Pernah coba hitung denyut nadi anak dan merasa detaknya lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya? Pada dasarnya denyut ini bisa menandakan kondisi jantung dan kesehatan anak di waktu tersebut. Jika jumlahnya di atas atau di bawah kisaran normal, bisa jadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan. Namun, pertanyaannya, berapa nadi normal anak?
Artikel ini akan membahas kisaran denyut nadi normalnya mulai dari bayi hingga remaja dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai sehingga Anda bisa tahu kapan harus konsultasi ke dokter untuk memastikan kesehatan anak tetap terjaga.
Apa Itu Denyut Nadi dan Kenapa Penting Dipantau pada Anak?
Denyut nadi adalah jumlah denyutan yang bisa dirasakan di pembuluh darah arteri dalam satu menit, yang terjadi sebagai akibat dari adanya detakan jantung saat memompa darah. Denyutan ini bisa Anda rasakan sendiri di beberapa bagian tubuh, seperti pergelangan tangan atau leher.
Pada anak, denyutan ini bisa lebih cepat jika dibandingkan orang dewasa, dan akan menurun seiring bertambahnya usia. Mengetahui denyut nadi anak sangat penting, karena ini bisa memberikan gambaran tentang kondisi jantung dan kesehatan anak secara keseluruhan.
Rentang Denyut Nadi Normal Anak Berdasarkan Usia
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk menyebutkan berapa jumlah denyut nadi pada anak. Tabel ini akan menunjukkan rentang denyut nadi normal pada anak berdasarkan usianya.
Faktor yang Memengaruhi Denyut Nadi Anak
Denyut nadi anak bisa berubah-ubah. Bahkan dalam satu hari pun jumlah denyutnya bisa berbeda karena denyut ini dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.
Aktivitas fisik. Saat anak bergerak aktif, jantung perlu memompa darah lebih cepat untuk menyalurkan oksigen dan energi ke seluruh tubuh. Sebaliknya, denyut nadi biasanya akan turun kembali saat anak sudah berhenti beraktivitas, beristirahat, atau tidur.
Demam atau saat suhu lingkungan naik. Kedua hal ini bisa menyebabkan suhu tubuh meningkat dan membuat jantung bekerja lebih cepat untuk mengatur suhu tubuh, sehingga denyut nadi pun lebih cepat.
Emosi. Denyut nadi menjadi lebih cepat saat anak menangis, merasa takut, cemas, atau marah. Jenis emosi tersebut bisa merangsang pelepasan hormon adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat, sehingga denyut nadi pun ikut naik sebentar.
Usia dan kebugaran. Seiring bertambahnya usia, denyut nadi cenderung menjadi lebih rendah. Anak dengan kebugaran fisik yang baik juga biasanya memiliki denyut nadi yang lebih stabil dan tidak terlalu tinggi saat beristirahat.
Kondisi kesehatan tertentu seperti anemia, gangguan irama jantung dan masalah tiroid. Anemia bisa membuat detak jantung lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh, kemudian gangguan irama jantung dan masalah tiroid tertentu bisa membuat denyut nadi menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat beta-blocker dan levothyroxine. Obat beta-blocker dapat memperlambat detak jantung, sedangkan levothyroxine dalam dosis yang terlalu tinggi dapat membuat jantung berdebar lebih cepat.
Kapan Denyut Nadi Anak Dianggap Tidak Normal?
Umumnya, denyut nadi anak dianggap tidak normal jika lebih atau kurang dari nilai batas normal. Tapi, perlu diperhatikan bahwa denyut nadi di luar rentang normal tidak selalu berarti anak punya penyakit tertentu.
Namun, kondisi dianggap tidak normal jika denyut nadi anak konsisten berada di atas rentang normal (takikardia) dan diikuti dengan gejala seperti jantung berdebar, pusing, sesak napas, sakit dada, kulit kebiruan, hingga pingsan. Hal yang sama berlaku jika denyut nadi terlalu lambat (bradikardia) dan diikuti oleh pusing, lemas, sesak napas, atau pingsan.
Cara Mengukur Denyut Nadi Anak
Mengukur denyut nadi normal anak di rumah bisa dilakukan dengan jari Anda. Berikut adalah langkah-langkahnya berdasarkan fase pertumbuhan anak.
1. Pada Bayi
Pergelangan tangan bayi yang masih sangat kecil membuat denyut nadinya lebih mudah terdeteksi di area lengan atas bagian dalam. Adapun langkah-langkah pemeriksaannya adalah sebagai berikut.
Baringkan bayi pada posisi terlentang dengan lengan sedikit ditekuk.
Letakkan dua jari Anda, yaitu jari telunjuk dan jari tengah, di bagian dalam lengan atas, tepatnya di antara bahu dan siku.
Tekan perlahan dibagian tersebut sampai denyutan terasa.
Hitung jumlah denyutannya selama kurang lebih 60 detik untuk mendapatkan hasil denyutan per menitnya, lalu catat hasilnya.
Catat juga kondisi anak selama pengukuran apakah berkeringat atau demam sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan diagnosis nantinya.
Lakukan hal ini sampai 3 kali untuk hasil yang lebih akurat. Gunakan nilai rata-ratanya sebagai acuan denyut nadi pada bayi.
2. Pada Anak
Untuk anak-anak usia 1 tahun ke atas, Anda bisa mengukur denyut nadinya di bagian leher. Begini caranya.
Buat anak rileks, bisa dengan mendudukkannya atau membaringkannya selama beberapa menit.
