Istilah pneumonia bilateral sering pertama kali terbaca di lembar hasil rontgen dada. Pasiennya bisa orang tua yang beberapa hari batuk dan demam, lalu tampak lebih lemas.
Bilateral berarti peradangan terlihat di paru kanan dan kiri. Kata ini menjelaskan lokasi, sedangkan beratnya dinilai dokter dari tanda lain. Bila muncul sesak napas berat, sulit bicara karena sesak, nyeri dada, atau bingung mendadak, segera ke IGD.
Artikel ini membahas penyebab, gejala, cara dokter menilai beratnya, pengobatan, dan lama pemulihan.
Apa Itu Pneumonia Bilateral?
Pneumonia adalah infeksi yang membuat kantong udara kecil di paru (alveoli) meradang dan terisi cairan atau nanah. Menurut NHLBI, infeksi ini bisa mengenai satu atau kedua paru. Bila kedua sisi terkena, kondisinya disebut pneumonia bilateral.
Pada foto dada, bagian yang meradang tampak sebagai bayangan atau infiltrat. Kata bilateral tidak menyebut kuman penyebabnya, jadi penyebab dan gejala pneumonia pada umumnya berlaku juga untuk bentuk ini. NHLBI menyebut berat ringannya pneumonia bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan kuman penyebab.
Penyebab dan Cara Penularannya
Kuman umumnya masuk lewat udara yang dihirup, dan kebanyakan orang tertular dari orang di sekitarnya. Penyebabnya antara lain:
Bakteri. Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus sering menjadi penyebab pada orang dewasa. Mycoplasma pneumoniae juga sering ditemukan, umumnya dengan gejala lebih ringan.
Virus. Virus flu dan virus pilek (rhinovirus) sering menjadi penyebab pada orang dewasa, sedangkan RSV sering pada anak kecil. Virus penyebab COVID-19 juga bisa memicu pneumonia.
Jamur. Jamur seperti Pneumocystis jirovecii umumnya menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah. Kemenkes menyebut penyebab ini kurang umum.
Aspirasi. Makanan, minuman, muntahan, atau air liur terhirup masuk ke paru. Risikonya naik pada orang dengan gangguan menelan, cedera otak, atau konsumsi alkohol berlebihan.
Siapa yang Lebih Berisiko?
Siapa pun bisa terkena, tetapi kelompok berikut lebih rentan mengalami infeksi berat:
Lansia dan anak kecil. Kemenkes mencatat risiko meningkat mulai usia 65 tahun dan terus naik seiring usia. Daya tahan tubuh anak kecil masih berkembang, jadi orang tua perlu mengenali gejala pneumonia pada anak.
Penyakit kronis. Penyakit jantung, hati, dan paru yang menahun, termasuk asma dan PPOK, meningkatkan risiko. Begitu pula diabetes.
Daya tahan tubuh lemah. Contohnya orang dengan HIV, penerima transplantasi organ, pasien kemoterapi, atau pengguna steroid jangka panjang. Kemenkes menggolongkan kelompok ini berisiko tinggi.
Rokok, alkohol, dan lingkungan. Merokok merusak pertahanan alami paru, sedangkan alkohol berlebihan melemahkan daya tahan tubuh. Polusi udara dan hunian yang padat juga menambah risiko.
Gejala Pneumonia Bilateral yang Sering Muncul
Menurut Mayo Clinic, gejala ringan sering mirip flu, tetapi berlangsung lebih lama.
1. Batuk Berdahak
Dahak bisa kental, berwarna kuning kehijauan, atau bercampur darah. Batuk yang menetap, terutama dengan dahak bernanah, perlu diperiksakan.
2. Demam dan Menggigil
Demam sering disertai keringat dan menggigil. Pada lansia dan orang dengan daya tahan tubuh lemah, suhu tubuh justru bisa lebih rendah dari normal.
3. Sesak Napas
NHLBI menyebut pneumonia bisa menghambat oksigen masuk ke darah, dan kadarnya diukur dengan pulse oximeter di jari. Sesak napas yang memburuk perlu segera dinilai dokter.
4. Nyeri Dada Saat Bernapas atau Batuk
Nyeri dada bisa muncul saat menarik napas dalam atau batuk. Keluhan ini tetap perlu diperiksa karena nyeri dada juga bisa berasal dari jantung.
5. Lemas atau Bingung pada Lansia
Mayo Clinic mencatat orang berusia 65 tahun ke atas bisa mengalami kebingungan atau perubahan kesadaran. Rasa lelah, mual, muntah, atau diare juga bisa muncul.
