Ambeien Tidak Hanya Dialami Orang Tua. Ketahui Penyebabnya Sebelum Keluhan Semakin Mengganggu.
Banyak orang masih menganggap ambeien atau wasir hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ini semakin sering ditemukan pada usia produktif, bahkan pada mereka yang masih berusia 20 hingga 30 tahun. Tidak sedikit yang baru menyadari dirinya mengalami ambeien setelah muncul benjolan di sekitar anus, nyeri saat duduk, atau melihat darah saat buang air besar.
Karena rasa tidak nyaman muncul di area yang sensitif, sebagian orang memilih menahan keluhan atau mencoba mengobatinya sendiri tanpa mengetahui penyebabnya. Padahal, semakin lama dibiarkan, gejala ambeien dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut Mayo Clinic, ambeien adalah pembengkakan pembuluh darah di area anus atau rektum bagian bawah yang dapat terjadi akibat peningkatan tekanan pada pembuluh darah tersebut. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk orang yang masih berusia muda.[1]
Lalu, apa saja yang menyebabkan ambeien semakin sering terjadi pada usia produktif?
Mengapa Ambeien Kini Banyak Terjadi di Usia Muda?
Perubahan gaya hidup menjadi salah satu alasan mengapa kasus ambeien semakin banyak ditemukan pada usia muda. Aktivitas yang didominasi dengan duduk dalam waktu lama, kurang bergerak, pola makan rendah serat, hingga kebiasaan menunda buang air besar dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
Di sisi lain, banyak orang muda yang aktif bekerja di depan komputer selama berjam-jam tanpa disadari jarang berdiri atau berjalan. Kebiasaan sederhana seperti ini ternyata dapat memberikan tekanan yang berlangsung terus-menerus pada area panggul dan rektum.
Meski tidak selalu berbahaya, ambeien yang tidak ditangani dapat menyebabkan rasa nyeri, pendarahan saat buang air besar, hingga mengganggu kualitas hidup.
1. Terlalu Lama Duduk
Bekerja di depan laptop, bermain gim, atau berkendara dalam waktu lama membuat tubuh berada dalam posisi duduk selama berjam-jam.
Kondisi ini meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus sehingga risiko terbentuknya ambeien menjadi lebih tinggi, terutama jika dilakukan hampir setiap hari tanpa diselingi aktivitas fisik.
Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk dalam waktu lama, usahakan berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit untuk membantu melancarkan sirkulasi darah.
2. Kurang Mengonsumsi Serat
Serat membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan saat buang air besar.
Sebaliknya, pola makan rendah serat membuat feses menjadi lebih keras. Akibatnya, seseorang perlu mengejan lebih kuat ketika buang air besar, yang lama-kelamaan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus.
Sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian merupakan beberapa sumber serat yang baik untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
3. Sering Mengejan Saat Buang Air Besar
Mengejan terlalu kuat merupakan salah satu penyebab ambeien yang paling sering ditemukan.
Kebiasaan ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami sembelit atau menghabiskan waktu terlalu lama di toilet karena bermain ponsel.
Semakin lama duduk dan mengejan, semakin besar tekanan yang diterima pembuluh darah di area anus.
4. Kurang Bergerak
Gaya hidup sedentari atau kurang aktif bergerak tidak hanya meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung, tetapi juga berhubungan dengan gangguan saluran cerna, termasuk ambeien.
Aktivitas fisik membantu memperlancar pergerakan usus sehingga risiko sembelit dapat berkurang. Sebaliknya, tubuh yang jarang bergerak membuat proses buang air besar menjadi kurang lancar.
Berjalan kaki selama 20–30 menit setiap hari dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
5. Berat Badan Berlebih
Kelebihan berat badan memberikan tekanan yang lebih besar pada pembuluh darah di area panggul dan anus.
Semakin tinggi tekanan yang terjadi, semakin besar pula risiko pembuluh darah mengalami pembengkakan yang berujung pada ambeien.
Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
6. Kebiasaan Menunda Buang Air Besar
Sebagian orang sering menunda buang air besar karena sedang bekerja, bepergian, atau merasa tidak nyaman menggunakan toilet umum.
Padahal, kebiasaan ini dapat membuat feses menjadi lebih keras karena terlalu lama berada di dalam usus. Akibatnya, proses buang air besar menjadi lebih sulit dan memerlukan tenaga mengejan yang lebih besar.
Jika dorongan buang air besar sudah muncul, sebaiknya jangan ditunda terlalu lama.
7. Sembelit yang Terjadi Berulang
Sembelit merupakan salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan munculnya ambeien.
Apabila sembelit sering terjadi dalam waktu yang lama, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya agar penanganan yang diberikan lebih tepat.
Apakah Semua Benjolan di Anus Berarti Ambeien?
Munculnya benjolan di sekitar anus memang sering dikaitkan dengan ambeien. Namun, tidak semua benjolan disebabkan oleh kondisi tersebut.
