Pernahkah Anda melihat bercak merah pada bagian putih mata setelah bangun tidur atau mendapati memar muncul pada tubuh? Kondisi seperti ini merujuk pada kondisi medis yang disebut pecah pembuluh darah.
Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya. Namun, ada juga versi dari kondisi ini yang membutuhkan penangan medis sesegera mungkin. Oleh karena itu, mengenali penyebab dan gejala dari pecah pembuluh darah ini termasuk pengetahuan medis yang penting.
Apa Itu Pecah Pembuluh Darah?
Pecah pembuluh darah adalah kondisi medis di mana dinding pembuluh darah kecil di bawah kulit atau bagian tubuh tertentu mengalami kebocoran atau pecah sehingga menyebabkan darah keluar dari pembuluh tersebut.
Dampak dari kondisi ini bergantung pada lokasi, ukuran pembuluh darah yang terkena, jumlah pendarahan, dan jaringan di sekitarnya. Misalnya, jika yang terdampak adalah pembuluh darah kecil di bawah kulit, maka penggumpalan darah bisa terjadi yang menyebabkan munculnya memar pada kulit.
Contoh lain; jika pembuluh darah yang pecah adalah pembuluh darah kecil di bawah lapisan bening mata, maka darah yang keluar bisa menimbulkan bercak merah terang pada bagian putih mata. Kedua kasus pembuluh darah pecah sebelumnya termasuk dalam kategori umum dan biasanya dapat pulih sendiri secara bertahap.
Sebaliknya, kondisi pecah pembuluh darah ini bisa menjadi sangat serius jika terjadi di otak. Pasalnya, pecahnya pembuluh darah di otak bisa menuntun pada pendarahan otak.
Salah satu dampaknya adalah stroke hemoragik, yaitu kondisi saat pembuluh darah di otak bocor atau pecah dan darahnya masuk ke jaringan otak atau ruang sekitarnya. Darah yang terkumpul bisa memberi tekanan pada jaringan otak, sehingga menyebabkan kerusakan.
Penyebab Pecah Pembuluh Darah
Penyebab pecahnya pembuluh darah pada dasarnya sangat beragam, mulai dari benturan, cedera, hingga kondisi medis tertentu. Lebih lengkapnya, berikut adalah beberapa penyebab yang melatarbelakangi pecahnya pembuluh darah.
Penyebab Umum
Untuk pecah pembuluh darah yang terjadi permukaan tubuh, penyebabnya sering kali sederhana. Benturan, tekanan, atau cedera tertentu bisa merusak pembuluh darah kecil yang akhirnya menyebabkan darah merembes ke jaringan sekitarnya. Inilah yang kemudian yang terlihat atau muncul secara visual sebagai memar.
Memar sendiri juga bisa lebih mudah muncul pada sebagian orang yang mengonsumsi obat antiplatelet atau antikoagulan. Pasalnya, obat-obatan tersebut bisa mempengaruhi proses pembekuan darah.
Namun, jangan pernah menghentikan obat pengencer darah sendiri hanya karena mudah memar. Penghentian obat harus berdasarkan konsultasi dokter. Karena obat tersebut pada dasarnya diresepkan untuk mencegah terbentuknya bekuan darah berbahaya.
Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Pecah pembuluh darah menjadi lebih mengkhawatirkan ketika terjadi di otak atau muncul bersama gejala neurologis. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai penyebab berikut ini.
1. Tekanan Darah Tinggi
Salah satu penyebab pendarahan di otak yang sering terjadi adalah tekanan darah tinggi kronis yang tidak terkontrol. Kondisi ini bisa melemahkan pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko perdarahan.
2. Aneurisma Otak
Selain itu, aneurisma otak juga termasuk kondisi lain yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak. Aneurisma merujuk pada area lemah pada dinding arteri yang dapat membentuk benjolan berisi darah.
Di sini, memang tidak semua aneurisma akan pecah. Namun, jika terjadi ruptur, darah bisa masuk ke otak atau ruang di sekelilingnya dan menyebabkan perdarahan serius. Faktor seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), merokok, riwayat keluarga, dan kelainan jaringan ikat bisa meningkatkan risiko terbentuknya aneurisma.
3. Kelainan Pembuluh Darah
Kelainan pembuluh darah seperti AVM (Arteriovenous Malformation) juga bisa menjadi penyebab pendarahan otak. Pada AVM, ada hubungan pembuluh darah yang tidak normal antara arteri dan vena. Dinding pembuluh yang terlibat di sini bisa lebih tipis atau lemah, sehingga berisiko mengalami perdarahan.
4. Cedera Kepala
Penyebab yang terakhir adalah cedera kepala, terutama jika pendarahan terjadi dalam tengkorak. Pendarahan akibat cedera umumnya bisa muncul secara langsung atau bertahap. Karena itu, seseorang yang terlihat baik-baik saja setelah benturan kepala tetap perlu mendapatkan pemeriksaan medis.
Gejala Penyerta Pembuluh Darah Pecah
Jika bicara mengenai gejala pembuluh darah pecah, hal tersebut pada dasarnya sangat bergantung pada lokasi pendarahannya. Pada memar atau pendarahan kecil di bawah kulit, gejala yang muncul umumnya berupa perubahan warna kulit menjadi merah, kebiruan, hingga keunguan.
Sedangkan gejalanya akan berbeda pada kasus pendarahan di otak. Kondisi pecah pembuluh darah ini bisa menyebabkan beberapa gejala berat, seperti:
Sakit kepala berat;
Mati rasa atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh;
Gangguan bicara;
Gangguan penglihatan;
Mual dan muntah;
Kehilangan keseimbangan;
Penurunan kesadaran; dan
Kejang.
