Saat melihat lipatan siku atau belakang lutut, pernahkah Anda merasa lipatan itu terasa kering, kasar, dan gatal? Biasanya, ketika Anda mencoba menggaruknya, lipatan kulit akan memerah, terasa makin gatal, dan perih.
Kondisi seperti ini dinamakan eksim kering yang sering datang dan pergi tanpa diduga, kadang membaik sejenak lalu tiba-tiba kambuh kembali. Walau terlihat seperti kulit kering biasa, penyebab eksim kering bisa memiliki akibat medis yang berbeda dari kulit kering biasa.
Oleh karena itu, eksim kering bukan sesuatu yang bisa Anda biarkan begitu saja. Sama seperti gejala medis lainnya, Anda perlu mengobati eksim kering supaya tidak mengganggu kenyamanan sehari-hari atau melukai kulit.
Apa Itu Eksim Kering?
Eksim kering, atau dermatitis atopik, adalah peradangan kulit kronis yang bisa membuat kulit terasa sangat gatal, kemerahan, dan kering bersisik.
Istilah dermatitis dan eksim sama-sama merujuk pada kondisi peradangan pada kulit. Eksim sendiri merupakan istilah umum yang menggambarkan sekelompok gangguan kulit akibat inflamasi, dengan karakteristik utama berupa rasa gatal dan kemerahan. Salah satu jenis eksim yang paling sering ditemui adalah eksim kering.
Dibandingkan dengan jenis eksim lainnya, eksim kering bisa datang dan pergi selama bertahun-tahun dalam periode tertentu. Ada masa ketika gejalanya memburuk dan ada juga masa ketika kulit yang mengalami eksim itu pulih kembali seperti biasa.
Meski terlihat menular, penyebab eksim kering sebenarnya tidak bisa menular dari satu manusia ke manusia lainnya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir tertular atau menularkannya lewat sentuhan langsung.
Eksim kering sendiri muncul karena lapisan pelindung kulit tidak bekerja dengan optimal seperti seharusnya. Akibatnya, kulit jadi mudah kehilangan kelembapan dan lebih rentan terhadap iritasi dari luar.
Karena eksim kering tergolong sebagai gangguan kulit yang cukup umum, setidaknya satu dari sepuluh orang pernah mengalami eksim kering. Meski orang dari segala usia bisa mengalami eksim kering, eksim ini paling sering muncul pertama kali saat masa kanak-kanak.
Penyebab Eksim Kering
Sampai sekarang, para peneliti masih belum juga menemukan satu penyebab eksim kering yang pasti. Setidaknya, para peneliti yakin bahwa eksim kering bisa terjadi karena adanya berbagai jenis faktor yang bisa menyebabkan kemunculannya.
1. Kulit Kering dan Lemahnya Lapisan Pelindung
Kulit punya lapisan pelindung yang berfungsi menjaga kelembapan alami sekaligus mencegah masuknya kuman dan iritan. Sayangnya, lapisan ini sering kali tidak berfungsi dengan baik bagi mereka yang sedang menderita eksim kering. Akibatnya, air mudah menguap dari kulit, sehingga kulit menjadi kering dan mudah teriritasi.
Kulit yang terlalu kering inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab eksim kering. Dan jika kulit itu semakin kering, semakin tinggi juga risiko seseorang untuk menggaruknya dan memperparah situasi.
2. Alergi dan Sistem Imun yang Terlalu Aktif
Penderita eksim biasanya memiliki sistem imun yang cenderung bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak berbahaya. Contohnya, sistem imun bereaksi terhadap debu atau bulu hewan yang sebenarnya bahkan tidak berbahaya.
Ketika sistem imun yang terlalu aktif itu bereaksi, penderita eksim kering akan mengalami gejala seperti kulit memerah dan gatal yang menimbulkan iritasi. Itulah mengapa penderita eksim sering juga memiliki alergi lain seperti asma dan rinitis alergi.
