Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tes PCR: Cara Kerja, Prosedur, Waktu Tes, dan Arti Hasilnya
Kembali ke Artikel & Berita

Tes PCR: Cara Kerja, Prosedur, Waktu Tes, dan Arti Hasilnya

SBAOthers

Hasil tes antigen negatif, tetapi tenggorokan masih perih dan badan meriang. Di lain waktu, badan sudah segar, namun hasil tes PCR masih positif. Situasi ini sering membingungkan.

Tes PCR membaca materi genetik virus, sehingga kemampuannya menangkap infeksi tinggi. Hasilnya tetap bergantung pada kapan sampel diambil, dan jejak virus bisa terbaca beberapa waktu setelah sakit berlalu.

Artikel ini membahas cara kerja PCR, waktu tes yang sesuai, prosedur swab, cara membaca hasil, hingga bedanya dengan tes antigen dan antibodi.

Apa Itu Tes PCR?

PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction, yaitu teknik laboratorium untuk memperbanyak potongan kecil materi genetik. National Human Genome Research Institute (NHGRI) menyebutnya teknik yang cepat dan murah, sampai dijuluki fotokopi molekuler.

Pada COVID-19, tes PCR mencari materi genetik virus SARS-CoV-2 di dalam sampel, seperti dijelaskan laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan. Menurut Mayo Clinic, teknik yang dipakai bernama RT-PCR (reverse transcription polymerase chain reaction), dan tes ini juga dikenal sebagai NAAT atau nucleic acid amplification test.

CDC menyebut tes NAAT, termasuk PCR, lebih mungkin mendeteksi virus dibanding tes antigen dan menjadi standar acuan tes COVID-19.

Cara Kerja PCR di Laboratorium

Menurut NHGRI, PCR memperbanyak materi genetik lewat siklus pemanasan dan penyalinan berulang seperti berikut:

  1. Pemisahan untai. Sampel dipanaskan sehingga untai ganda DNA terpisah menjadi dua untai tunggal. Masing-masing untai menjadi cetakan untuk salinan baru.

  2. Penyalinan. Enzim Taq polymerase membangun untai baru dengan mengikuti cetakan tadi. Satu potongan DNA pun menjadi dua salinan yang sama.

  3. Pengulangan siklus. Setiap salinan baru ikut menjadi cetakan pada siklus berikutnya. Siklus diulang hingga 30 sampai 40 kali dan bisa menghasilkan lebih dari satu miliar salinan.

Seluruh siklus berjalan otomatis di mesin thermocycler dan bisa selesai dalam beberapa jam. Waktu tunggu hasil juga mencakup pengambilan sampel dan pengirimannya ke laboratorium.

PCR Juga Dipakai di Luar COVID-19

NHGRI mencatat PCR juga dipakai untuk mendeteksi bakteri atau virus lain dan mendiagnosis kelainan genetik. Contohnya antara lain:

  • Tuberkulosis. Pada tuberkulosis atau TBC, Kementerian Kesehatan menjelaskan tes Gene Xpert MTB/RIF memakai PCR real-time untuk mengenali bakteri berdasarkan teknik DNA molekuler. Hasilnya bisa keluar dalam 24 jam, sementara kultur sputum atau biakan dahak bisa butuh lebih dari 2 minggu.

  • Infeksi saluran napas. Mayo Clinic menyebut ada tes RT-PCR multiplex yang memeriksa virus COVID-19, influenza A, dan influenza B dari satu sampel. Tes ini membantu karena gejalanya bisa mirip, dan dokter juga menimbang akurasi tes influenza yang tersedia.

  • Skrining berbasis materi genetik. Prinsip membaca materi genetik juga dipakai pada pemeriksaan HPV DNA untuk deteksi dini risiko kanker serviks. Jenis sampelnya tentu berbeda dengan tes COVID-19.

Kapan Tes PCR Diperlukan?

Bila muncul sesak napas berat atau nyeri dada yang menetap, segera ke IGD tanpa menunggu tes. Di luar kondisi darurat, tes umumnya diperlukan pada situasi berikut:

  • Muncul gejala COVID-19. WHO menyebut demam, menggigil, dan nyeri tenggorokan sebagai gejala umum varian yang kini beredar. Karena keluhannya mirip flu, perbedaan gejala COVID dan flu musiman sulit dipastikan tanpa tes. Mayo Clinic menyarankan tes segera setelah gejala muncul.

  • Baru kontak erat dengan penderita. Bila belum bergejala, Mayo Clinic menyarankan menunggu setidaknya 5 hari setelah paparan. Tes yang terlalu cepat bisa dilakukan sebelum virus terdeteksi.

  • Hasil antigen negatif, tetapi gejala menetap. CDC menyebut satu tes antigen negatif belum menyingkirkan infeksi. Satu tes NAAT seperti PCR bisa mengonfirmasi hasil tersebut.

  • Persyaratan perjalanan atau pekerjaan. Sebagian pihak masih meminta hasil PCR. Ketentuannya bisa berubah, jadi cek syarat yang berlaku saat ini.

