Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tes COVID-19: Jenis, Kapan Perlu Tes, dan Cara Membaca Hasilnya
Kembali ke Artikel & Berita

Tes COVID-19: Jenis, Kapan Perlu Tes, dan Cara Membaca Hasilnya

SBAOthers

Tenggorokan gatal sejak pagi, hidung meler, dan badan pegal. Banyak orang menganggapnya flu biasa lalu tetap berangkat kerja, sampai rekan satu ruangan mengeluhkan hal yang sama.

Gejala COVID-19 sebagian mirip flu, sehingga keduanya sulit dibedakan dari keluhan saja. Hasil tes membantu Anda memutuskan langkah berikutnya, misalnya menjaga jarak dari keluarga atau berobat lebih awal.

Artikel ini membahas jenis tes COVID-19, waktu tes yang tepat, cara sampel diambil, arti hasilnya, dan kapan perlu ke dokter. Bila Anda sesak napas berat atau nyeri dada yang menetap, segera ke IGD lebih dulu.

Apa Itu Tes COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit akibat virus corona bernama SARS-CoV-2. Menurut Kementerian Kesehatan, virus ini menular lewat percikan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, juga lewat kontak langsung dan permukaan benda yang tercemar.

Tes COVID-19 mencari tanda virus tersebut di tubuh. MedlinePlus dari Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat membaginya menjadi dua kelompok:

  • Tes virus. Tes ini menjawab apakah Anda sedang terinfeksi. Bentuknya bisa tes cepat dalam hitungan menit, umumnya tes antigen, atau tes laboratorium seperti PCR yang bisa butuh beberapa hari.

  • Tes antibodi. Tes serologi ini memeriksa antibodi, yaitu protein kekebalan yang dibentuk tubuh untuk melawan kuman. Hasilnya bisa menunjukkan infeksi di masa lalu, jadi tidak dipakai untuk menilai infeksi yang sedang berlangsung.

Bedanya Tes Antigen, PCR, dan Antibodi

Tes antigen mencari protein khas virus, sedangkan tes PCR atau polymerase chain reaction mencari materi genetik virus berupa RNA. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memasukkan PCR ke kelompok nucleic acid amplification test (NAAT), standar acuan tes COVID-19. Prinsip cara kerja tes PCR yang memperbanyak materi genetik virus membuatnya lebih peka.

Aspek

Tes antigen

Tes PCR

Tes antibodi

Yang dicari

Protein virus

Materi genetik (RNA) virus

Antibodi dalam darah

Sampel

Usap hidung

Usap hidung atau mulut, biasanya diambil petugas

Darah

Waktu proses

Umumnya 15 sampai 30 menit

Di laboratorium, bisa hingga 3 hari

Bergantung pada metode laboratorium

Kegunaan utama

Memeriksa infeksi yang sedang berlangsung

Memeriksa infeksi dan mengonfirmasi hasil antigen

Melihat kemungkinan infeksi di masa lalu

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

CDC menyebut hasil positif tes antigen akurat dan bisa diandalkan. Menurut CDC dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), kelemahannya ada pada hasil negatif, terutama di awal infeksi atau pada orang tanpa gejala. Satu tes NAAT bisa dipakai untuk mengonfirmasi hasilnya. Sementara itu, hasil cek antibodi COVID-19 lebih menggambarkan respons kekebalan tubuh.

Kapan Anda Perlu Tes COVID-19?

Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya, tanpa menunggu tes. Menurut CDC, tanda tersebut meliputi sesak napas, nyeri atau rasa tertekan di dada yang menetap, bingung yang baru muncul, sulit bangun atau tetap terjaga, serta bibir, kuku, atau kulit yang tampak pucat, keabuan, atau kebiruan.

Di luar kondisi darurat, tes dianjurkan pada situasi berikut:

  • Muncul gejala. CDC mencatat gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, hilangnya penciuman atau perasa, lelah, sakit kepala, dan diare. FDA menyarankan tes segera, lalu tes ulang bila hasil pertama negatif.

  • Setelah kontak erat tanpa gejala. FDA menyarankan menunggu setidaknya 5 hari penuh setelah kontak, karena tes yang lebih awal bisa memberi hasil keliru. Gejala sendiri bisa muncul 2 sampai 14 hari setelah terpapar.

  • Sebelum bertemu orang yang rentan. FDA menganjurkan mempertimbangkan tes sebelum bertemu lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau orang dengan penyakit tertentu. Kementerian Kesehatan mengutip delapan studi di Tiongkok yang menemukan kasus tanpa gejala menyumbang 24% penularan.

  • Pernah positif kurang dari 90 hari lalu. Menurut CDC, bila positif pertama 30 hari lalu atau kurang dan Anda tidak bergejala, tes untuk mencari infeksi baru tidak dianjurkan. Bila gejala muncul lagi, gunakan tes antigen.

