Pernahkah Anda melihat pembuluh darah menonjol berwarna keunguan atau biru gelap di area kaki, terutama betis, setelah duduk terlalu lama saat bekerja, berdiri seharian, atau mendapati kaki terasa berat di penghujung hari? Itulah yang dinamakan varises. Tapi, penyebab varises tidak selalu sesederhana aktivitas harian.
Apa Itu Varises?
Varises atau varikosis adalah gangguan medis yang terjadi karena pembuluh vena pada kaki atau anggota tubuh lain mengalami pembengkakan akibat menumpuknya darah di pembuluh tersebut.
Penumpukan darah ini disebabkan oleh rusaknya katup vena, yaitu pintu penutup satu arah di dalam pembuluh vena, yang mendorong darah berbalik arah kemudian menumpuk dan timbul di permukaan kulit dengan bentuk berliku-liku.
Berbeda dengan pembuluh darah arteri yang mempunyai dinding otot tebal, dinding pembuluh vena cenderung lebih tipis dan tidak banyak mengandung otot. Sehingga, pembuluh darah sangat rentan melebar atau membengkak apabila mengalami peningkatan tekanan secara terus menerus.
Karena itu, varises sering muncul di kaki atau betis dan sangat terlihat ketika seseorang berdiri. Pembuluh vena yang bertugas mengembalikan darah ke jantung ini melawan tekanan gravitasi untuk naik menuju jantung kemudian membesar secara tidak normal.
Adapun jenis varises yang sering dijumpai adalah:
Telangiektasis (varises kapiler), adalah jenis varises paling ringan yang ditandai dengan munculnya warna merah atau kebiruan pada pembuluh darah berbentuk garis tipis menyerupai benang.
Retikular (varises sedang), yang sering disebut varises berkelok-kelok dan biasanya ada di bagian belakang lutut atau sepanjang tungkai berwarna kebiruan dengan bentuk menyerupai tali.
True varicose veins (varises sejati), adalah jenis varises berukuran besar dengan bentuk mirip tali atau cacing yang jika disentuh terasa lunak seperti spons. Varises ini lebih menonjol dan terlihat jelas di permukaan kulit.
Varises bisa dialami oleh siapa saja, terutama orang dewasa. Di Indonesia saja, angka kejadian varises pada wanita mencapai 30%, sementara laki-laki 20%. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderitanya adalah perempuan karena dipengaruhi oleh faktor hormonal yang kompleks ketimbang laki-laki.
Penyebab Varises
Varises merupakan gangguan pembuluh balik yang tidak terjadi begitu saja. Ada faktor penyebab varises yang membuat pembuluh membengkak kemudian menonjol ke permukaan kulit. Berikut ini penjelasannya.
1. Kerusakan Katup Vena
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa penyebab varises paling utama adalah kerusakan katup (saphena besar dan saphena kecil) dalam pembuluh vena yang memicu aliran balik darah kemudian menumpuk dan membentuk benjolan di permukaan kulit.
2. Perubahan Hormon
Perubahan hormon menjadi salah satu pemicu munculnya varises laba-laba, terutama pada perempuan akibat kehamilan, penggunaan kontrasepsi, sampai menopause. Hormon estrogen dan progesteron secara alami membuat dinding otot pembuluh vena mengalami relaksasi sehingga dapat kendur atau mudah melebar.
Melebarnya pembuluh vena menyebabkan katup satu arah tersebut saling menjauh dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, darah berkumpul di pembuluh vena dan membentuk tonjolan tepat di permukaan kulit.
3. Genetik
Selain itu, faktor genetik berperan besar terhadap munculnya varises. Bahkan, dalam jurnal American Heart Association menunjukkan bahwa penyakit ini memengaruhi 33% warga Amerika Serikat dan diturunkan dalam keluarga.
Hal ini mungkin terjadi karena kelemahan dinding vena bersifat dapat diwariskan. Kelemahan ini yang nantinya membuat kerja katup kurang efektif dan mengganggu aliran darah. Selain itu, ada faktor hormon sekaligus usia dan jenis kelamin yang meskipun secara tidak langsung berkaitan dengan faktor genetik.
4. Gaya Hidup
Gaya hidup juga termasuk penyebab varises, seperti kebiasaan duduk atau berdiam diri terlalu lama diiringi pola makan yang tidak sehat. Selain itu, terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi (lebih dari 5 cm) membuat kaki menahan beban secara tidak merata dan membuat pembuluh vena kehilangan kelenturannya kemudian meregang menjadi lebih lebar.
