Pernahkah Anda bangun tidur dengan tenggorokan yang terasa perih, lalu mendapati ada benjolan kecil di bawah rahang yang sakit jika ditekan? Itu dapat menjadi tanda kelenjar getah bening yang sedang merespons infeksi. Lantas, apa penyebab kelenjar getah bening?
Jangan cemas dulu karena sebagian besar kasus, benjolan tersebut justru tanda kalau tubuh sedang bekerja melawan kuman dan ukurannya akan kembali normal. Walau begitu, Anda tidak boleh mengabaikan. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, pembengkakan bisa menandakan masalah kesehatan lain. Yuk, kenali lebih dalam!
Apa Itu Kelenjar Getah Bening?
Kelenjar getah bening merupakan struktur kecil berbentuk seperti kacang yang tersebar di seluruh tubuh sebagai bagian dari sistem getah bening. Di dalamnya terdapat sel-sel kekebalan tubuh yang bekerja seperti saringan, yaitu menjebak virus, bakteri, dan penyebab penyakit lain sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Maka dari itu, jika ada infeksi di dekatnya, kelenjar ini akan ikut bekerja lebih keras sehingga ukurannya membesar. Kelenjar getah bening sendiri tersusun dalam kelompok dan setiap kelompok menampung aliran cairan dari satu area tubuh tertentu. Itu sebabnya pembengkakan paling mudah terasa di leher, bawah dagu, ketiak, dan lipat paha.
Meski sering disebut "kelenjar", secara medis kelenjar getah bening sebenarnya bukanlah kelenjar sejati. Berbeda dengan fungsi kelenjar tiroid di leher yang bertugas mengatur hormon tubuh, yang secara medis disebut limfadenopati.
Penyebab Kelenjar Getah Bening Membengkak
Untuk mengetahuinya, dokter biasanya akan mengelompokkan ke dalam beberapa golongan besar seperti infeksi, gangguan autoimun, kanker, kondisi langka lainnya, serta reaksi terhadap obat-obatan. Berikut yang paling sering ditemui.
1. Infeksi
Infeksi merupakan penyebab paling umum, terutama infeksi virus seperti flu atau pilek. Penyebab lain yang sering adalah radang tenggorokan akibat bakteri, campak, infeksi telinga, gigi yang terinfeksi, mononukleosis, serta infeksi kulit atau luka.
Infeksi HIV juga dapat menjadi penyebab kelenjar getah bening membengkak. Ada pula infeksi yang lebih jarang, seperti tuberkulosis (TBC), sifilis, toxoplasmosis (dari kotoran kucing atau daging yang kurang matang), dan infeksi akibat cakaran atau gigitan kucing.
2. Gangguan Autoimun
Gangguan autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari infeksi justru keliru menyerang sel dan jaringan sehat milik sendiri. Ketika sistem imun mengalami disfungsi, respons peradangan dapat terjadi di berbagai bagian tubuh yang kemudian memicu pembengkakan pada kelenjar getah bening.
Beberapa kondisi autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan sarkoidosis sering mengakibatkan kelenjar getah bening membengkak. Bahkan, dapat memicu pertumbuhan kumpulan sel peradangan kecil bernama granuloma.
3. Kanker
Kanker yang berawal di sistem getah bening (limfoma), kanker darah (leukemia), serta kanker lain yang menyebar dapat menjadi penyebab kelenjar getah bening bengkak. Namun, hal ini tergolong jarang karena sebagian besar pasien dengan limfadenopati memiliki penyebab yang jinak.
Jurnal American Family Physician merangkum data yang menunjukkan hanya sekitar 1,1% kasus pembengkakan tanpa sebab jelas yang berkaitan dengan kanker. Seiring bertambahnya usia, angkanya mengalami kenaikan, dari 1,1% pada usia muda menjadi sekitar 4% pada usia 40 tahun ke atas.
4. Obat-obatan dan Penyebab Lain
Selain infeksi, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat dipicu oleh faktor noninfeksi, seperti penggunaan jenis obat-obatan tertentu. Seiring bertambahnya usia, risikonya dapat meningkat.
Hanya sebagian kecil obat yang terbukti dapat memicu reaksi pembesaran pada kelenjar. Di antaranya adalah obat antikejang atau antikonvulsan seperti fenitoin, serta beberapa jenis obat pencegah atau penawar malaria.
Di samping faktor obat-obatan, penyebab pembengkakan juga bisa berasal dari benda asing yang berada di dalam tubuh. Sebagai contoh, implan payudara berbahan silikon dapat merangsang reaksi jaringan sekitar dan memicu pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak.
Ciri-Ciri Pembengkakan yang Normal vs Berbahaya
Tidak ada satu ciri pasti yang dapat memastikan apakah sebuah benjolan jinak atau berbahaya. Namun, beberapa pola berikut dapat membantu Anda mengenali kapan Anda harus memantau pembengkakan dan kapan perlu memeriksanya.
Pola yang lebih sering ditemukan pada pembengkakan akibat infeksi:
terasa nyeri atau perih saat ditekan;
muncul bersamaan dengan gejala infeksi seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, atau demam;
teraba seperti beberapa butiran kecil sekaligus, yang biasanya menandakan reaksi terhadap infeksi virus;
mengecil dalam 1-2 minggu seiring pulihnya infeksi.
Pola yang sebaiknya dicermati dan diperiksakan:
terasa keras atau kenyal seperti karet, dan tidak bergeser ketika kita mendorongnya;
terus membesar dengan cepat;
pasien mengalami demam, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas;
muncul di lebih dari satu area tubuh sekaligus;
kelenjar berada tepat di atas atau di bawah tulang selangka.
