Sakit Perut yang Sering Kambuh Jangan Dianggap Sepele. Bisa Jadi Tanda Radang Usus.
Sakit perut merupakan keluhan yang hampir pernah dialami setiap orang. Penyebabnya pun beragam, mulai dari salah makan, infeksi saluran cerna, hingga masuk angin. Karena sering dianggap sebagai keluhan ringan, banyak orang memilih mengonsumsi obat sendiri tanpa mencari tahu penyebabnya.
Namun, jika sakit perut terjadi berulang, disertai diare yang tidak kunjung membaik, atau bahkan muncul darah saat buang air besar, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda gejala radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD), yaitu peradangan kronis pada saluran pencernaan yang memerlukan penanganan medis.
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit saluran cerna dapat memengaruhi kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik. Mengenali gejala sejak dini membantu penderita mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang lebih tepat.[1]
Lalu, apa saja gejala radang usus yang perlu diwaspadai?
Apa Itu Radang Usus?
Radang usus merupakan kondisi ketika saluran pencernaan mengalami peradangan kronis. Penyakit ini berbeda dengan diare biasa atau keracunan makanan yang umumnya berlangsung dalam waktu singkat.
Secara umum, radang usus terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
Penyakit Crohn (Crohn's Disease), yang dapat menyerang seluruh bagian saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus.
Kolitis Ulseratif (Ulcerative Colitis), yang menyebabkan peradangan pada usus besar dan rektum.
Hingga saat ini, penyebab pasti radang usus belum diketahui. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan gangguan sistem imun, faktor genetik, dan lingkungan.
7 Gejala Radang Usus yang Perlu Diwaspadai
1. Sakit Perut yang Sering Kambuh
Gejala paling umum adalah nyeri atau kram pada perut yang muncul berulang.
Rasa nyeri dapat terasa ringan hingga berat dan biasanya membaik setelah buang air besar, tetapi kemudian muncul kembali.
2. Diare Berkepanjangan
Berbeda dengan diare akibat infeksi yang biasanya membaik dalam beberapa hari, diare pada radang usus dapat berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Pada beberapa penderita, frekuensi buang air besar juga menjadi jauh lebih sering.
3. Buang Air Besar Berdarah
Munculnya darah pada feses merupakan salah satu tanda yang perlu segera diperiksakan.
Perdarahan lebih sering ditemukan pada kolitis ulseratif akibat peradangan pada lapisan usus besar.
4. Berat Badan Turun Tanpa Sebab yang Jelas
Peradangan kronis pada usus dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga penderita mengalami penurunan berat badan meskipun pola makan tidak berubah.
Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh berkurangnya nafsu makan akibat nyeri perut yang terus-menerus.
5. Tubuh Mudah Lelah
Peradangan yang berlangsung dalam waktu lama membuat tubuh bekerja lebih keras sehingga penderita sering merasa lemas atau mudah lelah.
Pada beberapa kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan anemia akibat perdarahan pada saluran cerna.
6. Nafsu Makan Menurun
Nyeri perut, mual, dan diare membuat sebagian penderita kehilangan nafsu makan.
Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi.
7. Demam Ringan yang Berulang
Sebagian penderita mengalami demam ringan akibat proses peradangan yang sedang berlangsung di dalam tubuh.
Apabila demam disertai sakit perut hebat atau diare berdarah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Kapan Gejala Radang Usus Perlu Diwaspadai?
Sakit perut atau diare sesekali umumnya bukan merupakan tanda radang usus. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin sering kambuh, sebaiknya jangan dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
Diare yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Buang air besar berdarah.
Nyeri perut yang tidak kunjung membaik.
Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
Demam yang berulang.
Tubuh terasa sangat lemas atau mengalami anemia.
Gejala-gejala tersebut dapat mengarah pada peradangan kronis di saluran pencernaan yang memerlukan penanganan medis.
Apa Penyebab Radang Usus?
Hingga saat ini, penyebab pasti radang usus belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa penyakit ini terjadi akibat kombinasi beberapa faktor.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko radang usus antara lain:
Gangguan pada sistem kekebalan tubuh (autoimun).
