Demam sudah berjalan beberapa hari. Pagi hari suhu sedikit turun, lalu naik lagi menjelang sore, disertai sakit kepala dan perut yang tidak nyaman. Dokter kemudian meminta tes Tubex, dan hasilnya keluar berupa sebuah angka.
Angka itu sering memunculkan pertanyaan baru. Skor 4 dan skor 8 punya arti berbeda, hasil positif belum tentu berarti tipes, dan hasil negatif belum tentu menyingkirkannya.
Artikel ini membahas cara kerja, waktu, prosedur, dan cara membaca skor tes Tubex, termasuk perbandingannya dengan tes lain.
Apa Itu Tes Tubex?
Tes Tubex adalah tes serologi cepat yang membantu dokter menilai kemungkinan tipes. Tes serologi membaca respons kekebalan tubuh di dalam darah. Tipes atau demam tifoid adalah infeksi bakteri Salmonella Typhi. Menurut WHO, bakteri ini umumnya masuk lewat makanan atau air yang tercemar, lalu menyebar ke aliran darah.
Kajian Cochrane menjelaskan Tubex mendeteksi antibodi IgM terhadap antigen O9 milik Salmonella Typhi. IgM adalah jenis antibodi yang bisa menandakan paparan baru, sedangkan IgG bisa berasal dari paparan baru maupun lama. Studi AFIRE di delapan rumah sakit Indonesia mencatat tes ini banyak dipakai dan tercantum dalam pedoman nasional.
Apa yang Dideteksi Tubex di Dalam Darah?
Antigen O9 merupakan bagian dari lipopolisakarida, komponen di lapisan luar dinding bakteri. Tubex mengukur seberapa kuat antibodi dalam sampel menghalangi ikatan antara partikel magnetik berlapis lipopolisakarida dan antibodi O9 buatan. Hambatan ini terlihat sebagai perubahan warna.
Kajian Cochrane mencatat Tubex dirancang untuk Salmonella Typhi. Studi AFIRE menambahkan bahwa Salmonella Paratyphi bisa ikut terdeteksi lewat reaksi silang, yaitu antibodi terhadap kuman yang mirip ikut bereaksi. Tes ini tidak bisa membedakan keduanya.
Kapan Dokter Meminta Tes Tubex?
Dokter biasanya menimbang tes Tubex pada situasi berikut:
Demam yang naik bertahap. StatPearls menjelaskan demam tipes umumnya naik perlahan hingga 38 sampai 40°C pada hari ketiga atau keempat. Suhu sering lebih rendah di pagi hari dan memuncak di sore atau malam hari.
Demam disertai keluhan pencernaan dan lemas. WHO mencatat rasa lelah, sakit kepala, mual, nyeri perut, serta sembelit atau diare sebagai gejala yang sering menyertai. Pola gejala tipes lainnya juga ikut ditimbang.
Ada riwayat paparan. Kementerian Kesehatan menyebut sanitasi buruk, makanan atau air yang tercemar, dan kontak dekat dengan penderita sebagai faktor risiko. Menurut Mayo Clinic, gejala sering muncul 1 sampai 3 minggu setelah terpapar.
Perlu membedakan dari penyakit lain. StatPearls mencatat tipes sulit dibedakan dari malaria, DBD, atau infeksi virus di awal sakit. Karena penyebab demam beragam, dokter kerap menimbang beberapa tes, termasuk tes untuk diagnosis DBD.
Waktu tes ikut memengaruhi hasil. Dalam studi AFIRE, sebagian besar pasien dites pada hari ke-7 sampai ke-9 sakit. Kultur darah, yaitu pemeriksaan yang menumbuhkan bakteri dari sampel darah, lebih sering positif di minggu pertama, sedangkan skor Tubex 6 ke atas lebih sering positif di minggu kedua.
Persiapan Sebelum Tes Tubex
Persiapan yang membantu berupa informasi yang Anda bawa ke dokter, seperti berikut:
Hari pertama demam. Tanggal mulai demam membantu dokter menilai apakah antibodi sudah sempat terbentuk. Informasi ini juga menentukan perlu tidaknya tes ulang.
Obat yang sudah diminum. StatPearls memasukkan riwayat antibiotik ke dalam hal yang perlu ditanyakan dokter. Sampaikan nama obat dan lama pemakaiannya.
Riwayat tipes dan vaksin. Antibodi dari infeksi sebelumnya bisa ikut terbaca, dan riwayat imunisasi juga dipertimbangkan dokter. Bila belum pernah, vaksinasi tipes bisa didiskusikan setelah Anda pulih.
Bagaimana Prosedur Tes Tubex?