Persiapan Sebelum Tes PCR

Persiapan tes PCR umumnya sederhana. Beberapa hal berikut membantu prosesnya berjalan lancar:

  • Tidak perlu puasa. Anda bisa makan dan minum seperti biasa. Bila laboratorium memberi arahan khusus, ikuti arahan tersebut.

  • Sampaikan obat yang rutin diminum. Informasikan obat, vitamin, dan suplemen yang sedang dikonsumsi. Jangan menghentikan obat tanpa arahan tenaga medis.

  • Catat waktu gejala dan paparan. Tanggal mulai demam atau tanggal kontak erat membantu dokter menilai apakah waktu tes sudah sesuai. Catatan ini juga berguna saat hasil dibaca.

Bagaimana Prosedur Tes PCR Dilakukan?

Menurut Mayo Clinic, sampel diambil dari lendir hidung atau tenggorokan, atau dari air liur. Pengambilan lewat hidung umumnya berjalan seperti berikut:

  1. Petugas memakai alat pelindung. Petugas mengenakan masker, pelindung wajah, dan pakaian pelindung. Anda diminta duduk tenang dengan dagu sedikit terangkat.

  2. Swab dimasukkan ke hidung. Batang swab yang panjang dan tipis dimasukkan ke lubang hidung, lalu diputar untuk mengambil lendir. Prosesnya hanya beberapa detik, dan petugas kadang juga mengusap bagian belakang tenggorokan.

  3. Sampel dikirim ke laboratorium. CDC menyebut hasil tes laboratorium bisa keluar hingga 3 hari. Sebagian tes NAAT di tempat layanan atau point-of-care memberi hasil lebih cepat.

Rasa tidak nyaman biasanya hanya sesaat. Tetap diam selama pengambilan sampel membantu petugas menyelesaikannya dengan cepat.

Cara Membaca Hasil Tes PCR

Arti Hasil Positif

CDC menyebut hasil positif berarti virus terdeteksi dan Anda sedang atau baru saja mengalami infeksi. Mayo Clinic menambahkan hasil positif umumnya benar, termasuk pada orang tanpa gejala.

WHO menganjurkan orang dengan gejala atau hasil positif untuk tinggal di rumah dan menjauh dari orang lain. Bila Anda punya faktor risiko sakit berat, CDC menyarankan segera berobat karena pengobatan perlu dimulai dalam beberapa hari setelah gejala muncul.

Arti Hasil Negatif

Hasil negatif berarti tes tidak menemukan virus pada sampel tersebut. CDC menegaskan hasil ini belum menyingkirkan infeksi. Bila masih bergejala, tes mungkin dilakukan terlalu dini atau keluhan berasal dari virus lain.

Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, jadi bacalah lembar hasil bersama dokter.

Kenapa Hasil PCR Bisa Tetap Positif Setelah Sembuh?

Tes PCR membaca materi genetik virus. CDC mencatat hasilnya bisa tetap positif beberapa waktu setelah infeksi, dan pada tes NAAT bisa bertahan hingga 90 hari.

Infeksi ulang juga bisa terjadi dalam rentang tersebut, sehingga hasil positif belum tentu berarti infeksi baru. Karena itu, CDC tidak menyarankan tes untuk mencari infeksi baru bila hasil positif pertama Anda belum lewat 30 hari dan Anda tidak bergejala.

Bila gejala muncul lagi di periode tersebut, CDC menyarankan tes antigen. Diskusikan dengan dokter sebelum mengulang PCR, terutama untuk keperluan kerja atau perjalanan. Sebagian orang juga menjalani pemeriksaan kesehatan setelah sembuh dari COVID-19 untuk menilai kondisi tubuh.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Tes PCR

Hasil tes PCR tetap dipengaruhi beberapa hal berikut:

  • Waktu tes. WHO mencatat gejala biasanya muncul 3 sampai 6 hari setelah paparan. Tes yang terlalu dekat dengan waktu paparan bisa negatif karena virus belum terdeteksi.

  • Jenis sampel. Mayo Clinic menyebut sampel air liur sedikit kurang peka dibanding lendir dari swab hidung panjang, meski lebih mudah diambil. Pengambilan sampel yang tepat membantu tes bekerja optimal.

  • Virus lain dengan gejala serupa. CDC menyebut hasil negatif pada orang bergejala bisa berarti ada infeksi virus lain. Dokter mungkin memeriksa flu sekaligus dengan menimbang waktu yang tepat untuk tes influenza.

PCR, Antigen, dan Antibodi, Apa Bedanya?