3. Faktor Genetik atau Keturunan
Riwayat keluarga bisa membuat seseorang mengalami risiko eksim kering yang lebih tinggi daripada orang lain. Contohnya adalah anak dengan orang tua penderita eksim atau alergi punya risiko lebih tinggi mengalami eksim kering.
Selain itu, eksim kering juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang membuat sebagian orang memiliki kecenderungan bawaan untuk lebih mudah mengalami gangguan pada kulit. Salah satunya berkaitan dengan gen yang berperan dalam mengatur produksi protein pelindung kulit.
Protein pelindung kulit memiliki fungsi penting dalam menjaga lapisan kulit tetap kuat dan mempertahankan kelembapannya. Ketika produksinya berkurang, kulit menjadi lebih rentan mengalami kekeringan, iritasi, dan kehilangan kelembapan. Akibatnya, risiko terjadinya eksim kering pun ikut meningkat.
Faktor Pemicu Eksim Kambuh
Selain penyebab eksim kering yang utama, ada faktor lain yang bisa membuat eksim seseorang jadi kambuh lagi.
1. Cuaca dan Perubahan Suhu
Udara dingin dan kering di musim tertentu bisa membuat kulit kehilangan kelembapan lebih cepat. Sebaliknya, cuaca panas yang membuat seseorang berkeringat juga bisa memicu rasa gatal pada kulit.
Perubahan suhu yang mendadak sering kali menjadi pemicu kambuhnya eksim pada banyak orang. Ruangan ber-AC yang kering atau paparan sinar matahari berlebih juga bisa memperburuk kondisi kulit.
2. Sabun dan Produk yang Keras
Sabun dan produk pembersih lainnya dengan bahan yang keras bisa mengikis lapisan pelindung kulit. Selain kedua produk itu, kandungan pewangi dan bahan kimia tertentu juga bisa membuat kulit yang sensitif mengalami iritasi yang cukup parah.
Karena itu, penderita eksim biasanya hanya menggunakan produk pembersih dengan bahan yang lembut untuk kulit mereka.
3. Stres dan Kondisi Emosional
Walau kelihatannya seperti tidak ada hubungannya, stres yang berlebihan ternyata bisa memicu atau memperparah gejala eksim pada sebagian orang. Alasannya adalah karena saat stres, tubuh melepaskan hormon yang dapat memicu peradangan pada kulit.
Oleh karena itu, penderita eksim kering sering kali harus belajar cara mengelola emosi yang baik supaya eksim tidak tambah parah.
Gejala Eksim Kering
Gejala eksim kering bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung usia dan tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa gejala yang biasanya akan terjadi pada hampir semua kasus.
Biasanya, orang yang menderita eksim kering akan mengalami kulit kering yang terasa kasar dan bersisik. Penderita juga akan mengalami rasa gatal yang hebat, apalagi saat malam hari. Saking hebatnya rasa gatal itu, banyak penderitanya bisa mengalami gangguan tidur yang membuat mereka sangat lelah saat siang hari.
Saat penderita eksim kering mencoba menggaruk eksim itu, kulit mereka bisa menjadi bengkak dan pecah-pecah hingga mengeluarkan cairan bening. Jika dibiarkan terlalu lama, kulit yang sering digaruk bisa menebal dan teksturnya berubah menjadi kasar. Lokasi yang sering terkena antara lain lipatan siku, belakang lutut, wajah, leher, dan tangan.
Bayi juga bisa mengalami eksim kering dalam bentuk ruam di pipi dan kulit kepala dengan tampilan kemerahan. Warna ruam bisa terlihat berbeda tergantung pada warna kulit, mulai dari merah hingga kecokelatan.
Cara Merawat Kulit Eksim di Rumah
Untungnya, penderita eksim kering bisa merawat kondisi mereka di rumah dengan melakukan perawatan yang sederhana tapi konsisten. Bagi mereka, kuncinya adalah menjaga kulit tetap lembap dan menghindari faktor pemicu eksim kering.