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Menurut NHLBI, komplikasi lebih sering terjadi pada anak, lansia, dan orang dengan penyakit serius, terutama bila tidak diobati:
Gagal napas. Gagal napas dan ARDS (acute respiratory distress syndrome) sering terjadi pada pneumonia berat. Sebagian pasien perlu alat bantu napas (ventilator).
Infeksi menyebar ke darah. Bakteri dari paru bisa masuk ke aliran darah dan memicu sepsis. Kondisi ini bisa merusak ginjal, hati, dan jantung.
Cairan atau nanah di paru. Cairan bisa menumpuk di antara selaput paru dan dinding dada (efusi pleura), dan nanah bisa terkumpul di rongga paru (abses paru). Keduanya kadang perlu dikeluarkan lewat jarum, selang, atau operasi.
Seberapa Berat Pneumonia Bilateral? Begini Dokter Menilainya
Untuk memutuskan perawatan di rumah atau di rumah sakit, pedoman NICE dari Inggris memakai skor CURB65. Setiap tanda berikut bernilai satu poin.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Menurut NICE, skor 0 sampai 1 umumnya dipertimbangkan untuk perawatan di rumah, skor 2 atau lebih untuk rumah sakit, dan skor 3 atau lebih untuk penilaian perawatan intensif. Pasien dengan skor rendah tetapi kadar oksigen sangat rendah tetap dianggap sakit berat.
Di sinilah kata bilateral ikut diperhitungkan. Peradangan di kedua sisi berarti lebih dari satu bagian paru (lobus) terkena. StatPearls memasukkan kondisi multilobar ini ke dalam tanda perburukan dini, bersama napas cepat, oksigen darah rendah, dan tekanan darah rendah. Perawatan intensif dipertimbangkan bila ada tiga tanda atau lebih, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Segera ke IGD bila muncul sesak napas berat, sulit bicara karena sesak, nyeri dada, atau bingung mendadak.
Mayo Clinic menganjurkan ke dokter bila demam 39°C atau lebih tidak turun, batuk menetap dengan dahak bernanah, sesak, atau nyeri dada. Lansia, anak kecil, dan orang dengan penyakit kronis sebaiknya diperiksa lebih awal, karena pada sebagian dari mereka kondisinya bisa memburuk dengan cepat.
Cara Dokter Memastikan Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat penyakit, lalu mendengarkan suara paru dengan stetoskop. Pemeriksaan yang sering diminta antara lain:
Foto rontgen dada. Foto dada, salah satu jenis rontgen, sering dipakai untuk mendiagnosis pneumonia. Dari foto ini terlihat letak bayangan serta ada tidaknya cairan di sekitar paru.
Tes darah dan dahak. Tes darah lengkap menunjukkan apakah tubuh sedang melawan infeksi, sedangkan tes dahak dan kultur darah membantu menemukan kuman penyebab. StatPearls menambahkan pemeriksaan fungsi ginjal dan hati untuk menilai beratnya.
CT scan dada. Gambarnya lebih rinci daripada foto dada. Pemeriksaan ini memperlihatkan luas paru yang terkena dan komplikasi seperti abses paru.
StatPearls mencantumkan edema paru akibat gagal jantung sebagai salah satu kondisi yang perlu dibedakan dari pneumonia, jadi dokter mencocokkan hasil foto dengan gejala dan tes lain. Bila laporan juga menyebut bronkopneumonia, tanyakan perbedaan bronkopneumonia dan pneumonia kepada dokter.
Peran Foto Rontgen Dada dalam Memantau Kedua Paru
Foto dada memperlihatkan paru kanan dan kiri dalam satu gambar, sehingga dokter bisa menilai sebaran bayangan dan membandingkannya dengan foto berikutnya. Bila dokter memintanya, pemeriksaan ini tersedia di Bumame sebagai Rontgen - Thorax. Menurut halaman produknya, pemeriksaan ini membantu mendeteksi atau mengevaluasi pneumonia dan memantau respons terapi dengan membandingkan hasil sebelumnya, tanpa perlu puasa.
Hasilnya keluar dalam lebih dari 1x24 jam, jadi sesak berat tetap ditangani di IGD. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan Pneumonia Bilateral
Menurut NHLBI, obatnya disesuaikan dengan penyebab, berupa antibiotik, antivirus, atau antijamur. Pasien dengan pneumonia berat mungkin perlu dirawat untuk mendapat antibiotik lewat infus dan terapi oksigen. Langkah pendukungnya:
Habiskan obat sesuai resep. Menghentikan antibiotik terlalu cepat, meski badan sudah terasa lebih baik, bisa membuat infeksi kambuh. Kuman juga bisa menjadi kebal obat.
