Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyakit Dompo: Gejala, Penyebab, dan Harga Cek | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Penyakit Dompo: Penyebab, Gejala, Risiko, dan Pencegahan

SBAOthers

Istilah penyakit dompo mungkin masih asing bagi segelintir orang. Tidak hanya itu, banyak orang yang salah kaprah menganggapnya sebagai masalah kulit biasa karena gejalanya berupa ruam. Padahal, penyakit ini erat kaitannya dengan saraf dan bisa menimbulkan berbagai komplikasi.

Dalam dunia medis, dompo dikenal sebagai herpes zoster atau yang sering disebut cacar ular. Kondisi ini bisa dialami siapa saja yang pernah terinfeksi cacar air, terutama ketika daya tahan tubuh menurun. Sehingga, mengenali gejalanya sejak awal sangat penting supaya Anda segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Penyakit Dompo?

Penyakit dompo, atau yang nama ilmiahnya herpes zoster, merupakan infeksi akibat varicella-zoster virus (VZV), yaitu virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak benar-benar hilang. Virus dapat tetap berada dalam keadaan tidak aktif di jaringan saraf dan suatu saat bisa aktif kembali.

Saat virus kembali aktif, infeksi biasanya mengikuti jalur saraf menuju kulit. Inilah yang membuat ruam dompo sering muncul hanya di satu sisi tubuh dan membentuk pola seperti garis atau pita. Karena menyerang jalur saraf, rasa sakit yang muncul juga bisa terasa lebih menusuk atau terbakar dibandingkan ruam kulit biasa.

Dompo sendiri berbeda dengan herpes genital atau herpes pada bibir yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Meski sama-sama termasuk kelompok virus herpes, penyebabnya berbeda.

Penyebab Penyakit Dompo

Penyebab utama penyakit dompo adalah reaktivasi varicella-zoster virus yang sebelumnya sudah berada di dalam tubuh setelah seseorang yang mengalami cacar air. Saat pertama kali terinfeksi VZV, seseorang biasanya mengalami cacar air.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, setelah infeksinya mereda, virus dapat menetap secara laten, yaitu dalam kondisi tidak aktif, di dorsal root ganglia (kelompok sel saraf yang berada di dekat sumsum tulang belakang). Di kemudian hari, virus tersebut dapat kembali aktif dan menyebabkan herpes zoster.

Namun, Anda pasti bertanya-tanya, bagaimana bisa virus yang sudah lama diam bisa aktif lagi? Alasannya karena menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh Anda dalam mengendalikan virus. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia dan pada orang dengan kondisi atau pengobatan tertentu yang melemahkan sistem imun.

Gejala Penyakit Dompo

Agar Anda lebih memahami apa saja tanda-tanda dari penyakit dompo atau cacar api, Anda perlu mengetahui berbagai gejala penyakit ini selengkapnya.

1. Ruam dan Lepuhan di Satu Sisi Tubuh

Tanda yang paling mudah dikenali dan terlihat adalah munculnya ruam kemerahan secara tiba-tiba dan menjadi lepuhan kecil berisi cairan. Adakalanya, ruam ini muncul pada satu sisi tubuh saja, misalnya sisi kanan atau kiri dada, perut, hingga bahkan wajah.

2. Nyeri seperti Terbakar atau Ditusuk

Sebelum ruam terlihat, Anda mungkin sudah merasakan sakit di area badan tertentu. Rasanya bisa seperti terbakar, kesemutan, tertusuk, atau sangat sensitif ketika disentuh. Bahkan, rasa terbakar ini mengganggu berbagai aktivitas Anda.

Hal ini terjadi karena VZV kembali aktif pada saraf. Jadi, rasa sakit pada dompo bukan sekadar akibat iritasi kulit. Bahkan, pada beberapa orang, nyeri bisa muncul sebelum ruam terlihat sehingga awalnya mungkin disangka sebagai masalah lain.

3. Gatal atau Kesemutan

Selain nyeri, area yang nantinya mengalami ruam bisa terasa gatal, kebas, atau seperti kesemutan. Sensasi tersebut dapat muncul beberapa hari sebelum lepuhan terlihat. Hal ini bisa terjadi karena peradangan pada saraf yang memicu sinyal abnormal ke otak sehingga sensasinya terasa kesemutan dan gatal-gatal.

4. Demam dan Tubuh Terasa Lemas

Berdasarkan situs World Health Organization (WHO), sebagian orang yang terkena herpes zoster juga merasakan berbagai gejala umum seperti demam, sakit kepala, menggigil, atau tubuh yang kelelahan. Namun, pada dompo, gejala ini biasanya hadir bersamaan dengan keluhan kulit dan nyeri.