Anda juga perlu mengingat bahwa ciri seperti nyeri atau tidaknya benjolan tidak dapat digunakan untuk membedakan jinak dan ganas. Benjolan yang terasa nyeri dan yang tidak nyeri belum tentu membahayakan.
Soal ukuran, dokter umumnya menganggap kelenjar membesar bila lebih dari sekitar 1 cm, tetapi di lipatan paha ukuran hingga 2 cm sering ditemukan pada orang dewasa yang sehat. Jadi, jika Anda ragu, lebih baik melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Diagnosis
Untuk diagnosis, dokter biasanya memulai dari hal yang paling sederhana, yaitu bertanya dan memeriksa terlebih dahulu. Pada kebanyakan kasus, riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik saja sudah cukup untuk menemukan penyebabnya.
Dokter akan menanyakan kapan pembengkakan mulai muncul, apakah ukurannya semakin besar, apakah nyeri atau tidak, serta gejala lain seperti demam dan penurunan berat badan. Dokter juga menanyakan kemungkinan paparan tertentu, misalnya kontak dengan hewan, riwayat bepergian, atau obat yang pasien rutin minum.
Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menilai ukuran, nyeri tekan, kehangatan, tekstur, seberapa mudah benjolan digerakkan, dan lokasinya. Dokter juga memeriksa area tubuh lain untuk melihat apakah pembengkakan terjadi di lebih dari satu tempat. Jika penyebabnya belum jelas, dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan sesuai dugaan, seperti:
Tes darah: Pasien akan menjalani pemeriksaan darah lengkap (complete blood count/CBC) terutama jika dokter mencurigai gangguan darah seperti leukemia.
Metode Imaging: Untuk pembengkakan di leher, berdasarkan American College of Radiology, dokter dapat menggunakan USG pada anak hingga usia 14 tahun dan CT scan pada usia di atas 14 tahun.
Biopsi: Bila penyebab kelenjar getah bening masih belum jelas atau ada faktor risiko lain, dokter dapat mengambil sampel kelenjar untuk diperiksa di laboratorium.
Jika dokter menilai dari pemeriksaan bahwa ada kemungkinan kanker kecil, dokter bisa mengamati pembengkakan di satu area selama sekitar empat minggu. Bila pembengkakan tidak mengecil atau tidak membaik, dokter umumnya melakukan biopsi sebagai langkah berikutnya.
Cara Mengatasi Kelenjar Getah Bening Bengkak
Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya menandakan bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau penyakit tertentu. Berikut adalah beberapa langkah penanganan yang dapat Anda lakukan.
Penanganan Berdasarkan Penyebab: Penanganan utama terhadap pembengkakan kelenjar getah bening harus disesuaikan dengan akar permasalahan yang memicunya. Pada kasus infeksi ringan, penggunaan kompres hangat terkadang sudah cukup untuk meredakan gejala.
Perawatan Mandiri di Rumah: Untuk meredakan rasa tidak nyaman selama di rumah, Anda dapat memperbanyak istirahat dan minum air yang cukup.
Penggunaan Antibiotik yang Tepat: Antibiotik hanya mengatasi infeksi dan sama sekali tidak bekerja pada infeksi virus. Oleh karena itu, Anda sebaiknya hanya mengonsumsi obat ini apabila dokter memang meresepkannya secara langsung.
Penanganan untuk Komplikasi dan Kondisi Khusus: Jika penderita membiarkan infeksi tanpa penanganan yang tepat, infeksi dapat berkembang membentuk abses, yaitu kumpulan nanah yang mungkin memerlukan tindakan medis khusus untuk mengeluarkannya.
Sementara itu, jika ternyata penyakit autoimun atau kanker yang menyebabkan pembengkakan, dokter akan menentukan bentuk penanganannya secara spesifik setelah melakukan diagnosis secara resmi.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian kelenjar getah bening akan kembali ke ukuran semula begitu keadaannya membaik. Namun, lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter bila mengalami pembengkakan dan kondisi berikut.
Pembengkakan terjadi tetapi Anda tidak mengetahui penyebabnya.
Kelenjar terus membesar atau sudah berlangsung 2 sampai 4 minggu.
Benjolan terasa keras atau kenyal dan tidak bergerak ketika Anda mendorongnya.
Penderita merasa demam, keringat malam, atau berat badan turun.
Mengalami batuk yang tidak kunjung membaik.
Benjolan muncul di sekitar ketiak.
Berdasarkan informasi dari NHS (National Health Service), jika pembengkakan berada tepat di atas atau di bawah tulang selangka, Anda harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Segera cari pertolongan medis jika pembengkakan disertai kesulitan menelan atau bernapas.
Jika ingin memeriksakan kondisi tubuh secara menyeluruh, Bumame menyediakan layanan pemeriksaan Hematologi Lengkap. Perlu diingat, Anda tidak boleh menganggap pemeriksaan ini sebagai pengobatan dan tidak boleh menggunakannya untuk menggantikan pemeriksaan fisik serta penilaian dokter.
Dokter tetap perlu membaca hasilnya bersama keluhan dan kondisi fisik Anda. Sehingga, nantinya Anda bisa diarahkan untuk mendapatkan penanganan yang lebih spesifik dan sesuai gangguan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Mayo Clinic. (n.d.). Swollen lymph nodes: Symptoms & causes.
National Health Service (NHS). (n.d.). Swollen glands.
MSD Manual. (n.d.). Pembengkakan kelenjar getah bening.
Gaddey, H. L., & Riegel, A. M. (2016). Unexplained lymphadenopathy: Evaluation and differential diagnosis. American Family Physician, 94(11), 896–903.
Farmer, A., & Matto, P. (2023). Lymphadenopathy. StatPearls Publishing.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
