Rapat baru setengah jam, Anda sudah dua kali permisi ke toilet. Malamnya, tidur terputus karena harus bangun untuk buang air kecil. Banyak orang menganggapnya wajar karena merasa sedang banyak minum.
Anggapan itu sering benar. Namun, keluhan yang sama juga bisa berasal dari infeksi saluran kemih, diabetes, pembesaran prostat, atau kandung kemih yang terlalu aktif.
Berikut cara membaca polanya, penyebab yang umum, tanda yang perlu segera diperiksa, dan cara mengatasinya.
Berapa Kali Buang Air Kecil yang Termasuk Sering?
Sering buang air kecil berarti dorongan berkemih muncul berkali-kali di siang hari, malam hari, atau keduanya, sering kali dengan urine yang sedikit. Terbangun lebih dari sekali setiap malam untuk berkemih disebut nokturia.
Tidak ada satu angka untuk semua orang, karena frekuensi berkemih ikut ditentukan oleh jumlah dan jenis minuman. Sebagai gambaran, berkemih 8 kali atau lebih dalam 24 jam termasuk salah satu tanda kandung kemih terlalu aktif atau overactive bladder (OAB). Perhatikan juga perubahan dari pola biasa dan apakah keluhan mengganggu tidur atau aktivitas.
Sering tetapi Sedikit atau Sering dan Banyak?
Dokter biasanya bertanya lebih dulu tentang jumlah cairan yang Anda minum dan jumlah urine yang keluar. Jawabannya memisahkan dua pola yang tampak mirip:
Sering, tetapi sedikit-sedikit. Volume urine harian normal atau kurang, tetapi terbagi ke banyak kali berkemih. Pola ini umumnya berasal dari kandung kemih atau saluran kencing (uretra), misalnya peradangan yang membuat rasa ingin berkemih tidak hilang walau kandung kemih sudah kosong.
Sering dan banyak. Tubuh memang memproduksi urine lebih banyak, dan produksi di atas 3 liter sehari disebut poliuria. Pola ini muncul saat Anda banyak minum, mengonsumsi kafein atau alkohol, memakai obat diuretik, atau memiliki diabetes.
Untuk mengenali pola Anda, buat catatan harian berkemih selama beberapa hari. Catat waktu, jumlah, dan jenis minuman, waktu berkemih, dorongan mendadak, serta urine yang bocor. Bawa catatan ini saat berkonsultasi.
Penyebab Sering Buang Air Kecil
Kebiasaan sehari-hari sering menjadi pemicunya. Banyak minum, kopi, teh, dan alkohol bisa menaikkan frekuensi berkemih pada orang yang sehat, dan keluhan biasanya mereda setelah asupannya dikurangi. Obat diuretik juga menambah produksi urine, sedangkan ibu hamil lebih sering berkemih, terutama di trimester ketiga.
Bila pemicu itu sudah disingkirkan, kondisi berikut perlu dipertimbangkan:
Infeksi saluran kemih (ISK). ISK menjadi penyebab yang umum pada perempuan dan anak. Keluhannya meliputi perih saat berkemih, urine berbau, dan kadang demam. Rasa ingin berkemih terus padahal urine yang keluar sedikit sering disebut anyang-anyangan.
Kandung kemih terlalu aktif (OAB). Otot kandung kemih berkontraksi sendiri walau isinya masih sedikit, sehingga muncul dorongan mendadak yang sulit ditahan. Risikonya naik seiring usia dan lebih tinggi pada perempuan. Kondisi ini bisa ditangani.
Pembesaran prostat jinak (BPH). Kelenjar prostat yang membesar menekan saluran kencing sehingga kandung kemih sulit kosong sepenuhnya. Masalah prostat ini dialami sekitar 5 sampai 6% pria usia 40 sampai 64 tahun dan 29 sampai 33% pria usia 65 tahun ke atas.
Diabetes melitus. Gula darah yang tinggi membuat tubuh mengeluarkan urine berlebihan. Bila keluhan ini muncul bersama gejala kencing manis lain, diagnosisnya perlu dipastikan dengan tes darah.
Batu dan gangguan ginjal. Nyeri yang datang dan pergi di pinggang atau selangkangan, kadang dengan urine berdarah, termasuk ciri kencing batu. Infeksi ginjal dan perubahan fungsi ginjal juga termasuk penyebab yang perlu diperiksa bersama tanda gangguan ginjal lain.
Daftar penyebab lain meliputi diabetes insipidus, peradangan prostat (prostatitis), interstitial cystitis, vaginitis, turunnya dinding depan vagina (sistokel), serta gangguan saraf seperti stroke dan multiple sclerosis.
