Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Polip Usus: Gejala, Penyebab, dan Penanganan
Kembali ke Artikel & Berita

Polip Usus: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

SBATips Kesehatan

Pernah mendengar polip usus? Polip sendiri merupakan pertumbuhan jaringan tidak normal yang umumnya bersifat jinak namun bisa membesar dan menjadi ganas. Polip juga bisa terjadi di dalam saluran usus dan kondisi ini akan berdampak cukup buruk jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa itu Polip Usus?

Polip usus adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang muncul pada lapisan dalam usus besar. Polip ini termasuk jenis tumor, yaitu sekumpulan atau massa sel abnormal yang tumbuh dari lapisan lendir di dalam organ berongga, seperti saluran pencernaan, hidung, atau organ reproduksi wanita.

Polip usus besar cukup umum terjadi dan sebagian besar tidak berbahaya. Namun, beberapa jenis polip, khususnya adenoma (polip yang berpotensi menjadi ganas), berpotensi berkembang menjadi kanker kolorektal jika tidak ditangani. Oleh karena itu, pengangkatan polip sejak ukurannya masih kecil dan belum ganas dapat membantu mencegah terjadinya kanker kolorektal. 

Jenis-Jenis Polip

Polip dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya serta potensinya untuk berkembang menjadi kanker. Berikut adalah beberapa jenis polip usus.

1. Berdasarkan Bentuknya

Jika berdasarkan bentuknya, polip ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Polip pedunculata, memiliki tangkai dan bentuknya menyerupai jamur serta sangat mudah terdeteksi saat kolonoskopi (pemeriksaan untuk melihat kondisi bagian dalam usus besar menggunakan selang fleksibel dengan kamera kecil di ujungnya).

  • Polip sesil, bentuknya datar atau sedikit menonjol dan kadang lebih sulit terlihat saat kolonoskopi.

2. Berdasarkan Potensi Menjadi Kanker

Polip jenis ini diklasifikasi menjadi dia, yaitu polip neoplastik (berisiko tinggi berubah menjadi kanker) dan polip non-neoplastik (tumor jinak dan tidak memiliki risiko berubah menjadi kanker).

Polip neoplastik terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut.

  • Adenoma, merupakan jenis polip neoplastik paling umum. Beberapa jenis polip ini termasuk adenoma tubular dengan risiko kanker rendah, adenoma tubulovillous dengan risiko kanker sedang, dan adenoma vilosa dengan risiko kanker tinggi.

  • Polip serrata sesil, biasa dianggap sebagai lesi prakanker atau jaringan abnormal yang tumbuh sebelum ada sel kanker.

  • Traditional adenoma serrata, biasanya juga terdeteksi sebagai lesi prakanker.

Polip non-neoplastik terdiri dari:

  • Polip hiperplastik, yaitu polip yang sangat umum terjadi dan memiliki risiko sangat rendah untuk berubah menjadi kanker.

  • Polip juvenil, sering ditemukan pada anak-anak dan sebagian besar bersifat jinak. Namun, jika polip juvenil muncul terlalu banyak atau merupakan bagian dari sindrom poliposis juvenil, maka perlu melakukan pemeriksaan rutin dan mendapat tindakan medis segera.

Gejala Polip Usus yang Wajib Diwaspadai

Sebagian besar penderita polip usus umumnya tidak mengalami gejala serius yang bisa mengganggu produktivitas. Namun, berikut adalah beberapa gejala yang bisa menjadi pertanda seseorang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

  • Perubahan kebiasaan buang air besar, contohnya seperti sembelit atau diare. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari seminggu maka bisa menjadi tanda adanya masalah dalam sistem pencernaan;

  • Perubahan warna feses, biasanya feses yang bercampur dengan darah akan membuat feses menjadi tampak hitam;

  • Kadar lendir dalam feses meningkat;

  • Anemia defisiensi zat besi karena terjadi pendarahan kronis akibat polip;

  • Nyeri perut akibat adanya penyumbatan sebagian usus karena polip yang berukuran terlalu besar;

  • Perdarahan dari rektum yang bisa menjadi tanda adanya polip atau masalah pencernaan lain seperti wasir.

