Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Makanan untuk Penderita Diabetes
Kembali ke Artikel & Berita

Makanan untuk Penderita Diabetes

SBAOthers

Menyambut pagi dengan secangkir teh manis, sarapan nasi dengan lauk, lalu siang hari makan seperti biasa adalah hal yang lazim dilakukan. Bagi sebagian orang, hal itu terasa sederhana. Namun, bagi penderita diabetes, pilihan menu makana tersebut bisa berpengaruh terhadap kadar gula darah. Lalu, seperti apa makanan untuk penderita diabetes yang baik?

Sebenarnya, penderita diabetes tetap bisa menikmati makanan favoritnya. Pola makan yang baik bukan berarti harus menghilangkan semua makanan yang disukai, tapi belajar memilih jenis makanan, mengatur porsinya, dan menjaga jadwal makan agar lebih teratur.

Kenapa Pola Makan Penting bagi Penderita Diabetes?

Tubuh mengonsumsi makanan untuk diolah menjadi energi, termasuk karbohidrat yang diubah menjadi glukosa atau gula darah. Pada penderita diabetes, tubuh mengalami masalah dalam mengatur glukosa dengan baik. Akibatnya, kadar gula darah dapat lebih mudah meningkat, atau justru turun drastis hingga memicu kadar gula darah rendah.

Karena itu, pola makan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan diabetes. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap berada dalam target yang telah ditentukan oleh dokter.

Pola makan juga berkaitan dengan berat badan, kadar kolesterol, tekanan darah, dan kesehatan jantung. Semua faktor tersebut perlu diperhatikan karena penderita diabetes dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan tertentu jika kondisi tidak terkontrol.

Perlu diketahui, kebutuhan nutrisi setiap orang bisa berbeda-beda. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari usia, berat badan, rutinitas harian, hingga jenis diabetes yang dialami. Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat HIV, juga dapat memengaruhi toleransi tubuh terhadap makanan.


Jadi, tidak harus mengikuti pola makan orang lain secara persis tapi temukan pola yang tepat dan dapat dilakukan secara konsisten.

5 Tips Memilih Makanan untuk Penderita Diabetes

Berikut tips dalam memilih makanan untuk penderita diabetes yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari untuk diterapkan secara bertahap.

1. Pilih Karbohidrat Kompleks seperti Nasi Merah dan Oat

Karbohidrat tetap bisa menjadi bagian dari menu makanan harian untuk penderita diabetes. Yang perlu dikontrol agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang sering kali menjadi salah satu ciri-ciri diabetes adalah porsi makannya.

Salah satu pilihannya yakni karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oat, roti gandum utuh, dan jagung. Makanan tersebut mengandung lebih banyak serat dibandingkan karbohidrat sederhana semacam nasi putih.

Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Dengan begitu, peningkatan gula darah setelah makan dapat menjadi lebih terkendali dibandingkan ketika mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana dalam jumlah berlebihan.

Namun, bukan berarti nasi putih harus selalu dihindari. Bagi sebagian orang, nasi putih tetap dapat dikonsumsi dengan memerhatikan jumlahnya dan mengimbanginya dengan sayuran serta protein.

Contoh sederhananya, daripada memenuhi sebagian besar piring dengan nasi, cobalah mengambil nasi secukupnya lalu tambahkan sayuran dan lauk berprotein. Intinya bukan sekadar mengganti nasi putih dengan nasi merah, tetapi membangun komposisi makan yang seimbang.

2. Perbanyak Sayuran Rendah Indeks Glikemik

Sayuran merupakan salah satu pilihan makanan untuk penderita diabetes yang wajib dicoba. Berbagai pilihan seperti bayam, brokoli, sawi, kol, timun, dan tomat kaya akan serat, vitamin, serta mineral yang membuat perut kenyang lebih lama.

Istilah indeks glikemik (IG) menggambarkan seberapa cepat makanan dapat meningkatkan gula darah. Karena sayuran memiliki IG yang rendah, dampaknya terhadap lonjakan gula darah relatif kecil sehingga aman dikonsumsi sehari-hari.

Cara paling mudah menerapkannya adalah dengan tidak menjadikan nasi sebagai satu-satunya isi piring. Anda cukup menambahkan sayuran dalam jumlah yang cukup dan memvariasikan jenisnya agar kebutuhan nutrisi harian semakin beragam.

Mengolah sayuran juga tidak harus rumit dan membosankan. Anda bisa menumisnya dengan sedikit minyak, merebus, mengukus, membuat sup, atau menyantapnya sebagai lalapan sesuai dengan selera dan kondisi kesehatan.

