Anda pernah lihat ada benjolan kecil di leher, ketiak, atau area tubuh lainnya saat bercermin? Benjolan seperti ini cukup normal terjadi dan bisa karena berbagai hal, salah satunya papiloma, yaitu kondisi saat ada jaringan jinak yang tumbuh di permukaan kulit atau selaput lendir.
Kondisi ini bisa muncul karena banyak faktor mulai dari infeksi virus hingga iritasi pada area kulit tertentu, tergantung jenisnya. Lalu, bagaimana cara mengatasinya dan kapan kira-kira perlu cek ke dokter? Cari jawabannya di sini!
Apa Itu Papiloma?
Papiloma adalah pertumbuhan jaringan jinak yang bisa muncul di area kulit ataupun selaput lendir, dengan bentuk seperti kutil dan bisa timbul di berbagai area tubuh, termasuk laring (kotak suara). Umumnya, gangguan ini tidak bahaya, tapi bisa memunculkan iritasi hingga gangguan pernapasan, terutama jika tumbuh di saluran pernapasan.
Gejala Papiloma Berdasarkan Lokasinya
Gejala gangguan ini bisa berbeda-beda, tergantung dari lokasi tumbuhnya jaringan dan sebabnya. Berikut beberapa gejala yang perlu dikenali:
Kutil kelamin: Benjolannya berkelompok yang mirip kembang kol dan bisa memunculkan gatal, nyeri, atau perdarahan, terutama saat hubungan seksual.
Papiloma di telapak kaki: Benjolannya terasa keras saat Anda sentuh dengan permukaan kasar yang bisa memunculkan rasa tidak nyaman hingga nyeri saat berdiri dan berjalan.
Kutil di tangan, jari, atau lengan: Benjolannya kecil dengan permukaan kasar, yang bisa terasa nyeri atau berdarah jika mengalami gesekan atau cedera.
Kutil di wajah: Benjolannya kecil dengan permukaan relatif datar, terutama di area wajah seperti dahi, pipi, atau rahang.
Papiloma di rongga hidung: Adanya benjolan bisa menyebabkan mimisan, hidung berair atau tersumbat, nyeri wajah, serta penurunan kemampuan mencium bau.
Kutil di laring (kotak suara): Adanya benjolan yang bisa memunculkan suara serak, suara berubah, batuk kronis, sampai kesulitan napas.
Kutil di mulut atau tenggorokan: Benjolannya kecil dan ada di bagian mukosa mulut, lidah, atau tenggorokan serta terasa seperti mengganjal atau mengganggu saat menelan.
Papiloma di kelopak mata atau sekitar mata: Benjolannya kecil di area mata yang bisa saja menghambat penglihatan.
Kutil pada saluran kemih: Adanya benjolan yang bisa memunculkan darah dalam urine atau gangguan berkemih, terutama jika disertai peradangan dan infeksi.
Penyebab Papiloma dan Faktor Risikonya
Penyebab dari gangguan ini umumnya karena Human Papillomavirus (HPV), tapi juga bisa karena efek dari masalah jaringan tertentu. Selengkapnya, berikut beberapa penyebab munculnya papiloma.
Infeksi virus HPV di kulit atau selaput lendir yang bisa memunculkan pertumbuhan jaringan berlebih, sehingga menimbulkan benjolan mirip kutil di berbagai bagian tubuh, termasuk area genital untuk tipe HPV tertentu. Penularannya bisa terjadi dari kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir yang terinfeksi, termasuk kontak seksual.
Gesekan kulit berulang, di area leher, ketiak, selangkangan, hingga lipatan tubuh karena bisa memicu iritasi dan dikaitkan dengan munculnya skin tag atau daging tumbuh jinak yang terkadang disebut papiloma.
Pertumbuhan jaringan sel kulit atau jaringan mukosa yang berlebihan sehingga membentuk tonjolan jinak di permukaan kulit atau selaput lendir.
Khusus untuk papiloma yang disebabkan oleh HPV, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko infeksi atau memengaruhi perkembangannya.
Sistem imun yang lemah, karena bisa lebih rentan mengalami infeksi HPV.
Kulit terluka atau rusak, karena bisa memudahkan virus masuk ke kulit.
Kontak langsung dengan kulit atau orang-orang yang terinfeksi, karena HPV bisa menular atau menyebar dari kontak bagian-bagian kulit yang terinfeksi virus ini.
Berbagi barang atau benda-benda dengan orang yang terkontaminasi, seperti handuk atau alat-alat pribadi termasuk lipstik dan spons bedak.