5. Ruam di Wajah atau Sekitar Mata

Banyak orang yang salah kaprah mengartikan bahwa ruam karena penyakit dompo hanya muncul di badan. Padahal, ruam juga bisa timbul di area wajah dan sekitar mata. Parahnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin penglihatan Anda jadi terganggu.

Faktor Risiko Penyakit Dompo

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, orang yang sudah pernah mengalami cacar air akan berpotensi tinggi terkena herpes zoster. Namun, ada pula beberapa hal yang semakin meningkatkan faktor risiko seseorang bisa terjangkit. Berikut ini penjelasannya.

1. Usia yang Semakin Bertambah

Risiko seseorang terjangkit herpes zoster bisa meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 50 tahun. Sebab, bertambahnya usia membuat kemampuan sistem kekebalan tubuh melawan VZV cenderung melemah.

2. Sistem Kekebalan Tubuh yang Melemah

Jika sistem kekebalan tubuh Anda sedang menurun, maka tubuh Anda lebih mudah terinfeksi virus sehingga risiko mengalami herpes zoster tentu lebih tinggi. Di sisi lain, penderita kanker, HIV, kondisi pasca transplantasi organ ataupun kerap mengonsumsi obat-obatan juga dapat menekan sistem imun, sehingga faktor risikonya meningkat.

3. Kondisi Medis Tertentu

Riwayat penyakit ginjal, paru-paru, atau bahkan diabetes juga diyakini dapat meningkatkan risiko terkena herpes zoster. Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan menjadi langkah penting. Di, sinilah fungsi medical check up secara rutin berperan dalam melakukan deteksi dini.

4. Stres dan Kondisi Tubuh yang Menurun

Tidak banyak orang yang sadar bahwa stres dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Saking berperannya, World Health Organization (WHO) memasukkan periode stres tinggi sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya herpes zoster dan menghimbau orang-orang menjaga tingkat stresnya.

Komplikasi Penyakit Dompo Jika Tidak Ditangani dengan Benar

Penyakit dompo memang dapat sembuh seiring waktu, namun bukan berarti kita berpasrah saja tanpa mengupayakan penyembuhannya. Sebab, pada sebagian kelompok yang lebih berisiko, penyakit ini bisa menjadi parah dan menimbulkan komplikasi berikut.

1. Postherpetic Neuralgi (PHN)

Komplikasi yang paling sering dibicarakan adalah postherpetic neuralgia (PHN), yaitu nyeri saraf yang tetap terasa setelah ruam dompo sembuh. Kondisi yang paling mengganggu adalah rasa nyerinya, yang mana bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sehingga membuat kurang nyaman saat beraktivitas.

2. Gangguan pada Mata dan Penglihatan

Bukan tidak mungkin herpes zoster bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan. Hal ini karena saat virus VZV menyerang area wajah dan sekitar mata, infeksi dapat mempengaruhi mata sehingga penglihatan akan terganggu.

3. Komplikasi Lebih Serius

Komplikasi yang lebih serius juga bisa terjadi jika herpes zoster terus menerus dibiarkan tanpa penanganan. Misalnya pneumonia, gangguan pendengaran, dan encephalitis atau meningitis (peradangan pada otak). Tak hanya itu, komplikasi yang lebih berat rentan terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Langkah Pencegahan Penyakit Dompo

Salah satu langkah utama pencegahan adalah berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan vaksin herpes zoster. Vaksin ini dirancang untuk membantu mencegah sekaligus menurunkan risiko penyakit komplikasi seperti Postherpetic Neuralgi.

Umumnya, vaksin recombinant zoster vaccine (RZV), seperti Shingrix, diberikan dalam dua dosis untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas dan orang dewasa mulai usia 19 tahun yang mengalami atau akan mengalami gangguan sistem imun akibat penyakit atau terapi tertentu.

Sedangkan untuk orang dewasa dengan sistem imun normal, dosis kedua biasanya diberikan pada kurun waktu 2–6 bulan pasca pemberian dosis pertama. Untuk orang dengan kondisi imun tertentu, dokter bisa saja meresepkan pemberian vaksin dengan interval yang lebih singkat, yakni kisaran 1–2 bulan.

Vaksin Berkualitas untuk Pencegahan Penyakit Cacar

Berbicara soal vaksin cacar, ada hal yang perlu Anda bedakan terlebih dahulu. Vaksin varicella dan vaksin herpes zoster bukanlah vaksin yang sama. Vaksin Varicella (Cacar Air) Varivax dari Bumame ditujukan untuk memberikan imunisasi aktif terhadap varicella atau cacar air pada individu berusia 12 bulan ke atas.