Ketiga tes ini sering tertukar padahal fungsinya berbeda. Perbandingan berikut merangkum penjelasan CDC dan Mayo Clinic:

Jenis tes

Yang dideteksi

Waktu hasil

Kegunaan utama

Tes PCR (molekuler)

Materi genetik virus

Hingga 3 hari bila diproses di laboratorium

Memastikan infeksi aktif dan mengonfirmasi hasil antigen

Tes antigen

Protein virus

Umumnya 15 sampai 30 menit

Cek cepat, diulang setelah 48 jam bila negatif

Tes antibodi (serologi)

Antibodi dalam darah

Terbentuk dalam hitungan hari sampai minggu setelah infeksi atau vaksin

Melihat jejak infeksi lampau atau vaksinasi, tidak untuk diagnosis COVID-19

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Mayo Clinic menyebut tes antibodi COVID-19 tidak rutin dilakukan dan kadang dipakai dokter untuk menilai komplikasi tertentu. Gambaran jenis tes COVID dan hasilnya membantu Anda melihat posisi ketiga tes ini.

Pemeriksaan Swab PCR di Bumame

Karena membaca materi genetik virus, tes PCR membantu memastikan infeksi COVID-19 yang sedang berlangsung, termasuk saat hasil antigen negatif tetapi gejala masih ada. Bumame menyediakan Swab Covid PCR 24 Jam yang memeriksa sampel hidung dengan metode molekuler, tanpa perlu puasa. Layanan ini tersedia lewat kunjungan ke klinik maupun Home Care.

Estimasi waktu keluarnya hasil bisa dikonfirmasi lebih dulu dengan tim Bumame. Untuk jadwal dan pertanyaan lain, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kapan Perlu Segera ke Dokter?

Segera ke IGD tanpa menunggu hasil tes bila muncul gejala berat. WHO menyebut gejala ini meliputi sulit bernapas terutama saat istirahat, rasa bingung, mengantuk berat atau hilang kesadaran, nyeri dada yang menetap, kulit dingin, pucat, atau kebiruan, serta kehilangan kemampuan bicara atau bergerak.

Konsultasi lebih awal penting bagi kelompok berisiko sakit berat. Menurut WHO, kelompok ini mencakup lansia, ibu hamil, orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, penyakit paru, jantung, hati, atau ginjal kronis, kanker, serta sistem imun lemah.

Periksakan diri juga bila gejala kembali memburuk setelah sempat membaik atau hasil tes membingungkan. Dokter akan membaca hasil PCR bersama gejala dan riwayat kontak.

Tes di Waktu yang Tepat, Hasil Lebih Bermakna

Tes PCR memberi gambaran yang kuat tentang infeksi bila dilakukan pada waktu yang sesuai dan dibaca bersama gejala. Catat kapan keluhan muncul, kenali riwayat kontak, lalu pilih jenis tes bersama dokter.

Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, baik untuk pengobatan maupun untuk melindungi keluarga. Bila butuh bantuan menentukan jadwal tes, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.

Bumame Cideng

JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame TB Simatupang

Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame BSD

Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi

Bumame Puri

Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Bumame Kelapa Gading

Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi

Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.

Referensi

  1. National Human Genome Research Institute (NIH). Polymerase Chain Reaction (PCR) Fact Sheet.

  2. Centers for Disease Control and Prevention. Testing for COVID-19.

  3. Mayo Clinic. COVID-19 Diagnostic Testing.

  4. Mayo Clinic. How Do COVID-19 Antibody Tests Differ from Diagnostic Tests?

  5. World Health Organization. Coronavirus Disease (COVID-19).

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Pemeriksaan Penunjang TB pada Anak.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. COVID-19.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu tes PCR dan bagaimana cara kerjanya?

Hasil PCR yang diproses di laboratorium dapat memerlukan waktu hingga tiga hari. Sebagian tes molekuler yang dilakukan langsung di tempat layanan bisa memberikan hasil lebih cepat. Waktu tunggu juga dipengaruhi proses pengambilan dan pengiriman sampel.

Berapa lama hasil tes PCR keluar?

Hasil PCR yang diproses di laboratorium dapat memerlukan waktu hingga tiga hari. Sebagian tes molekuler yang dilakukan langsung di tempat layanan bisa memberikan hasil lebih cepat. Waktu tunggu juga dipengaruhi proses pengambilan dan pengiriman sampel.

Apakah tes PCR lebih akurat daripada tes antigen?

Tes PCR umumnya lebih sensitif dalam mendeteksi virus dibandingkan tes antigen. Karena itu, PCR dapat membantu mengonfirmasi infeksi ketika hasil antigen negatif tetapi gejala masih ada. Satu hasil antigen negatif belum tentu menyingkirkan infeksi COVID-19.

Mengapa hasil PCR masih positif setelah sembuh dari COVID-19?

PCR mendeteksi materi genetik virus yang dapat tetap terbaca setelah gejala mereda. Menurut CDC, hasil tes molekuler dapat tetap positif hingga 90 hari setelah infeksi. Hasil positif tidak selalu berarti infeksi baru, sehingga perlu dinilai bersama gejala dan riwayat infeksi.

Kapan waktu yang tepat untuk tes PCR setelah kontak erat dengan penderita COVID-19?

Jika belum bergejala, Mayo Clinic menyarankan menunggu setidaknya lima hari setelah paparan sebelum melakukan tes. Jika gejala COVID-19 sudah muncul, tes sebaiknya dilakukan segera. Tes yang terlalu dini dapat memberikan hasil negatif karena virus belum terdeteksi.