Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sperma Encer: Kapan Masih Normal, Penyebab, dan Pengaruhnya pada Kesuburan
Kembali ke Artikel & Berita

Sperma Encer: Kapan Masih Normal, Penyebab, dan Pengaruhnya pada Kesuburan

SBATips Kesehatan

Sebagian pria baru memperhatikan tampilan air maninya saat mulai merencanakan kehamilan. Air mani yang tampak cair dan bening, atau mencair beberapa menit setelah keluar, sering memunculkan pertanyaan apakah sperma sedang bermasalah.

Kekentalan air mani memang bisa berubah, dan sebagian perubahannya wajar. Namun, tampilannya tidak bisa dipakai untuk menebak jumlah dan kualitas sel sperma.

Artikel ini membahas ciri air mani yang normal, kondisi di balik air mani yang encer, pengaruhnya pada kesuburan, dan pemeriksaannya.

Apakah Sperma Encer Selalu Menandakan Masalah?

Belum tentu. Yang sehari-hari disebut sperma sebenarnya adalah air mani atau semen, cairan kental berwarna putih yang membawa sel sperma, menurut MedlinePlus. Cleveland Clinic menggambarkan air mani yang sehat berwarna putih keabu-abuan dan kental seperti telur mentah.

Setelah keluar, air mani mengalami likuefaksi, yaitu proses mencairnya bagian yang kental. MedlinePlus menyebut proses ini normalnya terjadi 15 sampai 30 menit setelah ditampung, jadi air mani yang kemudian mencair adalah hal wajar.

Kekentalan juga belum mencerminkan kesuburan. Penelitian Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan di laboratorium andrologi Surabaya memeriksa pria dari pasangan yang sulit hamil. Kekentalan air mani 163 dari 187 peserta berada dalam batas normal, sedangkan hasil analisis sperma yang normal hanya ditemukan pada 5 dari 191 peserta. Jumlah, gerak, dan bentuk sel sperma yang menentukan kualitas sperma dinilai lewat analisis sperma.

Kondisi yang Bisa Berada di Balik Air Mani Encer

Bila air mani terus tampak cair atau sedikit, dokter menelusuri kemungkinan berikut:

  • Jarak ejakulasi yang berdekatan. Pria biasanya diminta tidak berejakulasi beberapa hari sebelum analisis agar sampel memuat sperma sebanyak mungkin. Namun, MSD Manual mengutip penelitian yang menunjukkan ejakulasi setiap hari tidak menurunkan jumlah sperma, kecuali ada gangguan pada produksinya.

  • Jumlah sperma yang rendah. Kondisi ini disebut oligozoospermia dan hanya bisa dipastikan lewat hitungan di laboratorium. Bila sel sperma tidak ditemukan sama sekali, kondisinya disebut azoospermia.

  • Pelebaran vena di sekitar testis. Menurut MSD Manual, varikokel menaikkan suhu testis. Suhu yang lebih tinggi bisa menurunkan jumlah dan gerak sperma serta menambah sperma yang bentuknya tidak normal.

  • Ejakulasi retrograd. NHS menjelaskan air mani pada kondisi ini mengalir balik ke kandung kemih, sehingga yang keluar sangat sedikit atau tidak ada. Pemicunya antara lain operasi prostat atau kandung kemih, diabetes, dan obat golongan alpha blocker.

  • Gangguan hormon. MSD Manual mencatat kadar prolaktin yang tinggi, hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif, dan gangguan kelenjar hipofisis bisa menurunkan produksi sperma. Kadar hormon testosteron yang rendah juga berperan dan kadang berkaitan dengan obesitas.

  • Infeksi. MSD Manual memasukkan infeksi, termasuk gondongan yang menyerang testis, ke dalam penyebab gangguan sperma. NHS juga mencatat infeksi menular seksual seperti klamidia bisa memengaruhi kesuburan.

Faktor yang Menurunkan Kualitas Air Mani

Beberapa kebiasaan dan kondisi berikut ikut memengaruhi kualitas sperma:

  • Merokok dan alkohol. NHS menyebut merokok, termasuk sebagai perokok pasif, bisa menurunkan kualitas air mani. Alkohol berlebihan juga bisa memengaruhi kualitas sperma.

  • Paparan panas. Permenkes 21/2021 meminta tenaga kesehatan menanyakan paparan panas di area organ reproduksi pada calon pengantin pria, misalnya koki atau pria yang sering mandi sauna. Menurut MSD Manual, panas berlebih dan demam lama menurunkan produksi sperma.

  • Steroid anabolik dan ganja. Menurut MSD Manual, steroid anabolik menekan hormon yang merangsang produksi sperma dan bisa mengecilkan testis. Ganja juga tercantum sebagai penyebab gangguan kesuburan pria.

  • Usia. NHS menyebut kesuburan menurun seiring usia. Penelitian Badan Litbangkes juga menemukan volume air mani cenderung berkurang pada pria yang lebih tua.

