Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyebab Keringat Dingin
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Keringat Dingin dan Kapan Harus Waspada

SBATips Kesehatan

Bagi sebagian orang, keringat dingin merupakan hal yang tidak mereka pikirkan lebih lanjut. Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa penyebab keringat dingin bisa menjadi penanda seseorang sedang menderita penyakit tertentu.

Artikel ini akan membahas beberapa hal yang wajib Anda ketahui ketika mengalami keringat dingin agar tahu kapan kondisi ini harus diwaspadai dan perlu penanganan medis.

Apa Itu Keringat Dingin?

Keringat dingin adalah kondisi ketika tubuh mengeluarkan keringat berlebih meski tidak sedang berada di suhu panas atau melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini biasanya juga disebut dengan cold sweat atau diaforesis. 

Keringat dingin merupakan gejala yang tidak spesifik karena dapat dipicu oleh berbagai kondisi, seperti hipertiroidisme, diabetes, hingga perubahan hormon saat menopause. Oleh karena itu, dokter membutuhkan pemeriksaan penunjang lain dan tidak hanya mengandalkan gejala ini untuk mendiagnosis suatu penyakit.

Penyebab Umum Keringat Dingin

Keringat dingin sebenarnya merupakan reaksi tubuh yang wajar dan pernah dialami hampir semua orang. Meski begitu, kondisi ini tetap bisa menjadi penanda adanya perubahan tertentu di dalam tubuh. Berikut adalah beberapa penyebab keringat dingin yang tergolong umum dan umumnya tidak memerlukan penanganan medis khusus. 

1. Hipoglikemia atau Gula Darah Rendah

Penderita diabetes rentan mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula darah rendah di bawah batas normal. Keringat dingin merupakan reaksi alami tubuh yang memberi peringatan bahwa pasokan gula darah sedang sangat rendah.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah segera mengonsumsi asupan bergula, misalnya teh manis, untuk menaikkan kadar gula darah. Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia berat dapat memicu penurunan kesadaran. Apabila setelah penanganan gejalanya tidak berangsur membaik, penderita harus segera dibawa ke UGD.

2. Kecemasan

Saat seseorang mengalami kecemasan berlebih atau serangan panik, otak akan mengaktifkan respons stres atau fight-or-flight dan ini memicu pelepasan hormon adrenalin yang meningkatkan detak jantung sekaligus merangsang kelenjar keringat. Biasanya, keringat ini akan keluar di area telapak tangan, telapak kaki, bahkan ketiak.

Penyebab keringat dingin akibat kecemasan juga kerap muncul di malam hari saat tidur jika seseorang mengalami mimpi buruk atau gangguan tidur terkait masalah kesehatan mental.

3. Syok

Dalam situasi traumatis, tubuh akan merasakan kecemasan hebat sehingga akan mengeluarkan keringat berlebih. Selain keringat dingin, jantung juga akan berdetak lebih cepat dari biasanya dan kulit tampak pucat. Hal-hal tersebut adalah reaksi alami tubuh ketika mengalami trauma hebat.

Contohnya seperti ketika seseorang mengalami kecelakaan yang cukup parah, keringat dingin adalah salah satu tanda bahwa tubuh mengalami syok yang hebat dan harus segera mendapatkan penanganan medis.

4. Menopause 

Ketika seseorang mengalami menopause, kadar hormon estrogen yang ada di tubuh juga mengalami penurunan cukup signifikan dan kerap mengganggu pusat pengatur suhu di otak. Dampaknya, tubuh akan merasakan hot flashes atau sensasi panas membara secara mendadak yang disertai produksi keringat berlebih. Ketika keringat tersebut mulai menguap untuk mendinginkan kulit, suhu tubuh akan turun dengan cepat dan menimbulkan sensasi menggigil atau keringat dingin.

5. Efek Samping Obat-Obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memicu timbulnya keringat dingin sebagai efek samping. Beberapa jenis obat yang sering menyebabkan kondisi ini antara lain antidepresan, obat pereda nyeri golongan opioid, hingga obat-obatan diabetes. 

Reaksi ini umumnya timbul ketika tubuh sedang beradaptasi dengan pengobatan baru. Hal tersebut juga terjadi ketika Anda berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut secara mendadak.

6. Penuaan

Sejalan dengan bertambahnya umur, kemampuan tubuh dalam mengatur suhu secara alami akan menurun. Hal ini membuat kelompok lanjut usia (lansia) lebih rentan mengalami keringat dingin.

Selain karena faktor penurunan fungsi pengaturan suhu tubuh, keringat dingin ini juga dapat muncul karena penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan saraf, atau karena efek samping dari konsumsi rutin beberapa jenis obat-obatan.

Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Selain beberapa penyebab di atas, ada pula penyebab yang bisa mengancam nyawa seseorang. Berikut adalah beberapa penyebab keringat dingin yang memerlukan penanganan medis segera.

1. Gangguan Jantung

Keringat dingin juga bisa menjadi pertanda masalah jantung koroner. Jantung koroner ini bisa terjadi karena adanya penumpukan plak kolesterol pada dinding arteri koroner, yang lambat laun menyempitkan saluran dan mengganggu kelancaran aliran darah menuju otot jantung.

Ketika plak tersebut pecah dan menyumbat pembuluh darah secara total, seseorang berada dalam risiko tinggi mengalami serangan jantung. Jika Anda atau orang terdekat mengalami keringat dingin secara mendadak yang disertai nyeri dada tajam, segera hubungi nomor darurat atau menuju UGD terdekat.

Perlu diingat bahwa gejala serangan jantung dapat bervariasi pada tiap individu, seperti munculnya sesak napas, rasa tertekan di dada, hingga nyeri yang menjalar ke leher atau lengan. Tim medis akan segera memberikan penanganan darurat yang tepat serta melakukan serangkaian tes diagnostik guna memastikan kondisi dan kerusakan pada jantung.

2. Tekanan Darah Rendah Berat

Penurunan tekanan darah secara drastis atau hipotensi berat juga menjadi salah satu penyebab utama munculnya keringat dingin. Penurunan tekanan darah ini juga bisa dipicu oleh gangguan jantung, seperti serangan jantung atau detak jantung yang terlalu lambat (bradikardia), yang menyebabkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh merosot secara mendadak.

Sebagai pertolongan pertama saat seseorang menunjukkan gejala hipotensi ringan, mintalah ia segera berbaring dan menaikkan posisi kedua kaki lebih tinggi dari dada guna membantu mengalirkan darah kembali ke jantung.

Selain itu, pastikan juga kebutuhan cairannya terpenuhi, karena dehidrasi sering menjadi pemicu utama turunnya tekanan darah. Namun, jika Anda menduga hipotensi berat tersebut terjadi akibat gangguan jantung, segera larikan pasien ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat.

Gejala Bahaya Keringat Dingin yang Butuh Penanganan Segera

Keringat dingin yang disertai dengan beberapa gejala khusus berikut tidak boleh diabaikan dan harus segera diperiksakan ke dokter.

1. Gejala Penanda Penyakit Jantung

Penyakit jantung jika tidak ditangani dengan serius akan menyebabkan kematian. Berikut adalah beberapa gejala selain keringat dingin yang bisa seseorang rasakan ketika penyakit jantungnya kambuh.

  • Sakit yang tidak tertahan di area dada.

  • Nyeri di tangan, bahu bagian kiri, siku, dagu, dan punggung.

  • Napas putus-putus.

  • Mual dan muntah.

  • Pusing hingga pingsan.

  • Muka pucat.

Jika beberapa gejala di atas terjadi secara bersamaan, segera cari bantuan medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bila Anda sendiri yang mengalaminya dan merasa lemas, hindari mengemudikan kendaraan sendiri. Segera hubungi ambulans atau orang terdekat untuk mengantar Anda ke UGD. 

Apabila kondisi ini terjadi pada orang lain di sekitar Anda, bantu ia untuk tetap tenang dan segera dampingi ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis secepatnya.

2. Gejala Penanda Tekanan Darah Rendah Berat

Tekanan darah yang menurun secara drastis akan membuat seseorang bisa kehilangan kesadaran sehingga membutuhkan bantuan medis secepatnya. Berikut adalah beberapa gejala yang wajib Anda waspadai selain keringat dingin.

  • Pusing berkepanjangan.

  • Pingsan.

  • Mual dan muntah.

  • Pandangan kabur dan tidak jelas.

  • Napas putus-putus.

  • Lemah dan letih.

  • Merasa kebingungan dan susah untuk berkonsentrasi.

Tekanan darah biasanya hanya menjadi masalah yang sepele untuk sebagian orang. Namun, tekanan darah rendah berat tentunya menimbulkan masalah yang serius bagi para penderita karena hal tersebut menandakan beberapa bagian tubuh tidak menerima aliran darah yang cukup.

Cara Mengatasi Keringat Dingin Saat Muncul

Hal utama yang wajib Anda lakukan pertama kali ketika mengalami keringat dingin adalah mengira-ngira apa penyebabnya. Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, segeralah memeriksakan diri ke dokter atau klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Keringat dingin ini sering berkaitan dengan gula darah rendah dan gangguan di jantung. Maka dari itu melakukan pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu Anda memahami kondisi tubuh dengan pasti sekaligus mencegah risiko komplikasi di kemudian hari. 