Mengapa vaksin cacar air tetap berkaitan dengan pembahasan dompo? Hal ini karena dompo terjadi akibat virus VZV yang sebelumnya pernah menginfeksi tubuh. Namun, jika tujuan Anda secara khusus adalah mencegah dompo, jangan menganggap vaksin Varivax sebagai pengganti vaksin herpes zoster.

Sebab, bagaimanapun jenis vaksin dan indikasi yang ditetapkan akan berbeda. Oleh karenanya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar bisa diresepkan vaksin yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan. Anda bisa coba ke Bumame.

Selain vaksin Varivax, Bumame juga menyediakan vaksin untuk perlindungan terhadap penyakit lain. Misalnya vaksin MMR II yang merupakan kombinasi untuk cegah campak, gondongan, dan rubella.

Lalu, ada pula perlindungan terhadap penyakit pneumokokus, yakni vaksin Pneumonia Prevenar 20. Namun, perlu Anda ingat bahwa pemilihan vaksin tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan rekomendasi dari dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Disarankan jika gejala-gejala penyakit dompo sudah mulai timbul, sebaiknya Anda pertimbangkan untuk ke dokter. Termasuk jika Anda menemukan ruam atau lepuhan yang terasa nyeri, terutama jika hanya muncul di satu sisi tubuh.

Dapatkan Penanganan Segera agar Tidak Muncul Komplikasi

Demikianlah berbagai informasi tentang gejala, faktor, hingga vaksin untuk mencegah penyakit dompo. Dompo memang bukan sekedar ruam yang bisa Anda abaikan karena dibalik gejalanya, ada virus yang bisa aktif sewaktu-waktu. Oleh karenanya, jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter jika menemukan gejala-gejalanya.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Centers For Disease Control and Prevention. (2024). Clinical Overview of Shingles (Herpes Zoster). 

  2. World Health Organization. (2025). Shingles (Herpes Zoster). 

  3. Bumame. (2026). Penyakit HFMD pada Anak dan Dewasa: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya​. 

  4. Bumame. (2026). Apa yang Bisa Dideteksi dari Medical Check Up Sebelum Gejala Muncul?.

  5. Bumame. (2026). Pneumonia: Penyebab, Gejala dan Pengobatan. 

  6. Bumame. (2026). Meningitis: Penyakit Radang Selaput Otak yang Wajib Diwaspadai. 

  7. Bumame. Vaksin Varicella (Cacar Air) Varivax. 

  8. Bumame. Vaksin Measles. 

  9. Bumame. Vaksin Pneumonia Prevenar 20. 

  10. Honestdocs. (2019). Catat, Ini Obat Alami untuk Atasi Herpes Zoster pada Kulit!.

  11. Rumah Sakit Pondok Indah. (2025). Fakta Seputar Cacar Ular yang Perlu Anda Ketahui. 

  12. Puskesmas Jakenan. (2024). Herpes Zoster. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa itu penyakit dompo?

Penyakit dompo atau herpes zoster adalah infeksi akibat reaktivasi virus varicella-zoster (VZV), yaitu virus yang sebelumnya menyebabkan cacar air. Virus tersebut dapat tetap tidak aktif di jaringan saraf dan kembali aktif ketika daya tahan tubuh menurun. 

Apa saja gejala penyakit dompo?
Gejala dompo meliputi ruam kemerahan dan lepuhan berisi cairan yang biasanya muncul di satu sisi tubuh, disertai nyeri seperti terbakar atau ditusuk, gatal, kesemutan, demam, dan tubuh terasa lemas. Ruam juga dapat muncul di wajah atau sekitar mata. 
Apa saja faktor yang meningkatkan risiko penyakit dompo?
Risiko dompo meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah 50 tahun, serta pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah. Riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit ginjal atau paru-paru, serta stres dan kondisi tubuh yang menurun juga disebut sebagai faktor risiko. 
Apa komplikasi penyakit dompo jika tidak ditangani?
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain postherpetic neuralgia (PHN), yaitu nyeri saraf yang menetap setelah ruam sembuh, serta gangguan mata dan penglihatan. Pada kondisi tertentu, dompo juga dapat menyebabkan pneumonia, gangguan pendengaran, ensefalitis, atau meningitis. 
. Bagaimana cara mencegah penyakit dompo?
Pencegahan utama yang dibahas dalam artikel adalah vaksin herpes zoster, yang dapat membantu mencegah penyakit sekaligus menurunkan risiko komplikasi. Jenis dan jadwal vaksin perlu disesuaikan dengan usia serta kondisi kesehatan melalui konsultasi dengan dokter.