Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyakit Rubella: Gejala dan Bahayanya bagi Ibu Hamil
Kembali ke Artikel & Berita

Penyakit Rubella: Gejala dan Bahayanya bagi Ibu Hamil

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dVaksin Others

Ada penyakit yang gejalanya ringan pada orang yang mengalaminya, tetapi berbahaya bagi orang lain di sekitarnya. Rubella, yang dikenal juga sebagai campak Jerman, masuk kategori ini. Pada anak dan dewasa sehat, gejalanya sering begitu ringan sampai tidak disadari. Pada janin dalam kandungan ibu yang tertular, dampaknya bisa berat dan menetap seumur hidup.

Ketimpangan inilah yang membuat rubella penting dipahami, terutama oleh perempuan yang merencanakan kehamilan dan keluarga dengan anak kecil. Artikel ini membahas gejalanya, cara penularannya, risiko bagi kehamilan, dan peran vaksinasi.

Apa Itu Rubella?

Rubella adalah infeksi virus yang menyebar lewat percikan napas saat penderita batuk atau bersin. Meski sering disebut campak Jerman, penyebabnya berbeda dari virus campak biasa. Gejalanya juga umumnya lebih ringan daripada penyakit campak.

Seseorang yang tertular bisa menyebarkan virus sejak sekitar seminggu sebelum ruam muncul sampai seminggu setelahnya. Karena banyak kasus nyaris tanpa gejala, penularan sering terjadi tanpa ada yang menyadarinya.

Gejala Rubella

1. Demam Ringan

Berbeda dari campak yang demamnya bisa tinggi, demam rubella umumnya ringan, di bawah 38,5 derajat Celsius, dan berlangsung singkat.

2. Ruam Merah Muda yang Menyebar Cepat

Ruam berwarna merah muda dimulai dari wajah lalu menyebar ke badan dan tungkai. Ruamnya lebih halus daripada ruam campak dan biasanya hilang dalam sekitar tiga hari.

3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Ciri yang cukup khas, terutama di belakang telinga dan belakang kepala. Pembengkakan ini bisa muncul sebelum ruam dan bertahan setelah ruam hilang.

4. Nyeri Sendi

Lebih sering dialami perempuan dewasa. Nyeri di jari, pergelangan tangan, dan lutut bisa bertahan beberapa hari sampai beberapa minggu.

5. Gejala Ringan Lain

Mata merah, sakit kepala, hidung meler, dan rasa tidak enak badan. Sekitar 25 sampai 50 persen orang yang tertular bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, dan tetap bisa menularkan.

Bahaya Rubella bagi Ibu Hamil

Di sinilah rubella berubah dari penyakit ringan menjadi masalah serius. Bila ibu hamil tertular, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan, virus bisa mencapai janin dan mengganggu pembentukan organnya. Kondisi ini disebut sindrom rubella kongenital, dengan risiko kecacatan mencapai sekitar 90 persen bila infeksi terjadi di trimester pertama.

Dampaknya pada bayi bisa berupa gangguan pendengaran sampai tuli, katarak dan gangguan penglihatan, kelainan jantung bawaan, serta hambatan pertumbuhan dan perkembangan. Infeksi di awal kehamilan juga meningkatkan risiko keguguran. Karena itulah status kekebalan rubella idealnya diketahui sebelum hamil, bukan saat sudah hamil. Bagi yang sedang merencanakan kehamilan, mengenali ciri awal kehamilan juga membantu menentukan waktu pemeriksaan yang tepat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

  • Ibu hamil yang merasa kontak dengan penderita rubella atau mengalami ruam, meskipun ringan. Ini kondisi yang perlu dinilai dokter segera.

  • Perempuan yang merencanakan kehamilan dan belum yakin pernah divaksin MMR.

  • Anak dengan ruam disertai pembengkakan kelenjar di belakang telinga.

  • Ruam disertai demam tinggi atau anak tampak sangat lemas, untuk membedakannya dari campak dan infeksi lain.