Jika dirasa anak sudah lebih tenang, letakkan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) di sisi samping leher di antara tenggorokan dan otot leher hingga denyutannya terasa.
Hitung jumlah denyutannya selama 60 detik, kemudian catat hasilnya dan kondisi anak selama pengukuran.
Lakukan pengulangan selama 3 kali dan ambil rata-ratanya untuk hasil pengukuran yang lebih akurat.
3. Pada Anak Remaja
Pada anak-anak yang sudah lebih besar, Anda bisa mengukur denyut nadi melalui pergelangan tangannya. Begini caranya.
Dudukkan atau baringkan anak dalam posisi tenang selama beberapa menit.
Letakkan jari telunjuk dan jari tengah Anda di bagian pergelangan tangan anak hingga denyutannya terasa.
Hitung jumlah denyutan selama 60 detik kemudian catat hasil pengukurannya. Catat juga kondisi anak selama pengukuran.
Lakukan hal yang sama selama 3 kali ulangan, untuk kemudian diambil rata-ratanya sebagai hasil pengukuran.
Sebagai catat, saat mengukur denyut nadi sebaiknya tidak menggunakan ibu jari, karena ibu jari sendiri memiliki denyut yang bisa mengganggu hasil pengukuran.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Anak?
Memang tidak semua perubahan denyut nadi anak perlu pengecekan segera. Anda bisa langsung periksa ke dokter apabila denyut nadi anak berulang kali berada di luar kisaran normal, terutama saat mereka sedang beristirahat, dan jika dibarengi dengan gejala berikut.
Jantung anak berdetak sangat cepat.
Nyeri dada.
Pusing dan mudah lelah.
Sesak napas.
Kulit menjadi pucat atau abu.
Bibir membiru.
Pingsan atau kehilangan kesadaran.
Ketika muncul gejala-gejala di atas, langsung bawa anak periksa ke dokter atau ke UGD untuk mendapatkan pertolongan terbaik.
Diluar situasi perlu tidaknya anak dibawa ke fasilitas medis, orang tua disarankan untuk mencatat frekuensi denyut nadi anak, waktu terjadinya, serta aktivitas apa yang sedang dilakukan anak saat keluhan muncul. Catatan harian ini akan sangat membantu dokter dalam mengidentifikasi penyebab pasti gangguan irama jantung pada anak secara lebih cepat.
MCU Tumbuh Kembang Anak: Cara Kenali Gangguan Kesehatannya Sejak Dini
Denyut nadi anak yang tidak normal dan berlangsung terus-menerus bisa jadi tanda ada masalah kesehatan. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini terjadi, rutin cek kesehatan sangat dianjurkan. Salah satu paket cek kesehatan yang direkomendasikan adalah MCU Tumbuh Kembang Anak Basic Bumame.
Paket ini mencakup pemeriksaan hematologi lengkap untuk memantau komponen darah, termasuk kadar hemoglobin yang berkaitan dengan potensi anemia. Selain itu, terdapat pengecekan serum iron, TIBC, dan ferritin untuk menilai cadangan zat besi, serta tes glukosa sewaktu guna mendeteksi risiko diabetes melitus.
Hasil dari semua pemeriksaan tersebut bisa membantu untuk mengenali apakah ada tanda masalah kesehatan pada anak yang bisa memengaruhi denyut nadinya. Apalagi keluhan seperti anemia dan kekurangan zat besi bisa membuat jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh dan membuat denyut nadi menjadi lebih cepat.
Biaya seluruh pemeriksaan tadi mulai dari Rp705.000. Selain itu, paket ini juga menyediakan layanan konsultasi dokter yang bisa dipakai untuk memahami hasil laboratorium dan menentukan langkah penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan anak.
Ditambah lagi, klinik Bumame juga menawarkan pilihan layanan walk-in langsung di lokasi maupun home care untuk pemeriksaan di rumah, sehingga lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Ingin memantau kesehatan dan tumbuh kembang buah hati secara optimal? Hubungi Bumame sekarang untuk konsultasi dan pemesanan layanan MCU Anak!
Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Cek Kesehatan Rutin
Jumlah denyut nadi normal anak bisa berbeda-beda sesuai fase pertumbuhannya dan biasanya akan semakin menurun seiring bertambahnya usia. Namun, denyut nadi anak di luar batas normal umumnya menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu seperti anemia, gangguan irama jantung, atau masalah tiroid.
Untuk itulah, pastikan anak melakukan pengecekan kesehatan rutin untuk mengenali masalah kesehatannya sedini mungkin sehingga bisa dilakukan penangan terbaik untuk menyokong tumbuh kembang anak tetap optimal.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
LABKESDA (2025). Seputar Denyut Nadi Normal dan Cara Tepat Menghitungnya.
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. (2023). Hubungan antara Aktivitas Fisik, Denyut Nadi dan Status Gizi Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Provinsi Jawa Tengah.
Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Denyut Nadi Normal dan Cara Menghitungnya.
Sakra World Hospital. (2025). Perbedaan Antara Denyut Jantung dan Denyut Nadi.
Eka Hospital. (2022). Penyebab Detak Jantung Anak Cepat dan Cara Mengatasinya.
Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Detak Jantung Lambat: Apakah Selalu Menyebabkan Kondisi Serius?.
Kids Health. (2023). How to Take Your Child's Pulse.
Dayton Children's. (2026). How to Take Your Child's Pulse.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
_(1).jpg&w=3840&q=75)