Pernahkah mengalami sakit kepala yang terus muncul atau rasa lelah yang sulit dijelaskan, tetapi saat periksa hasilnya normal saja? Salah satu kondisi yang dapat mendasarinya adalah empty sella syndrome. Tubuh kita bekerja melalui sistem yang sangat rumit. Bagaimana maksudnya?
Ada kelenjar kecil seukuran biji kacang di dalam otak yang berperan besar dalam mengatur hormon. Ketika struktur di sekitar kelenjar itu mengalami perubahan tekanan atau bentuk, berbagai gejala fisik yang aneh atau gejala sindrom bisa muncul. Mari kenali gejala, penyebab, dan pemeriksaannya lebih dalam!
Apa Itu Empty Sella Syndrome?
Untuk memahami sindrom ini, Anda perlu mengenal dulu struktur yang disebut sella turcica. Sella turcica adalah lekukan tulang di dasar tengkorak. Di tempat inilah kelenjar hipofisis (kelenjar pituitari) bertengger. Kelenjar pituitari sendiri sering disebut sebagai “kelenjar utama” karena memproduksi berbagai hormon penting seperti hormon tiroid, hormon stres, hingga hormon reproduksi.
Nah, secara medis, empty sella syndrome adalah kondisi ketika sella turcica terisi sebagian atau seluruhnya oleh cairan serebrospinal (cairan otak), sehingga kelenjar pituitari tertekan dan tampak memipih. Ketika dokter memeriksa dengan MRI atau CT scan, ruang tempat kelenjar berada tampak kosong. Inilah alasan namanya “empty sella”.
Meski terlihat kosong di gambar radiologi, kelenjar pituitari sebenarnya tidak hilang. Dia hanya terdesak ke dasar atau dinding rongga tulang tersebut. Pada kebanyakan orang, kondisi ini bersifat jinak dan tidak menimbulkan gangguan serius. Jadi, tidak semua orang yang hasil MRI-nya menunjukkan “sella kosong” otomatis mengalami sindrom ini.
Para ahli pun membagi kondisi ini menjadi dua. Pada jenis primer, dokter belum menemukan penyebab pastinya. Mereka menduga ini berkaitan dengan kelemahan struktur selaput penutup kelenjar sejak lahir. Sedangkan jenis sekunder, kondisi atau tindakan medis lain merusak kelenjar hipofisis sehingga memicu empty sella.
Kondisi ini lebih sering muncul pada perempuan paruh baya daripada laki-laki, dengan perbandingan sekitar empat sampai lima banding satu. Orang dengan obesitas juga lebih sering mengalaminya. Angka pastinya sulit dipastikan karena banyak kasus tidak terdiagnosis.
Meski begitu, dokter cukup sering menemukan empty sella saat memeriksa otak. Bahkan, ada laporan yang menyebutkan bahwa kondisi ini muncul pada sekitar 12 persen pasien yang menjalani radiologi otak.
Gejala Empty Sella Syndrome
Kabar baiknya, kebanyakan orang dengan empty sella justru tidak merasakan gejala apa-apa. Kalau gejala muncul, keluhannya bisa berbeda-beda tergantung hormon mana yang terganggu. Berikut empty sella syndrome gejala yang paling sering dilaporkan.
Sakit Kepala
Ini keluhan yang paling sering muncul. Penelitian terhadap 175 pasien empty sella primer menemukan bahwa sekitar 59 persen mengalami sakit kepala. Meski demikian, para ahli belum bisa memastikan apakah empty sella benar-benar menyebabkan sakit kepala tersebut atau hanya kebetulan terdeteksi bersamaan.
Gangguan Hormon
Ketika kelenjar hipofisis kehilangan kemampuan kerja (hipopituitarisme), tubuh bisa menunjukkan tanda-tanda. Contohnya seperti mudah lelah, haid tidak teratur atau berhenti, gairah seksual menurun, dan kondisi disfungsi seksual pada laki-laki.
Dalam penelitian yang sama, sekitar 28 persen pasien mengalami kekurangan hormon dalam derajat tertentu, dan angkanya lebih tinggi pada laki-laki. Sebagian orang juga mengalami sedikit peningkatan kadar hormon prolaktin.
Selain itu, karena prolaktin berperan dalam produksi ASI, peningkatannya bisa memicu keluarnya cairan menyerupai ASI dari puting di luar masa menyusui.
