Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Osteoma: Sebab, Gejala, dan Cara Menangani
Kembali ke Artikel & Berita

Osteoma: Sebab, Gejala, dan Cara Menangani

SBAOthers

Pernahkah merasakan nyeri akibat benjolan tumpul di tulang yang gejalanya terasa lebih kuat pada malam hari? Jika nyeri itu berasal dari benjolan tersebut, maka ada kemungkinan sedang mengalami kondisi yang bernama osteoma.

Walau terdengar menakutkan, kondisi ini sebenarnya tergolong jinak dan jarang membahayakan nyawa. Alasannya adalah karena kondisi ini termasuk tumor jinak yang tidak akan menyerang jaringan di sekitarnya atau mengalami metastasis.

Meski begitu, penting juga untuk mengetahui gejalanya supaya bisa menanganinya dan menghilangkan rasa nyeri yang dialami.

Apa Itu Osteoma?

Osteoma adalah pertumbuhan tulang baru yang bersifat jinak atau tidak bersifat kanker. Pertumbuhan ini terjadi ketika sel tulang membentuk jaringan tambahan di area tertentu.

Berbeda dengan tumor ganas, pertumbuhan tulang ini tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kondisi ini umumnya tidak mengancam nyawa seperti tumor ganas pada organ tertentu, misalnya tumor paru.

Salah satu jenis osteoma yang paling umum adalah osteoid osteoma yang berukuran kecil. Ukurannya biasanya kurang dari 1 cm dan tidak tumbuh besar secara signifikan. Osteoma dapat muncul pada tulang panjang, tulang tengkorak, maupun rongga sinus.

Karena sifat jinaknya dan pertumbuhannya yang lambat tanpa gejala, banyak orang sering tidak sadar mengalami kondisi ini. Sebagian kasus justru baru ketahuan saat seseorang melakukan pemeriksaan untuk gangguan kesehatan yang lain.

Gejala Osteoma

Banyak kasus osteoma tidak menimbulkan gejala dan sering terdeteksi secara tidak sengaja dalam pemeriksaan lain. Namun, osteoid osteoma sering menimbulkan nyeri tumpul yang cukup khas pada penderitanya.

Nyeri ini biasanya terasa lebih berat pada malam hari dan mengganggu waktu istirahat. Rasa sakitnya sering mereda setelah mengonsumsi obat pereda nyeri yang beredar di pasaran.

Selain nyeri, sebagian penderitanya bisa mengalami pembengkakan ringan atau kekakuan di area tulang yang terkena. Pada anak dan remaja, nyeri yang menetap kadang membuat penderitanya berjalan pincang. Ketika kondisi ini muncul di tulang tengkorak atau sinus, gejala yang bisa terjadi adalah sakit kepala atau gangguan tertentu. 

Dari sini, bisa terlihat bahwa gejala osteoma dapat berbeda-beda sesuai dengan area tulang yang terkena.

Hal yang pasti, ciri khas nyeri akibat osteoma adalah muncul atau memburuk pada malam hari. Kondisi ini membuatnya berbeda dari nyeri tulang biasa yang biasanya terjadi akibat aktivitas fisik. Oleh karena itu, Anda harus menjelaskan semua gejala yang dialami agar lokasi pertumbuhan tulang dapat diketahui dan penanganan yang tepat dapat diberikan.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Dunia kesehatan sampai sekarang masih belum mengetahui secara persis penyebab terjadinya osteoma. Beberapa ahli menduga pertumbuhan sel yang tidak normal menjadi salah satu kemungkinannya.

Peradangan pada tulang atau riwayat cedera di area tertentu juga kemungkinan punya peran di balik kondisi ini. Meski begitu, para ahli kesehatan masih terus melakukan penelitian untuk mencari penyebab persis dari pertumbuhan tulang ini.

Osteoid osteoma lebih sering muncul pada anak muda, terutama pada rentang usia 5 hingga 25 tahun. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Sementara itu, jenis lain seperti osteoblastoma punya ciri yang mirip dengan osteoid osteoma, tetapi ukurannya cenderung lebih besar.

Osteoid osteoma paling sering muncul di tulang paha dan tulang kering. Namun, pertumbuhan tulang ini juga bisa muncul di tulang lengan, kaki, hingga tulang belakang. Karena faktor risikonya belum sepenuhnya dipahami, para ahli masih kesulitan memprediksi siapa yang berisiko mengalami kondisi ini.

Diagnosis Osteoma

Ketika mengalami osteoma, dokter biasanya akan melakukan diagnosis dengan cara tanya jawab gejala dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik ini mencakup pemeriksaan pencitraan untuk melihat langsung kondisi tulang penderita.

Foto rontgen sering menjadi pemeriksaan awal untuk melihat gambaran tulang. CT scan dan MRI juga bisa memberi gambaran yang lebih jelas soal ukuran dan letaknya.

Pada beberapa kasus, dokter juga menggunakan pemindaian tulang untuk melihat area yang bermasalah. Pemeriksaan MRI kadang juga membantu memastikan bahwa pertumbuhan tersebut bukan termasuk tumor ganas.

Jika Anda merasa seperti ada benjolan di area tulang yang tidak diketahui penyebabnya, Anda bisa memeriksakan diri ke layanan MCU Kesehatan Tulang dari Bumame.

Paket layanan ini bisa membantu Anda memeriksa kadar vitamin D 25-OH total dan kalsium yang ada dalam tulang. Mengetahui tentang kadar kedua zat ini sangat penting karena peran kalsium dan vitamin D yang besar dalam membantu tubuh menyerap kalsium dan membangun tulang.