Kajian Cochrane menyebut tes ini bisa memakai darah utuh, plasma, atau serum, yaitu bagian cair darah. Tahapannya seperti berikut:
Sampel dicampur dengan reagen. Setelah darah diambil, sampel dimasukkan ke wadah plastik kecil bersama larutan dan partikel khusus. Pencampuran ini memberi kesempatan antibodi untuk bereaksi.
Partikel dipisahkan dengan magnet. Magnet menarik partikel magnetik keluar dari larutan. Langkah ini memperlihatkan apakah ikatan antarpartikel terhalang.
Warna dicocokkan dengan skala. Warna akhir dibandingkan dengan skala 0 sampai 10 dari produsen. Kajian Cochrane mencatat hasil bisa dibaca sekitar 3 menit setelah pencampuran.
Cara Membaca Skor Tubex
Hasil Tubex dilaporkan sebagai skor warna dari 0 sampai 10. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, tetapi pembacaannya umumnya mengikuti pola berikut:
Skor 0 sampai 2. Kajian Cochrane memakai skor lebih dari 2 sebagai batas positif, sehingga skor ini dibaca negatif. Artinya, antibodi IgM tidak terbaca pada saat itu.
Skor 3. Skor ini sudah positif menurut batas Cochrane, tetapi di bawah batas produsen. Dokter menimbangnya bersama gejala dan bisa meminta tes ulang.
Skor 4 dan 5. Menurut studi AFIRE, produsen menganjurkan skor 4 dibaca positif lemah. Skor ini positif bila memakai batas 4, tetapi belum mencapai batas 6 yang lebih ketat.
Skor 6 sampai 10. Produsen menganjurkan rentang ini dibaca positif. Skor tinggi menggambarkan reaksi antibodi yang kuat, tetapi belum memastikan diagnosis.
Arti Skor Positif
Skor positif mendukung dugaan tipes, tetapi studi AFIRE memperlihatkan keterbatasannya. Dari 301 pasien yang didiagnosis tipes berdasarkan gejala, hanya 50 orang atau 16,6% yang terbukti lewat kultur darah atau PCR, yaitu tes yang mendeteksi materi genetik bakteri. Pada pasien yang dikira tipes tetapi ternyata bukan karena Salmonella, Tubex tetap positif pada 87,4% dengan batas 4 dan 53,7% dengan batas 6. Diagnosis akhir mereka antara lain DBD, chikungunya, leptospirosis, dan infeksi Rickettsia.
StatPearls menjelaskan penyebabnya, yaitu reaksi silang dan antibodi sisa infeksi sebelumnya. Peneliti AFIRE juga menyoroti pembacaan warna yang subjektif. Rickettsia adalah kuman penyebab tifus, dan karena nama serta gejalanya mirip, perbedaan tipes dan tifus sering luput.
Arti Skor Negatif
Kajian Cochrane memperkirakan, dari 300 orang yang benar mengalami tipes, Tubex melewatkan sekitar 66 orang. Bila gejala tetap mengarah ke tipes, dokter bisa mengulang tes atau meminta kultur darah.
Tubex, Widal, atau Kultur Darah?
Kajian Cochrane mencatat rata-rata sensitivitas Tubex 78% dan spesifisitas 87%, yaitu kemampuan menemukan orang yang sakit dan memberi hasil negatif pada orang yang sehat. Gambaran umumnya seperti berikut:
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kajian Cochrane menyimpulkan tes cepat seperti Tubex belum cukup akurat untuk menggantikan kultur darah, meski hasilnya yang cepat membantu keputusan awal.
Mengapa Tubex Sering Dipasangkan dengan Hematologi Lengkap?
Tubex membaca respons antibodi, sedangkan hematologi lengkap atau tes darah lengkap memperlihatkan bagaimana sel darah merespons infeksi. Menurut StatPearls, sekitar 15 sampai 25% penderita tipes mengalami leukosit rendah. Studi AFIRE mencatat hasil darah ini tidak spesifik untuk tipes, sehingga keduanya dibaca bersama gejala.
Bila ingin memeriksakan keduanya sekaligus, Paket Tifus di Bumame berisi pemeriksaan Hematologi lengkap dan IgM Anti Salmonella Typhi, dengan pilihan Home Care atau Walk In. Halaman produknya menyebutkan tidak diperlukan persiapan khusus, dan pemeriksaan IgM tersebut dibaca lewat perubahan warna dengan sistem skor. Untuk menyesuaikan jadwal tes dengan hari demam, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Setelah Hasil Keluar, Apa Selanjutnya?
Bila dokter menyimpulkan tipes, pengobatan utamanya adalah antibiotik yang diminum sampai tuntas, sesuai anjuran WHO dan Mayo Clinic. StatPearls mencatat demam biasanya turun dalam 3 sampai 5 hari bila obatnya efektif.