Tanda Lain yang Menyertai Air Mani Encer

Tanda berikut membantu dokter memperkirakan penyebabnya.

1. Air Mani Sangat Sedikit dan Urine Keruh

Menurut NHS, air mani yang tidak keluar atau hanya sedikit, disertai urine keruh saat pertama berkemih setelah berhubungan, adalah gejala utama ejakulasi retrograd. Sensasi orgasme tetap terasa pada kondisi ini.

2. Warna Kuning Kehijauan atau Berbau

Cleveland Clinic menyebut klamidia, herpes genital, dan gonore bisa membuat air mani tampak kuning kehijauan. Bila air mani kekuningan disertai bau tidak sedap pada air mani atau urine, pemeriksaan ke dokter dianjurkan.

3. Nyeri saat Berkemih atau Ejakulasi

Cleveland Clinic menganjurkan pemeriksaan bila air mani kekuningan disertai perih saat berkemih, nyeri saat ejakulasi, demam, atau menggigil. Keluhan ini bisa mengarah ke infeksi.

Apakah Sperma Encer Menyulitkan Kehamilan?

Tidak selalu. MSD Manual menjelaskan gangguan kesuburan pria bisa terjadi bila sperma terlalu sedikit, bergerak terlalu lambat, bentuknya tidak normal, atau jalannya keluar tubuh terhambat. Jumlah sperma yang rendah pun tidak selalu menurunkan kesuburan, dan menurut MedlinePlus hasil analisis yang tidak normal tidak berarti seseorang tidak subur selamanya.

Yang Anda amati

Kemungkinan

Langkah umum

Kental, lalu cair dalam 15 sampai 30 menit

Proses likuefaksi yang normal

Tidak perlu tindakan khusus

Encer setelah ejakulasi berulang dalam waktu dekat

Jumlah sperma per sampel bisa lebih rendah

Amati lagi setelah jeda beberapa hari

Sangat sedikit, urine keruh setelah berhubungan

Kemungkinan ejakulasi retrograd

Konsultasi ke dokter

Kuning kehijauan, berbau, nyeri, atau demam

Kemungkinan infeksi

Periksa ke dokter

Tetap encer dan belum hamil setelah setahun mencoba

Jumlah atau kualitas sperma perlu dinilai

Analisis sperma atas arahan dokter

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Waktu yang Tepat untuk Memeriksakan Kesuburan

Menurut NHS, pasangan dianjurkan menemui dokter bila belum hamil setelah setahun mencoba, atau lebih awal bila perempuan berusia 36 tahun ke atas atau sudah diketahui ada masalah kesuburan. Pria juga perlu konsultasi lebih cepat bila muncul tanda di atas, ada darah di air mani, atau punya riwayat gondongan yang menyerang testis.

Pemeriksaan sebaiknya melibatkan kedua pasangan, karena Permenkes 21/2021 menyebut kesehatan laki-laki ikut memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan. Tahapan cek kesuburan pria bisa disiapkan bersama rencana program hamil.

Analisis Sperma dan Pemeriksaan Lanjutan

Menurut MSD Manual, dokter memulai dengan tanya jawab riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Penelitian Badan Litbangkes menyarankan analisis sperma dilakukan lebih dulu pada pasangan yang sulit hamil karena prosedurnya relatif mudah dan biayanya lebih rendah.

Sebelum tes, pria biasanya diminta tidak berejakulasi selama 2 sampai 7 hari, menurut MedlinePlus. Jumlah dan kualitas sperma bisa berubah dari hari ke hari, sehingga MSD Manual menyebut perlu setidaknya 2 sampel dengan jarak minimal 1 minggu. MedlinePlus mencantumkan rentang normal berikut:

  • Volume. Normalnya 1,5 sampai 7,6 mL. Volume di bawah 1,5 mL bisa menjadi penyebab sulit hamil.

  • Konsentrasi. Normalnya 15 sampai 259 juta sel sperma per mL. Angka di bawah 15 juta per mL bisa menyulitkan kehamilan.

  • Gerak sperma atau motilitas. Normalnya lebih dari 40% sperma bergerak efektif. Bila kurang, peluang sperma mencapai sel telur bisa lebih rendah.

  • Bentuk sperma atau morfologi. Normalnya lebih dari 4% sperma berbentuk normal. Bentuk yang tidak normal, seperti pada teratozoospermia, bisa menyulitkan pembuahan.

Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Bila hasilnya tidak normal, MSD Manual menyebut dokter bisa meminta tes hormon, tes genetik, atau pemeriksaan urine setelah ejakulasi untuk melihat ejakulasi retrograd.

Peran Tes Hormon dalam Evaluasi Kesuburan Pria

Produksi sperma diatur oleh hormon. MSD Manual menjelaskan FSH merangsang testis membuat sperma, LH merangsang pembentukan testosteron, dan prolaktin yang tinggi bisa mengarah ke gangguan kelenjar hipofisis. Kadar hormon ini biasanya diperiksa bila hasil analisis sperma tidak normal.

