Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tumor Paru: Jenis, Gejala, dan Bedanya dengan Kanker Paru
Kembali ke Artikel & Berita

Tumor Paru: Jenis, Gejala, dan Bedanya dengan Kanker Paru

SBAOthers
  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker Saluran Pernapasan.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker.

  3. World Health Organization. Lung Cancer.

  4. Mayo Clinic. Lung Nodules: Can They Be Cancerous?

  5. National Cancer Institute. Metastatic Cancer: When Cancer Spreads.

  6. NHS. Symptoms of Lung Cancer.

  7. Centers for Disease Control and Prevention. Screening for Lung Cancer.

Laporan foto dada dari medical check up kantor kadang menyebut ada benjolan kecil di paru, padahal orangnya merasa sehat. Kata tumor paru pun langsung terdengar seperti kanker.

Kenyataannya, benjolan di paru punya banyak kemungkinan, dari jaringan parut bekas infeksi sampai kanker yang perlu segera ditangani. Mengenali bedanya membantu Anda memahami langkah yang dipilih dokter.

Berikut penjelasan tentang jenis, gejala, cara membedakan tumor jinak dan ganas, serta pemeriksaan dan penanganannya.

Apa Itu Tumor Paru dan Apakah Selalu Kanker?

Tumor adalah kumpulan sel yang tumbuh tidak normal dan membentuk massa. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tumor jinak umumnya tidak berbahaya dan bisa diangkat lewat operasi, sedangkan tumor ganas atau kanker berpotensi menyebar ke jaringan lain.

Tumor paru adalah sebutan umum untuk pertumbuhan seperti itu di paru atau saluran napas. Benjolan kecilnya biasanya disebut nodul, dan Mayo Clinic menyebut sebagian besar nodul tidak bersifat kanker. Jadi, tumor paru tidak selalu kanker. Prinsip umum perbedaan tumor dan kanker berlaku juga di sini.

Jenis Tumor yang Bisa Tumbuh di Paru

Kelompok tumor yang bisa ditemukan di paru meliputi:

  • Nodul dan tumor jinak. Mayo Clinic mencatat sebagian besar nodul berupa jaringan parut bekas infeksi paru dan sering ditemukan tanpa sengaja. Seperti tumor jinak di organ lain, benjolan ini tidak menyebar.

  • Kanker paru primer. Tumor ganas ini tumbuh dari sel paru sendiri dan dikenal sebagai kanker paru-paru. WHO membaginya menjadi jenis bukan sel kecil, sekitar 85 persen kasus, dan jenis sel kecil yang lebih jarang tetapi umumnya lebih agresif.

  • Tumor saluran napas dan selaput paru. Menurut Kemenkes, kanker juga bisa tumbuh di trakea (batang tenggorok), bronkus (cabang saluran napas), dan pleura (selaput paru). Kanker pleura atau mesotelioma berkaitan dengan paparan asbes.

  • Tumor sekunder. Sel kanker dari organ lain bisa menyebar ke paru lewat metastasis. National Cancer Institute (NCI) menyebut paru termasuk lokasi penyebaran yang umum. Tumor ini dinamai sesuai asalnya, sehingga kanker payudara yang menyebar ke paru diobati sebagai kanker payudara.

Baca Juga: Perbedaan Kanker Paru Sel Kecil dan Bukan Sel Kecil

Penyebab dan Faktor Risiko Tumor Paru

Kemenkes menjelaskan bahwa kanker berawal dari perubahan DNA (mutasi) yang membuat sel tumbuh tanpa kendali, dan zat kimia dalam asap rokok termasuk pemicunya.

WHO memperkirakan 60 sampai 70 persen kasus kanker paru yang bisa dicegah berkaitan dengan rokok tembakau. Faktor risiko kanker paru lain menurut WHO dan Kemenkes meliputi:

  • Asap rokok orang lain. Asap yang terhirup di rumah atau tempat kerja ikut menambah risiko. Orang yang tidak merokok pun bisa terpapar.

  • Polusi udara. WHO mencatat polusi luar ruangan dan polusi dalam rumah. Kemenkes menekankan paparan jangka panjang, termasuk polutan industri.

  • Paparan kerja dan radon. WHO menyebut asbes, debu silika, dan asap mesin diesel. Kemenkes menambahkan gas radon dari tanah dan batuan di sekitar rumah.

  • Riwayat keluarga, penyakit paru kronis, dan usia. Kemenkes menyebut riwayat keluarga dengan kanker saluran napas meningkatkan risiko, begitu pula usia yang bertambah. WHO juga mencatat penyakit paru kronis tertentu.

Gejala Tumor Paru yang Perlu Diperhatikan

Banyak tumor paru tidak bergejala. Mayo Clinic menyebut nodul biasanya tanpa keluhan, dan NHS Inggris mencatat kanker paru stadium awal juga sering tidak terasa. Gejala berikut tercatat pada kanker paru menurut WHO, NHS, dan Kemenkes.