Riwayat keluarga dengan penyakit radang usus.
Usia muda, terutama antara 15–35 tahun.
Kebiasaan merokok, terutama pada penyakit Crohn.
Faktor lingkungan dan pola hidup.
Menurut Crohn's & Colitis Foundation, penyakit radang usus bukan disebabkan oleh makanan tertentu. Namun, beberapa jenis makanan dapat memicu kekambuhan pada sebagian penderita.[2]
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Radang Usus?
Gejala radang usus sering kali menyerupai gangguan pencernaan lainnya sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
Dokter biasanya akan melakukan wawancara mengenai keluhan yang dirasakan, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan fisik.
Apabila dicurigai mengarah pada radang usus, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan, seperti:
Pemeriksaan darah untuk melihat tanda peradangan atau anemia.
Pemeriksaan feses untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi.
Kolonoskopi guna melihat kondisi usus besar secara langsung.
Pemeriksaan pencitraan, seperti CT Scan atau MRI, apabila diperlukan.
Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu dokter menentukan jenis radang usus serta penanganan yang paling sesuai.
Apakah Radang Usus Bisa Disembuhkan?
Radang usus merupakan penyakit kronis yang umumnya belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan pengobatan yang tepat, gejala dapat dikendalikan sehingga penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.
Tujuan pengobatan adalah mengurangi peradangan, mencegah kekambuhan, memperbaiki kualitas hidup, serta menurunkan risiko komplikasi.
Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, penderita juga dianjurkan untuk menjaga pola makan, mengelola stres, dan melakukan kontrol kesehatan secara berkala.
Periksakan Keluhan Pencernaan Lebih Awal di Bumame
Sakit perut yang sering kambuh, diare berkepanjangan, atau buang air besar berdarah sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan sehingga penanganan dapat diberikan sebelum kondisi menjadi lebih serius.
Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan pencernaan yang dialami. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kondisi kesehatan Anda.
Masih sering mengalami sakit perut atau diare yang tidak kunjung membaik? Konsultasikan keluhan Anda dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.
Jangan Anggap Sakit Perut Berkepanjangan sebagai Keluhan Biasa
Radang usus sering kali diawali dengan gejala yang menyerupai gangguan pencernaan ringan, seperti sakit perut atau diare. Karena itu, banyak penderita baru mendapatkan diagnosis setelah keluhan berlangsung cukup lama.
Jika Anda sering mengalami sakit perut yang kambuh, diare berkepanjangan, atau buang air besar berdarah, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Sumber
World Health Organization. Health topics: Digestive diseases. Geneva: World Health Organization.
Crohn's & Colitis Foundation. What is Inflammatory Bowel Disease (IBD)?
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Apakah radang usus sama dengan maag?
Apakah radang usus sama dengan maag?
Tidak. Maag terjadi pada lambung, sedangkan radang usus merupakan peradangan kronis yang terjadi pada saluran usus. Gejala dan penanganannya pun berbeda.
Apakah radang usus bisa sembuh total?
Apakah radang usus bisa sembuh total?
Radang usus umumnya merupakan penyakit kronis. Meskipun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup.
Apa perbedaan radang usus dengan diare biasa?
Apa perbedaan radang usus dengan diare biasa?
Diare akibat infeksi biasanya membaik dalam beberapa hari. Sementara itu, radang usus menyebabkan diare yang berlangsung lama, sering kambuh, dan dapat disertai darah pada feses maupun penurunan berat badan.
Apakah makanan pedas menyebabkan radang usus?
Apakah makanan pedas menyebabkan radang usus?
Tidak secara langsung. Hingga saat ini belum ada bukti bahwa makanan pedas menjadi penyebab radang usus. Namun, makanan tertentu dapat memicu kekambuhan pada sebagian penderita.
Kapan saya harus memeriksakan diri ke dokter?
Kapan saya harus memeriksakan diri ke dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami sakit perut yang terus berulang, diare lebih dari dua minggu, buang air besar berdarah, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas.