Siapa saja bisa menggunakan layanan ini untuk mengetahui kesehatan tulang, baik penderita osteoporosis, orang yang jarang terpapar sinar matahari, mereka yang berencana mengonsumsi suplemen vitamin D, serta wanita menjelang atau sesudah menopause.

Layanan ini tersedia dengan harga mulai dari Rp430.000 dan bisa dilakukan baik di rumah atau di salah satu klinik Bumame sesuai kebutuhan Anda. Begitu pemeriksaan selesai, Anda bisa mendapatkan hasilnya dalam 1x24 jam.

Pilihan Penanganan Osteoma

Penanganan osteoma sangat bergantung pada gejala, ukuran, dan letak pertumbuhannya pada tulang. Jika tidak menimbulkan keluhan, dokter kadang hanya menyarankan pemantauan secara berkala.

Dalam kasus osteoid osteoma, obat pereda nyeri seringnya sudah cukup membantu meredakan rasa sakit. Beberapa kasus bahkan bisa membaik dengan sendirinya, meski butuh waktu yang cukup lama. Tergantung kasusnya, penanganannya bergantung pada hasil diskusi Anda dengan dokter.

Jika nyeri sudah menjadi sangat mengganggu atau tidak membaik, dokter bisa mempertimbangkan tindakan lebih lanjut. Salah satunya adalah prosedur untuk menghancurkan jaringan tumor dengan hawa panas terarah. Operasi pengangkatan juga bisa menjadi pilihan pada kondisi tertentu sesuai anjuran dokter.

Meski begitu, penting sekali untuk tetap mengikuti anjuran dokter dan tidak menghentikan pengobatan tanpa konsultasi terlebih dahulu. Anda juga disarankan untuk tetap menjalani pemantauan rutin guna memastikan kondisi tulang telah membaik secara menyeluruh.

Strategi Pencegahan

Anda perlu memahami bahwa karena penyebab pasti osteoma masih belum jelas, masih tidak ada cara untuk memprediksi kemunculannya. Pertumbuhan ini bukan akibat pola makan atau kebiasaan tertentu yang bisa dihindari.

Karena itu, fokus utamanya adalah upaya deteksi dan penanganan sejak dini. Meski kemunculannya bisa terjadi secara tiba-tiba, menjaga kesehatan tulang secara umum tetap menjadi langkah yang sangat penting.

Pola makan bergizi, cukup kalsium, dan aktif bergerak bisa membantu menjaga tulang tetap kuat. Walau semua kebiasaan ini tidak mencegah osteoma secara langsung, langkah tersebut tetap bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko berbagai gangguan tulang lainnya.

Pemeriksaan rutin juga bisa membantu memantau kondisi tubuh sebelum masalah berkembang lebih jauh. Lewat pemeriksaan rutin ini, dokter bisa membantu mendeteksi apakah ada pertumbuhan tulang yang terjadi meski tidak pernah ada gejala yang terasa.

Perlu diingat bahwa tidak semua nyeri tulang terjadi karena osteoma atau kondisi yang serius. Banyak keluhan tulang justru terjadi karena hal sederhana seperti kelelahan atau cedera ringan. Karena itu, Anda tidak perlu panik berlebihan saat merasakan nyeri di tulang.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya Anda menemui dokter jika nyeri tulang muncul berulang dan tidak kunjung membaik. Anda juga perlu mencatat apabila nyeri yang Anda alami terasa lebih sakit pada malam hari.

Pembengkakan atau benjolan di area tulang atau keterbatasan gerak juga perlu Anda waspadai dan ceritakan kepada dokter saat pemeriksaan. Pemeriksaan ini bisa penting untuk Anda lakukan dengan dokter karena salah satu ciri kanker adalah benjolan di area seperti tulang.

Pemeriksaan lebih awal bisa membantu dokter memastikan penyebab keluhan dan merencanakan penanganan yang sesuai. Meski kondisi ini tergolong jinak, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan lain yang menyertainya.

Kapan saja Anda merasa nyeri yang sampai mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Jangan takut juga untuk mendatangi dokter kembali apabila obat pereda nyeri biasa sudah tidak bisa meredakan keluhan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Cleveland Clinic — Osteoid Osteoma

  2. Boston Children’s Hospital — Osteoid Osteoma

  3. Cleveland Clinic — Osteoblastoma

  4. University of Pittsburgh Medical Center — Osteoma

  5. Cedars-Sinai — Osteoid Osteoma

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah osteoma berbahaya?

Umumnya tidak. Osteoma bersifat jinak, tidak menyebar ke bagian tubuh lain, dan jarang mengancam nyawa. Namun, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain.

Apakah osteoma bisa hilang sendiri?

Beberapa kasus osteoid osteoma dapat membaik dengan sendirinya, tetapi prosesnya bisa berlangsung lama. Dokter dapat memantau perkembangannya dan membantu mengendalikan nyeri jika diperlukan.

Apakah osteoma perlu operasi?

Tidak selalu. Jika tidak menimbulkan keluhan, osteoma dapat dipantau secara berkala. Operasi atau prosedur lain dapat dipertimbangkan dokter jika nyeri mengganggu atau tidak membaik dengan penanganan yang sesuai.

Apakah osteoma bisa muncul lagi setelah ditangani?

Osteoma dapat muncul kembali pada sebagian kasus. Karena itu, ikuti jadwal pemantauan dokter dan segera konsultasikan jika nyeri serupa muncul kembali setelah penanganan.

Apa saja gejala osteoma yang perlu diwaspadai?

Osteoma sering tidak menimbulkan gejala. Namun, osteoid osteoma dapat menyebabkan nyeri tulang yang memburuk pada malam hari. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi pembengkakan, kekakuan, sakit kepala, atau gangguan sesuai lokasi pertumbuhan tulang. Periksakan diri jika nyeri menetap atau mengganggu aktivitas.