Dahak berdarah mungkin baru disadari ketika Anda membuang dahak setelah batuk dan melihat ada warna merah atau garis darah di dalamnya. Wajar jika kemudian muncul pertanyaan, apakah darah tersebut hanya akibat tenggorokan yang teriritasi atau merupakan tanda dari kondisi kesehatan tertentu?
Kemunculan darah bersama dahak memang tidak selalu berarti adanya penyakit serius. Batuk berkepanjangan atau terlalu kuat, misalnya, dapat membuat pembuluh darah kecil di saluran pernapasan mengalami iritasi. Meski demikian, keluhan yang berulang dengan gejala lain tetap perlu perhatian agar penyebabnya mendapat penanganan yang tepat.
Apa Itu Dahak Berdarah?
Mengutip National Library of Medicine, dahak berdarah adalah kondisi ketika darah keluar bersama dahak saat seseorang batuk. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut hemoptisis, yaitu keluarnya darah atau dahak yang bercampur darah dari paru-paru maupun saluran pernapasan.
Darah yang keluar bisa terlihat sebagai garis atau bercak merah pada dahak, tetapi pada kondisi tertentu jumlahnya dapat lebih banyak. Kondisi bukan merupakan penyakit, melainkan salah satu gejala yang dapat muncul akibat berbagai kondisi.
Penyebabnya bisa cukup ringan, seperti iritasi pada saluran pernapasan setelah batuk terlalu kuat atau berkepanjangan. Namun, keluhan ini juga dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama jika terjadi berulang atau disertai gejala lain.
Pada orang yang sebelumnya sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, dahak yang bercampur darah tidak selalu menunjukkan masalah yang serius. Sebaliknya, jika keluhan terjadi pada perokok aktif, seseorang dengan riwayat penyakit tertentu, atau disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, demam, dan penurunan berat badan, maka perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab Dahak Berdarah
Penyebab kondisi ini cukup beragam, mulai dari infeksi hingga kebiasaan tertentu yang memengaruhi saluran pernapasan. Berikut adalah beberapa penyebab yang perlu diketahui.
A. Penyebab Umum
Beberapa kondisi dapat menyebabkan keluhan ini dan umumnya berkaitan dengan infeksi atau iritasi pada saluran pernapasan.
1. Cedera Dada
Cedera pada bagian dada, misalnya akibat benturan atau kecelakaan, dapat menyebabkan jaringan paru-paru atau saluran pernapasan mengalami kerusakan. Jika terjadi perdarahan di area tersebut, darah dapat ikut keluar saat batuk dan terlihat pada dahak.
2. Bronkitis
Bronkitis terjadi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan akibat infeksi, baik karena virus maupun bakteri. Kondisi ini biasanya membuat batuk menjadi lebih sering dan berdahak. Jika batuk berlangsung kuat atau terus-menerus, saluran pernapasan bisa mengalami iritasi hingga membuat dahak keluar dengan sedikit bercak darah.
3. Pneumonia
Selain bronkitis, pneumonia juga bisa menjadi penyebab dahak berdarah. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada paru-paru dan membuat seseorang mengalami batuk berdahak yang terkadang disertai darah. Biasanya, keluhan juga diikuti demam, sesak napas, nyeri dada, atau tubuh terasa lebih lemas dari biasanya.
4. Kebiasaan Buruk
Selain cedera, beberapa kebiasaan dan faktor tertentu juga dapat meningkatkan risiko dahak bercampur darah. Merokok, misalnya, dapat mengganggu dan merusak saluran pernapasan, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang. Paparan polusi udara atau zat kimia tertentu juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
Penggunaan obat pengencer darah, seperti obat antikoagulan, juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya perdarahan. Jika darah dalam dahak muncul saat mengonsumsi obat tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan jangan menghentikan obat tanpa arahan medis.
B. Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Selain penyebab umum, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
1. TBC
Tuberkulosis (TB atau TBC) adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menular melalui udara ketika penderita TB paru batuk, bersin, berbicara, atau mengeluarkan percikan pernapasan. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini dapat merusak paru-paru dan menyebabkan batuk berdahak yang disertai darah.
2. Kanker Paru
Dahak berdarah juga dapat menjadi salah satu tanda kanker paru-paru. Pada tahap awal, kanker paru-paru sering tidak menimbulkan gejala yang khas sehingga sulit dikenali. Karena itu, batuk yang berlangsung terus-menerus, terutama jika disertai dahak berdarah perlu diperiksa lebih lanjut.
3. Embolisme Paru
Embolisme paru terjadi ketika gumpalan darah menyumbat salah satu pembuluh darah yang membawa darah menuju paru-paru. Sumbatan ini dapat menghambat aliran darah dan mengurangi pasokan oksigen ke tubuh.
Akibatnya, penderita dapat mengalami sesak napas dan nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba, terutama saat menarik napas dalam. Pada kondisi tertentu, embolisme paru juga dapat menyebabkan batuk yang disertai darah.
Gejala embolisme paru dapat muncul secara mendadak dan tingkat keparahannya bergantung pada ukuran serta lokasi gumpalan darah yang menyumbat pembuluh paru.
4. Edema Paru-Paru
Terakhir, ada edema paru. Penyakit ini terjadi ketika cairan menumpuk di dalam paru-paru, tepatnya di bagian kecil tempat pertukaran udara. Kondisi ini dapat berkaitan dengan masalah seperti gagal jantung atau gagal ginjal.
Jika penumpukan cairan cukup berat, pembuluh darah di sekitar paru-paru dapat mengalami kebocoran sehingga darah ikut masuk ke saluran pernapasan dan keluar saat batuk.
Gejala Penyerta Dahak Berdarah
Gejala batuk berdarah ditandai dengan keluarnya darah saat batuk. Darah yang keluar bisa berwarna merah segar atau lebih gelap kecokelatan dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari hanya berupa bercak hingga cukup banyak.
Selain itu, kondisi ini dapat muncul bersama keluhan lain, seperti tubuh mudah lelah, nafsu makan menurun, sesak napas, nyeri dada, atau demam. Gejala yang menyertai perlu Anda perhatikan karena dapat membantu dokter mengetahui kemungkinan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Diagnosis Dahak Berdarah
Untuk mengetahui penyebabnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan sesuai dengan kondisi dan gejala yang Anda alami. Berikut ini penjelasannya.
1. Rontgen Dada
Rontgen dada merupakan pemeriksaan yang dapat membantu dokter melihat kondisi paru-paru dan area di sekitar dada. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menemukan tanda-tanda infeksi, tumor, peradangan, atau kelainan lain pada paru-paru yang mungkin berkaitan dengan keluhan yang dialami pasien.
2. CT Scan
Jika perlu gambaran yang lebih detail, dokter dapat menyarankan CT scan. Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan kondisi paru-paru dan pembuluh darah dengan lebih jelas, termasuk membantu mendeteksi masalah seperti emboli paru atau kanker paru-paru.
3. Bronskoskopi
Bronkoskopi dilakukan dengan memasukkan selang kecil berkamera melalui saluran pernapasan. Dengan cara ini, dokter dapat melihat langsung kondisi saluran pernapasan dan mengambil sampel jika diperlukan.
4. Tes Lab (Darah dan Dahak)
Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk membantu dokter mengetahui apakah terdapat infeksi, peradangan, atau gangguan pada proses pembekuan darah yang mungkin berkaitan dengan munculnya darah.
Sementara itu, jika seseorang mengalami batuk berdarah, dokter dapat meminta sampel dahak untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi bakteri maupun perubahan sel tertentu yang menjadi petunjuk adanya penyakit, seperti tuberkulosis (TBC) atau pneumonia.
