Setelah beberapa hari demam, suhu tubuh si kecil akhirnya turun. Esok paginya, muncul bintik-bintik merah di dada dan perut. Orang dewasa pun bisa mengalaminya, misalnya di lengan atau tungkai.
Ruam pada anak sering kali tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pada demam berdarah dengue (DBD), masa ketika demam turun justru perlu diawasi lebih ketat. Bila bintik disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan, gusi berdarah, atau badan sangat lemas, segera ke IGD.
Artikel ini membahas penyebabnya, cara membedakannya, tanda bahaya, dan pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter.
Apa Artinya Bila Bintik Merah Keluar setelah Demam?
Bintik atau ruam setelah demam sering berkaitan dengan infeksi virus. Contohnya roseola pada bayi, yang menurut MSD Manual ditandai demam tinggi lalu ruam yang keluar setelah suhu tubuh turun.
Pada DBD, polanya perlu dicermati. CDC membagi perjalanan penyakit ini ke dalam tiga fase DBD, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Fase kritis dimulai saat demam turun dan biasanya berlangsung 24 sampai 48 jam. WHO Indonesia mencatat gejala dengue berat sering muncul setelah demam mereda, dan CDC menyebut penderita bisa tampak baik-baik saja walau tanda awal syok sudah ada.
Karena itu, perhatikan jenis bintiknya. Ruam biasa berupa bercak kemerahan di permukaan kulit. Petekie adalah bintik merah kecil akibat perdarahan di bawah kulit, dan bintik jenis ini tidak memudar saat kulit ditekan.
Penyebab Bintik Merah setelah Demam yang Sering Ditemui
Seperti halnya penyebab demam, asal bintik merah setelah demam juga beragam. Berikut kemungkinan yang sering ditemui.
1. Roseola pada Bayi dan Anak Kecil
Roseola adalah infeksi virus menular akibat human herpesvirus 6 yang umumnya dialami bayi atau anak kecil. Menurut MSD Manual, demam tinggi muncul mendadak dan bertahan beberapa hari. Tidak lama setelah suhu turun, keluar ruam merah datar di dada dan perut yang tidak gatal dan hilang sendiri dalam waktu singkat.
Demam yang naik cepat bisa memicu kejang demam pada sebagian anak, sehingga anak yang kejang perlu segera diperiksa dokter.
2. DBD yang Memasuki Fase Kritis
Sejak fase demam, sebagian penderita sudah memperlihatkan wajah kemerahan atau bintik merah awal demam berdarah. CDC mencatat tanda perdarahan ringan pada dengue berupa petekie, memar, mimisan, gusi berdarah, dan hasil uji tourniquet yang positif.
Menurut WHO Indonesia, perdarahan gusi atau hidung termasuk gejala dengue berat yang sering muncul setelah demam mereda. Bintik yang bertambah di masa ini perlu segera diperiksakan karena bisa berkaitan dengan trombosit rendah.
3. Ruam Gatal di Fase Pemulihan DBD
Setelah fase kritis terlewati, penderita memasuki fase pemulihan. CDC menjelaskan kondisi umum mulai membaik dan jumlah trombosit berangsur pulih. Pada fase ini bisa muncul ruam yang terasa gatal lalu mengelupas, dan waktu munculnya perlu disampaikan agar dokter bisa menilai fase penyakit.
4. Campak dan Rubella
Menurut NHS, campak biasanya diawali gejala mirip flu, lalu ruam muncul beberapa hari kemudian. Kemenkes mencatat gejala campak berupa pilek, batuk, demam tinggi, mata merah dan berair, serta ruam yang bermula di wajah dan telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Gejala rubella umumnya lebih ringan pada anak, berupa demam ringan, ruam di wajah yang menyebar, dan kelenjar getah bening yang membengkak. Kemenkes menyebut rubella bisa ditularkan dari ibu hamil ke janinnya.
5. Reaksi Obat yang Diminum Selama Demam
Menurut MSD Manual, ruam akibat obat bisa muncul beberapa menit setelah minum obat, atau tertunda beberapa jam, hari, bahkan minggu. Ruam berupa biduran terasa sangat gatal, sedangkan ruam obat jenis lain bisa hampir tidak gatal. Ruam yang nyeri atau disertai luka di mulut perlu segera diperiksa, karena reaksi obat yang serius mencakup sindrom Stevens-Johnson.