Beberapa gangguan lain, seperti fisura ani (robekan pada dinding anus), abses, fistula ani, hingga kutil kelamin juga dapat menimbulkan keluhan yang serupa. Oleh karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan penyebabnya hanya berdasarkan gejala yang dirasakan.
Jika benjolan disertai nyeri hebat, pendarahan yang terus berulang, atau keluar cairan dari area anus, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat dipastikan.
Ciri-Ciri Ambeien yang Perlu Diwaspadai
Gejala ambeien dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Pada tahap awal, keluhan sering kali ringan sehingga mudah diabaikan. Namun, seiring waktu gejalanya dapat semakin mengganggu.
Beberapa ciri-ciri ambeien yang paling sering ditemukan meliputi:
Darah berwarna merah segar saat buang air besar.
Benjolan di sekitar anus.
Rasa gatal atau tidak nyaman di area anus.
Nyeri saat duduk atau buang air besar.
Sensasi seperti masih ingin buang air besar meski sudah selesai.
Jika keluhan tersebut muncul berulang atau semakin berat, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Sebagian kasus ambeien ringan dapat membaik setelah perubahan pola makan dan gaya hidup. Namun, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami:
Perdarahan setiap kali buang air besar.
Benjolan yang semakin besar atau sulit masuk kembali.
Nyeri hebat hingga mengganggu aktivitas.
Keluhan tidak membaik setelah beberapa hari.
Perdarahan disertai tubuh lemas atau pusing.
Perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh ambeien. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut juga dapat menjadi tanda gangguan lain pada saluran cerna sehingga perlu dipastikan penyebabnya melalui pemeriksaan.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Ambeien?
Diagnosis ambeien biasanya diawali dengan wawancara mengenai keluhan yang dialami, seperti kapan gejala mulai muncul, apakah terdapat perdarahan, hingga riwayat sembelit atau kebiasaan mengejan.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area anus. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab perdarahan atau menyingkirkan kemungkinan penyakit lain pada saluran pencernaan.
Menurut American Society of Colon and Rectal Surgeons (ASCRS), pemeriksaan diperlukan terutama jika perdarahan terjadi berulang, gejala tidak membaik, atau muncul tanda-tanda yang mengarah pada kondisi lain yang lebih serius.[2]
Bisakah Ambeien Dicegah?
Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat membantu menurunkan risiko terjadinya ambeien maupun mencegah kekambuhan.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
Mengonsumsi makanan tinggi serat setiap hari.
Minum air putih yang cukup.
Tidak menunda buang air besar.
Menghindari mengejan terlalu kuat.
Berolahraga secara rutin.
Mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut juga membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan secara keseluruhan.
Periksakan Keluhan Ambeien Lebih Awal di Bumame
Ambeien yang tidak kunjung membaik atau sering kambuh sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi yang biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai sebelum gejala semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi kesehatan Anda sehingga diagnosis dapat ditegakkan secara lebih akurat.
Masih ragu apakah keluhan yang Anda alami merupakan ambeien? Konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.
Jangan Abaikan Gejala Ambeien
Ambeien bukan hanya masalah yang dialami oleh orang lanjut usia. Gaya hidup modern membuat kondisi ini semakin sering terjadi pada usia produktif. Mengenali penyebab dan melakukan perubahan kebiasaan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko maupun mencegah gejala menjadi lebih berat.
Jika Anda mengalami keluhan seperti benjolan di area anus, nyeri saat buang air besar, atau pendarahan yang berulang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi Anda.
Sumber:
Mayo Clinic. Hemorrhoids. Rochester: Mayo Foundation for Medical Education and Research.
American Society of Colon and Rectal Surgeons. Hemorrhoids: Expanded Version.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau oleh: dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
FAQ
Apakah ambeien hanya dialami orang tua?
Apakah ambeien hanya dialami orang tua?
Tidak. Saat ini ambeien juga banyak ditemukan pada usia muda, terutama akibat pola makan rendah serat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan duduk terlalu lama, dan sering mengejan saat buang air besar.
Apakah ambeien bisa sembuh tanpa operasi?
Apakah ambeien bisa sembuh tanpa operasi?
Ya. Sebagian besar ambeien ringan dapat membaik dengan perubahan pola makan, memperbanyak konsumsi serat, minum air putih yang cukup, serta pengobatan sesuai anjuran dokter. Operasi biasanya dipertimbangkan pada kasus yang lebih berat.
Apakah darah saat buang air besar pasti karena ambeien?
Apakah darah saat buang air besar pasti karena ambeien?
Belum tentu. Perdarahan saat buang air besar juga dapat disebabkan oleh fisura ani, polip usus, hingga penyakit lain pada saluran pencernaan. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Apakah duduk terlalu lama bisa menyebabkan ambeien?
Apakah duduk terlalu lama bisa menyebabkan ambeien?
Duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus sehingga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko ambeien, terutama jika disertai kebiasaan kurang bergerak.
Kapan saya harus memeriksakan ambeien ke dokter?
Kapan saya harus memeriksakan ambeien ke dokter?
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami perdarahan berulang, benjolan yang semakin besar, nyeri hebat, atau keluhan tidak membaik meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup.