Untuk merawat eksim kering, rutin oleskan pelembap setidaknya dua kali sehari supaya kulit tetap lembap. Oleskan pelembap segera setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap agar hasilnya maksimal.
Bersihkan kuku dengan air hangat dan bukan air panas, karena air panas dapat menyebabkan kulit makin kering. Gunakan sabun yang lembut dan bebas pewangi yang khusus dibuat untuk kulit sensitif.
Kenakan pakaian berbahan katun yang lembut dan hindari bahan kasar seperti wol yang mudah menyebabkan gatal. Selain itu, Anda juga perlu istirahat yang cukup karena kondisi emosional bisa memengaruhi kesehatan kulit Anda.
Tidak kalah penting juga adalah mengetahui alergi makanan yang Anda punya, karena alergi makanan juga bisa membuat eksim kering semakin parah.
Cek Pemicu Alergi Bersama Bumame
Terkadang, salah satu penyebab eksim kering adalah alergi terhadap makanan atau alergen di udara. Anak-anak biasanya punya reaksi eksim yang cukup kuat apabila mereka terpapar alergen tertentu.
Karena alergen dapat memicu eksim kering, mengenali pemicunya akan sangat membantu dalam merawat kondisi yang sedang dialami buah hati.
Untuk itu, Bumame menghadirkan layanan Panel Alergi Anak untuk membantu mengidentifikasi pemicu alergi pada si kecil. Pemeriksaan ini membantu mengetahui zat apa saja yang menyebabkan alergi kulit pada anak.
Dengan begitu, Anda bisa menghindari paparan pemicunya dan tahu penanganan yang harus si kecil ikuti berikutnya. Meski sangat berguna, pemeriksaan ini sifatnya hanyalah untuk membantu mengenali alergi apa yang ada pada anak.
Lewat hasil pemeriksaan ini, Anda dan dokter bisa menyusun langkah perawatan yang lebih tepat dan terarah. Tergantung pada jenis alerginya, Anda dan buah hati juga bisa mengenali dan mengikuti tes alergi lainnya apabila dibutuhkan.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Meski hampir semua eksim kering bisa Anda kelola di rumah dengan perawatan konsisten, Anda tetap harus ke dokter jika gejalanya semakin parah.
Segera periksa bila gatal sudah sangat mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari. Waspadai juga bila kulit sudah mengalami gejala seperti muncul nanah dan kerak kuning.
Selain itu, Anda harus segera ke dokter kulit apabila ruam eksim sudah menyebar luas ke banyak bagian tubuh atau muncul disertai demam. Dengan pergi ke dokter kulit, mereka bisa membantu memastikan diagnosis dan membedakan eksim dari kondisi kulit lain seperti psoriasis.
Rawat Kondisi Eksim Kering Anda dengan Ahlinya
Merawat eksim memang butuh kesabaran, tapi dengan langkah yang tepat, kulit Anda bisa jauh lebih nyaman. Dokter juga bisa meresepkan krim khusus jika Anda membutuhkan perawatan yang lebih lanjut daripada perawatan dasar biasanya.
Mengenali kondisi kulit sendiri sejak dini adalah bentuk perhatian terbaik untuk Anda. Hubungi Bumame jika ingin mengenali penyebab eksim kering atau perlu konsultasi saran pemeriksaan kesehatan lain yang sedang dibutuhkan!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Cleveland Clinic. (2025). Atopic Dermatitis.
National Eczema Association. (2025). Atopic Dermatitis.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (2022). Atopic Dermatitis.
American Academy of Dermatology Association. (2026). Eczema types: Atopic dermatitis overview.
U.S. National Library of Medicine (MedlinePlus). Eczema.
National Institute of Allergy and Infectious Diseases. (2025). Eczema Treatment Research.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
_(2).jpg&w=3840&q=75)