Persiapan dan Cara Sampel Diambil

Tes usap hidung umumnya tidak memerlukan persiapan khusus, menurut MedlinePlus. Catat kapan gejala mulai dan kapan kontak dengan orang yang positif terjadi, karena FDA meminta keduanya ikut dipertimbangkan saat membaca hasil. Bila memakai self-test di rumah, CDC menyarankan membaca petunjuk di kemasan dengan teliti, karena tes yang tidak sesuai petunjuk lebih mungkin memberi hasil keliru.

Sampel tes virus diambil dari hidung atau mulut. MedlinePlus menjelaskan tiga cara pengambilan swab atau usap hidung:

  • Lubang hidung bagian depan. Cara anterior nares terasa lebih nyaman. Kepala sedikit menengadah, lalu swab diputar empat sampai lima kali selama 10 sampai 15 detik di setiap lubang hidung.

  • Bagian belakang lubang hidung. Pada nasal mid-turbinate swab, swab didorong perlahan sampai tertahan, lalu diputar 10 sampai 15 detik. Sampel bisa diambil sendiri atau oleh petugas.

  • Nasofaring. Swab panjang dimasukkan hingga nasofaring, yaitu bagian atas tenggorokan di belakang hidung. Cara ini harus dilakukan petugas, kurang nyaman, dan lebih efektif menangkap virus.

Sampel dari satu lubang hidung saja atau swab yang tidak diputar bisa membuat sampel kurang baik. Rasa geli, batuk, atau ingin muntah saat pengambilan bersifat sementara. Untuk PCR, sampel biasanya diambil petugas lalu dikirim ke laboratorium.

Cara Membaca Hasil Tes COVID-19

Hasil tes dibaca bersama gejala, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan lain. Penilaian akhirnya bergantung pada jenis tes, laboratorium, dan dokter.

Hasil Positif

Menurut CDC, hasil positif berarti virus terdeteksi dan Anda sedang atau baru saja terinfeksi. FDA menyarankan Anda menghubungi tenaga kesehatan dan menjauh dari orang lain. Bila punya faktor risiko penyakit berat, segera berobat, karena pengobatan perlu dimulai dalam beberapa hari sejak gejala muncul.

Hasil Negatif

Hasil negatif berarti virus tidak terdeteksi, tetapi belum menyingkirkan infeksi. Bila Anda bergejala, CDC menyebut kemungkinan tes dilakukan sebelum virus terdeteksi atau keluhan berasal dari virus lain. Untuk tes antigen, FDA menganjurkan tes ulang berikut:

  • Bila bergejala. Ulangi tes 48 jam setelah hasil negatif pertama. Totalnya minimal dua kali tes.

  • Bila tidak bergejala. Ulangi tes 48 jam setelah negatif pertama, lalu 48 jam setelah negatif kedua. Totalnya minimal tiga kali tes dalam lima hari.

Bila semua hasil negatif tetapi keluhan berlanjut, FDA menyarankan berbicara dengan tenaga kesehatan tentang tes molekuler di laboratorium atau tes flu dan RSV.

Hasil PCR yang Tetap Positif

CDC mencatat beberapa tes, terutama NAAT, bisa tetap positif hingga 90 hari setelah infeksi. Infeksi ulang juga bisa terjadi dalam rentang ini, sehingga dokter perlu menilai apakah hasilnya menandakan infeksi baru.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Tes

Hasil tes bisa dipengaruhi hal berikut:

  • Waktu tes. Menurut FDA, tes antigen butuh 2 sampai 5 hari setelah kontak, kadang lebih lama, untuk bisa mendeteksi virus. Tes ini juga lebih jarang menemukan virus pada orang tanpa gejala.

  • Jumlah virus yang berubah. Jumlah virus di tubuh umumnya rendah di awal, naik, lalu turun lagi seiring respons kekebalan. Polanya berbeda pada tiap orang, menurut FDA.

  • Virus lain dengan gejala mirip. Keluhan seperti radang tenggorokan, demam, dan batuk juga muncul pada infeksi saluran napas lain. Tes antigen COVID-19 tidak mendeteksi flu atau RSV kecuali dirancang khusus untuk itu.

Karena gejalanya tumpang tindih, perbedaan gejala COVID-19 dan flu musiman sulit dikenali tanpa tes. CDC menyebut sebagian tes NAAT, termasuk PCR, bisa membedakan keduanya sekaligus. Tes usap hidung juga dipakai untuk flu, dan akurasi tes influenza pun dipengaruhi cara sampel diambil. FDA juga menegaskan tidak ada tes yang bisa menunjukkan seberapa menular seseorang.