Pada banyak kasus, perdarahan di ruang sekitar otak atau yang disebut subaraknoid bisa memicu gejala khas berupa sakit kepala berat yang tiba-tiba. Gejala ini juga bisa muncul bersama gejala keluhan lainnya seperti mual, leher kaku, hingga kehilangan kesadaran.
Karena gejala pendarahan di otak ini bisa menyerupai kondisi lain, jangan mencoba memastikan penyebabnya sendiri di rumah. Yang lebih penting adalah mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis.
Kapan Pecah Pembuluh Darah Tergolong Darurat?
Pecah pembuluh darah perlu Anda anggap sebagai kondisi darurat medis jika muncul secara tiba-tiba bersama gejala gangguan fungsi otak atau kesadaran. Melansir National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), adapun cara paling sederhana mengenalinya adalah menggunakan prinsip B.E.F.A.S.T.
B (Balance): tiba-tiba kehilangan keseimbangan atau mengalami pusing berat.
E (Eyes): tiba-tiba mengalami gangguan penglihatan.
F (Face): salah satu sisi wajah turun ketika tersenyum.
A (Arms): salah satu lengan melemah atau sulit diangkat.
S (Speech): bicara menjadi pelo, tidak jelas, atau sulit memahami pembicaraan.
T (Time): segera mencari pertolongan medis darurat.
Sakit kepala yang sangat hebat dan muncul mendadak juga membutuhkan pertolongan segera. Terlebih jika muncul gejala lainnya seperti mual dan muntah, leher kaku, kejang, atau kehilangan kesadaran.
Jangan menunggu gejala membaik sendiri dan jangan mengemudikan kendaraan sendiri menuju rumah sakit. Catat waktu ketika gejala pertama kali muncul, karena informasi tersebut bisa membantu tenaga medis menentukan penanganan yang tepat. Pada stroke, setiap menit bisa berpengaruh terhadap kerusakan otak dan peluang pemulihan.
Medical Check Up Rutin untuk Cegah Masalah Kesehatan Serius
Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua penyebab pecah pembuluh darah bisa dicegah. Namun, Anda bisa mengenali beberapa faktor risiko penting untuk mengendalikannya di awal, terutama tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan lemak darah, kebiasaan merokok, serta kondisi metabolik lainnya.
Pemeriksaan kesehatan rutin bisa membantu menemukan faktor risiko tersebut sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Misalnya pemeriksaan kadar gula darah bisa mendeteksi dini dan memantau kondisi penyakit diabetes yang sangat berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah.
Paket MCU Metabolisme dari Bumame bisa menjadi salah satu solusi pemeriksaan medis bagi Anda yang ingin mengetahui lebih baik kondisi metabolik tubuh. Paket ini mencakup pemeriksaan yang mengevaluasi beberapa aspek metabolisme, termasuk gula darah puasa, HbA1c, profil lipid seperti kolesterol dan trigliserida, serta fungsi hati, pankreas, dan ginjal.
Pemeriksaan seperti ini bisa memberi gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi metabolik tubuh. Selain pemeriksaan metabolisme, klinik Bumame juga menyediakan paket pemeriksaan dasar yang berfokus pada komponen darah yaitu hematologi lengkap.
Paket ini bisa memberikan informasi mengenai sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hingga hemoglobin tubuh Anda. Melalui pemeriksaan darah, Anda bisa mendapatkan evaluasi kesehatan secara menyeluruh dan mendeteksi keberadaan keberadaan penyakit serius lebih awal.
Perlu diingat; pemeriksaan rutin bukan berarti bisa menjamin seseorang terbebas dari risiko pecah pembuluh darah. Namun, langkah ini bisa membantu mengenali sejumlah faktor risiko kesehatan yang bisa ditangani lebih awal.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua kondisi pecah pembuluh darah membutuhkan pertolongan darurat. Misalnya, memar kecil karena benturan umumnya bisa pulih dengan sendirinya secara bertahap. Begitu juga dengan bercak merah pada bagian putih mata tanpa nyeri dan gangguan penglihatan termasuk dalam kategori tidak berbahaya.
Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika kondisi muncul bersama gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti muncul berulang tanpa penyebab jelas, jumlahnya semakin banyak, atau lambat pulih. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan adanya gangguan darah, efek obat, atau kondisi kesehatan lainnya.
Segera cari pertolongan medis jika ada dugaan pecahnya pembuluh darah di otak yang ditandai dengan beberapa gejala serius, seperti sakit kepala hebat, kelumpuhan pada sisi wajah, hingga kejang.
Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh!
Pecah pembuluh darah memang tidak selalu mengindikasikan kondisi gawat darurat. Kondisi daruratnya bergantung pada lokasi lokasi, ukuran pembuluh darah yang terkena, jumlah pendarahan, dan jaringan di sekitarnya.
Mengenali tanda bahaya, mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah. Jika muncul gejala neurologis secara tiba-tiba, pastikan jangan menunggu dan segera cari pertolongan medis darurat.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2026). Signs and symptoms of stroke. l
National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), National Institutes of Health (NIH). (2026). Cerebral aneurysms.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), National Institutes of Health (NIH). (2026). Arteriovenous malformations (AVMs).
Bumame. (2026). Paket MCU Metabolisme Tubuh.
Bumame. (2026). Hematologi Lengkap: Tes, Harga & Nilai Normal.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa yang dimaksud dengan pecah pembuluh darah?
Pecah pembuluh darah adalah kondisi ketika dinding pembuluh darah mengalami kebocoran atau pecah sehingga darah keluar ke jaringan di sekitarnya. Dampaknya bergantung pada lokasi, ukuran pembuluh, jumlah perdarahan, dan jaringan yang terdampak.
_(1).png&w=3840&q=75)