Keluhan yang Sering Menyertai
1. Dorongan Mendadak yang Sulit Ditahan
Keluhan ini khas pada OAB, kadang disertai urine yang bocor sebelum tiba di toilet atau inkontinensia urgensi. ISK juga bisa menimbulkan keluhan serupa.
2. Pancaran Lemah dan Rasa Tidak Tuntas
Sulit memulai berkemih, pancaran lemah, dan urine menetes di akhir merupakan keluhan khas BPH. Kandung kemih yang tidak kosong sepenuhnya membuat Anda cepat kembali ke toilet, termasuk di malam hari.
3. Haus Terus dan Berat Badan Turun
Kombinasi sering berkemih dalam jumlah banyak, haus berlebihan, dan berat badan turun tanpa sebab perlu diwaspadai sebagai tanda diabetes. Keluhan lain bisa berupa mudah lelah, luka yang sulit sembuh, dan pandangan kabur.
4. Urine Keruh atau Berubah Warna
ISK bisa membuat urine tampak keruh. Perubahan warna urine menjadi merah atau cokelat gelap, termasuk kencing darah, perlu segera diperiksa karena bisa berkaitan dengan infeksi, batu, gangguan ginjal, atau tumor saluran kemih.
Pola Keluhan dan Kemungkinan Penyebabnya
Tabel berikut merangkum pola yang sering ditemui.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Buat janji dengan dokter bila Anda sering berkemih tanpa alasan yang jelas, keluhan mengganggu tidur atau pekerjaan, atau muncul keluhan berkemih lain yang mengkhawatirkan.
Segera cari pertolongan medis bila sering berkemih disertai tanda berikut:
Tidak bisa berkemih sama sekali. Kondisi ini perlu penanganan cepat, apalagi bila perut bawah terasa sangat nyeri. Segera ke IGD.
Demam, menggigil, atau nyeri pinggang. Gabungan ini bisa menandakan infeksi yang melibatkan ginjal. Periksakan diri pada hari yang sama.
Darah dalam urine atau nyeri saat berkemih. Urine merah atau cokelat gelap, nyeri saat berkemih, dan hilangnya kendali atas kandung kemih perlu segera diperiksa.
Tungkai lemah atau mati rasa. Bersama perubahan pola berkemih, keluhan ini bisa menandakan gangguan saraf tulang belakang. Segera ke IGD.
Pemeriksaan untuk Mencari Penyebabnya
Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, minuman, dan obat yang dipakai, lalu melakukan pemeriksaan fisik, termasuk perabaan prostat lewat dubur pada pria dan pemeriksaan panggul pada perempuan. Tes yang umum meliputi:
Urinalisis. Tes urine menjadi pemeriksaan awal karena mudah dilakukan dan bisa menemukan tanda infeksi serta darah dalam urine. Hasilnya membantu dokter memilih tes lanjutan.
Tes gula darah. Bila dokter menduga diabetes, diagnosis dipastikan lewat tes gula darah, seperti gula darah puasa, tes toleransi glukosa oral, atau HbA1c. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Tes prostat dan kandung kemih. Pada pria, dokter bisa meminta tes PSA atau USG. USG juga bisa mengukur sisa urine setelah berkemih, sedangkan uroflowmetri mengukur jumlah dan kecepatan pancaran urine.
Tes urine juga berguna pada dugaan gangguan prostat. Penelitian di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada 40 pasien BPH menemukan peningkatan sel darah putih (leukosit) dalam urine pada 60% pasien dan sel darah merah (eritrosit) pada 80% pasien.
Pemeriksaan Urine Rutin sebagai Langkah Awal
Tes urine dipakai untuk mencari penyebab keluhan seperti sering atau nyeri saat berkemih. Nitrit atau leukosit esterase bisa menjadi tanda ISK. Kadar glukosa dalam urine normalnya terlalu rendah untuk terdeteksi, sehingga temuan glukosa atau keton biasanya ditindaklanjuti dengan tes diabetes.
Bila dokter menyarankannya, pemeriksaan urine rutin atau urine lengkap di Bumame mencakup glukosa, protein, bilirubin, urobilinogen, pH, darah, nitrit, leukosit esterase, keton, kontaminasi bakteri, dan kepekatan warna urine. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa bila dilakukan tersendiri, dan tersedia di klinik maupun lewat Home Care. Hasilnya tetap dibaca dokter bersama keluhan Anda. Untuk jadwal, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil
Penanganan mengikuti penyebabnya. Infeksi ditangani sesuai hasil pemeriksaan, diabetes dikelola lewat perubahan gaya hidup, obat, atau insulin, dan BPH bisa dipantau, diobati, atau ditangani dengan tindakan.
