Bayangkan tubuh Anda seperti rumah dengan jaringan listrik di dalamnya. Otak adalah panel utama dan sumsum tulang belakang sebagai kabel utama. Lalu, muncul transverse myelitis yang dapat menyebabkan peradangan pada kabel utama ini. Apa saja yang terjadi ketika sumsum tulang belakang meradang? Berikut penjelasannya!
Apa Itu Transverse Myelitis (TM)?
Transverse myelitis adalah gangguan saraf akibat peradangan di sumsum tulang belakang. Unsurnya dari transverse yang menggambarkan pola kerusakan melintang. Karena melintang melewati sumsum tulang belakang, keluhannya sering muncul di kedua sisi tubuh.
Sedangkan myelitis berarti peradangan pada myelin. Myelin sendiri adalah selubung lemak (lipid) yang melindungi serabut saraf. Perkembangan kondisi ini termasuk akut, artinya hanya dalam beberapa jam hingga hari. Atau subakut, selama 1-4 minggu.
TM pada dasarnya jarang terjadi, tapi dampaknya bisa sangat serius dalam jangka pendek. Letak peradangannya akan menentukan gejala. Dan yang paling umum adalah di area dada atau punggung atas.
Gejala dan Tanda-Tanda Peringatan
Gejala transverse myelitis biasanya datang dengan cepat dan terasa “aneh” karena menyerang beberapa fungsi sekaligus. Mari kita bahas satu per satu.
1. Kelemahan Otot
Biasanya muncul di kaki terlebih dahulu, lalu semakin parah hingga menjadi kelumpuhan. Bila peradangannya di leher, lengan dan tangan juga bisa melemah.
2. Nyeri
Sering diawali dengan nyeri punggung bawah dan nyeri leher. Atau bisa juga nyeri tajam yang menjalar ke kaki, lengan, atau melingkari dada dan perut.
3. Gangguan Sensasi
Bentuknya beragam, bisa kesemutan, mati rasa, rasa terbakar/dingin, atau seperti disetrum. Ada pula sensasi khas transverse yang biasanya terasa di dada atau pinggang, seperti sabuk atau ikatan yang mengencang.
4. Gangguan Kandung Kemih dan Usus
Rasanya seperti sering ingin buang air kecil, muncul dorongan mendadak, tidak bisa menahan, atau malah sulit mengeluarkan. Di usus, bisa berupa sembelit, sulit mengontrol urge, atau inkontinensia.
Selain itu, ada gejala penyerta seperti kekakuan atau kejang otot, kelelahan, nafsu makan menurun, gangguan fungsi seksual, nyeri kronis, hingga masalah suasana hati seperti depresi
Penyebab
Penyebab transverse myelitis cukup banyak. Beberapa kasus bahkan idiopathic atau tidak ketahuan penyebabnya. Menurut para ahli, beberapa kelompok penyebab utamanya adalah sebagai berikut.
Gangguan Autoimun: Ini salah satu kelompok yang cukup penting. Sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang myelin atau struktur sumsum tulang belakang.
Infeksi: Kasusnya cukup sering, sehingga ada sebutan post-infectious TM. Masih berhubungan dengan sistem imun, kali ini, sistem imun menyerang penyebab infeksi dan saraf juga. Penyebab infeksi pun sangat banyak, termasuk golongan virus, bakteri, dan jamur atau parasit.
Penyakit Peradangan Sistemik: Beberapa contohnya adalah lupus (lupus eritematosus sistemik), sindrom Sjögren, sarkoidosis, penyakit langka skleroderma, penyakit Behçet, penyakit jaringan ikat campuran, dan rheumatoid arthritis.
Kanker: Beberapa jenis kanker, atau respons imun abnormal terhadapnya yang disebut sindrom paraneoplastik. Ini dapat memicu kerusakan saraf yang menyerupai atau menyebabkan TM.
Gangguan Pembuluh Darah: Infark sumsum tulang belakang, malformasi arteriovenosa, atau fistula duran bisa menimbulkan gejala serupa dan perlu dibedakan dari TM.
Faktor Risiko
Siapa yang perlu khawatir pada kondisi ini? TM bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Angka kejadiannya sendiri sering meningkat pada rentang usia 10-19 dan 30-39 tahun.
Perlu Anda ketahui, transverse myelitis bukanlah penyakit yang pasti menurun. Risiko komplikasi atau kekambuhannya lebih berkaitan dengan penyakit dasarnya, seperti penyakit multiple sclerosis, neuromyelitis optica spectrum disorder, lupus atau infeksi lampau yang belum tertangani. Jadi, bukan karena gaya hidup.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis TM?
Karena gejalanya mirip banyak penyakit lain, diagnosis kondisi ini tidak bisa hanya dari keluhan. Jadi, dokter perlu memastikan dua hal: memang ada radang di sumsum tulang belakang, dan tidak ada penyebab lain yang menekan atau merusak. Jadi, setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik dasar, dokter bisa menyarankan hal berikut.