Diagnosis Rubella

Gejala rubella mirip dengan banyak infeksi virus lain, sehingga diagnosis tidak cukup dari penampakan ruam saja. Kepastiannya lewat pemeriksaan darah yang mendeteksi antibodi terhadap virus rubella. Pemeriksaan antibodi yang sama juga dipakai untuk tujuan berbeda, yaitu memastikan apakah seseorang sudah kebal, baik dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya. Inilah pemeriksaan yang disarankan bagi perempuan sebelum merencanakan kehamilan.

Cegah Rubella dengan Vaksin MMR

Perlindungan terhadap rubella dibangun lewat vaksin MMR, yang direkomendasikan WHO dan sekaligus mencakup campak serta gondongan. Vaksin ini bekerja dengan melatih sistem kekebalan mengenali virus, sehingga tubuh siap merespons bila terpapar.

Vaksin MMR tersedia di seluruh klinik Bumame untuk anak sesuai jadwal vaksinasi anak maupun untuk dewasa yang belum pernah divaksin. Bagi yang membutuhkan perlindungan campak saja, vaksin campak juga tersedia terpisah di klinik Bumame. Satu catatan penting, vaksin MMR tidak diberikan saat sedang hamil, dan kehamilan disarankan ditunda sekitar satu bulan setelah vaksinasi. Karena itu waktu terbaik melengkapinya adalah sebelum program hamil dimulai. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk membantu menentukan kebutuhan vaksin Anda.

Penanganan Rubella

Tidak ada obat khusus yang membunuh virus rubella. Penanganannya bersifat meredakan gejala, yaitu istirahat cukup, minum banyak cairan, dan obat penurun demam bila diperlukan. Penderita disarankan tinggal di rumah setidaknya tujuh hari setelah ruam muncul, dan yang terpenting, menjauh dari ibu hamil selama masa itu.

Lindungi Kehamilan Sejak Sebelum Dimulai

Rubella termasuk penyakit yang hampir sepenuhnya bisa dicegah. Dua langkah praktisnya jelas, yaitu memastikan anak mendapat vaksin MMR sesuai jadwal, dan bagi perempuan yang merencanakan kehamilan, memeriksa status kekebalan lalu melengkapi vaksin bila diperlukan. Dua langkah sederhana ini melindungi bukan hanya diri sendiri, tetapi juga janin yang kelak dikandung.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. World Health Organization. Rubella. Retrieved 4 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rubella

  2. CDC. Rubella (German Measles). Retrieved 4 September 2026 from https://www.cdc.gov/rubella/index.html

  3. Mayo Clinic. Rubella - Symptoms and causes. Retrieved 4 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rubella/symptoms-causes/syc-20377310

  4. NHS. Rubella (german measles). Retrieved 4 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/rubella/

  5. CDC. Pregnancy and Rubella. Retrieved 4 September 2026 from https://www.cdc.gov/rubella/pregnancy/index.html

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa itu penyakit rubella?
Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus dengan gejala ringan berupa demam ringan, ruam merah muda, dan pembengkakan kelenjar di belakang telinga. Bahayanya terutama bagi janin bila ibu hamil tertular.
Apa bedanya rubella dan campak?
Keduanya disebabkan virus berbeda. Campak umumnya lebih berat dengan demam tinggi dan risiko komplikasi paru, sedangkan rubella lebih ringan tetapi sangat berbahaya bagi janin dalam kandungan.
Apa bahaya rubella bagi ibu hamil?
Infeksi pada awal kehamilan bisa menyebabkan sindrom rubella kongenital pada bayi, berupa gangguan pendengaran, katarak, kelainan jantung, dan hambatan perkembangan, serta meningkatkan risiko keguguran.
Apakah rubella bisa sembuh sendiri?
Ya, pada anak dan dewasa sehat rubella umumnya sembuh sendiri dalam beberapa hari dengan istirahat dan cairan cukup. Perhatian utamanya adalah mencegah penularan ke ibu hamil.
Kapan sebaiknya vaksin rubella diberikan?
Vaksin MMR diberikan pada anak sesuai jadwal imunisasi, dan pada perempuan dewasa idealnya sebelum program hamil karena vaksin ini tidak diberikan saat hamil.