Keluhan Lain
Beberapa orang mengalami tekanan di dalam kepala yang meningkat, gangguan penglihatan akibat pembengkakan saraf mata, atau cairan otak yang merembes dari hidung. Tekanan darah tinggi juga cukup sering muncul pada penderita, meskipun hubungan sebab-akibatnya belum jelas.
Penyebab dan Faktor Risiko
Empty sella syndrome bisa muncul karena beberapa penyebab berbeda, tergantung jenisnya. Selain itu, sejumlah faktor juga bisa meningkatkan risikonya.
Penyebab Jenis Primer
Pada jenis ini, para ahli menduga diaphragma sellae, lapisan tipis yang menutupi bagian atas rongga sella, mengalami kelemahan. Ketika lapisan ini lemah, cairan otak masuk ke rongga dan menekan kelenjar hipofisis sampai tampak mendatar.
Penyebab Jenis Sekunder
Di sini kelenjar mengecil karena sesuatu yang terjadi sebelumnya. Contohnya, pengobatan tumor hipofisis lewat operasi, radioterapi, atau obat; cedera kepala; infeksi; peradangan pada kelenjar hipofisis; serta sindrom Sheehan, yaitu kerusakan kelenjar akibat perdarahan hebat saat persalinan.
Faktor Risiko
Beberapa hal yang sering dikaitkan dengan empty sella syndrome meliputi jenis kelamin perempuan, usia paruh baya, obesitas, tekanan darah tinggi, serta kehamilan, terutama yang berulang.
Penelitian yang melibatkan sekitar 175 pasien menunjukkan bahwa hampir separuh diantaranya mengalami obesitas, sementara lebih dari seperempatnya memiliki hipertensi.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Empty sella syndrome paling sering ditemukan secara tidak sengaja, misalnya saat seseorang menjalani CT scan atau MRI otak karena sakit kepala atau keluhan lain. Jika dokter mencurigai adanya gangguan fungsi kelenjar, biasanya dokter melakukan beberapa langkah berikut:
Pertama, dokter melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk menggali riwayat keluhan, kehamilan, cedera kepala, dan tindakan di area otak.
Selanjutnya, dokter meminta MRI atau CT scan kepala untuk melihat bentuk rongga sella dan ketebalan kelenjar hipofisis. Pada MRI, kelenjar yang mendatar atau tak terlihat menjadi petunjuk utama.
Dokter juga biasanya meminta tes darah hormon. Pemeriksaan di awal diagnosis idealnya mencakup beberapa jalur hormon sekaligus, seperti kortisol (hormon stres), TSH dan T4 bebas (fungsi tiroid), prolaktin, serta LH, FSH, dan testosteron pada laki-laki. Jika ada keluhan penglihatan atau dugaan tekanan kepala meningkat, dokter akan menganjurkan pemeriksaan mata.
Pemeriksaan MRI otak dan konsultasi spesialis tentu dilakukan di fasilitas kesehatan sesuai rujukan dokter. Namun, untuk memantau kondisi tubuh secara umum, terutama jika memiliki faktor risiko seperti obesitas atau tekanan darah tinggi, pemeriksaan kesehatan berkala bisa menjadi langkah awal.
Karena itu, Bumame menyediakan paket medical check-up (MCU) yang membantu menilai kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bukan untuk mendiagnosis empty sella dan bukan pengganti MRI, tetapi dapat membantu Anda dan dokter menentukan pemeriksaan lanjutan yang paling sesuai.
Pilihan Penanganan
Sebagian besar orang dengan empty sella syndrome tidak memerlukan pengobatan khusus, terutama jika kelenjar hipofisis masih berfungsi normal. Dokter biasanya hanya meminta untuk kontrol secara berkala. Jika ada masalah, dokter akan menyesuaikan pendekatan sesuai kebutuhan masing-masing. Berikut pilihan penanganannya.
Terapi pengganti hormon: Jika kadar hormon tertentu rendah, dokter bisa meresepkan obat yang menggantikan hormon tersebut. Sebagian orang mungkin perlu mengonsumsinya dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup, dengan kontrol rutin agar dosisnya tetap tepat.
Penanganan keluhan lain: Dokter menangani sakit kepala, tekanan darah tinggi, atau berat badan berlebih sesuai penyebab dan kondisi masing-masing pasien.
Operasi: Dokter hanya mempertimbangkan tindakan bedah pada situasi tertentu, misalnya saat cairan otak merembes lewat hidung atau saraf mata tertekan.
