Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Meningioma: Gejala, Penyebab dan Penanganannya
Kembali ke Artikel & Berita

Meningioma: Gejala, Penyebab dan Penanganannya

SBATips Kesehatan

Pernah mendengar mengenai tumor otak? Salah satu tumor yang bisa berkembang dalam otak adalah meningioma. Meningioma adalah tumor yang berkembang di lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang tetapi pertumbuhannya sangat lambat dan bukan merupakan tumor ganas.

Artikel ini akan memberikan informasi lengkap tentang meningioma beserta gejala, penyebab, dan cara menanganinya. 

Apa itu Meningioma?

Meningioma adalah tumor yang tumbuh di area meninges atau selaput di otak yang berfungsi melindungi otak dan saraf tulang belakang. Meningioma ini berkembang perlahan dan bahkan sampai tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun dan ketika membesar akan menyebabkan masalah serius.

Meningioma bisa muncul di berbagai bagian otak, antara lain:

  • Bagian atas dari tulang tengkorak;

  • Dasar tengkorak;

  • Di belakang mata (olfactory groove atau alur olfaktorius);

  • Sepanjang tulang belakang.

Kebanyakan kasus meningioma ini bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker meskipun ada beberapa kasus meningioma yang menyebabkan masalah saraf dan pembengkakan di area otak.

Derajat Keganasan Meningioma Menurut WHO

Meningioma dibagi menjadi tiga grade menurut klasifikasi WHO dan masing-masingnya menunjukkan seberapa serius kondisi tumornya.

  • Grade 1 (tipikal): Meningioma ini bukan kanker dan tumbuhnya lambat. Jenis ini paling umum ditemukan dan bisa sembuh dengan prosedur operasi pengangkatan tumor. 

  • Grade 2 (atipikal): Meningioma ini juga bukan kanker, tetapi tumbuh lebih cepat dan lebih sulit diobati. Operasi bisa tetap dilakukan dan berhasil tetapi kemungkinan tumor kambuh jauh lebih tinggi.

  • Grade 3 (anaplastik): Meningioma ini bersifat ganas (kanker) dan tumbuh serta menyebar dengan cepat. Penanganannya memerlukan operasi, radioterapi setelah operasi, dan sering kali kemoterapi. 

Gejala Seseorang Menderita Meningioma

Karena meningioma biasanya tumbuh lambat, gejalanya sering kali baru terasa setelah tumor cukup besar dan menekan bagian penting di area kepala. Gejala yang muncul pun bisa berbeda, tergantung bagian otak mana yang terpengaruh. Gejala meningioma yang umum terjadi antara lain:

  • Sakit kepala yang parah di pagi hari atau berubah seiring waktu;

  • Gangguan pendengaran atau telinga berdengung di salah satu sisi;

  • Kehilangan kemampuan mencium bau;

  • Masalah daya ingat;

  • Otot terasa lemah;

  • Kejang;

  • Perubahan penglihatan, seperti mata menonjol, pandangan ganda, atau pandangan kabur.

  • Mati rasa, kesemutan, nyeri, atau lemah di satu sisi wajah; 

  • Sulit mengingat atau merasa bingung; 

  • Sulit berbicara atau memahami kata-kata.

Gejalanya berbeda-beda tergantung pada lokasi terjadinya tumor. Jika tumor berada di sekitar otak, gejala dapat berupa gangguan ingatan atau kemampuan berbicara. Namun jika terjadi di area tulang belakang, gejalanya berupa kemampuan dalam menggerakan kaki dan tangan.

Penyebab dari Meningioma

Penyebab meningioma tumor belum diketahui secara pasti. Sebagian besar penderitanya tidak memiliki penyebab yang jelas maupun kondisi bawaan yang diturunkan. Namun, sebagian besar tumor terjadi akibat delesi kromosom atau mutasi genetik ketika sebagian kromosom hilang. 