1. Batuk yang Tidak Kunjung Hilang

Batuk menetap termasuk gejala utama kanker paru. NHS menyarankan pemeriksaan bila batuk berlangsung lebih dari 3 minggu, karena batuk yang tidak kunjung sembuh perlu dicari sumbernya.

2. Batuk Darah

Dahak bercampur darah disebut hemoptisis. NHS menganjurkan janji temu dokter yang mendesak untuk keluhan ini, walau batuk berdarah juga bisa muncul pada kondisi lain.

3. Sesak Napas dan Nyeri Dada

Sesak napas serta nyeri di dada atau bahu tercatat oleh WHO dan NHS. Segera ke IGD bila Anda sangat sulit bernapas sampai tidak bisa bicara, atau merasakan nyeri di dada atau punggung atas.

4. Infeksi Dada Berulang

Infeksi paru yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik termasuk gejala menurut WHO, NHS, dan Kemenkes. Sampaikan pola ini kepada dokter bila terjadi dalam waktu berdekatan.

5. Berat Badan Turun, Lelah, dan Suara Serak

Berat badan turun tanpa sebab, nafsu makan hilang, dan lelah terus-menerus tercatat oleh NHS dan WHO. NHS juga menyebut suara serak yang menetap, sulit menelan, dan ujung jari yang melebar (clubbing) sebagai gejala yang lebih jarang.

Komplikasi yang Mungkin Muncul

Pada tumor ganas, Kemenkes mencatat komplikasi berupa gangguan pernapasan, efek samping pengobatan seperti mual dan lelah, serta penyebaran ke organ lain. NCI menyebut kanker paru bisa menyebar ke hati, tulang, otak, kelenjar adrenal, atau bagian paru lain. Kanker pleura juga bisa memicu efusi pleura, yaitu penumpukan cairan di antara lapisan selaput paru.

Tumor Paru Jinak dan Ganas, Apa Bedanya?

Dokter menilai ukuran dan perubahan tumor dari waktu ke waktu. Tabel berikut merangkum pola umumnya menurut Mayo Clinic dan Kemenkes.

Aspek

Cenderung jinak

Perlu diperiksa lebih lanjut

Ukuran

Kecil

Lebih besar

Perubahan

Tidak tumbuh dibanding foto sebelumnya

Bertambah besar pada CT scan berkala

Sifat

Tidak menyebar, bisa diangkat bila perlu

Berpotensi menyebar ke jaringan dan organ lain

Keluhan

Sering tanpa gejala, ditemukan tidak sengaja

Bisa disertai batuk menetap, batuk darah, atau berat badan turun

Langkah dokter

Dipantau, sering tanpa pengobatan

CT scan, PET scan, atau biopsi

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Singkatnya, kanker paru adalah salah satu bentuk tumor paru. Kelompok tumor paru juga mencakup benjolan jinak dan kanker dari organ lain yang menyebar ke paru.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Segera ke IGD bila Anda sangat sulit bernapas atau merasakan nyeri di dada atau punggung atas. Buat janji dengan dokter bila:

  • batuk berlangsung lebih dari 3 minggu atau mengeluarkan darah,

  • laporan foto dada atau CT scan menyebut nodul, massa, atau bayangan yang belum dijelaskan,

  • berat badan turun tanpa sebab atau infeksi dada terus berulang,

  • Anda perokok atau mantan perokok berat yang ingin menilai perlu tidaknya skrining.

Cara Dokter Menentukan Jenis Tumor Paru

Pemeriksaan biasanya bertahap, disesuaikan dengan ukuran tumor, gejala, dan faktor risiko Anda:

  1. Wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter menanyakan gejala, riwayat kesehatan, kebiasaan merokok, dan riwayat kanker di keluarga, lalu mendengarkan suara napas.

  2. Foto dada dan tes darah. NHS menyebut foto rontgen dada dan tes darah sebagai pemeriksaan awal. Banyak nodul justru ditemukan dari foto seperti ini.

  3. CT scan berkala. Dokter bisa membandingkan hasil dengan pencitraan lama, lalu memakai pemeriksaan CT scan berkala untuk melihat apakah nodul tumbuh.

  4. PET scan, bronkoskopi, dan biopsi. Untuk nodul yang besar atau tumbuh, dokter bisa meminta PET scan dan biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Bronkoskopi memakai selang lentur untuk melihat saluran napas dari dalam.

  5. Tes molekuler. Bila kanker sudah dipastikan, tes ini mencari perubahan gen yang membantu dokter memilih pengobatan, menurut WHO.

Skrining Risiko Kanker Paru bagi Perokok Berat

CDC menyebut CT scan dosis rendah (low-dose CT) sebagai tes skrining kanker paru yang dianjurkan. Di Amerika Serikat, skrining tahunan ini ditujukan untuk usia 50 sampai 80 tahun dengan riwayat merokok minimal 20 pack-year (misalnya sebungkus sehari selama 20 tahun), yang masih merokok atau berhenti kurang dari 15 tahun.

