Pipi si kecil tiba-tiba tampak bengkak di satu sisi. Ia rewel setiap kali diajak makan, padahal kemarin masih lahap. Perubahan secepat ini wajar membuat orang tua bingung sekaligus khawatir.
Banyak orang tua menduga bengkak seperti itu berasal dari sakit gigi. Padahal, bengkak di area pipi dan rahang juga bisa menjadi tanda gondongan, infeksi virus yang cukup sering dialami anak usia sekolah. Keduanya memang mirip sekilas, tetapi ada beberapa tanda yang bisa membantu Anda membedakannya.
Apa Itu Gondongan?
Gondongan (parotitis) adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang berada di depan telinga, tepat di antara pipi dan rahang. Tugas kelenjar ini menghasilkan air liur untuk membantu proses mengunyah dan menelan makanan.
Saat virus menyerang, kelenjar ludah tersebut meradang dan membengkak. Wajah anak pun tampak lebih penuh di satu sisi atau keduanya. Kondisi inilah yang sehari-hari dikenal sebagai gondongan.
Penyakit ini umum ditemukan pada anak-anak, terutama yang belum mendapat imunisasi lengkap. Kabar baiknya, sebagian besar kasus bersifat ringan. Anak biasanya pulih dalam satu sampai dua minggu dengan perawatan sederhana di rumah.
Ciri-Ciri Gondongan pada Anak
Gejala biasanya muncul sekitar dua sampai tiga minggu setelah anak tertular virus. Pada hari-hari awal, tandanya mirip sakit ringan biasa, lalu pembengkakan yang khas mulai terlihat. Ada juga anak yang hanya mengalami keluhan ringan, bahkan nyaris tanpa gejala. Berikut enam ciri yang bisa Anda amati.
1. Pipi Bengkak di Satu atau Kedua Sisi
Tanda khas gondongan adalah bengkak di area depan dan bawah telinga. Bengkak umumnya dimulai dari satu sisi wajah, lalu bisa meluas ke sisi lainnya dalam beberapa hari. Area tersebut terasa kenyal, hangat, dan nyeri bila disentuh. Wajah anak pun tampak lebih bulat, mirip sedang mengulum makanan di kedua pipinya.
2. Nyeri saat Mengunyah atau Menelan
Kelenjar ludah bekerja setiap kali anak makan. Karena kelenjar sedang meradang, gerakan mengunyah dan menelan ikut terasa nyeri. Anak yang belum bisa menjelaskan rasa sakitnya biasanya menunjukkan lewat perilaku, misalnya menolak makan, menangis saat disuapi, atau hanya mau minum.
3. Demam
Demam pada gondongan umumnya ringan sampai sedang dan sering muncul beberapa hari sebelum bengkak terlihat. Pada sebagian anak, demam justru datang bersamaan dengan pembengkakan. Demam biasanya bertahan beberapa hari, lalu turun perlahan seiring pemulihan. Ukur suhu tubuhnya secara berkala supaya Anda tahu perkembangannya dari waktu ke waktu.
4. Sakit Kepala dan Lemas
Seperti infeksi virus pada umumnya, gondongan bisa membuat anak mengeluh pusing, pegal, dan tampak lesu. Ia jadi lebih banyak berbaring dan kurang berminat bermain. Keluhan ini biasanya ikut membaik seiring bengkak yang mengempis.
5. Nyeri Telinga
Kelenjar ludah yang meradang letaknya bersebelahan dengan telinga. Karena itu, nyeri bisa menjalar ke area telinga, terutama saat anak mengunyah atau membuka mulut lebar-lebar. Anak yang belum lancar berbicara kadang menunjukkannya dengan sering memegangi atau menarik-narik telinganya.
6. Nafsu Makan Menurun
Gabungan nyeri saat mengunyah, demam, dan badan yang lemas membuat nafsu makan anak menurun. Porsi makan yang berkurang selama beberapa hari masih wajar. Fokuskan perhatian pada asupan cairan agar anak tidak sampai kekurangan cairan (dehidrasi).
Baca Juga: Panduan Lengkap Vaksinasi Anak
Penyebab dan Cara Penularannya
Gondongan disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus yang hidup di air liur dan cairan saluran napas. Cara penularannya mirip flu, yaitu lewat percikan air liur (droplet) yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Virus juga bisa berpindah melalui barang yang dipakai bergantian, misalnya gelas, sendok, botol minum, atau mainan yang dimasukkan ke mulut. Itulah sebabnya gondongan mudah menyebar di sekolah, tempat penitipan anak, dan lingkungan bermain.
Ada satu hal yang membuat penularannya sulit dihindari. Anak yang tertular sudah bisa menyebarkan virus sejak beberapa hari sebelum bengkak muncul sampai sekitar lima hari sesudahnya. Artinya, anak bisa menulari temannya sebelum ada tanda sakit yang terlihat. Selama masa itu, sebaiknya anak beristirahat dulu di rumah. Setelah sembuh, tubuh anak umumnya membentuk kekebalan sehingga jarang terkena gondongan untuk kedua kalinya.
Perbedaan Gondongan dan Pipi Bengkak Lain
Bengkak di pipi punya banyak kemungkinan penyebab, jadi wajar bila Anda ragu. Pada sakit gigi atau abses gigi (kantong nanah akibat infeksi gigi), bengkak biasanya berpusat di rahang dekat gigi yang bermasalah dan disertai nyeri gigi yang jelas. Pada pembengkakan kelenjar getah bening, benjolan terasa lebih kecil, seperti kelereng, dan letaknya di bawah rahang atau di sisi leher.