Medical Check Up Metabolisme Tubuh secara Menyeluruh
Jika Anda ingin mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara lebih menyeluruh, medical check up bisa menjadi salah satu langkah layak Anda pertimbangkan. Salah satu pilihannya adalah Medical Check Up Metabolisme Tubuh dari Bumame yang berguna untuk mengevaluasi kesehatan metabolisme sekaligus fungsi beberapa organ penting.
Paket ini mencakup pemeriksaan medis yang berkaitan dengan hati, pankreas, dan ginjal, serta profil lemak dan gula darah. Hasilnya dapat memberikan gambaran mengenai kondisi metabolik tubuh dan membantu Anda mengetahui apakah terdapat perubahan yang butuh perhatian.
Pemeriksaan ini dapat menjadi pertimbangan sebagai bagian dari pemantauan kesehatan, terutama jika Anda ingin mengetahui kondisi metabolisme secara lebih lengkap dalam satu rangkaian pemeriksaan.
Namun, jika Anda mengalami dahak berdarah yang berulang atau disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, dan demam tak kunjung sembuh, maka pemeriksaan lebih lanjut tetap Anda butuhkan sesuai penilaian dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika dahak berdarah muncul berulang atau jumlah darah yang keluar cukup banyak, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. Anda juga perlu segera mencari pertolongan medis jika keluhan muncul dengan beberapa tanda berikut ini.
Darah keluar dalam jumlah banyak atau terus berulang.
Darah berwarna merah cerah atau berbentuk gumpalan.
Muncul sesak napas, nyeri dada, atau napas berbunyi.
Berat badan turun drastis tanpa perubahan pola makan atau aktivitas.
Demam tinggi yang tidak kunjung membaik.
Urine atau tinja berdarah.
Jika mengalami tanda-tanda tersebut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
Ketahui Gejalanya untuk Cegah Komplikasi Penyakit Berbahaya
Dahak berdarah dapat muncul karena berbagai penyebab, mulai dari iritasi hingga infeksi dan kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, perhatikan jumlah darah dan gejala lain yang menyertainya, terutama jika keluhan terus berulang.
Selain memeriksakan keluhan, menjaga kesehatan pernapasan juga penting untuk Anda lakukan sebagai langkah pencegahan. Salah satunya melalui vaksinasi, seperti Vaksin Pneumonia Prevenar 20, yang memberi perlindungan terhadap penyakit akibat Streptococcus pneumoniae.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
National Library of Medicine. (2018). Hemoptitis.
Siloam Hospital. (2024). Batuk Berdarah: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya.
Heartology Cardiovascular Hospital. (2025). Batuk Berdarah: Penyebab, Gejala, dan Langkah Tepat untuk Mengatasinya.
RSUD Bulelengkab. (2018). Waspada terhadap Penyebab Batuk Berdarah.
RSIA Bina Medika. (2024). Batuk Dahak Berdarah, Apakah Berbahaya.
Rumah Sakit Pondok Indah. (2025). Apakah Batuk Berdarah Berbahaya? Ini yang Perlu Diketahui. SS plagiasi
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa yang dimaksud dengan dahak berdarah?
Apa saja penyebab dahak berdarah?
Dahak berdarah dapat disebabkan oleh cedera dada, bronkitis, pneumonia, kebiasaan merokok, paparan polusi, atau penggunaan obat pengencer darah. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan TBC, kanker paru, embolisme paru, dan edema paru.
Apa saja gejala yang dapat menyertai dahak berdarah?
Apa saja pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dahak berdarah?
Kapan dahak berdarah perlu diperiksakan ke dokter?
Pemeriksaan diperlukan jika dahak berdarah muncul berulang atau darah yang keluar cukup banyak. Pertolongan medis juga diperlukan jika disertai sesak napas, nyeri dada, napas berbunyi, penurunan berat badan drastis, demam tinggi yang tidak membaik, atau darah pada urine maupun tinja.
_(1).png&w=3840&q=75)