Mutasi ini bisa terjadi secara acak (sporadis). Selain itu, mutasi juga bisa diturunkan melalui kondisi genetik tertentu, seperti: 

  • Sindrom Cowden, kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan tumor jinak di beberapa bagian tubuh;

  • Sindrom Li-Fraumen, kelainan genetik yang meningkatkan risiko berkembangknya beberapa jenis kanker dalam tubuh;

  • Neoplasia endokrin multipel (NEM), kelainan genetik yang ditandai dengan pertumbuhan tumor pada kelenjar penghasil hormon;

  • Neurofibromatosis tipe 2, kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan tumor jinak pada sistem saraf;

  • Penyakit von Hippel-Lindau, gangguan genetik yang menyebabkan pertumbuhan tumor pada beberapa organ.

Faktor Risiko pada Meningioma

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang mengalami meningioma, antara lain:

  • Usia, risikonya meningkat seiring bertambahnya usia dan paling tinggi pada orang dewasa di atas 60 tahun;

  • Paparan radiasi dari terapi radiasi di area kepala, terutama saat masih kecil;

  • Hormon seperti estrogen dan progesteron diduga berperan dalam perkembangan tumor. Kondisi ini juga lebih sering ditemukan pada perempuan;

  • Kondisi genetik, misalnya neurofibromatosis tipe 2 (NF2), yaitu kelainan langka menurun yang bisa meningkatkan risiko munculnya beberapa meningioma sekaligus serta tumor lain pada sistem saraf LINK;

  • Obesitas atau orang dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi memiliki risiko yang sedikit lebih besar, meski alasannya belum jelas.

Diagnosis Meningioma

Meningioma sering sulit didiagnosis karena tumornya tumbuh lambat dan gejalanya samar. Tidak sedikit kasus yang baru ketahuan secara tidak sengaja saat pemeriksaan pencitraan otak untuk keperluan lain. Jika dicurigai meningioma, diagnosis biasanya dilakukan melalui beberapa tahap berikut: 

  • Pemeriksaan awal. Dokter menanyakan riwayat kesehatan dan gejala, lalu melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan saraf untuk mengecek penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan otot, dan refleks;

  • MRI otak. Pemeriksaan ini memakai medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar otak yang detail, dengan atau tanpa penggunaan zat kontras. MRI menjadi pilihan utama untuk melihat meningioma dan pengaruhnya pada jaringan di sekitarnya;

  • CT scan otak. Pemeriksaan ini memakai sinar-X untuk menghasilkan gambar otak. Namun, dokter akan lebih menyarankan MRI karena menghasilkan gambar yang lebih detail untuk kasus meningioma. 

  • Biopsi. Pada beberapa kasus, dokter perlu mengambil sampel jaringan tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop guna memastikan jenis tumor. Biopsi tidak selalu diperlukan karena hasil MRI sering kali sudah cukup untuk menunjukkan adanya tumor di selaput otak.

Cek Kondisi Kesehatan dengan Medical Check-Up Rutin

Selain pemeriksaan untuk mendeteksi meningioma, pemeriksaan kesehatan rutin juga penting untuk mengenali berbagai masalah dalam tubuh sejak dini. Bumame menyediakan Paket Medical Check-Up General Plus untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh dengan menilai kondisi jantung, hati, ginjal, tes darah, gula darah, mata, serta tulang dan sendi.

Hanya dengan Rp1.385.000 Anda bisa mendapatkan hasil kesehatan yang lengkap sebagai bekal dalam merencanakan pola makan dan gaya hidup yang sesuai. Konsultasikan dengan menghubungi WhatsApp Bumame sekarang juga dan dapatkan pelayanan terbaik untuk masalah kesehatan Anda.

Penanganan Meningioma

Penanganannya bisa berbeda-beda tiap orang. Berikut adalah beberapa penanganan yang biasa dokter sarankan:

  • Observasi, dilakukan melalui pemeriksaan pencitraan dan memantau ukuran tumor serta gejalanya; 

  • Operasi atau reseksi bedah, dilakukan untuk mengangkat tumor;

  • Radioterapi, dilakukan menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghentikan pertumbuhan sel tumor bahkan membunuh sel;

  • Radiosurgery, dilakukan dengan memberikan radiasi dosis tinggi yang terfokus untuk menghentikan pertumbuhan tumor;

  • Perawatan paliatif, berfokus untuk membuat pasien merasa lebih nyaman selama pengobatan; 

  • Kemoterapi, sangat dianjurkan jika meningioma tetap muncul dan berkembang biak meskipun telah melakukan prosedur operasi dan radioterapi;

  • Analisis jaringan meningioma secara mendalam, guna membantu menemukan obat kemoterapi yang mungkin efektif pada kasus pasien.