Bengkak karena gondongan berbeda. Letaknya di depan dan bawah telinga, areanya lebih luas, dan biasanya disertai demam serta nyeri saat mengunyah. Amati juga keluhan lain yang menyertainya, misalnya kondisi gigi anak dan riwayat kontak dengan teman yang sedang gondongan. Memahami perbedaan pipi bengkak biasa dan gondongan juga membantu Anda menilai kondisi anak sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Komplikasi yang Perlu Diketahui
Sebagian besar anak sembuh dari gondongan tanpa masalah berarti. Meski begitu, ada beberapa komplikasi yang jarang terjadi dan tetap baik untuk Anda ketahui.
Pada anak laki-laki yang sudah melewati masa pubertas, virus bisa menyebabkan radang testis (orkitis). Tandanya berupa bengkak dan nyeri di area testis, biasanya pada satu sisi. Komplikasi lain yang juga jarang terjadi adalah radang selaput otak atau meningitis. Tandanya meliputi leher kaku, sakit kepala hebat, dan muntah.
Komplikasi ini makin jarang ditemukan pada anak yang imunisasinya lengkap. Anda cukup mengenali tanda-tandanya dan tahu kapan perlu mencari bantuan medis.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Sebagian besar kasus gondongan bisa dirawat di rumah sampai pulih. Namun, segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan bila muncul salah satu kondisi berikut.
Demam tinggi yang menetap atau tidak kunjung turun dengan obat penurun demam
Leher terasa kaku
Muntah terus-menerus sampai anak sulit minum
Nyeri perut yang hebat
Bengkak atau nyeri di area testis
Anak tampak sangat lemas, mengantuk terus, atau sulit dibangunkan
Suhu tubuh yang sangat tinggi juga kadang memicu kejang demam pada anak. Pantau suhunya secara rutin, terutama pada hari-hari awal sakit, dan segera cari pertolongan medis bila kejang terjadi.
Di luar tanda darurat di atas, jadwalkan konsultasi bila bengkak belum membaik setelah lebih dari satu minggu, atau bila Anda merasa ada yang tidak biasa dengan kondisi anak. Naluri orang tua sering menjadi penanda awal yang berharga.
Cara Merawat Anak Gondongan di Rumah
Karena penyebabnya virus, antibiotik tidak berpengaruh pada gondongan. Penyakit ini akan mereda dengan sendirinya, jadi peran Anda di rumah berfokus membuat anak tetap nyaman selama masa pemulihan. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.
Beri anak waktu istirahat yang cukup dan tetap di rumah dulu selama masa menular, sekitar lima hari sejak bengkak muncul.
Berikan cairan yang cukup, misalnya air putih, kuah sup, atau kaldu hangat.
Sajikan makanan lunak yang mudah dikunyah, seperti bubur, nasi tim, sup, telur orak-arik, atau kentang tumbuk.
Hindari makanan dan minuman asam, misalnya jeruk atau minuman bersoda, karena memicu produksi air liur dan menambah nyeri.
Kompres area yang bengkak dengan kompres hangat atau dingin, pilih yang membuat anak merasa lebih nyaman.
Pisahkan alat makan dan minum anak dari anggota keluarga lain agar virus tidak ikut berpindah.
Bila anak demam atau kesakitan, obat penurun demam bisa diberikan sesuai anjuran dokter.
Pencegahan dengan Vaksin MMR
Gondongan termasuk penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) melindungi anak dari tiga penyakit sekaligus, yaitu penyakit campak, gondongan, dan rubella. Karena itulah vaksin ini masuk dalam jadwal imunisasi anak yang dianjurkan dokter, umumnya sebanyak dua dosis.
Perlindungan dari vaksin juga menjelaskan mengapa gondongan dan komplikasinya kini lebih jarang ditemukan pada anak yang imunisasinya lengkap. Anak yang sudah divaksinasi masih mungkin tertular, tetapi gejalanya biasanya jauh lebih ringan. Jadwal dan manfaat vaksin MMR anak juga penting Anda pahami sebagai bekal sebelum berkunjung ke fasilitas kesehatan. Di rumah, kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan dan menutup mulut saat batuk juga membantu menekan penularannya.
Bila imunisasi si kecil belum lengkap, layanan Vaksin MMR Anak dari Bumame siap membantu melengkapinya. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia sebelum vaksinasi, jadi Anda bisa menanyakan dulu kondisi anak dan jadwal yang sesuai.
Lindungi Si Kecil Sejak Dini
Gondongan pada anak umumnya berlangsung singkat dan pulih dengan baik lewat perawatan sederhana di rumah. Dengan mengenali cirinya sejak awal, Anda bisa menemani si kecil melewati masa pemulihan dengan tenang. Melengkapi imunisasinya hari ini menjadi bekal perlindungan yang berharga untuk tumbuh kembangnya ke depan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
Referensi
- Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Kenali Gejala dan Penyebab Gondongan. Retrieved 2 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-gejala-dan-penyebab-gondongan
- Mayo Clinic. Mumps. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361
- CDC. About Mumps. Retrieved 2 September 2026 from https://www.cdc.gov/mumps/about/index.html
- Cleveland Clinic. Mumps. Retrieved 2 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15007-mumps
- NHS. Mumps. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/mumps/
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