Istirahat dan latih napas. Tidur, minum, dan makan bergizi yang cukup membantu sistem imun bekerja. NHLBI juga menganjurkan duduk tegak, menarik napas dalam beberapa kali sehari, serta menghindari rokok dan alkohol.
Berapa Lama Pulih dari Pneumonia Bilateral?
Menurut NICE, gejala membaik bertahap setelah pengobatan dimulai, dan kecepatannya bergantung pada beratnya. Pada kebanyakan orang, demam reda dalam 1 minggu, nyeri dada dan dahak berkurang banyak dalam 4 minggu, dan batuk serta sesak berkurang banyak dalam 6 minggu. Dalam 3 bulan sebagian besar gejala hilang walau rasa lelah bisa tersisa, dan dalam 6 bulan kebanyakan orang merasa normal kembali.
Bila gejala tidak membaik, NHLBI menyebut dokter bisa meminta foto dada untuk mencari kondisi lain. Hubungi dokter bila kondisi memburuk atau pemulihan lebih lambat dari perkiraan.
Langkah Mencegah Pneumonia
Kemenkes menyebut imunisasi dan pola hidup sehat membantu menurunkan risiko pneumonia. Langkahnya antara lain:
Vaksinasi. Vaksin pneumokokus membantu menurunkan risiko sebagian jenis pneumonia, sedangkan vaksin flu membantu menurunkan risiko flu yang bisa diikuti pneumonia. Bicarakan jadwalnya dengan dokter, termasuk vaksin pneumonia untuk lansia dan anak.
Jaga kebersihan. Cuci tangan secara rutin dan tutup mulut serta hidung saat batuk atau bersin. Kebiasaan ini membantu mencegah kuman menyebar.
Jaga daya tahan tubuh. Tidur cukup, olahraga teratur, makan bergizi seimbang, dan berhenti merokok membantu tubuh melawan infeksi. Kontrol penyakit kronis secara rutin.
Kenali Tandanya Lebih Awal, Beri Paru Waktu untuk Pulih
Pneumonia bilateral bisa diobati, dan banyak orang pulih dengan pengobatan sesuai arahan dokter serta istirahat cukup. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan paru, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
National Heart, Lung, and Blood Institute. What Is Pneumonia?
Mayo Clinic. Pneumonia - Symptoms and Causes.
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Pneumonia.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Pneumonia - Causes and Risk Factors.
National Institute for Health and Care Excellence. Pneumonia in Adults, Diagnosis and Management (CG191). Recommendations.
Regunath H, Oba Y. Community-Acquired Pneumonia. StatPearls, NCBI Bookshelf.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Pneumonia - Diagnosis.
National Heart, Lung, and Blood Institute. Pneumonia - Recovery.
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apa arti pneumonia bilateral pada hasil rontgen dada?
Pneumonia bilateral berarti peradangan akibat infeksi terlihat di paru kanan dan kiri. Istilah ini menunjukkan lokasi peradangan, bukan tingkat keparahan. Dokter menilai beratnya kondisi berdasarkan gejala, kadar oksigen, dan hasil pemeriksaan lainnya.
Apa saja gejala pneumonia bilateral yang perlu diwaspadai?
Gejalanya meliputi batuk berdahak, demam, menggigil, sesak napas, dan nyeri dada saat bernapas atau batuk. Pada lansia, kondisi ini juga dapat menyebabkan lemas atau kebingungan mendadak.
Apakah pneumonia bilateral menular?
Pneumonia akibat bakteri atau virus dapat menular melalui kuman yang menyebar dari orang di sekitarnya. Menutup mulut saat batuk atau bersin dan mencuci tangan secara rutin membantu mengurangi risiko penularan.
Apakah pneumonia bilateral selalu membutuhkan rawat inap?
Tidak selalu. Dokter menentukan kebutuhan rawat inap berdasarkan kondisi pasien, termasuk usia, frekuensi napas, tekanan darah, kebingungan, dan kadar oksigen. Sesak napas berat, sulit bicara karena sesak, nyeri dada, atau kebingungan mendadak memerlukan penanganan segera di IGD.
Berapa lama pneumonia bilateral bisa sembuh?
Waktu pemulihan bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien. Umumnya, demam mereda dalam satu minggu, batuk dan sesak berkurang banyak dalam enam minggu, sedangkan sebagian besar orang kembali merasa normal dalam enam bulan.
