Suara serak yang bertahan lama setelah flu, celana yang makin longgar padahal pola makan tidak berubah, atau benjolan kecil yang teraba saat mandi. Perubahan seperti ini mudah dianggap urusan kecil, lalu dibiarkan berbulan-bulan.
Sebagian besar keluhan tersebut memang berasal dari kondisi lain. Meski begitu, beberapa di antaranya termasuk ciri-ciri kanker yang perlu dilihat dokter, dan kanker yang ditemukan lebih awal umumnya lebih mudah ditangani.
Berikut tanda umum kanker di berbagai bagian tubuh, kapan perlu diperiksakan, dan beda skrining dengan pemeriksaan karena gejala.
Apa Itu Kanker dan Mengapa Cirinya Berbeda-beda?
Kanker adalah kelompok penyakit dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Sel yang berlebih bisa membentuk tumor. Tumor jinak tidak tergolong kanker, sedangkan tumor ganas bisa menyusup ke jaringan sekitarnya. Inilah inti perbedaan tumor dan kanker.
MedlinePlus dari National Library of Medicine Amerika Serikat mencatat lebih dari 100 jenis kanker, kebanyakan dinamai sesuai organ asalnya. Karena itu, ciri yang muncul bergantung pada lokasi kanker dan seberapa jauh penyakitnya berkembang, termasuk bila sudah terjadi metastasis atau penyebaran ke organ lain.
Ciri-Ciri Kanker yang Umum Dikenali
Kementerian Kesehatan, NHS (layanan kesehatan Inggris), dan Mayo Clinic mencatat tanda-tanda umum berikut. Tanda ini juga bisa muncul pada penyakit lain, sehingga yang perlu diperhatikan adalah keluhan baru yang menetap atau makin berat.
1. Benjolan atau Penebalan Baru
Benjolan bisa teraba di bawah kulit payudara, leher, ketiak, selangkangan, atau bagian tubuh lain. Kulit payudara yang mengerut, puting tertarik ke dalam, atau cairan dari puting juga termasuk gejala kanker payudara. Benjolan baru yang menetap atau membesar, termasuk benjolan di leher, perlu diperiksa meski tidak nyeri.
2. Berat Badan Turun tanpa Usaha
Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan bila berat badan turun lebih dari 5% dalam 6 sampai 12 bulan tanpa diet atau tambahan olahraga, misalnya 3,6 kg pada orang dengan berat 72 kg. Pada lansia atau orang dengan penyakit menahun, penurunan yang lebih kecil pun bisa bermakna.
3. Lelah Berkepanjangan
Rasa lelah terasa lebih berat dari biasanya tanpa sebab yang jelas. Kementerian Kesehatan menyebut kelelahan yang tidak bisa dijelaskan sebagai salah satu gejala umum kanker. Kelelahan punya banyak penyebab lain, jadi keluhan yang berlangsung berminggu-minggu sebaiknya dicari sumbernya bersama dokter.
4. Perubahan Pola Buang Air
Perubahan buang air besar (BAB) bisa berupa diare atau sembelit yang tidak membaik, atau frekuensi yang berbeda dari biasanya. Untuk buang air kecil (BAK), NHS mencatat berkemih lebih sering atau mendesak, serta nyeri saat berkemih. Pola BAB yang berubah selama beberapa minggu perlu dinilai dokter, termasuk untuk menelusuri kemungkinan kanker usus besar.
5. Perdarahan atau Memar tanpa Sebab Jelas
Contohnya darah pada feses, kencing berdarah, muntah darah, atau memar yang muncul tanpa sebab. Pada perempuan, perdarahan dari vagina di luar jadwal haid, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause juga perlu diperiksakan. Perdarahan ringan pun layak dilaporkan agar sumbernya dicari.
6. Batuk atau Suara Serak yang Menetap
NHS mencatat batuk yang tidak kunjung sembuh atau makin berat, sesak napas yang tidak membaik, dan batuk berdarah sebagai tanda yang perlu dicek. Kementerian Kesehatan juga menyebut suara serak yang berkelanjutan. Riwayat merokok membuat keluhan ini makin perlu diperiksakan.
7. Sulit Menelan atau Gangguan Pencernaan Menetap
Sulit menelan, nyeri ulu hati yang sering dan makin berat, atau perut kembung yang lama hilang termasuk dalam daftar NHS. Keluhan ini mirip gangguan lambung biasa, sehingga sering diobati sendiri berulang kali. Bila tidak reda atau disertai berat badan turun, periksakan ke dokter.
