Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Nyeri Dada Sebelah Kiri: Penyebab dan Kapan Waspada
Kembali ke Artikel & Berita

Nyeri Dada Sebelah Kiri: Penyebab dan Kapan Waspada

SBA

Merasakan nyeri dada sebelah kiri secara tiba-tiba saat bersantai, bekerja, atau setelah makan sering kali langsung memicu kecemasan bahwa itu adalah serangan jantung. Sensasi nyerinya bisa beragam, mulai dari pegal, rasa tertusuk, panas seperti terbakar, hingga tekanan kuat yang mengkhawatirkan.

Tidak semua nyeri dada bersumber dari jantung. Rasa sakit di dada kiri bisa juga disebabkan karena otot tegang, asam lambung, atau kecemasan tinggi. Namun, gejala ini tetap tidak boleh diabaikan begitu saja karena sebagian kondisi dapat mengindikasikan adanya masalah serius pada organ vital seperti paru-paru dan jantung.

Organ di Area Dada Sebelah Kiri

Dada sebelah kiri bukan hanya tempat jantung berada. Di area ini terdapat beberapa organ dan jaringan yang saling berdekatan, antara lain jantung, paru-paru, tulang rusuk, otot dada, saraf, serta bagian dari saluran pencernaan.

Jantung berada di bagian tengah dada dan sedikit condong ke kiri. Karena itu, gangguan pada jantung dapat terasa sebagai nyeri di tengah dada maupun sebelah kiri. Keluhan juga dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau bagian atas perut.

Di sisi lain, paru-paru dan selaput yang membungkusnya juga dapat menjadi sumber nyeri. Nyeri akibat masalah pada paru-paru sering kali terasa lebih tajam dan dapat memburuk ketika sedang menarik napas dalam atau batuk.

Selain organ dalam, otot dan tulang rusuk di sekitar dada juga dapat menimbulkan rasa sakit. Inilah salah satu alasan mengapa lokasi nyeri saja belum cukup untuk menentukan penyebab dari masalah kesehatan tertentu.

Hal lain yang perlu diingat yakni tingkat nyeri tidak selalu menunjukkan tingkat keparahan penyakit. Gangguan jantung, misalnya, bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang relatif ringan, sedangkan nyeri otot, yang umumnya tidak berbahaya, bisa terasa sangat hebat.

Penyebab Umum Nyeri Dada Sebelah Kiri yang Bukan dari Jantung

Perlu diketahui, ada beberapa penyebab nyeri dada terutama bagian kiri yang tidak berkaitan langsung dengan jantung. Kendati demikian, penyebab pastinya tetap perlu dievaluasi berdasarkan pola gejala dan kondisi kesehatan setiap individu. Berikut penjelasannya!

1. Otot Tertarik Atau Tegang

Aktivitas seperti olahraga, mengangkat barang berat, bekerja dalam posisi yang sama terlalu lama, atau gerakan tubuh yang tidak biasa dapat membuat otot dada tertarik. Biasanya, nyeri akan terasa lebih jelas ketika bagian tubuh tertentu digerakkan. Misalnya, rasa sakit muncul ketika mengangkat lengan atau memutar tubuh.

Selain itu, peradangan pada area pertemuan tulang rusuk dengan tulang dada, yang disebut costochondritis, juga dapat menyebabkan nyeri dada. Kondisi ini termasuk penyebab nyeri non-jantung yang cukup umum.

2. Gangguan Pencernaan

Rasa panas atau tidak nyaman di dada setelah makan terkadang berasal dari saluran pencernaan. Salah satunya adalah GERD, yaitu kondisi ketika isi lambung atau asam lambung naik ke kerongkongan.

Keluhan dapat terasa seperti rasa terbakar di dada, terutama setelah makan banyak, makan terlalu cepat, atau berbaring tidak lama setelah makan. Gangguan pencernaan ini juga dapat disertai sendawa, perut kembung, mual, atau rasa tidak nyaman di bagian atas perut.

Meski demikian, jangan langsung menyimpulkan bahwa nyeri dada sebelah kiri pasti hanya karena asam lambung. Nyeri akibat masalah jantung juga terkadang terasa seperti gangguan pencernaan heartburn atau dada terasa seperti terbakar tadi.

3. Kecemasan dan Serangan Panik

Kecemasan ekstrem dapat memicu respons fisik nyata seperti jantung berdebar, napas cepat, berkeringat, pusing, dan dada sesak. Sensasi fisik yang intens ini sering kali sangat kuat hingga membuat seseorang merasa seolah-olah sedang mengalami serangan jantung.