6. Biang Keringat
Biang keringat atau miliaria berupa bintil kecil yang menonjol, terasa gatal seperti tertusuk, dan kadang disertai bengkak ringan. NHS menyebut ruam ini tidak menular dan menyarankan kulit dijaga tetap sejuk agar keringat tidak memperparah ruam.
Membaca Pola Bintik dari Waktu Kemunculannya
Waktu munculnya bintik terhadap demam membantu mempersempit kemungkinan penyebab, seperti berikut:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Bintik Memudar atau Menetap Saat Kulit Ditekan?
Cara sederhana untuk mengamati bintik adalah menekan sisi gelas bening ke kulit. NHS menyebut ruam yang tampak seperti memar kecil atau perdarahan di bawah kulit dan tidak memudar saat ditekan gelas sebagai alasan untuk segera mencari pertolongan darurat. Hasil pengamatan di rumah tetap perlu dibaca bersama keluhan lain dan dipastikan oleh dokter.
Kapan Harus Segera ke IGD dan Kapan Cukup ke Dokter?
Segera ke IGD bila bintik merah muncul bersama salah satu tanda berikut:
Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus. CDC dan Kemenkes mencatat keduanya sebagai tanda peringatan pada dengue. Keluhan ini bisa muncul saat penderita tampak mulai membaik.
Perdarahan. WHO Indonesia memasukkan perdarahan gusi atau hidung serta darah pada muntahan atau tinja ke dalam gejala dengue berat. Perdarahan di masa demam turun perlu segera dinilai dokter.
Lemas, gelisah, atau kulit dingin dan pucat. Kemenkes menyebut kegelisahan, kulit dingin lembap, serta nadi cepat dan lemah sebagai tanda bahaya. Kondisi ini perlu segera ditangani tenaga medis.
Sesak napas, leher kaku, atau silau terhadap cahaya. NHS memasukkan keluhan ini ke dalam tanda darurat pada anak yang mengalami ruam. Kulit, bibir, atau lidah yang tampak pucat kebiruan juga termasuk di dalamnya.
Jadwalkan konsultasi bila ruam muncul setelah mulai minum obat baru, ibu hamil mengalami ruam disertai demam ringan, atau Anda khawatir dengan ruam pada anak.
Bagaimana Dokter Menentukan Asal Bintik Merah?
Dokter biasanya menanyakan hari pertama demam, kapan bintik muncul, dan obat yang sudah diminum. Menurut MSD Manual, informasi ini membantu menilai reaksi obat, sedangkan roseola umumnya ditentukan dari pola gejalanya.
Bila DBD dicurigai, dokter bisa meminta pemeriksaan berikut:
Darah lengkap. Pemeriksaan darah lengkap menilai jumlah trombosit dan kadar hematokrit. Kemenkes mencatat trombosit yang turun dan hematokrit yang naik sebagai temuan pada DBD.
Tes antigen. Tes NS1 dipakai pada hari-hari awal sakit, biasanya bersama tes IgM. CDC menyebut hasil negatif belum menyingkirkan infeksi dengue.
Tes antibodi. Menurut CDC, tes IgM bisa mengenali sebagian besar infeksi baru setelah hari ketiga sakit. Tes IgG bisa menangkap antibodi dari infeksi dengue atau virus sejenis di masa lalu.
CDC juga menegaskan penanganan dugaan DBD tidak perlu menunggu hasil tes.
Tes Antibodi Dengue setelah Beberapa Hari Demam
Saat bintik muncul setelah beberapa hari demam, tes antibodi mulai bisa menangkap infeksi baru, sementara pemeriksaan darah membantu memantau trombosit.