Gejala Varises
Gejala varises ringan sering kali tidak terasa, kecuali Anda memperhatikan adanya perubahan pada permukaan kulit. Ada beberapa keluhan yang muncul setelahnya apabila kondisi semakin serius, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pembuluh Darah Menonjol
Pembuluh darah vena menonjol berwarna kebiruan atau keunguan adalah ciri khas varises yang dapat mengganggu kesehatan dan penampilan. Umumnya, gejala ini tidak menimbulkan rasa sakit, apalagi hanya tanda ringan seperti muncul garis tipis. Akan tetapi, tonjolan yang lebih besar bisa memengaruhi kesehatan sekaligus penampilan.
2. Kaki Pegal dan Bengkak
Gejala berikutnya adalah kaki mudah lelah dan membengkak. Pasalnya, penyebab kaki bengkak adalah gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan penumpukan cairan akibat pembuluh vena tidak lagi berfungsi dengan baik. Umumnya terjadi di betis, telapak kaki, sampai pergelangan kaki yang lama kelamaan muncul rasa pegal.
3. Gatal di Sekitar Varises
Sebagian pemilik varises juga merasakan gatal di area varises karena muncul peradangan akibat renggangnya pembuluh vena yang memicu kebocoran cairan pada jaringan dan kulit di sekitarnya. Kondisi ini memunculkan reaksi peradangan yang kemudian direspons oleh tubuh dengan melepaskan histamin, zat pemicu rasa gatal.
4. Perubahan Warna Kulit
Penderita varises biasanya mengalami perubahan kulit, terutama pada stadium lanjut yang disebabkan oleh disfungsi katup vena, sehingga menyebabkan darah menumpuk kemudian mengubah warna kulit.
Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah genetik, kehamilan, obesitas, sampai kebiasaan berdiri terlalu lama yang membuat tekanan darah pada vena meningkat kemudian muncul pembengkakan lalu berubah menjadi peradangan. Peradangan ini yang akhirnya mengubah warna kulit di sekitar area tersebut.
5. Sensasi Berat, Panas, dan Kesemutan
Selain itu, penderita varises sering mengalami kondisi yang tidak nyaman, seperti pegal, nyeri ringan, sampai rasa terbakar yang cukup parah. Gejala ini biasanya muncul saat berdiri, terutama ketika tubuh sudah lama tidak bergerak. Beberapa dari mereka mengeluh kesemutan, kram, dan mati rasa di sekitar area varises.
Faktor Risiko Varises
Penyebab varises paling utama karena kegagalan katup vena sehingga menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini justru lebih berisiko pada orang-orang dengan ciri berikut ini.
1. Berdiri Terlalu Lama
Kebiasaan berdiri terlalu lama sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan varises. Namun, kondisi ini bisa meningkatkan risiko karena berdiri dalam waktu lama dapat memberi tekanan berlebih pada vena sehingga darah tidak bisa mengalir dengan baik.
2. Hamil
Hamil menjadi salah satu kondisi penyebab varises karena terjadi perubahan hormon signifikan yang mampu mengurangi kekuatan pembuluh vena. Varises bisa dialami oleh perempuan yang pertama kali hamil, bahkan risikonya lebih besar apabila kehamilan terjadi berulang kali.
3. Faktor Genetik
Selain itu, orang dengan riwayat varises pada keluarga juga berisiko besar mengalami keluhan yang sama. Ini karena kelemahan dinding dan katup vena bisa diwariskan sehingga memengaruhi kualitas aliran darah yang menyebabkan pembengkakan di permukaan kulit.
4. Obesitas
Bukan rahasia lagi bahwa obesitas bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan, salah satunya varises. Kelebihan berat badan akan memberi tekanan tambahan pada pembuluh vena di kaki sehingga aliran darah tidak bekerja optimal dan terjadi pembengkakan.
5. Riwayat Pembekuan Darah
Orang dengan riwayat pembekuan darah juga rentan terkena varises yang menyerang vena bagian dalam karena adanya kerusakan permanen pada katup dan dinding pembuluhnya.