Melakukan hubungan seksual dengan penderita HPV genital karena virus ini bisa menular dari kontak kulit atau selaput lendir di area genital.
Cara Diagnosis Papiloma
Dalam mendiagnosis gangguan ini, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pengecekan kesehatan seperti:
Cek fisik, dilakukan dengan mengamati bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan lokasi benjolan untuk mengenali ciri khas kutil atau pertumbuhan jaringan lainnya.
Dermoskopi, yaitu pengecekan dengan alat pembesar khusus untuk melihat struktur kulit secara lebih detail, sehingga dokter pun bisa mengenali ciri kutil, seperti titik-titik pembuluh darah kecil, serta bisa membedakannya dengan kelainan kulit yang mirip lainnya.
Biopsi, yang dilakukan dengan mengambil sebagian kecil jaringan untuk kemudian dicek di laboratorium untuk tahu apakah gangguan yang dirasakan disebabkan karena papiloma atau gangguan lain.
Tes HPV DNA, dilakukan dengan mengambil sampel sel untuk deteksi materi genetik HPV-nya terutama jika dicurigai penyebab utama papiloma adalah karena serangan virus HPV.
Cara Menghilangkan Papiloma yang Aman
Umumnya, dalam menghilangkan gangguan ini sebaiknya disesuaikan dengan jenis, lokasi, ukuran, dan penyebab benjolan, karena tidak semuanya membutuhkan tindakan medis, terutama jika tidak muncul keluhan. Untuk lebih jelasnya, berikut cara-cara tersebut.
Krioterapi, yaitu teknik perngobatan menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan menghancurkan jaringan yang tumbuh.
Terapi laser, yang dilakukan dengan tujuan untuk menghancurkan atau mengangkat jaringan yang terganggu secara terarah dan meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.
Elektro kauterisasi, yaitu prosedur medis menggunakan energi listrik untuk menghancurkan jaringan papiloma sekaligus membantu mengendalikan perdarahan.
Eksisi bedah, yang mana dokter akan mengangkat benjolan menggunakan alat bedah setelah memberikan anestesi lokal dan biasanya digunakan untuk mengatasi benjolan yang berukuran besar dan mengganggu.
Memberikan obat oles seperti asam salisilat, karena bisa membantu meluruhkan lapisan kulit yang menebal dan mengurangi kutil secara bertahap. Dalam penggunaannya tetap perlu sesuai anjuran dokter.
Selain opsi penanganan di atas, hindari pula memotong, mengikis, membakar, atau menggunakan obat penghilang kutil sembarangan karena ini bisa saja menyebabkan iritasi, perdarahan, infeksi, atau kerusakan jaringan di sekitarnya. Jauhi pula kebiasaan menyentuh atau menggaruk kutil, untuk mengurangi risiko penyebaran virus ke bagian tubuh lain.
Selebihnya, cek kesehatan atau konsultasi ke dokter secara rutin untuk tahu perkembangan pengobatan, apakah sudah sesuai atau tidak.
Langkah Pencegahan Papiloma dan Infeksi HPV
Tidak semua jenis kutil ini bisa dicegah karena penyebab pertumbuhan jaringan bisa berbeda-beda. Tapi, jika papiloma terkait dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), cara-cara berikut mungkin bisa membantu Anda untuk mengurangi risiko penularan dan komplikasinya.
Melakukan vaksin HPV, untuk membantu melindungi tubuh dari jenis HPV tertentu yang bisa menyebabkan kutil kelamin dan kanker terkait HPV.
Menggunakan kondom saat berhubungan seksual, untuk mengurangi risiko penularan HPV dari area genital.
Membatasi jumlah pasangan seksual untuk mengurangi peluang terpapar HPV.
Selalu menjaga kebersihan tangan dan kulit dengan mencuci tangan secara rutin. Jaga kulit tetap bersih serta kering, terutama di area yang sering lembap atau mengalami gesekan, untuk mencegah munculnya penyakit ini.
Tidak berbagi barang pribadi, seperti handuk, alat cukur, atau gunting kuku dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan.
Menghindari kebiasaan menggigit kuku, karena ini bisa melukai kulit di sekitar kuku sehingga memudahkan munculnya kutil di area tersebut.
Merawat luka pada kulit dengan baik untuk membantu melindungi kulit dari paparan kuman.
Menjaga sistem imun tetap optimal seperti dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, rutin beraktivitas fisik, dan hindari merokok.