8. Luka atau Sariawan yang Tidak Sembuh
MedlinePlus mencantumkan luka yang tidak kunjung sembuh sebagai salah satu gejala kanker. NHS juga menyebut sariawan yang tidak membaik serta bercak putih atau merah di mulut. Keluhan seperti ini bisa berkaitan dengan kanker mulut, jadi periksakan bila bertahan lebih dari beberapa minggu.
9. Tahi Lalat Baru atau Berubah
Tahi lalat yang baru muncul atau tahi lalat lama yang berubah perlu dicek. Mayo Clinic juga mencatat perubahan kulit lain, seperti kulit menguning, menggelap, atau kemerahan. Paparan sinar matahari berlebihan meningkatkan risiko kanker kulit, jadi perubahan di area yang sering terpapar layak diperhatikan.
10. Demam, Keringat Malam, atau Nyeri yang Tidak Biasa
NHS mencatat keringat berlebihan khususnya di malam hari, serta demam yang lama atau berulang, sebagai tanda umum. Nyeri di bagian tubuh mana pun yang terasa asing bagi Anda juga masuk daftar. Perlu diingat, MedlinePlus menyebut kanker sering tidak menimbulkan nyeri, sehingga pemeriksaan tidak perlu menunggu rasa sakit.
Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Kanker?
Mayo Clinic mencatat sebagian besar kanker muncul pada orang tanpa faktor risiko yang diketahui, tetapi faktor berikut meningkatkan peluangnya:
Usia. Kanker bisa butuh puluhan tahun untuk berkembang, sehingga kebanyakan didiagnosis pada usia 65 tahun ke atas, walau bisa muncul di usia berapa pun.
Kebiasaan. Merokok, minum alkohol berlebihan, terlalu banyak terpapar sinar matahari, obesitas, dan kurang bergerak meningkatkan risiko.
Riwayat keluarga. Sebagian kecil kanker berasal dari kelainan gen yang diturunkan, jadi riwayat kanker di keluarga perlu disampaikan kepada dokter.
Infeksi tertentu. Infeksi HPV berkaitan dengan kanker serviks, sedangkan hepatitis B meningkatkan risiko kanker hati.
Penyakit menahun dan lingkungan. Kondisi seperti kolitis ulseratif bisa meningkatkan risiko kanker tertentu, begitu pula paparan asap rokok orang lain, asbes, dan polusi udara.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Segera ke IGD bila Anda muntah darah, batuk darah dalam jumlah banyak, sesak napas berat, atau mengalami perdarahan hebat.
Untuk keluhan lain, MedlinePlus menganjurkan pemeriksaan bila gejala tidak membaik dalam beberapa minggu. NHS menambahkan, perubahan apa pun yang tidak biasa bagi tubuh Anda dan membuat khawatir layak dibicarakan dengan dokter.
Catat sejak kapan keluhan muncul, apakah makin berat, perubahan berat badan, dan riwayat kanker di keluarga agar dokter bisa memilih pemeriksaan yang sesuai.
Bagaimana Dokter Memastikan Kanker?
MedlinePlus menjelaskan tidak ada satu tes tunggal untuk mendiagnosis kanker. Pemeriksaan dipilih berdasarkan keluhan, dan umumnya meliputi:
Wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter menanyakan gejala dan riwayat keluarga, lalu memeriksa tubuh untuk mencari benjolan atau tanda lain.
Tes darah dan urine. Hasilnya memberi gambaran kesehatan umum.
Pencitraan. Foto rontgen, USG, CT scan, atau MRI dipakai untuk melihat kondisi di dalam tubuh.
Biopsi. Sampel jaringan diambil lalu diperiksa di bawah mikroskop. Langkah ini umumnya diperlukan untuk memastikan atau menyingkirkan kanker.
Tes penanda tumor atau tumor marker mengukur zat yang dibuat sel kanker atau sel normal sebagai respons terhadap kanker. Menurut MedlinePlus, tes ini umumnya dipakai setelah diagnosis untuk memantau pengobatan. Kadarnya bisa naik pada kondisi selain kanker, sehingga hasilnya berperan sebagai penunjang. Memahami jenis dan fungsi tumor marker membantu Anda membaca hasilnya bersama dokter.
Bila kanker terbukti, pengobatan disesuaikan dengan jenis dan stadiumnya, misalnya operasi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, atau terapi hormon.
Skrining dan Pemeriksaan karena Gejala, Apa Bedanya?