Penyebab Polip Usus

Tidak ada yang mengetahui penyebab pasti dari kondisi ini. Sebagian besar polip bersifat sporadis, yaitu muncul secara acak. Namun, ada kondisi yang bernama sindrom herediter, yaitu saat seseorang mewarisi kecenderungan untuk mengalami polip usus besar dari anggota keluarganya.

Pada dasarnya, polip terbentuk ketika proses pertumbuhan dan perbaikan sel di usus besar tidak berjalan sebagaimana mestinya. Alih-alih mengganti sel yang lama secara teratur, tubuh justru menghasilkan sel berlebih. Sel-sel ini kemudian menumpuk dan membentuk polip pada lapisan usus yang halus.

Faktor Risiko Polip Usus

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya polip usus.

  • Usia, kebanyakan penderita umumnya berusia 45 tahun keatas;

  • Memiliki penyakit radang usus, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn, yaitu kondisi peradangan kronis yang berada di salah satu saluran cerna;

  • Riwayat keluarga, memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi polip tingkat lanjut;

  • Riwayat polip kolorektal;

  • Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan;

  • Diabetes, dapat meningkatkan risiko polip usus untuk semua usia;

  • Obesitas, kurang olahraga, dan pola makan kurang sehat.

Diagnosis untuk Mengetahui Polip Usus

Berikut adalah beberapa tindakan untuk membantu dokter dalam melakukan diagnosis.

  • Pemeriksaan rektal digital (DRE) dengan memasukkan jari ke dalam rektum untuk memeriksa apakah ada benjolan yang tidak biasa. Pemeriksaan ini hanya mendeteksi polip di bagian rektum;

  • Tes feses, untuk mencari jejak darah atau DNA yang bisa menjadi tanda utama adanya polip;

  • Sigmoidoskopi, yaitu prosedur pemeriksaan dengan memasukkan selang tipis berlampu yang dilengkapi kamera video melalui rektum untuk mendeteksi ada atau tidaknya polip dalam usus. Alat ini bisa mengangkat polip tetapi hanya jika polip tersebut berukuran sangat kecil;

  • Kolonoskopi, alat yang sama dengan sigmoidoskopi tetapi lebih panjang sehingga bisa menjangkau keseluruhan usus. Kolonoskopi ini juga merupakan satu-satunya alat yang bisa memeriksa seluruh bagian dari usus untuk melihat apakah ada pertumbuhan jaringan kanker;

  • Enema barium, prosedur ini akan memasukkan carian berwarna putih melalui rektum kemudian dilakukan rontgen pada usus;

  • Kolonoskopi virtual, prosedur ini sama dengan enema barium namun menggunakan CT scan untuk gambar yang jauh lebih detail.

Deteksi Dini melalui Pemeriksaan Menyeluruh 

Medical check up sangatlah penting untuk mendeteksi adanya masalah dalam tubuh, termasuk gangguan pencernaan, sehingga bisa langsung mendapatkan penanganan sebelum menjadi lebih parah. 

Bagi yang ingin memantau kondisi tubuh secara menyeluruh, Bumame menyediakan paket MCU Plus yang mencakup pemeriksaan darah lengkap, profil lipid, gula darah puasa, asam urat, fungsi hati, dan urine lengkap.

​Pemeriksaan rutin ini sangat dianjurkan, terutama bagi yang mulai merasakan keluhan pencernaan yang mengarah pada risiko polip usus.

Jadwalkan medical check-up atau konsultasi dengan dokter melalui WhatsApp Bumame jika Anda mengalami keluhan kesehatan.

Penanganan dan Pengobatan Polip Usus

Berikut adalah beberapa penanganan polip agar tidak berkembang menjadi sel kanker.

1. Polipektomi

Prosedur ini merupakan pengangkatan polip pada saat proses kolonoskopi. Polip yang bisa diangkat dalam prosedur ini adalah polip yang berukuran kecil hingga sedang. 