Kapan Papiloma Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Cek ke dokter sebaiknya langsung Anda lakukan jika benjolan terasa nyeri, meradang, bernanah, mudah berdarah, berubah warna atau bentuk, membesar dengan cepat, atau terus tumbuh. Pasalnya, kondisi ini bisa jadi tanda infeksi, iritasi, atau kelainan jaringan lain yang perlu pengecekan lebih lanjut.
Selain itu, cek ke dokter juga diperlukan jika benjolan muncul di area genital, anus, atau saluran pernapasan karena jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan komplikasi yang dapat mengganggu fungsi organ dan aktivitas sehari-hari nantinya.
Deteksi Risiko HPV dengan Cek HPV DNA
Papiloma adalah jaringan yang tumbuh di kulit maupun selaput lendir dan umumnya bersifat jinak. Penyebabnya beragam, tapi biasanya karena ada infeksi Human Papillomavirus (HPV), yang mana jika tidak segera diobati bisa berisiko menularkannya ke orang lain.
Selain itu, jika kutil ini terlalu banyak dan ada di organ penting tubuh seperti serviks dan organ pernapasan, akan rentan memunculkan komplikasi dan mengganggu fungsi organ tersebut.
Maka dari itu, jika Anda mengalami gangguan ini, sebaiknya langsung cek ke dokter untuk tahu penyebabnya dan agar bisa ditangani dengan cepat. Salah satunya melalui cek HPV DNA Swab 14 Tipe di Bumame, layanan pengecekan HPV yang bisa membantu Anda deteksi HPV berisiko tinggi dengan konsultasi dokter gratis.
Jadi, Anda pun bisa lebih mengenali penyebab gangguan yang sedang dialami untuk kemudian mencari penanganan yang tepat. Untuk booking layanan, hubungi Bumame!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Universitas Alma Ata — Mengenal Penyakit Papiloma: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Weill Cornell Medicine — Papilloma
Healthline — Understanding Papillomas: Why They Appear and How to Treat Them
RS Pondok Indah — Identik Kanker Serviks, Infeksi HPV Juga Bisa Sebabkan Kutil
Apollo Hospitals — Should You Remove Warts at Home or Let Them Fall Off on Their Own
Puskesmas Perampuan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat — Kutil
Primaya Hospital — Apa Itu Kutil Kelamin? Mengenal Penyebab, Gejala, dan Risikonya
Premier Medical Group — Warts
Siloam Hospitals — HPV-Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan
Cleveland Clinic — Genital Warts
Dermatology Cosmetic Lab — Papillomas
Empower by Amartha — Tahu Kutil Tapi Belum Kenal Papiloma? Saatnya Kamu Tahu
SA Health — Human Papillomavirus (HPV), Genital Warts & Related Cancers-Including Symptoms, Treatment and Prevention
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah papiloma bisa hilang dengan sendirinya?
Sebagian besar infeksi HPV dapat dikendalikan oleh sistem imun tanpa menimbulkan masalah berkepanjangan dan bisa menghilang dengan sendirinya. Namun, benjolan yang menetap atau berubah sebaiknya diperiksa dokter untuk memastikan penyebabnya.
Apakah papiloma menular?
Papiloma tidak selalu menular karena penyebabnya beragam. Jika berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir yang terinfeksi, termasuk kontak seksual untuk tipe HPV genital.
Apakah papiloma sama dengan kista?
Tidak. Papiloma merupakan pertumbuhan jaringan jinak pada kulit atau selaput lendir, sedangkan kista adalah kantong jaringan yang dapat berisi cairan atau material lain. Keduanya merupakan kondisi berbeda meskipun sama-sama dapat terlihat sebagai benjolan.
Bagaimana cara menghilangkan papiloma dengan aman?
Penanganan papiloma bergantung pada jenis, ukuran, lokasi, dan penyebabnya. Dokter dapat mempertimbangkan krioterapi, terapi laser, elektrokauterisasi, eksisi bedah, atau obat oles tertentu sesuai indikasi. Hindari memotong, membakar, atau memencet benjolan sendiri karena dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, dan kerusakan jaringan.
Bagaimana cara mencegah papiloma akibat HPV?
Risiko infeksi HPV dapat dikurangi melalui vaksinasi HPV, penggunaan kondom, menjaga kebersihan tangan dan kulit, serta tidak berbagi barang pribadi seperti handuk atau alat cukur. Vaksin HPV membantu melindungi dari jenis HPV tertentu, tetapi tidak mencegah semua jenis papiloma.
