Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sel epitel
Kembali ke Artikel & Berita

Sel Epitel dalam Urine: Nilai Normal dan Penyebab Kadarnya Tinggi

SBAOthers

Hasil pemeriksaan urine seringkali memuat berbagai istilah yang mungkin terdengar asing, salah satunya adalah sel epitel. Munculnya istilah ini bisa menimbulkan pertanyaan besar bagi sebagian orang, terutama jika jumlahnya dinyatakan tinggi. Lalu, apa sebenarnya sel ini dan kenapa jumlahnya bisa tinggi?

Artikel ini akan membahas berbagai hal tentang sel epitel urine mulai dari pengertian, nilai normalnya, penyebab jumlahnya meningkat, gejala yang mungkin menyertai, hingga kapan pengecekan urine perlu dilakukan sehingga Anda bisa menjaga kesehatan tubuh lebih baik. 

Apa Itu Sel Epitel dalam Urine?

Sel epitel merupakan sel yang melapisi bagian permukaan organ tubuh seperti kulit, saluran kemih, dan organ dalam tubuh lainnya. Namun, sel ini juga bisa ditemukan di dalam urine karena sebagiannya secara alami terlepas dari lapisan saluran kemih dan keluar bersama urine.

Dalam jumlah yang sedikit, keberadaan sel ini dalam urine termasuk normal. Namun jika jumlahnya sudah banyak, maka bisa jadi tanda ada masalah kesehatan tertentu seperti infeksi saluran kemih hingga gangguan fungsi ginjal.

Di dalam urine sendiri, sel ini bisa dibedakan menjadi tiga jenis yaitu: 

  • Sel skuamosa, biasanya berasal dari bagian luar uretra atau area genital.

  • Sel transisional, berasal dari bagian saluran kemih seperti area kandung kemih dan ureter.

  • Sel tubulus ginjal, sesuai dengan namanya berasal dari tubulus ginjal.

Nilai Normal Sel Epitel pada Hasil Tes Urine

Sejumlah kecil sel ini dalam urine termasuk normal, tapi jika jumlahnya berlebihan bisa berarti ada infeksi atau masalah kesehatan tertentu. Sebagai gambaran, berikut kisaran jumlah sel epitel dalam urine lengkap dengan artinya.

  • 0–5 sel/HPF: Umumnya normal.

  • 6–10 sel/HPF: Ada peningkatan jumlah sel epitel yang bisa terjadi karena ada kontaminasi sampel atau iritasi pada saluran kemih.

  • >10 sel/HPF: Abnormal atau terlalu tinggi, sehingga perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Penyebab Sel Epitel Tinggi dalam Urine

Mengukur sel ini bisa menjadi salah satu cara mendeteksi ginjal yang bermasalah. Tapi, apa sebenarnya penyebab sel epitel tinggi dalam urine? Berikut ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan jumlah sel ini saat pemeriksaan urine.

  • Kontaminasi sampel urine, dari epitel kulit atau area genital, terutama jika pengambilan sampel kurang tepat.

  • Ada infeksi bakteri pada saluran kemih, yang dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan pelepasan sel epitel ke dalam urine. 

  • Iritasi saluran kemih akibat dari luka atau cedera, misalnya karena menggunakan kateter urine dalam jangka waktu panjang atau tindakan medis tertentu. Ini karena saat iritasi, sel epitel lebih mudah untuk lepas dan masuk ke urine.

  • Tumor atau kanker saluran kemih, karena pertumbuhan sel-sel kanker yang tidak normal dan tak terkendali pada jaringan pelapis saluran kemih bisa membuat sel-sel tersebut mudah lepas atau meluruh yang kemudian bisa masuk ke dalam aliran urine.

  • Menopause, karena pada fase ini terjadi penurunan kadar estrogen yang bisa menimbulkan perubahan di jaringan saluran kemih dan area genital. Perubahan tersebut dapat meningkatkan jumlah sel epitel yang ditemukan dalam urine.

  • Gangguan atau cedera pada ginjal, karena ginjal sendiri berperan dalam menyaring darah dan membentuk urine. Jadi, jika terjadi kerusakan, cedera, atau iritasi pada jaringan ini, sel epitel yang melapisi bagian dalamnya bisa lebih mudah lepas dan pada akhirnya ikut masuk ke dalam urine sehingga jumlahnya pun meningkat.