Untuk OAB, terapi perilaku menjadi pilihan pertama karena sering berhasil tanpa efek samping. Langkahnya meliputi:
Latihan kandung kemih. Berkemih pada jam yang dijadwalkan, lalu tambahkan jeda 15 menit secara bertahap. Cara ini melatih kandung kemih menampung urine lebih lama.
Latihan otot dasar panggul. Latihan Kegel menguatkan otot yang membantu menahan kontraksi kandung kemih. Hasilnya bisa baru terasa setelah sekitar enam minggu latihan rutin.
Bila belum cukup, dokter bisa meresepkan obat yang membuat otot kandung kemih lebih rileks.
Kebiasaan yang Membantu Kandung Kemih Tetap Sehat
Minum secukupnya dan atur waktunya. Minum terlalu sedikit bisa mengiritasi lapisan kandung kemih dan menambah dorongan berkemih. Cukupi cairan di siang hari, lalu kurangi menjelang tidur atau sebelum bepergian.
Batasi pemicu iritasi. Kafein, alkohol, teh, minuman bersoda, jeruk, cokelat, dan makanan pedas bisa mengiritasi kandung kemih. Kurangi satu per satu untuk melihat pengaruhnya.
Jaga kebiasaan berkemih dan gaya hidup. Hindari menahan berkemih terlalu lama dan kosongkan kandung kemih sampai tuntas. Jaga berat badan, aktif bergerak, berhenti merokok, atasi sembelit, dan kendalikan gula darah bila Anda penyandang diabetes.
Kenali Pola Berkemih Anda untuk Langkah yang Lebih Jelas
Sering buang air kecil bisa berasal dari kebiasaan minum hingga kondisi medis yang perlu ditangani. Catatan pola berkemih membantu Anda dan dokter menemukan arahnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk bertanya seputar pemeriksaan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Mayo Clinic. Frequent Urination.
Mayo Clinic. Overactive Bladder, Symptoms and Causes.
Mayo Clinic. Overactive Bladder, Diagnosis and Treatment.
Mayo Clinic. Urinalysis.
MSD Manual Professional Version, Geetha Maddukuri. Urinary Frequency.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Enlarged Prostate (Benign Prostatic Hyperplasia).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Diabetes Melitus Tipe 2.
Al Jamil AP, Pertiwi D, Elvira D. Jurnal Kesehatan Andalas, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Gambaran Hasil Pemeriksaan Urine pada Pasien dengan Pembesaran Prostat Jinak di RSUP DR. M. Djamil Padang.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Berapa kali buang air kecil yang termasuk sering dalam sehari?
Frekuensi buang air kecil berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi jumlah cairan yang diminum. Berkemih 8 kali atau lebih dalam 24 jam, atau terbangun lebih dari sekali setiap malam untuk berkemih, termasuk pola yang perlu dicermati, terutama jika mengganggu aktivitas atau tidur.
Apakah sering buang air kecil bisa menjadi tanda diabetes?
Bisa, terutama jika urine yang keluar banyak dan disertai rasa haus berlebihan, mudah lapar, atau berat badan turun tanpa sebab. Namun, diagnosis diabetes perlu dipastikan melalui pemeriksaan gula darah oleh dokter.
Apa penyebab sering buang air kecil pada malam hari?
Penyebabnya dapat berupa minum terlalu banyak menjelang tidur, konsumsi kafein atau alkohol, infeksi saluran kemih, kandung kemih terlalu aktif, maupun pembesaran prostat. Jika keluhan berulang dan mengganggu tidur, konsultasikan dengan dokter.
Kapan sering buang air kecil perlu segera diperiksa?
Segera cari pertolongan medis jika keluhan disertai darah dalam urine, demam, menggigil, nyeri pinggang, atau nyeri saat berkemih. Jika tidak bisa berkemih sama sekali, terutama dengan nyeri perut bawah, atau mengalami tungkai lemah maupun mati rasa, segera ke IGD.
Bagaimana cara mengatasi sering buang air kecil?
Penanganan bergantung pada penyebabnya. Atur waktu minum, kurangi kafein dan alkohol jika menjadi pemicu, serta hindari menahan urine terlalu lama. Latihan kandung kemih dan otot dasar panggul dapat membantu pada kandung kemih terlalu aktif. Jika keluhan menetap, dokter dapat menentukan pemeriksaan dan terapi yang sesuai.
.jpg&w=3840&q=75)