Cara Mencegah Tumbuhnya Meningioma

Tidak ada cara pasti untuk mencegah meningioma. Meski begitu, ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu menurunkan risiko tumbuhnya sel abnormal di tubuh. Berikut adalah beberapa hal untuk menurunkan risiko tumbuhnya sel tumor pada tubuh: 

  • Hindari penggunaan tembakau, seperti merokok; 

  • Jaga berat badan;

  • Terapkan pola makan sehat dengan banyak konsumsi buah dan sayur;

  • Rutin berolahraga;

  • Batasi konsumsi alkohol;

  • Lakukan hubungan seksual yang aman;

  • Lakukan vaksinasi hepatitis B dan human papillomavirus (HPV);

  • Kurangi paparan sinar ultraviolet (UV); 

  • Hindari paparan radiasi pengion yang tidak perlu, misalnya dengan meminimalkan paparan di tempat kerja dan memastikan penggunaan radiasi untuk diagnosis dan pengobatan dilakukan secara aman;

  • Hindari polusi udara perkotaan dan asap dalam ruangan dari penggunaan bahan bakar padat di rumah tangga;

  • Rutin memeriksakan kesehatan ke dokter.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebagian besar gejala meningioma muncul perlahan, tetapi pada kondisi tertentu tumor perlu segera mendapatkan penanganan medis. Segera pergi ke rumah sakit terdekat jika mengalami atau mendapati beberapa kondisi berikut:

  • Kejang yang muncul tiba-tiba;

  • Sakit kepala hingga tidak bisa berdiri ataupun beraktivitas normal;

  • Perubahan mendadak pada penglihatan, kemampuan bicara, atau daya ingat;

  • Lemah atau mati rasa yang baru muncul di lengan atau tungkai.

Segera temui dokter juga jika gejala berlangsung lama dan mengkhawatirkan, misalnya sakit kepala yang makin parah dari waktu ke waktu. Gejala ringan atau yang belum jelas penyebabnya juga sebaiknya diperiksa sejak dini agar dokter dapat memastikan penyebabnya dan memulai penanganan jika kondisinya serius.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mayo Clinic — Meningioma

  2. Riverside Health — Meningiomas

  3. Boston Children’s Hospital — Meningioma

  4. Cleveland Clinic — Meningioma

  5. Oxford University Hospitals — Meningioma

  6. World Health Organization — Cancer

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah meningioma berbahaya?

Meningioma dapat berbahaya bergantung pada ukuran, lokasi, dan tingkat pertumbuhannya. Tumor yang membesar dapat menekan jaringan otak atau saraf dan menyebabkan gangguan neurologis. Sebagian besar meningioma bersifat jinak, tetapi beberapa jenis dapat tumbuh lebih agresif.

Apakah meningioma termasuk jenis kanker?

Tidak semua meningioma merupakan kanker. Sebagian besar termasuk tumor jinak yang tumbuh di meninges, yaitu selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang. Namun, meningioma tingkat tinggi dapat bersifat ganas.

Berapa lama operasi meningioma?

Operasi meningioma dalam artikel ini disebut berlangsung sekitar 2–6 jam. Durasi sebenarnya dapat berbeda bergantung pada ukuran dan lokasi tumor serta kompleksitas prosedur.

Apakah meningioma bisa sembuh?

Meningioma dapat ditangani melalui observasi, operasi, atau radioterapi sesuai kondisi tumor. Peluang pemulihan bergantung pada tingkat tumor, lokasi, dan keberhasilan penanganan. Pemantauan dokter tetap diperlukan karena sebagian meningioma dapat kambuh.

Apa penyebab awal tumor otak seperti meningioma?

Penyebab pasti meningioma belum diketahui. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan genetik pada sel, dan faktor seperti usia, paparan radiasi tertentu, serta kondisi genetik dapat meningkatkan risikonya.