Bila dokter menyarankan tes antibodi, Bumame menyediakan Paket DBD 2. Menurut halaman produknya, paket ini berisi hematologi lengkap, anti-dengue IgM, dan anti-dengue IgG, tersedia lewat Walk In atau Home Care, dan tidak memerlukan persiapan khusus. Penanganan di IGD tetap didahulukan bila tanda bahaya sudah muncul. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Merawat Tubuh dan Kulit Selama Bintik Masih Ada
Perawatan mengikuti penyebab yang ditemukan dokter, seperti berikut:
DBD. WHO Indonesia menyebut belum ada pengobatan khusus untuk dengue, sehingga penanganan berfokus pada gejala. Penderita dianjurkan beristirahat dan banyak minum. Golongan obat antiinflamasi nonsteroid tidak dianjurkan karena meningkatkan risiko perdarahan, jadi pilihan obat demam sebaiknya mengikuti saran dokter.
Roseola. MSD Manual menyebut ruamnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Bawa anak ke dokter bila ia kejang atau tampak sangat lemas.
Campak dan rubella. Kemenkes menyebut tidak ada pengobatan khusus untuk keduanya, sehingga perawatan diarahkan pada keluhan bersama dokter. Penularannya lewat udara saat batuk atau bersin, jadi penderita sebaiknya beristirahat di rumah.
Reaksi obat. MSD Manual menyebut sebagian besar reaksi hilang setelah obat penyebabnya dihentikan. Diskusikan dengan dokter sebelum menghentikan atau mengganti obat.
Melindungi Keluarga dari Infeksi Penyebab Ruam
Langkah berikut membantu menurunkan risiko sebagian penyebabnya:
Kendalikan nyamuk di rumah. WHO Indonesia menganjurkan menutup, mengosongkan, dan membersihkan wadah penampungan air setiap minggu. Pakaian yang menutupi tubuh dan kelambu membantu mengurangi gigitan nyamuk Aedes aegypti yang aktif di siang hari.
Lengkapi imunisasi MR. Kemenkes menganjurkan imunisasi MR sesuai jadwal sebagai upaya pencegahan campak dan rubella pada anak. Imunisasi membantu menurunkan risiko anak tertular.
Sampaikan riwayat DBD. WHO Indonesia menyebut orang yang pernah terinfeksi dengue lebih berisiko mengalami dengue berat. Informasi ini membantu dokter saat demam muncul kembali.
Amati dengan Tenang, Periksakan dengan Sigap
Bintik merah setelah demam sering berasal dari infeksi virus yang membaik sendiri, dan sebagian lain perlu ditangani segera. Catatan hari demam, waktu munculnya bintik, dan obat yang diminum membantu dokter menentukan langkah berikutnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan DBD, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue.
World Health Organization Indonesia. Lembar Fakta Dengue dan Dengue Berat.
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Campak dan Rubella Masih Ada, Tapi Anak Bisa Aman dengan Imunisasi Lengkap.
Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Features of Dengue.
Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Testing Guidance for Dengue.
NHS. Rashes in babies and children.
Tesini BL (MSD Manual Consumer Version). Roseola Infantum.
Benedetti J (MSD Manual Consumer Version). Drug Rashes.
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apakah bintik merah setelah demam selalu tanda DBD?
Tidak selalu. Bintik merah setelah demam juga bisa disebabkan oleh roseola, campak, rubella, reaksi obat, atau biang keringat. Waktu kemunculan bintik dan gejala penyerta membantu dokter menentukan penyebabnya.
Kenapa bintik merah muncul saat demam sudah turun?
Pada roseola, ruam biasanya muncul setelah demam tinggi mereda. Namun, pada DBD, turunnya demam menandai awal fase kritis yang berlangsung sekitar 24–48 jam. Karena itu, bintik merah yang muncul pada masa ini perlu dicermati, terutama jika disertai tanda bahaya.
Bagaimana membedakan bintik DBD dengan ruam biasa?
Bintik perdarahan atau petekie dapat terlihat sebagai titik merah kecil yang tidak memudar saat ditekan dengan gelas bening. Bintik juga bisa disertai mimisan atau gusi berdarah. Pengamatan di rumah bukan diagnosis, sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan.
Apakah bintik merah setelah demam bisa menular?
Tergantung penyebabnya. Roseola, campak, dan rubella dapat menular, sedangkan biang keringat tidak. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Kapan bintik merah setelah demam harus dibawa ke IGD?
Segera ke IGD jika bintik disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, lemas, gelisah, kulit dingin, atau sesak napas. Bintik yang tidak memudar saat ditekan juga memerlukan pertolongan segera.
