang sulit sembuh, hingga nyeri perut, diare, muntah, atau tinja berdarah jika mengenai usus.
Apa yang bisa terjadi jika iskemia tidak ditangani?
Apa yang bisa terjadi jika iskemia tidak ditangani?
Iskemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ. Pada jantung dapat berkembang menjadi serangan jantung, pada otak meningkatkan risiko stroke, sedangkan pada tungkai dapat menyebabkan kematian jaringan, infeksi, hingga amputasi.
Kapan harus segera ke dokter jika mengalami iskemia?
Kapan harus segera ke dokter jika mengalami iskemia?
Segera periksakan diri apabila mengalami nyeri dada disertai sesak napas, kaki terasa lemas secara mendadak, luka pada tungkai atau kaki yang tidak kunjung sembuh, wajah tiba-tiba menurun pada satu sisi, atau kesulitan berbicara.
Bagaimana cara mendiagnosis iskemia?
Bagaimana cara mendiagnosis iskemia?
Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, kemudian dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi, CT scan, maupun angiografi untuk menilai kondisi aliran darah dan membantu menegakkan diagnosis.
Bagaimana cara membantu mencegah iskemia?
Bagaimana cara membantu mencegah iskemia?
Pencegahan iskemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan kaya serat dan antioksidan, rutin beraktivitas fisik, tidur yang cukup, menghindari rokok, mengelola stres, serta menjalani medical check up secara berkala untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini.