Selain pergi ke pengobatan medis, mengurangi stres juga merupakan salah satu cara untuk menghentikan keringat dingin. Anda dapat berfokus pada kesehatan mental dengan mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater, agar memahami langkah yang tepat dalam mengatasi pemicu kecemasan tersebut.

Anda juga perlu minum air putih yang cukup untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang keluar melalui keringat. Jika membutuhkan minuman elektrolit tambahan, pastikan untuk memilih yang aman atau mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti darah tinggi atau gangguan jantung.

Apakah Keringat Dingin Berbahaya?

Keringat dingin sendiri tidaklah bahaya, namun kondisi yang menjadi penyebab keringat dingin itu muncul adalah satu hal yang wajib Anda waspadai. Supaya tahu penyebab keringat dingin apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Bumame menyediakan Medical Check Up Metabolisme Tubuh untuk mengevaluasi kemampuan tubuh dalam menggunakan dan memproses nutrisi secara efisien. Di dalam pemeriksaan metabolisme terdapat pula panel tes glukosa puasa dan HbA1c untuk memantau kadar gula darah secara akurat yang bisa membantu mendeteksi risiko hipoglikemia maupun diabetes yang sering kali menjadi pemicu utama munculnya keringat dingin secara tiba-tiba.

Anda juga bisa melakukan pengecekan kesehatan jantung untuk mendeteksi dini risiko penyakit jantung secara menyeluruh. Di dalamnya terdapat rangkaian tes rekam jantung EKG atau treadmill, pemeriksaan profil lipid (Kolesterol Total, HDL, LDL direk, trigliserida) dan CK-MB atau pemeriksaan enzim jantung untuk mendeteksi adanya kerusakan atau peradangan pada otot jantung. 

Hasil dari pemeriksaan ini akan membantu Anda mengenali risiko penyumbatan pembuluh darah maupun gangguan fungsi jantung sejak dini sebelum gejalanya berkembang menjadi lebih berat.

Melalui pemeriksaan kesehatan ini, Anda bisa mengetahui penyakit yang mungkin ada tanpa gejala.

Jangan Sepelekan Keringat Dingin

Keringat dingin memang merupakan bentuk respons tubuh terhadap udara dingin atau stres biasa yang kelihatannya bukan tergolong masalah besar. Tapi perlu dicatat juga bahwa penyebab keringat dingin juga mengindikasikan adanya masalah kesehatan serius, seperti fluktuasi gula darah hingga gangguan pada jantung.

Jika keringat dingin tersebut diikuti dengan berbagai gejala lainnya seperti sakit di dada, napas putus-putus, mual dan pusing, segeralah cari bantuan medis untuk mendapatkan penanganan cepat.

Mengingat kesehatan mahal harganya, tak ada salahnya untuk lebih peduli terhadap setiap perubahan pada tubuh. Melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu Anda mengambil kendali atas kesehatan diri dengan lebih tenang dan pasti.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Sources

  1. Cleveland Clinic. (2022). Diaphoresis.

  2. Calm Clinic. (2020). Anxiety and Cold Sweat.

  3. Banner Health. (2024). Cold and Clammy? 10 Causes of Cold Sweats and How to Treat Them.

  4. Drip Drop. (2021). Cold Sweats: Causes and How Dehydration Relates.

  5. World Health Organization. (2025). Cardiovascular Diseases.  

  6. Cleveland Clinic. (2025). Low Blood Pressure (Hypotension).

  7. Salt and Science. (2026). Cold Sweats: 10 Causes  and Treatment Options.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa yang dimaksud dengan keringat dingin?
Keringat dingin adalah kondisi ketika tubuh berkeringat berlebih meski tidak sedang berada di tempat panas atau melakukan aktivitas fisik. 
pa saja penyebab keringat dingin?
Keringat dingin dapat disebabkan oleh gula darah rendah, kecemasan, syok, menopause, efek obat-obatan, hingga penuaan. 
Kapan keringat dingin perlu diwaspadai?
Keringat dingin perlu diwaspadai jika berkaitan dengan gangguan jantung atau tekanan darah rendah berat yang membutuhkan penanganan medis. 
Apa saja gejala bahaya yang menyertai keringat dingin?
Gejala bahaya meliputi nyeri dada, sesak napas, mual, pusing hingga pingsan, muntah, kulit pucat, atau kebingungan. 
Apa yang harus dilakukan saat mengalami keringat dingin?
Perhatikan kemungkinan penyebabnya, cukup minum, kurangi stres, dan segera mencari pertolongan medis jika disertai gejala serius.