Jika Anda sering mengalami keluhan seperti ini, bukan berarti keluhannya hanya ada di pikiran. Gejala fisiknya benar-benar dapat dirasakan. Namun, jika nyeri dada baru pertama kali muncul atau memiliki pola berbeda dari biasanya, sebaiknya tetap perlu dikonsultasikan dan diperiksakan langsung oleh tenaga kesehatan.

Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai

Walaupun banyak penyebab nyeri dada sebelah kiri yang relatif ringan, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan, yakni sebagai berikut.

1. Gangguan Jantung

Nyeri akibat gangguan aliran darah ke otot jantung, seperti angina atau serangan jantung, sering digambarkan sebagai tekanan, rasa tertindih, diremas, atau sesak di dada. Nyeri dapat berlangsung beberapa menit, menghilang, kemudian muncul kembali, atau semakin terasa ketika melakukan aktivitas.

Keluhan dapat disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, jantung berdebar, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, maupun perut bagian atas.

Penting juga diketahui bahwa gejala serangan jantung tidak selalu sama pada setiap orang. Pada sebagian orang, terutama perempuan, lansia, atau orang dengan kondisi tertentu, keluhan dapat lebih samar seperti sesak, lemas, mual, atau kelelahan yang tidak biasa.

2. Gangguan Paru-Paru

Beberapa penyakit paru juga dapat menyebabkan nyeri dada sebelah kiri. Pneumonia atau peradangan selaput paru, misalnya, dapat menyebabkan nyeri yang semakin terasa saat menarik napas dalam atau batuk.

Ada pula kondisi yang lebih serius seperti emboli paru, yaitu sumbatan pembuluh darah di paru, atau pneumotoraks, yaitu kondisi ketika paru mengalami kolaps. Keduanya dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak yang membutuhkan tindakan medis segera.

Gejala yang Menandakan Kondisi Darurat

Ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak ditunggu atau dicoba diatasi sendiri di rumah. Segera cari pertolongan medis jika nyeri dada sebelah kiri:

  • terasa seperti ditekan, diremas, atau tertindih;

  • berlangsung selama beberapa menit atau hilang lalu muncul kembali;

  • menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas;

  • disertai sesak napas;

  • disertai keringat dingin;

  • disertai mual atau muntah;

  • disertai pusing berat atau hampir pingsan;

  • disertai jantung berdebar atau irama jantung terasa tidak teratur;

  • muncul mendadak dan sangat berat, terutama bila disertai gangguan napas.

Dalam situasi seperti ini, jangan menunggu sampai nyeri menjadi sangat parah. Serangan jantung dapat dimulai dengan gejala yang ringan dan memburuk kemudian. Pertolongan yang cepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan pada jantung.

Pantau Nyeri Dada Kiri dengan MCU Metabolisme Tubuh

Jika nyeri dada sebelah kiri tidak sedang dalam kondisi darurat, tetapi muncul berulang atau membuat Anda khawatir, pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah untuk menilai kondisi tubuh secara lebih objektif, terutama untuk menepis risiko penyakit jantung. Salah satu langkah mendasar yang bisa dilakukan adalah melalui pemeriksaan dengan Paket Medical Check-Up Metabolisme Tubuh dari Bumame dengan harga mulai dari Rp1.780.000,00.

Dari sisi risiko kardiovaskular, paket tersebut mencakup pengecekan profil lipid lengkap, yaitu kolesterol total, HDL, LDL direk, dan trigliserida. Hasil ini dapat menjadi bagian dari penilaian risiko penyakit kardiovaskular bersama faktor lain seperti tekanan darah, usia, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, gula darah, dan kondisi kesehatan lainnya.

Secara keseluruhan, hasil-hasil tersebut dapat membantu membangun gambaran status kesehatan metabolik dan nutrisi secara lebih luas, tetapi interpretasinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan riwayat kesehatan masing-masing.

Perlu dicatat, pemeriksaan laboratorium seperti ini tidak menggantikan pemeriksaan darurat untuk nyeri dada. Jika sedang mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung atau kondisi akut lainnya, prioritasnya adalah mendapatkan pertolongan medis segera, bukan menunggu jadwal medical check-up.

Kapan Harus Segera ke UGD?