3. Konsumsi Protein Tanpa Lemak

Selain karbohidrat dan sayuran, protein juga penting dalam pola makan seimbang bagi penyandang diabetes mellitus karena dapat memberikan rasa kenyang serta mampu memperbaiki jaringan tubuh. Pilih protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Perhatikan juga cara memasaknya. Ikan yang dikukus atau dipanggang tentu berbeda dengan ikan yang digoreng dengan banyak minyak. Begitu pula ayam yang dimasak tanpa kulit dan saus tinggi gula dapat menjadi pilihan dibandingkan ayam dengan lapisan tepung atau saus manis dalam jumlah banyak.

Meski demikian, bukan berarti semua makanan yang digoreng atau berbumbu harus langsung dihapus dari menu. Yang lebih penting adalah frekuensi, jumlah, serta keseluruhan pola makan.

Jika selama ini terbiasa makan nasi dengan lauk yang minim sayuran, perubahan kecil seperti menambahkan tumisan sayur dan memilih lauk yang tidak terlalu berlemak sudah bisa menjadi langkah awal.

4. Batasi Gula Tambahan dan Makanan Olahan

Mengonsumsi minuman manis sering kali terasa sepele karena bentuknya cair.  Berbeda dengan makanan padat yang biasanya terasa lebih mengenyangkan dan mudah disadari jumlah konsumsinya, segelas teh manis, kopi dengan gula, minuman kemasan, boba, sirup, atau minuman bersoda dapat menyumbang gula tambahan dalam jumlah yang cukup besar tanpa membuat perut terasa penuh.

Karena itu, salah satu langkah yang cukup sederhana adalah mengurangi gula tambahan secara bertahap. Selain memilih makanan untuk penderita diabetes, air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

Selain minuman manis, perhatikan juga makanan olahan. Biskuit manis, kue, permen, sereal tertentu, saus kemasan, dan camilan dapat mengandung gula, garam, atau lemak dalam jumlah yang perlu diperhatikan.

Membaca label nutrisi juga membantu. Perhatikan kandungan gula tambahan, karbohidrat total, serat, dan ukuran sajian. Jangan hanya melihat tulisan seperti “rendah lemak” atau “tanpa gula” pada kemasan, karena sebuah produk tetap dapat mengandung karbohidrat atau kalori yang perlu diperhitungkan.

Sekali lagi, tujuannya bukan membuat penderita diabetes merasa tidak boleh menikmati makanan sama sekali. Membatasi lebih realistis daripada melarang secara total, selama sesuai dengan kondisi dan anjuran ahli medis.

5. Atur Porsi Makan dengan Jadwal Teratur

Jenis makanan untuk penderita diabetes memang penting, tetapi jumlahnya juga tidak kalah penting. Makanan sehat sekalipun tetap perlu dikonsumsi dalam porsi yang sesuai kebutuhan. 

Salah satu tips sederhana adalah membagi piring menjadi beberapa bagian seperti sebagian besar diisi sayuran, kemudian protein, dan sisanya sumber karbohidrat dalam porsi yang sesuai.

Jadwal makan juga sebaiknya dibuat teratur, yakni 3 kali sehari. Melewatkan makan lalu makan dalam jumlah sangat banyak pada waktu berikutnya bukan kebiasaan baik, terutama bagi orang yang menggunakan obat atau insulin tertentu, karena perubahan jadwal makan dapat berpengaruh terhadap kadar gula darah.

Jika Anda menggunakan obat diabetes atau insulin, jangan mengubah jadwal makan secara drastis tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kebutuhan makan dan pengobatan perlu disesuaikan agar pengelolaan gula darah tetap aman.

Membuat menu mingguan juga dapat membantu. Misalnya, tentukan pilihan sarapan, makan siang, dan makan malam sejak awal sehingga Anda tidak selalu harus memilih makanan ketika sudah sangat lapar.

Pantau Kondisi Gula Darah dengan Pemeriksaan Rutin

Mengatur makanan untuk penderita diabetes merupakan bagian penting dari pengelolaan kesehatan. Namun, perubahan pola makan sebaiknya tidak hanya dinilai dari apa yang terasa lebih sehat. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi tubuh.

Salah satu pilihan yang tepat adalah Paket Diabetes Melitus dari Bumame dengan harga mulai dari Rp185.000. Paket ini tersedia melalui layanan home care maupun walk in, dan di dalamnya juga sudah mencakup pemeriksaan gula darah HbA1c dan glukosa puasa.