Panduan deteksi dini kanker melalui skrining disusun berdasarkan usia dan faktor risiko bagi orang yang belum bergejala. Mayo Clinic menyarankan orang tanpa gejala yang khawatir akan risikonya untuk menanyakan jenis skrining yang sesuai kepada dokter.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Pilihan Skrining Kanker di Bumame
Skrining bekerja sebelum ciri-ciri kanker muncul. Contohnya tes HPV DNA, yang direkomendasikan WHO sebagai metode skrining kanker serviks, mencari infeksi HPV yang berpotensi memicu kanker. Kementerian Kesehatan menyarankannya setiap 5 tahun bagi perempuan usia 30 sampai 49 tahun.
Halaman Skrining Dini Kanker Bumame memuat tes HPV DNA dengan sampel swab maupun urine, Skrining Kanker ColoTect, serta beberapa paket berbasis penanda tumor yang hasilnya menjadi penunjang evaluasi dokter. Bila sudah ada ciri di atas, konsultasikan keluhan ke dokter lebih dulu. Untuk menanyakan pilihan yang sesuai usia dan riwayat kesehatan Anda, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Langkah Menurunkan Risiko Kanker
Kebiasaan berikut membantu menurunkan risiko kanker:
Berhenti merokok dan batasi alkohol. Merokok berkaitan dengan banyak jenis kanker, dan berhenti sekarang menurunkan risiko di masa depan. Alkohol berlebihan juga menambah risiko.
Lindungi kulit. NHS menyarankan tabir surya minimal SPF 30 dan lebih banyak berteduh.
Jaga berat badan dan aktif bergerak. NHS menganjurkan aktivitas sedang 150 menit atau aktivitas berat 75 menit per minggu, disertai pola makan seimbang.
Vaksinasi. Vaksin HPV dan hepatitis B membantu menurunkan risiko kanker yang berkaitan dengan kedua virus tersebut.
Ikuti skrining sesuai usia. Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan payudara sendiri dan mamografi berkala untuk deteksi dini kanker payudara.
Kenali Perubahan Tubuh dan Periksakan Lebih Awal
Mengenali ciri-ciri kanker berarti peka terhadap perubahan yang baru, menetap, dan tidak biasa bagi tubuh Anda. Sebagian besar keluhan ternyata berasal dari kondisi lain, dan pemeriksaan membantu Anda mendapat jawaban lebih cepat. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila ingin berdiskusi tentang pemeriksaan yang sesuai, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker Payudara.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim).
MedlinePlus, National Library of Medicine. Cancer.
MedlinePlus, National Library of Medicine. Tumor Marker Tests.
NHS. Cancer.
Mayo Clinic. Cancer, Symptoms and Causes.
Mayo Clinic. Unexplained Weight Loss.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apa saja ciri-ciri kanker yang umum dikenali?
Ciri-ciri kanker yang umum meliputi benjolan baru, berat badan turun tanpa sebab jelas, kelelahan berkepanjangan, perubahan pola BAB atau BAK, perdarahan tanpa sebab, batuk atau suara serak menetap, luka yang tidak sembuh, serta tahi lalat yang berubah. Gejala tersebut juga bisa disebabkan kondisi lain.
Apakah kanker selalu menimbulkan rasa sakit?
Tidak. Kanker sering kali tidak menimbulkan nyeri, terutama pada tahap awal. Karena itu, benjolan atau perubahan tubuh yang baru, menetap, dan tidak biasa perlu diperiksakan meskipun tidak terasa sakit.
Kapan gejala yang dicurigai sebagai kanker perlu diperiksakan ke dokter?
Periksakan gejala yang tidak membaik dalam beberapa minggu, semakin berat, atau terasa tidak biasa. Segera ke IGD jika mengalami muntah darah, batuk darah dalam jumlah banyak, sesak napas berat, atau perdarahan hebat.
Apakah tes penanda tumor dapat memastikan seseorang terkena kanker?
Tidak. Kadar penanda tumor dapat meningkat pada kondisi selain kanker sehingga tes ini hanya menjadi pemeriksaan penunjang. Dokter menentukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan gejala, dan biopsi umumnya diperlukan untuk memastikan atau menyingkirkan kanker.
Bagaimana cara menurunkan risiko kanker?
Risiko kanker dapat dikurangi dengan berhenti merokok, membatasi alkohol, melindungi kulit dari sinar matahari, menjaga berat badan sehat, rutin beraktivitas fisik, serta menjalani vaksinasi HPV dan hepatitis B sesuai anjuran. Lakukan skrining berdasarkan usia dan faktor risiko.