Pengangkatan ini menggunakan kawat berbentuk lingkaran atau snare. Terkadang alat ini akan mengalirkan arus listrik untuk proses pengangkatan dan mencegah terjadi pendarahan. Pengangkatan ini sangat penting untuk menghindari polip berkembang menjadi sel kanker.

2. Operasi Minimal Invasive

Polip yang terlalu besar atau tidak bisa diangkat dengan aman saat kolonoskopi biasanya diangkat melalui operasi. Prosedur ini berlangsung dengan cara memasukkan alat bernama laparoskopi ke dalam perut untuk mengangkat bagian usus yang memiliki polip atau kanker.

3. Proktokolektomi Total

Proktokolektomi total adalah prosedur operasi untuk mengangkat usus besar dan rektum. Tindakan ini umumnya dipertimbangkan pada pasien dengan sindrom keturunan yang langka, seperti FAP (Familial Adenomatous Polyposis) atau pertumbuhan banyak polip di usus besar sejak usia muda. Operasi ini dapat membantu menurunkan risiko terjadinya kanker kolorektal.

Cara Pencegahan Polip Usus

Mutasi genetik yang menyebabkan polip usus besar tidak dapat dicegah. Namun, ada beberapa hal yang bisa menurunkan risikonya.

  • Tingkatkan konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian;

  • Hindari atau kurangi makan daging olahan, daging mentah, dan makanan tinggi lemak seperti gorengan;

  • Lakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari;

  • Kontrol berat badan;

  • Konsumsi multivitamin atau suplemen vitamin D;

  • Jangan merokok;

  • Hindari konsumsi alkohol;

  • Lakukan screening rutin untuk usus besar;

  • Lakukan tes gen untuk menunjukan kemungkinan risiko terkena polip usus;

  • Kelola stres dan prioritaskan kesehatan mental.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter dan pergi ke klinik atau rumah sakit terdekat ketika muncul beberapa gejala berikut.

  • Mengalami pendarahan dari rektum dan feses berwarna hitam;

  • Mengalami sembelit atau diare lebih dari seminggu;

  • Anemia yang berkepanjangan;

  • Nyeri perut yang tak tertahan.

Selain itu, sangat penting untuk menjalani pemeriksaan usus besar secara rutin mulai usia 45 tahun. Bagi orang dengan riwayat keluarga yang mengalami kanker usus besar di usia muda, FAP, atau sindrom Gardner (salah satu bentuk FAP), pemeriksaan sebaiknya dilakukan sedini mungkin.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Cleveland Clinic — Colon Polyps

  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases — Colon Polyps

  3. Mayo Clinic — Colon Polyps

  4. Harvard Health Publishing — Colon Polyps

  5. Advanced Cancer Treatment Centers — Steps to A Healthy Colon: Preventing Polyps

  6. Colon Cancer Coalition — All About Polyps

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apakah polip usus berbahaya?

Sebagian besar polip usus bersifat jinak. Namun, beberapa jenis, terutama adenoma, dapat berkembang menjadi kanker kolorektal jika tidak ditangani.

Apakah polip usus bisa hilang sendiri?

Polip usus umumnya tidak hilang dengan sendirinya dan dapat memerlukan pengangkatan oleh dokter, biasanya melalui prosedur polipektomi saat kolonoskopi.

Bagaimana cara mengatasi polip usus?

Penanganan polip usus dapat berupa polipektomi melalui kolonoskopi, operasi minimal invasif untuk polip yang sulit diangkat, atau operasi lebih luas pada kondisi tertentu.

Makanan apa yang sebaiknya dibatasi jika memiliki polip usus?

Artikel menyarankan membatasi daging olahan, daging mentah, dan makanan tinggi lemak. Pilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan saran dokter atau ahli gizi.

Apa saja gejala polip usus yang perlu diwaspadai?

Gejalanya dapat berupa perubahan kebiasaan buang air besar, tinja berwarna hitam atau berdarah, lendir pada feses, anemia, nyeri perut, dan perdarahan dari rektum. Sebagian polip tidak menimbulkan gejala.