Gejala yang Menyertai Kondisi Sel Epitel Tinggi

Jumlah sel ini yang tinggi dalam urine tidak selalu memunculkan gejala terutama jika tidak ada kondisi yang mendasarinya. Umumnya, banyak orang baru mengetahuinya setelah melakukan pemeriksaan urine. Tapi, jika tingginya sel ini dalam urine terjadi karena infeksi atau gangguan di saluran kemih dan ginjal, gejala yang menyertainya bisa berupa:

  • Nyeri hingga ada rasa terbakar saat buang air kecil, terutama jika berkaitan dengan ada infeksi atau radang di saluran kemih.

  • Lebih sering buang air kecil walaupun urine yang keluar hanya sedikit.

  • Urine menjadi keruh dan berbau kuat, akibat dari adanya gangguan di saluran kemih.

  • Ada darah di urine, yang bisa jadi tanda adanya iritasi, radang, infeksi, atau gangguan pada saluran kemih maupun ginjal.

  • Nyeri di perut bagian bawah hingga punggung.

  • Demam dan menggigil, terutama jika ada infeksi yang sudah melibatkan ginjal.

  • Mudah lelah, terutama jika ada kondisi yang berefek ke fungsi ginjal.

Diagnosis Melalui Tes Urine Lengkap

Untuk mendiagnosis sel epitel bisa dilakukan melalui tes urine lengkap atau urinalisis. Secara umum, pengecekan urine ini meliputi:

  • Pengecekan makroskopik, yang dilakukan dengan melihat tampilan dari urine secara langsung termasuk warna, kejernihan, hingga berat jenisnya. Perubahan tampilan pada urine bisa menunjukkan adanya kelainan atau masalah kesehatan tertentu.

  • Pengecekan kimia, yang biasanya dilakukan dengan menggunakan dipstick untuk mendeteksi berbagai zat yang terkandung di dalam urine, seperti protein, glukosa, keton, darah, bilirubin, urobilinogen, nitrit, hingga leukosit.

  • Pemeriksaan mikroskopik, yang dilakukan dengan mengecek sedimen urine menggunakan mikroskop untuk melihat dan menilai berbagai komponen di dalamnya, seperti sel epitel, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), bakteri, kristal, dan partikel lainnya, termasuk menghitung jumlahnya.

Jika hasil pengukuran menunjukkan kadar sel epitel tinggi, dokter akan mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan untuk tahu penyebabnya dan meningkatkan keakuratan diagnosis.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Konsultasi ke dokter sebaiknya dilakukan segera jika hasil dari tes urine menunjukkan sel epitelnya tinggi. Selain itu, periksa ke dokter juga perlu jika Anda mempunyai faktor risiko penyakit ginjal atau gangguan tertentu seperti tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi.

Apalagi jika sudah mengalami gejala kadar epitel tinggi seperti keluhan saluran kemih disertai demam tinggi, menggigil, nyeri hebat di pinggang atau sisi tubuh, mual, hingga muntah. Maka periksa dan konsultasi ke dokter sebaiknya tidak Anda lewatkan agar bisa langsung tahu penyebab dari gejala dan mendapatkan penanganan yang tepat jika ada masalah.

Cara Menjaga Kesehatan Saluran Kemih

Untuk menjaga kesehatan saluran kemih, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebiasaan sehari-hari yang bisa mendukung fungsi saluran kemih. Berikut ini beberapa cara menjaga saluran kemih yang bisa diterapkan.

  • Minum air putih yang cukup karena bisa membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung proses pembentukan serta pengeluaran urine dari dalam tubuh.

  • Hindari menahan buang air kecil karena ini bisa meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan infeksi saluran kemih. Jika sudah muncul dorongan untuk buang air kecil, sebaiknya Anda langsung ke toilet dan usahakan untuk mengosongkan kandung kemih hingga tuntas.

  • Bersihkan area genital dengan cara yang tepat yaitu membersihkannya dengan air bersih dan kemudian mengeringkannya dengan lembut.  Selain itu, bagi perempuan, usahakan membilas area genital dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar untuk mengurangi perpindahan bakteri dari anus ke saluran kemih.

  • Usahakan buang air kecil setelah berhubungan seksual, karena ini bisa membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke saluran kemih selama aktivitas seksual.

  • Batasi minum kopi, teh berkafein, minuman bersoda, hingga alkohol jika memang terbukti memicu keluhan seperti sering atau terus-menerus merasa ingin buang air kecil.