Kenali Kondisi Metabolisme untuk Jaga Kesehatan Pembuluh Darah
Meskipun penyebab varises paling utama adalah faktor genetik, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan tindakan pencegahan untuk memantau kesehatan pembuluh darah. Bumame hadir melalui layanan Paket MCU Metabolisme Tubuh yang membantu Anda mengevaluasi kesehatan metabolik secara komprehensif, khususnya hati, pankreas, dan ginjal.
Layanan ini juga akan memberi gambaran detail tentang kemampuan tubuh dalam memproses dan menggunakan nutrisi secara efisien. Sehingga, sangat cocok untuk Anda dengan kondisi berisiko obesitas, kolesterol, gula darah, sampai mempunyai riwayat gangguan kesehatan dari keluarga.
Di samping itu, Bumame memiliki layanan premium lain yang bisa memberikan gambaran darah tepi dengan menilai beberapa komponen, bentuk, produksi, sampai karakteristik sel darah. Layanan ini sangat cocok untuk Anda yang sering memar atau mengalami pendarahan tidak biasa. Atau, Paket Tes Anemia dan Kelainan Darah dengan memeriksa kadar hemoglobin lengkap.
Cara Mencegah Varises Memburuk
Selain melakukan pemeriksaan kondisi tubuh, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah varises memburuk, seperti:
Olahraga secara teratur, salah satunya berjalan kaki setiap hari, untuk meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat otot;
Menjaga asupan nutrisi dan berat badan karena obesitas rentan terkena varises;
Hindari duduk atau berdiri terlalu lama supaya aliran darah tetap lancar;
Sebaiknya tidak memakai pakaian ketat dan sepatu berhak tinggi karena mampu memperberat kerja tumit yang menyebabkan aliran darah terhambat;
Untuk pasangan suami-istri, ada baiknya meminimalkan penggunaan kontrasepsi hormonal karena bisa memicu varises; serta
Gunakan stoking anti varises untuk mengurangi risiko penumpukan darah pada vena.
Kapan Harus ke Dokter?
Varises ringan umumnya tidak berbahaya. Namun, apabila Anda mulai merasakan gejala yang tidak biasa secara menerus sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan kondisi varises ke dokter.
Terlebih jika terjadi pendarahan dan bengkak pada kaki atau anggota tubuh lain semakin besar. Maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan pemeriksaan demi mencegah komplikasi lebih serius.
Jaga Aliran Darah dengan Tepat
Penyebab varises bisa bermacam-macam dan paling rentan dialami oleh orang yang mempunyai riwayat penyakit serupa sebelumnya. Oleh karena itu, tindakan preventif sangat penting dilakukan untuk mencegah kondisi lebih parah seperti komplikasi pada pembuluh darah. Yuk, sayangi pembuluh vena mulai sekarang!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Universitas Gadjah Mada Rumah Sakit Akademik. (2024). Mengenal Varises: Penyebab, Gejala, dan Langkah Pengobatan.
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng. (2019). Ini 5 Kebiasaan yang Bisa Bantu Mencegah Munculnya Varises.
AHAIASA Journals. (2014). Varicose Veins.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Varises? Jangan Anggap Sepele.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Varises Tungkai Bawah.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Varises Tungkai Bawah.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Penangan Terbaik untuk Varises.
Dr. Ilker Kiris. (.n.d). What are the Types of Varicose Veins?
Chicago Vein Institute. (.n.d). Varises dan Perubahan Warna Kulit.
Kimmel Institute. (2019). Get Relief for Itchy Varicose Veins.
Fakultas Kedokteran Unair. (.n.d). Kehamilan Terus Menerus Bisa Sebabkan Varises.
Center for Vein Restoration. (2025). Are Varicose Veins Genetic?.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apa itu varises?
Apa saja penyebab varises?
Apa saja gejala varises?
Gejala varises dapat berupa pembuluh darah yang menonjol, kaki pegal dan bengkak, gatal di sekitar varises, perubahan warna kulit, serta sensasi berat, panas, kesemutan, kram, atau mati rasa. Keluhan dapat semakin terasa ketika seseorang berdiri dalam waktu lama.
Siapa yang lebih berisiko mengalami varises?
Risiko varises lebih tinggi pada orang yang sering berdiri terlalu lama, sedang hamil, memiliki riwayat varises dalam keluarga, mengalami obesitas, atau mempunyai riwayat pembekuan darah. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi tekanan, dinding, atau fungsi katup vena.
.jpg&w=3840&q=75)