Bakteri bisa tetap keluar lewat tinja meski gejala hilang, sehingga cara penularan tipes perlu dipahami seisi rumah. Mayo Clinic menyarankan penderita tidak menyiapkan makanan untuk orang lain sampai dokter menyatakan aman. Panduan makanan untuk orang tipes membantu menyusun menu pemulihan.
Kapan Perlu Segera ke Dokter atau IGD?
Menurut StatPearls, komplikasi tipes umumnya muncul 2 sampai 3 minggu setelah sakit dimulai. Segera ke IGD bila muncul tanda berikut:
Nyeri perut hebat atau perut membengkak. Nyeri yang memburuk saat bergerak termasuk tanda sakit berat. Keluhan ini bisa menandakan perdarahan usus atau perforasi usus, yaitu lubang pada dinding usus.
Diare berdarah yang berat. Kementerian Kesehatan mencatat perdarahan saluran cerna sebagai komplikasi yang umum. Mayo Clinic menyebut komplikasi usus perlu segera ditangani.
Bingung, mengigau, atau kesadaran menurun. StatPearls mencatat delirium, yaitu kebingungan mendadak, dialami sekitar seperempat pasien rawat inap dengan tipes terkonfirmasi. Mayo Clinic menyebut perubahan kesadaran perlu penanganan segera.
Kulit atau bagian putih mata menguning. Tanda ini bisa muncul pada sakit yang lebih berat. Urine gelap atau tinja pucat juga bisa menandakan gangguan hati atau saluran empedu.
Periksakan diri juga bila demam belum turun lebih dari 5 hari setelah mulai minum antibiotik, atau bila gejala kembali setelah sembuh. StatPearls mencatat kekambuhan terjadi pada kurang dari 10% penderita.
Catat Hari Demam, Lalu Bahas Skornya Bersama Dokter
Tes Tubex memberi gambaran cepat tentang respons kekebalan terhadap Salmonella Typhi. Skornya lebih bermakna bila dibaca bersama hari demam, gejala, dan hasil darah lain.
Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Catat tanggal mulai demam, perhatikan tanda bahaya, dan diskusikan hasil tes dengan dokter. Untuk menanyakan jadwal pemeriksaan, Anda bisa chat CS Bumame..
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
World Health Organization. Typhoid.
Swinkels HM, Jenks JD, DeVos E. Typhoid Fever. StatPearls, NCBI Bookshelf.
Wijedoru L, Mallett S, Parry CM. Rapid Diagnostic Tests for Typhoid and Paratyphoid (Enteric) Fever. Cochrane Database of Systematic Reviews.
Nurmawati S, Alam A, Djauhari H, et al. Clinical Characteristics of Enteric Fever and Performance of TUBEX TF IgM Test in Indonesian Hospitals. PLoS Neglected Tropical Diseases.
Mayo Clinic. Typhoid Fever, Symptoms and Causes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Tipus (Penyakit Tipes).
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes Tubex?
Waktu tes ditentukan dokter berdasarkan hari demam dan gejala. Dalam studi AFIRE, sebagian besar pasien menjalani tes pada hari ke-7 sampai ke-9 sakit. Skor 6 ke atas lebih sering muncul pada minggu kedua.
Berapa skor Tubex yang dianggap positif?
Skor 4 umumnya dibaca positif lemah, sedangkan skor 6 sampai 10 dianjurkan sebagai positif oleh produsen. Skor 0 sampai 2 dibaca negatif dalam kajian Cochrane. Interpretasi tetap perlu mengikuti acuan laboratorium dan penilaian dokter.
Apakah hasil Tubex positif sudah memastikan seseorang terkena tipes?
Belum. Tubex dapat memberikan hasil positif akibat reaksi silang atau antibodi dari infeksi sebelumnya. Dokter perlu menilai hasil bersama gejala dan riwayat pasien, serta dapat meminta kultur darah atau pemeriksaan lain bila diperlukan.
Apakah hasil Tubex negatif berarti seseorang tidak terkena tipes?
Tidak selalu. Tubex dapat melewatkan sebagian kasus tipes, terutama jika hasil belum menunjukkan respons antibodi yang terdeteksi. Jika gejala masih mengarah ke tipes, dokter dapat menyarankan tes ulang atau kultur darah.
Apa perbedaan tes Tubex, Widal, dan kultur darah?
Tubex mendeteksi antibodi IgM terhadap antigen O9, sedangkan Widal memeriksa antibodi terhadap antigen O dan H. Kultur darah mendeteksi bakteri Salmonella yang tumbuh dari sampel darah dan menjadi acuan utama diagnosis, tetapi hasilnya membutuhkan waktu setidaknya 48 jam.
