Oak Circle
Perubahan BAB dan Darah pada Feses Jangan Diabaikan, Kenali Tanda Tumor Usus
Tumor usus merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak normal di bagian usus. Pertumbuhan tersebut dapat bersifat jinak atau ganas. Tumor jinak bukan kanker dan umumnya tidak menyebar ke jaringan lain. Sementara itu, tumor ganas merupakan kanker yang dapat tumbuh lebih agresif dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Karena itu, tumor dan kanker tidak selalu memiliki arti yang sama. Untuk memahami apa perbedaan tumor kanker, penting untuk melihat sifat pertumbuhan jaringan dan hasil pemeriksaan oleh dokter.
Tumor juga dapat muncul di organ lain dengan karakteristik yang berbeda. Informasi mengenai apa bedanya tumor kanker payudara dapat membantu memahami perbedaan antara tumor dan kanker pada organ yang berbeda.
Pada usus, keberadaan tumor tidak langsung berarti seseorang mengalami kanker. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui jenis dan sifat pertumbuhannya.
Penyebab dan Faktor Risiko Tumor Usus
Penyebab tumor usus dapat berbeda tergantung jenis tumor yang terbentuk. Pada tumor ganas di usus besar atau rektum, perubahan pada sel dapat membuat pertumbuhan sel berlangsung secara tidak terkendali.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, seperti usia yang semakin bertambah, riwayat keluarga, penyakit radang usus, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, dan pola makan tertentu. Namun, memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami tumor atau kanker usus. (National Cancer Institute)
Gangguan pada saluran pencernaan juga dapat menimbulkan keluhan yang mirip. Sakit perut di bagian tertentu, misalnya, dapat membuat seseorang mencari informasi mengenai usus buntu, padahal keluhan tersebut tidak selalu berkaitan dengan tumor.
Begitu pula dengan peradangan pada saluran pencernaan. Informasi mengenai tanda radang usus dapat membantu memahami gejala yang dapat muncul akibat peradangan.
Gejala Tumor Usus yang Perlu Diperhatikan
Tumor usus dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Ketika pertumbuhan tumor mulai memengaruhi fungsi usus, sejumlah perubahan dapat muncul.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- perubahan pola buang air besar
- diare berkepanjangan atau sembelit yang tidak biasa
- darah pada tinja
- perut terasa nyeri atau tidak nyaman
- perut kembung
- merasa ingin buang air besar meskipun baru saja melakukannya
- berat badan turun tanpa alasan yang jelas
- tubuh mudah lelah
- nafsu makan menurun
Perubahan pola buang air besar yang berlangsung terus-menerus perlu diperhatikan. Begitu juga dengan darah pada tinja, terutama jika muncul berulang atau disertai penurunan berat badan. Gejala tersebut tidak otomatis berarti kanker karena dapat disebabkan oleh kondisi lain. (NHS)
Nyeri perut juga memiliki banyak kemungkinan penyebab. Jika keluhan terasa terutama di bagian kanan bawah dan disertai gejala lain, informasi mengenai ciri ciri usus buntu dapat membantu memahami kondisi yang memiliki gejala serupa.
Diagnosis Tumor Usus melalui Kolonoskopi dan Biopsi
Diagnosis tumor usus dimulai dengan melihat riwayat keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter kemudian dapat menentukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan gejala dan faktor risiko.
Kolonoskopi merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk melihat bagian dalam usus besar dan rektum. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat adanya polip, benjolan, atau jaringan yang tampak tidak normal.
Jika ditemukan jaringan yang mencurigakan, dokter dapat mengambil sampel untuk biopsi. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk mengetahui karakteristik sel dan menentukan apakah jaringan tersebut jinak atau ganas. (National Cancer Institute)
Informasi mengenai kolonoskopi deteksi kanker usus juga dapat membantu memahami bagaimana pemeriksaan ini digunakan dalam evaluasi kondisi usus.
Pemeriksaan lain seperti CT scan atau MRI dapat digunakan pada kondisi tertentu. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan dugaan diagnosis dan kebutuhan evaluasi dokter.
Pengobatan Tumor Usus Sesuai Jenis Tumor
Penanganan tumor usus bergantung pada jenis, ukuran, lokasi, dan sifat tumor. Tumor jinak tertentu dapat dipantau atau diangkat jika dokter menilai tindakan tersebut diperlukan.
Pada tumor ganas atau kanker usus, operasi menjadi salah satu pilihan utama untuk mengangkat jaringan kanker. Dokter dapat mengangkat bagian usus yang terkena beserta jaringan di sekitarnya sesuai kondisi pasien.
Jika kanker sudah menyebar atau memiliki karakteristik tertentu, dokter dapat mengombinasikan operasi dengan terapi lain seperti kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi. Pemilihan pengobatan bergantung pada jenis dan stadium kanker. (National Cancer Institute)
Tumor juga dapat ditemukan pada organ lain. Misalnya, pertumbuhan jaringan pada rahim dapat berupa kondisi tertentu seperti mioma. Informasi mengenai tumor rahim langka mioma geburt dapat memberikan gambaran mengenai pertumbuhan jaringan abnormal pada organ yang berbeda.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua sakit perut atau perubahan buang air besar menunjukkan adanya tumor usus. Namun, keluhan yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan.
Periksa ke dokter jika mengalami perubahan pola buang air besar yang menetap, darah pada tinja, nyeri perut berulang, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, atau tubuh terasa semakin lelah. Pemeriksaan menjadi semakin penting jika beberapa gejala tersebut muncul secara bersamaan. (NHS)
Segera cari pertolongan medis jika terjadi perdarahan dari anus dalam jumlah banyak, tinja berwarna hitam atau merah tua, nyeri perut berat, muntah terus-menerus, atau tidak dapat buang air besar dan buang angin.
Diagnosis lebih awal dapat membantu dokter menentukan penyebab keluhan dan memilih pemeriksaan yang sesuai.
Jika Anda mengalami keluhan pencernaan yang belum diketahui penyebabnya, Anda dapat chat gratis dengan dokter untuk mendapatkan arahan mengenai pemeriksaan yang sesuai.
Sumber:
National Cancer Institute (NCI)
National Health Service (NHS)
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apakah tumor usus selalu berarti kanker?
Tidak. Tumor dapat bersifat jinak atau ganas. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui jenis tumor dan karakteristik selnya.
Apa ciri-ciri tumor usus?
Beberapa keluhan yang dapat muncul meliputi perubahan pola BAB, darah pada feses, nyeri perut, kembung, penurunan berat badan tanpa sebab, dan mudah lelah. Namun, gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain.
Apakah darah pada feses pasti tanda tumor usus?
Tidak. Darah pada feses dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk wasir, fisura anus, infeksi, dan gangguan pada saluran pencernaan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah tumor usus bisa disembuhkan?
Tumor jinak dapat ditangani sesuai jenis dan kondisinya. Jika tumor bersifat ganas, peluang keberhasilan pengobatan bergantung pada jenis, stadium, karakteristik tumor, dan kondisi kesehatan pasien.
Apakah kolonoskopi bisa mendeteksi tumor usus?
Kolonoskopi memungkinkan dokter melihat bagian dalam usus besar dan menemukan polip atau jaringan abnormal. Jika diperlukan, sampel jaringan dapat diambil untuk biopsi.
Apakah pemeriksaan CEA bisa memastikan adanya tumor usus?
Tidak. CEA merupakan penanda yang dapat membantu evaluasi kondisi tertentu, tetapi hasilnya tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan adanya kanker atau tumor usus.