HbA1c memberikan tentang rata-rata kadar gula darah selama sekitar dua hingga tiga bulan terakhir. Sementara itu, glukosa puasa membantu mengetahui kadar gula darah setelah seseorang berpuasa sebelum check-up. Kedua jenis pemeriksaan ini dapat membantu tenaga kesehatan menilai kondisi gula darah dari sudut pandang yang berbeda.

Sebelum mengambil paket tes gula darah tersebut, pasien memerlukan persiapan puasa selama 8–10 jam dan konsumsi air mineral tetap diperbolehkan selama berpuasa. Ikuti saja petunjuk persiapan dari penyedia layanan dan tenaga kesehatan sebelum pemeriksaan demi kebaikan Anda.

Angka yang keluar dari tes ini, termasuk HbA1c, dapat digunakan untuk membantu memantau pengelolaan diabetes. Namun, hasil pemeriksaan sebaiknya tidak ditafsirkan sendiri secara terburu-buru. Dokter dapat membantu melihat hasil tersebut bersama kondisi kesehatan, obat yang digunakan, serta faktor lainnya.

Kapan Perlu Konsultasi Ahli Gizi?

Jika masih bingung menentukan makanan untuk penderita diabetes, disarankan berkonsultasi dengan ahli gizi. Ahli gizi dapat membantu menyusun pola makan berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan.

Untuk itu, mulailah dari perubahan nyata. Contohnya, kurangi minuman manis, tambah sayuran, pilih sumber protein yang baik, atur porsi karbohidrat, dan lakukan pemeriksaan diabetes dan gula darah secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten dan diiringi pemantauan yang tepat, pola makan dapat menjadi salah satu cara penting untuk membantu menjaga gula darah tetap terkontrol serta mendukung kualitas hidup sehari-hari.

Jangan Menunggu Sampai Gula Darah Sulit Dikontrol

Menjaga gula darah tetap terkontrol tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Cukup pilih makanan untuk penderita diabetes yang seimbang, atur porsi, kurangi gula tambahan, dan makan secara teratur. Lengkapi juga dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kondisi gula darah dapat terpantau dengan baik.

Jika masih ragu menentukan pola makan yang sesuai, jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar proses menjalani pola hidup sehat bisa terasa lebih ringan dan tetap memungkinkan untuk menikmati makanan sehari-hari.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

References:

  1. National Library of Medicine. (2023). Physiology, Glucose Metabolism. 

  2. Scientific Reports. (2025). Diabetes mellitus in patients with HIV naïve to antiretroviral therapy initiating integrase inhibitors therapy. 

  3. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. (2022). Nutrition Education Regarding the Glycemic Index on the Knowledge of Patients with Diabetes Mellitus. 

  4. Edit Cowan University. (2021). Oat intake and risk of type 2 diabetes, cardiovascular disease and all-cause mortality: A systematic review and meta-analysis. 

  5. National Library of Medicine. (2024). Meal frequency strategies for the management of type 2 diabetes subjects: A systematic review. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa saja makanan yang baik untuk penderita diabetes?
Makanan untuk penderita diabetes dapat berupa karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, roti gandum utuh, dan jagung, serta sayuran rendah indeks glikemik. Sumber protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan juga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. 
Apakah penderita diabetes harus menghindari nasi dan makanan manis sepenuhnya?
Nasi tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi porsinya perlu diperhatikan dan sebaiknya diimbangi dengan sayuran serta protein. Sementara itu, gula tambahan dan minuman manis seperti teh manis, minuman kemasan, boba, sirup, serta soda sebaiknya dibatasi. 
Mengapa penderita diabetes perlu mengatur porsi dan jadwal makan?
Jumlah makanan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan meskipun jenis makanannya sehat. Jadwal makan yang teratur, termasuk makan tiga kali sehari, dapat membantu menghindari perubahan kadar gula darah yang tidak diinginkan, terutama bagi pengguna obat atau insulin tertentu. 
Bagaimana cara mengetahui apakah pola makan sudah membantu mengontrol gula darah?
Pemantauan gula darah secara rutin dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi tubuh. Pemeriksaan seperti HbA1c dan glukosa puasa dapat membantu tenaga kesehatan menilai kadar gula darah dari sudut pandang yang berbeda. 
Kapan penderita diabetes perlu berkonsultasi dengan ahli gizi?
Konsultasi dengan ahli gizi dapat dilakukan ketika masih bingung menentukan jenis makanan, porsi, dan pola makan yang sesuai kebutuhan. Ahli gizi dapat membantu menyusun pola makan berdasarkan kondisi dan kebiasaan sehari-hari.