Di Bumame, Paket Kesuburan Laki Laki berisi pemeriksaan LH, FSH, testosteron, prolaktin, dan urine rutin tanpa persiapan khusus. Hasilnya bisa dibahas bersama dokter, yang menentukan perlu tidaknya analisis sperma.

Penanganan Disesuaikan dengan Penyebabnya

Menurut MSD Manual, penanganan mengikuti penyebabnya:

  • Mengatasi kondisi pemicu. Varikokel bisa dioperasi, walau perbaikan kesuburan setelahnya belum terbukti. Infeksi yang ditemukan diobati dengan antibiotik yang sesuai.

  • Obat kesuburan. Dokter bisa memberikan obat untuk mencoba menaikkan jumlah sperma. Manfaatnya bagi kesuburan belum terbukti, jadi keputusannya diambil bersama dokter.

  • Teknologi reproduksi berbantu. Pilihannya antara lain inseminasi intrauterin, yaitu menempatkan sperma aktif hasil penyaringan langsung ke rahim. Pilihan lain adalah fertilisasi in vitro atau bayi tabung, sering dengan penyuntikan satu sperma ke satu sel telur.

  • Penanganan ejakulasi retrograd. NHS menyebut sebagian besar pria dengan kondisi ini tidak memerlukan pengobatan. Pengobatan biasanya dipertimbangkan bila ingin memiliki anak.

Kebiasaan Sehari-hari untuk Menjaga Kualitas Sperma

Kebiasaan berikut membantu menjaga sperma sehat dan menjadi bagian dari penanganan kesuburan pria menurun:

  • Berhenti merokok dan batasi alkohol. NHS mencatat keduanya bisa menurunkan kualitas air mani dan sperma. Hindari juga asap rokok dari orang lain.

  • Jaga berat badan. NHS menyebut indeks massa tubuh 30 atau lebih, yang tergolong obesitas, bisa menurunkan kesuburan. Kementerian Kesehatan juga menekankan status gizi yang baik bagi pria usia subur.

  • Jauhkan testis dari panas. Batasi sauna dan paparan panas lain di area kelamin. Menurut MSD Manual, efek panas pada produksi sperma bisa bertahan hingga 3 bulan, jadi perbaikannya butuh waktu.

  • Kurangi paparan polusi dan IMS. Kementerian Kesehatan mencatat polutan udara bisa menurunkan kualitas sperma dan menganjurkan penggunaan masker. Cleveland Clinic menyarankan kondom untuk mencegah IMS.

Periksakan Bersama Pasangan, Rencanakan Kehamilan dengan Tenang

Air mani yang mencair setelah keluar adalah proses yang wajar. Bila encer terus berlanjut, disertai keluhan lain, atau kehamilan belum terjadi setelah setahun, pemeriksaan bersama pasangan membantu menemukan penyebabnya lebih awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesuburan pria, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual

  2. Wasito B, Sarwanto, Buletin Penelitian Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI — Spermiogram Pria Infertil di Laboratorium Infertil-Andrologi Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan Surabaya, Tahun 2002–2004

  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Polusi Dapat Menurunkan Kualitas Sperma dan Kesuburan Pria

  4. MedlinePlus, National Library of Medicine — Semen Analysis

  5. Rebar RW, MSD Manual Consumer Version — Problems With Sperm

  6. NHS — Ejaculation Problems

  7. NHS — Infertility

  8. Cleveland Clinic — Yellow Semen: Causes, Treatment & Other Ejaculate Colors

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apakah sperma encer bisa membuat pasangan hamil?

Bisa. Kekentalan air mani tidak menggambarkan secara langsung jumlah, gerak, dan bentuk sel sperma. Kualitas sperma perlu dinilai melalui analisis sperma di laboratorium.

Berapa lama air mani normal mencair setelah keluar?

Menurut MedlinePlus, air mani normalnya mencair dalam 15–30 menit setelah ditampung. Proses ini disebut likuefaksi dan merupakan bagian normal dari perubahan air mani.

Apakah sering ejakulasi membuat sperma encer?

Ejakulasi dalam jarak waktu berdekatan dapat membuat jumlah sperma dalam satu sampel lebih rendah. Namun, MSD Manual mencatat bahwa ejakulasi setiap hari tidak menurunkan jumlah sperma jika produksinya normal.

Kapan pria perlu memeriksakan kesuburan?

Pemeriksaan dianjurkan jika kehamilan belum terjadi setelah satu tahun mencoba, atau lebih awal jika pasangan perempuan berusia 36 tahun ke atas. Air mani yang sangat sedikit, nyeri, demam, atau darah dalam air mani juga perlu diperiksakan.

Apakah panas dari sauna bisa memengaruhi sperma?

Bisa. Paparan panas berlebih dapat meningkatkan suhu testis dan menurunkan produksi serta kualitas sperma. Menurut MSD Manual, efeknya dapat bertahan hingga sekitar tiga bulan.