Menurut Cleveland Clinic, empty sella tidak mengancam nyawa dan gangguan hormon yang muncul pada dasarnya bisa diatasi.
Pencegahan Empty Sella Syndrome
Untuk jenis primer, belum ada cara pencegahan yang terbukti karena penyebab pastinya belum diketahui. Sumber-sumber medis yang kami rujuk pun tidak menyebutkan strategi pencegahan yang spesifik.
Namun, ada beberapa kebiasaan yang masuk akal untuk menjaga kesehatan secara umum, sekaligus mengurangi faktor yang sering menyertai kondisi ini. Berikut beberapa di antaranya.
Jaga berat badan tetap ideal lewat pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin.
Kontrol tekanan darah secara teratur.
Segera periksakan cedera kepala, terutama bila disertai sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan.
Rutin kontrol bila Anda pernah menjalani operasi atau radioterapi di area kepala atau pernah mengalami perdarahan hebat saat melahirkan.
Kapan harus ke Dokter?
Meski secara umum empty sella syndrome tidak berbahaya, jangan ragu untuk memeriksakan diri jika merasakan keluhan. Termasuk rasa sakit kepala berulang, makin berat, atau tidak membaik dengan obat biasa. Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau lapang pandang menyempit juga perlu Anda perhatikan.
Bagi perempuan, lakukan konsultasi jika menstruasi berhenti atau tidak teratur tanpa sebab jelas dan keluar cairan dari puting di luar masa menyusui. Evaluasi juga penting jika mengalami penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, atau mudah lelah yang berkepanjangan
Munculnya cairan bening mengalir dari hidung, terutama setelah cedera kepala juga perlu Anda curigai. Jika ingin mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh, Anda bisa melakukan pemeriksaan medical check-up (MCU) di Bumame dan membawa hasilnya saat berkonsultasi dengan dokter.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Empty sella syndrome
Cleveland Clinic — Empty Sella Syndrome (ESS): Causes, Symptoms & Treatment
National Organization for Rare Disorders (NORD) — Empty Sella Syndrome
Ucciferro, P. — Empty Sella Syndrome
Pituitary Network Association — Empty Sella Syndrome
Guitelman, M., et al. — Primary Empty Sella (PES): A Review of 175 Cases
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apakah empty sella syndrome berbahaya?
Empty sella syndrome umumnya bersifat jinak dan tidak menimbulkan gejala serius. Namun, pada sebagian orang, kondisi ini dapat disertai gangguan fungsi kelenjar pituitari yang memengaruhi produksi hormon. Karena itu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan kadar hormon dan pemantauan berkala sesuai kondisi pasien.
Apa saja gejala empty sella syndrome?
Sebagian besar orang dengan empty sella syndrome tidak mengalami gejala. Jika muncul, keluhannya dapat berupa sakit kepala, mudah lelah, menstruasi tidak teratur atau berhenti, penurunan gairah seksual, dan gangguan penglihatan. Sebagian orang juga dapat mengalami peningkatan prolaktin yang menyebabkan keluarnya cairan menyerupai ASI dari puting di luar masa menyusui.
Apa penyebab empty sella syndrome?
Empty sella syndrome primer diduga berkaitan dengan kelemahan selaput yang menutupi rongga sella sehingga cairan serebrospinal masuk dan menekan kelenjar pituitari. Jenis sekunder dapat terjadi setelah tindakan atau kondisi yang merusak kelenjar, seperti operasi atau radioterapi tumor hipofisis, cedera kepala, infeksi, peradangan, maupun sindrom Sheehan.
Bagaimana empty sella syndrome didiagnosis?
Diagnosis dapat melibatkan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pencitraan otak menggunakan MRI atau CT scan untuk menilai rongga sella dan kelenjar pituitari. Dokter juga dapat meminta tes darah untuk mengevaluasi kadar hormon, seperti kortisol, TSH, T4 bebas, prolaktin, LH, dan FSH, sesuai kebutuhan pasien.
Apakah empty sella syndrome bisa disembuhkan?
Perubahan bentuk rongga sella biasanya tidak perlu dihilangkan jika tidak menimbulkan masalah. Penanganan berfokus pada gangguan yang muncul, misalnya terapi pengganti hormon jika kadar hormon rendah atau pengobatan untuk keluhan tertentu. Operasi hanya dipertimbangkan pada kondisi khusus, seperti kebocoran cairan otak melalui hidung atau tekanan pada saraf mata.