  • Cegah sembelit dengan memperbanyak makanan berserat karena sembelit bisa meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan bisa mengganggu fungsinya.

  • Jaga berat badan tetap ideal dan tetap aktif, karena ini bisa membantu menjaga fungsi kandung kemih dan mengurangi risiko gangguan kontrol urine.

  • Rutin latih otot dasar panggul, misalnya dengan latihan senam kegel, karena ini bisa membantu memperkuat otot dasar panggul dan meningkatkan kontrol terhadap buang air kecil. 

  • Batasi rokok, karena kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kandung kemih, termasuk kanker kandung kemih. 

  • Jaga pakaian dalam tetap bersih dan kering, karena kondisi pakaian dalam yang lembap dan kurang bersih bisa mendukung pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi di saluran kemih.

  • Lakukan tes urine secara rutin, terutama jika Anda punya faktor risiko, karena ini bisa untuk membantu mendeteksi kelainan pada saluran kemih dan ginjal lebih dini, sehingga risiko komplikasi bisa diminimalkan.

Deteksi Dini Resiko Epitel Tinggi dengan Pemeriksaan yang Tepat

Sel epitel dalam urine termasuk normal, tapi jika jumlahnya lebih dari 5 sel/HPF bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu, terutama masalah pada kandung kemih dan ginjal. Untuk itulah, cek urine rutin sangat disarankan agar bisa mendeteksi lebih awal jika ada peningkatan jumlah epitel secara tidak normal.

Anda bisa coba cek urine rutin di Bumame, karena dalam satu paket pengecekan sudah mencakup berbagai parameter, termasuk kadar glukosa, protein, bilirubin, pH urine, leukosit, hingga keton.

Jadi, Anda pun bisa memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi urine dan kesehatan saluran kemih, untuk kemudian bisa mengambil tindakan pengobatan lebih cepat dan tepat jika ditemukan masalah.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Sakra World Hospital. (2025). Sel Epitel dalam Urin. 

  2. Care Hospitals. (2026). Sel Epitel dalam Urine: Jenis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan. 

  3. Apollo 247. (2025). Epithelial Cells in Urine: Normal Range, Causes & Health Risks. 

  4. Cadabam Diagnostics. (2025). Understanding Epithelial Cells in Urine. 

  5. Tua Saude. (2026). Epithelial Cells in Urine: What It Means. 

  6. Ganesh Diagnostic. (2024). Understand The Causes, Symptoms, Management and Treatment of Epithelial Cells in Urine. 

  7. Kemenkes Poltekkes Yogyakarta. (2019). Perbedaan Jumlah Sedimen Sel Epitel pada Urine Berat Jenis Tinggi yang Disentrifugasi dan Didiamkan. 

  8. Siloam Hospitals. (2025). Jumlah Sel Epitel Urine Tinggi? Pahami Arti dan Penyebabnya. 

  9. RS Pondok Indah. (2025). Kandung Kemih Sehat, Bebas Infeksi.

  10. National Institute of Aging. (2022). 15 Tips To Keep Your Bladder Healthy. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu sel epitel dalam urine?
Sel epitel merupakan sel yang melapisi saluran kemih dan dapat ditemukan dalam urine karena sebagian sel secara alami terlepas. Dalam jumlah sedikit, keberadaannya termasuk normal.
Berapa nilai normal sel epitel dalam urine?
Jumlah 0–5 sel/HPF umumnya dianggap normal. Jumlah 6–10 sel/HPF menunjukkan peningkatan, sedangkan lebih dari 10 sel/HPF tergolong abnormal atau terlalu tinggi.
Apa penyebab sel epitel tinggi dalam urine?
Sel epitel tinggi dapat disebabkan oleh kontaminasi sampel, infeksi bakteri, iritasi saluran kemih, tumor atau kanker saluran kemih, menopause, serta gangguan atau cedera pada ginjal.
Apa saja gejala yang dapat menyertai sel epitel tinggi dalam urine?
Gejalanya dapat berupa nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, sering buang air kecil, urine keruh dan berbau kuat, darah dalam urine, nyeri perut atau punggung, demam, menggigil, dan mudah lelah.
Kapan harus konsultasi ke dokter jika sel epitel dalam urine tinggi?
Konsultasi ke dokter sebaiknya dilakukan jika hasil tes menunjukkan sel epitel tinggi, terutama bila disertai demam, menggigil, nyeri hebat, mual, atau muntah.