Tes Antigen Regular di Bumame

Tes antigen menangkap protein virus pada sampel hidung, sehingga berguna untuk memeriksa infeksi yang sedang berlangsung saat jumlah virus cukup tinggi. Bumame menyediakan pemeriksaan Antigen Regular yang mendeteksi antigen SARS-CoV-2 dari sampel hidung, untuk orang bergejala, orang yang baru kontak erat, atau yang perlu skrining cepat sebelum beraktivitas dan bertemu kelompok rentan.

Tes ini tidak memerlukan puasa, cukup informasikan obat, vitamin, dan suplemen yang rutin dikonsumsi. Sesuai keterangan produk, hasil negatif pada orang bergejala atau setelah kontak bisa memerlukan tes ulang atau konfirmasi PCR. Pemeriksaan tersedia secara Walk In atau Home Care. Untuk jadwal dan waktu keluarnya hasil, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Tanda bahaya di atas selalu berarti ke IGD. Di luar itu, bicarakan hasil tes dengan dokter bila:

  • Hasil positif dan Anda berisiko sakit berat. Kelompok ini antara lain lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, dan orang dengan penyakit tertentu. Menurut CDC, pengobatan bisa membantu menurunkan risiko sakit berat.

  • Hasil negatif berulang tetapi gejala menetap. Keluhan bisa berasal dari virus lain. Dokter bisa menentukan waktu yang tepat untuk tes influenza atau pemeriksaan lain yang sesuai.

  • Gejala tidak membaik. Demam yang tidak turun atau batuk yang makin mengganggu perlu diperiksa. Kementerian Kesehatan mencatat COVID-19 sebagai salah satu infeksi virus yang umum menyebabkan pneumonia, dan dokter bisa meminta CT scan atau foto rontgen dada pada beberapa kasus.

Tes di Waktu yang Tepat, Langkah Berikutnya Lebih Jelas

Pilih tes sesuai kebutuhan. Tes antigen cocok saat bergejala, hasil negatif perlu diulang setelah 48 jam, dan PCR membantu mengonfirmasi hasil. Sambil menunggu, MedlinePlus mengingatkan untuk tetap melindungi diri dan orang lain, bahkan bila hasil tes negatif.

Kementerian Kesehatan juga mengimbau vaksinasi COVID-19 sesuai anjuran. Bila keluhan terasa lama setelah sembuh, pemeriksaan kesehatan bagi penyintas COVID-19 bisa dibicarakan dengan dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar jenis tes, Anda bisa chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Testing for COVID-19.

  2. Centers for Disease Control and Prevention. Symptoms of COVID-19.

  3. U.S. Food and Drug Administration. Understanding At-Home OTC COVID-19 Antigen Diagnostic Test Results.

  4. MedlinePlus, National Library of Medicine. COVID-19 Testing.

  5. MedlinePlus, National Library of Medicine. Nasal Swab.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Covid-19.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Tetap Waspada dengan Pasien Infeksi Covid-19 Tak Bergejala.

  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Pneumonia.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa perbedaan tes antigen, PCR, dan antibodi COVID-19?

Tes antigen mendeteksi protein virus dan biasanya memberikan hasil dalam 15–30 menit. Tes PCR mendeteksi materi genetik virus dan lebih sensitif untuk menemukan infeksi. Sementara itu, tes antibodi memeriksa respons kekebalan tubuh yang dapat menunjukkan kemungkinan infeksi sebelumnya.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes COVID-19 setelah kontak erat?

Jika tidak bergejala, FDA menyarankan melakukan tes setidaknya lima hari penuh setelah kontak erat. Jika gejala muncul, lakukan tes segera. Tes yang terlalu dini dapat memberikan hasil negatif meskipun infeksi sudah terjadi.

Apakah hasil tes antigen negatif berarti seseorang bebas COVID-19?

Tidak. Hasil negatif belum sepenuhnya menyingkirkan infeksi, terutama jika tes dilakukan terlalu awal. Bila bergejala, ulangi tes antigen setelah 48 jam hingga minimal dua kali tes. Jika tidak bergejala, lakukan tiga kali tes dengan jarak 48 jam dalam lima hari.

Mengapa hasil PCR masih bisa positif setelah sembuh dari COVID-19?

Tes PCR dan tes molekuler sejenis dapat tetap mendeteksi materi genetik virus hingga 90 hari setelah infeksi. Hasil positif dalam periode tersebut tidak selalu berarti infeksi baru, sehingga dokter perlu mempertimbangkan gejala, riwayat infeksi, dan waktu pemeriksaan.

Apakah tes antibodi bisa mendeteksi infeksi COVID-19 yang sedang berlangsung?

Tes antibodi lebih menggambarkan respons kekebalan terhadap infeksi sebelumnya dan tidak digunakan untuk memastikan infeksi yang sedang berlangsung. Untuk mendeteksi infeksi aktif, gunakan tes virus seperti antigen atau PCR sesuai kebutuhan.