Sebagai pelengkap, ada tes darah yang membaca molekul microRNA yang berkaitan dengan pertumbuhan sel tidak normal di paru. Skrining Kanker LUNGClear di Bumame memeriksa 12 penanda microRNA dalam serum darah dan memberikan hasil berupa skor risiko. Skor tinggi menjadi dasar dokter merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, dan tes ini tidak menggantikan CT scan dosis rendah. Tes tidak memerlukan persiapan khusus. Untuk menanyakan kecocokannya, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Penanganan Tumor Paru Sesuai Jenisnya

Penanganan bergantung pada jenis tumor, stadium, dan kondisi kesehatan Anda.

  • Nodul kecil yang stabil. Mayo Clinic menyebut nodul kecil yang tidak tumbuh umumnya tidak perlu pengobatan, cukup dipantau dengan CT scan berkala.

  • Tumor jinak. Kemenkes menyebut tumor jinak umumnya bisa diangkat dengan operasi bila diperlukan.

  • Kanker paru primer. Pilihannya meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. Pada stadium awal, WHO menyebut operasi pengangkatan tumor sebagai pengobatan utama.

  • Tumor sekunder. NCI menjelaskan pengobatannya mengikuti jenis kanker asal dan lokasi penyebarannya, dengan tujuan mengendalikan pertumbuhan dan meredakan gejala.

Langkah Menurunkan Risiko Kanker Paru

WHO menyebut tidak merokok sebagai langkah pencegahan utama. Langkah lain yang dianjurkan WHO dan Kemenkes meliputi:

  • Jauhi asap rokok. Bila Anda merokok, berhenti mengurangi paparan zat kimia pemicu perubahan DNA. Lingkungan bebas asap rokok juga melindungi keluarga.

  • Kurangi paparan polusi dan bahan berbahaya. Hindari asbes, radon, dan polusi udara tinggi, termasuk dengan mengikuti prosedur keselamatan kerja.

  • Jalani pola hidup sehat. Pola makan sehat, olahraga teratur, dan berat badan yang terjaga dianjurkan Kemenkes untuk menurunkan risiko kanker.

  • Skrining bila berisiko tinggi. WHO mencatat skrining pada perokok atau mantan perokok berat bisa menurunkan kematian akibat kanker paru bila disertai tindak lanjut yang baik.

Deteksi Dini Memberi Lebih Banyak Pilihan

Temuan tumor di paru belum tentu kabar buruk. Sebagian besar nodul bersifat jinak, dan tumor ganas yang ditemukan lebih awal umumnya lebih mudah ditangani. Simpan hasil foto dada lama dan diskusikan langkah berikutnya bersama dokter. Untuk bertanya tentang pemeriksaan yang tersedia, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker Saluran Pernapasan.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker.

  3. World Health Organization. Lung Cancer.

  4. Mayo Clinic. Lung Nodules: Can They Be Cancerous?

  5. National Cancer Institute. Metastatic Cancer: When Cancer Spreads.

  6. NHS. Symptoms of Lung Cancer.

  7. Centers for Disease Control and Prevention. Screening for Lung Cancer.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa itu tumor paru?

Tumor paru adalah pertumbuhan sel tidak normal yang membentuk massa di jaringan paru atau saluran napas. Tumor ini bisa bersifat jinak atau ganas. Sebagian besar nodul paru bukan kanker dan dapat berupa jaringan parut bekas infeksi.

Apakah tumor paru selalu berarti kanker?

Tidak. Tumor paru dapat berupa nodul jinak, kanker paru primer, atau kanker dari organ lain yang menyebar ke paru. Benjolan yang membesar atau berubah pada pemeriksaan pencitraan perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.

Apa saja gejala tumor paru yang perlu diwaspadai?

Tumor paru sering tidak menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya kecil. Jika muncul, gejalanya dapat berupa batuk menetap, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, infeksi dada berulang, suara serak, kelelahan, atau penurunan berat badan tanpa sebab.

Bagaimana dokter membedakan tumor paru jinak dan ganas?

Dokter menilai ukuran tumor, perubahan pada foto dada atau CT scan, gejala, dan faktor risiko. Jika diperlukan, pemeriksaan dilanjutkan dengan PET scan, bronkoskopi, atau biopsi untuk memeriksa jaringan. Hasil evaluasi tersebut membantu menentukan sifat tumor dan penanganannya.

Apakah tumor paru bisa sembuh?

Tumor jinak umumnya dapat dipantau atau diangkat melalui operasi bila diperlukan. Pada kanker paru, pilihan pengobatan meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi. Hasil pengobatan bergantung pada jenis, stadium, dan kondisi kesehatan pasien.