Jika sedang mengalami nyeri dada sebelah kiri dan tidak yakin penyebabnya, lebih baik berhati-hati. Segera ke UGD atau hubungi layanan darurat setempat jika nyeri terasa menekan atau berat, tidak kunjung membaik, atau disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, pingsan, maupun nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain.

Jangan menyetir sendiri jika kondisi terasa berat. Mintalah bantuan orang lain atau gunakan layanan ambulans bila tersedia. Rekomendasi pertolongan darurat untuk dugaan serangan jantung adalah mencari bantuan segera, bahkan ketika seseorang belum yakin bahwa keluhannya benar-benar berasal dari jantung.

Sebaliknya, jika nyeri ringan, jelas berkaitan dengan gerakan atau posisi tubuh, dan tidak disertai tanda bahaya, Anda tetap dapat membuat janji konsultasi untuk mencari penyebabnya, terutama bila keluhan berulang.

Pemeriksaan Penunjang Jika Nyeri Dicurigai Akibat Jantung

Ketika dokter mencurigai adanya masalah jantung, terdapat pemeriksaan yang dapat dilakukan secara bertahap sesuai gejala dan faktor risiko, di antaranya sebagai berikut.

1. EKG

EKG atau elektrokardiogram adalah pemeriksaan non-invasif yang merekam aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi gangguan irama atau tanda serangan jantung. Tes ini sering menjadi langkah awal penting saat terjadi nyeri dada akut, yang kemudian dapat diikuti oleh tes darah sesuai evaluasi dokter.

2. Treadmill Test

Treadmill test memantau respons jantung saat beraktivitas fisik bertahap dan tidak dilakukan dalam kondisi darurat tanpa evaluasi dokter. Dokter akan menentukan keamanan tes ini atau memilih pemeriksaan alternatif seperti ekokardiogram dan rontgen dada sesuai kondisi pasien.

Saatnya Lebih Peduli pada Sinyal dari Tubuh

Nyeri dada sebelah kiri tidak selalu berarti penyakit jantung, tetapi juga tidak sebaiknya langsung dianggap sepele sebagai masuk angin, lelah, atau asam lambung. Tubuh memberikan sinyal karena ada sesuatu yang perlu diperhatikan, dan tugas kita adalah memahami sinyal tersebut dengan tenang.

Jika muncul tanda bahaya, segera cari pertolongan medis. Jika keluhan berulang tanpa tanda darurat, pemeriksaan dan konsultasi dapat membantu menemukan penyebabnya sekaligus mengetahui kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

References:

  1. Journal of Science and Medicine in Sport. (2018). Does breast size affect how women participate in physical activity?.

  2. Harvard Health Publishing. (2025). Chest pain that mimics a heart attack.

  3. Surgical Endoscopy. (2002). Gastroesophageal reflux disease (GERD) and chest pain.

  4. Windsor Center for Digestive Health. (2024). Can Digestive Issues Cause Chest Pain?.

  5. Journal of Pain Research. (2025). A Study on the Association Between Risk Factors and Psychosocial Factors of Non-Cardiac Chest Pain (NCCP) in Adults Aged 40 and Above Based on 2013-2018 US NHANES Data.

  6. National Library of Medicine. (2025). Chest Pain: Evaluation and Exclusion of Myocardial Infarction and Angina.

  7. Scientific Reports. (2024). Impact of chest pain on mortality in patients with acute pulmonary embolism.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa saja penyebab nyeri dada sebelah kiri?
Nyeri dada sebelah kiri dapat disebabkan oleh otot tegang, GERD, kecemasan atau serangan panik, gangguan jantung, maupun masalah paru-paru. 
Bagaimana ciri nyeri dada sebelah kiri akibat gangguan jantung?
Nyeri biasanya terasa seperti ditekan, tertindih, diremas, atau sesak dan dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas. 
Apa saja tanda nyeri dada sebelah kiri yang perlu diwaspadai?
Tanda yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas, keringat dingin, mual, pusing berat, jantung berdebar, pingsan, atau nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain. 
Kapan nyeri dada sebelah kiri harus segera dibawa ke UGD?
Segera ke UGD jika nyeri terasa berat atau menekan, tidak membaik, atau disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, pingsan, maupun nyeri yang menjalar.
Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi nyeri dada?
Dokter dapat melakukan EKG, treadmill test, ekokardiogram, atau rontgen dada sesuai gejala dan kondisi pasien.