1. MRI Tulang Belakang
Ini pemeriksaan yang penting. Selain memperlihatkan area peradangan atau lesi, MRI membantu menyingkirkan penyebab mekanis seperti hernia diskus, tumor, abses, atau patah tulang belakang.
2. Lumbar Puncture (Spinal Tap)
Pengambilan sampel cairan serebrospinal (CSF), yaitu cairan pelindung otak dan sumsum tulang belakang, dari area punggung bawah. Pada transverse myelitis, analisis CSF bisa menunjukkan peningkatan sel darah putih atau protein sebagai tanda peradangan.
3. Tes Darah
Gunanya untuk mencari atau menyingkirkan penyebab dasar, misalnya HIV, sifilis, kekurangan vitamin B12, gangguan tiroid, dan penyakit autoimun. Dokter juga mungkin memeriksa antibodi AQP4-IgG (terkait NMOSD) dan antibodi MOG (terkait MOGAD).
4. Pemeriksaan Lain
Pada kasus tertentu, tes tambahan dapat disarankan. Contohnya tes PET, tes fungsi saraf mata, pemeriksaan penyakit paraneoplastik, tes pembekuan darah, atau angiografi pembuluh darah tulang belakang bila dicurigai ada masalah pembuluh darah.
Pilihan Pengobatan dan Opsi Perawatan
Jika diagnosis transverse myelitis sudah jelas, selanjutnya adalah perawatan. Tujuan perawatan ada 4, yakni menargetkan peradangan, menyembuhkan penyakit penyebab, mencegah komplikasi, dan membantu agar fungsi tubuh semakin pulih. Pengobatan biasanya berlapis, serta memantau respons tubuh.
Terapi untuk Peradangan
Pilihan pertamanya, Kortikosteroid intravena selama 3-5 hari. Tindakan ini untuk menekan peradangan dan pembengkakan sumsum tulang belakang. Terapi ini tidak perlu menunggu hasil tes karena lebih dini, akan menekan perkembangan penyakit.
Jika tubuh tidak cocok dengan kortikosteroid, dokter dapat mengubah ke plasma exchange (plasmapheresis). Ini prosedur penggantian plasma darah yang mengandung antibodi dan protein peradangan.
Pada kasus tertentu, penanganan menggunakan imunoglobulin intravena (IVIG). Isinya antibodi dari donor sehat. Perlu untuk menyeimbangkan respons sistem imun yang keliru.
Terapi sesuai Penyebab
Jika pemicunya infeksi, dokter dapat memberikan antiviral, antibiotik, antijamur, atau antiparasit sesuai jenisnya. Untuk transverse myelitis yang berulang atau terkait NMOSD, MOGAD, MS, atau penyakit autoimun lain, akan dilakukan terapi imunomodulator atau imunosupresan jangka panjang.
Mengelola Gejala
Nyeri otot dapat diobati dengan paracetamol atau obat antiinflamasi. Sedangkan untuk nyeri saraf, obatnya gabapentin, pregabalin, atau duloxetine. Untuk rasa kaku atau kejang, solusinya menggunakan relaxan.
Pengelolaan kandung kemih dan usus juga harus secara aktif demi “menormalkan” kembali urgensinya. Ketika terjadi retensi urin, pasien mungkin butuh kateter untuk mencegah kerusakan ginjal dan infeksi saluran kemih.
Beberapa kasus berat memengaruhi pernapasan. Jika terjadi, dukungan napas di rumah sakit diperlukan, biasanya hal ini bersifat sementara.
Rehabilitasi
Rehabilitasi juga sangat penting untuk pemulihan. Fisioterapi akan menjaga kekuatan dan kelenturan otot, koordinasi, serta mobilitas. Lalu, terapi okupasi untuk membantu pasien kembali melakukan aktivitas harian. Begitu juga dengan alat bantu seperti tongkat, brace, walker, atau kursi roda untuk melawan kelemahan dan keterbatasan mobilitas.
Strategi Pencegahan
Transverse myelitis tidak selalu ada pencegahannya, terutama kasus yang bersifat idiopatik. Meski begitu, ada beberapa langkah yang bisa mengurangi pemicu dan membuat penanganan semakin cepat, antara lain:
Melindungi diri dari infeksi.
Vaksinasi sesuai jadwal.
Mengelola penyakit autoimun.
Jaga pola hidup sehat.
Catat gejala awal.
Selalu cegah komplikasi bila mobilitas terbatas.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Perkembangan transverse myelitis cukup cepat, jadi tubuh akan segera merasakan gejala-gejalanya. Berikut beberapa situasi yang tidak boleh menunggu.
Kelemahan kaki atau lengan berkembang cepat.
Sulit atau tidak mampu buang air kecil, kehilangan kendali kandung kemih atau usus, atau sembelit berat mendadak.
Kesulitan bernapas.
Bila mati rasa atau kesemutan menyebar.
Rasa seperti diikat di dada atau pinggang.
Nyeri punggung hebat.
Perubahan sensasi di area kelamin.
Waspada Transverse Myelitis Sejak Dini, Pulih Lebih Optimal!
Transverse myelitis memang jarang, tetapi bisa berkembang cepat dan memengaruhi gerak, sensasi, serta fungsi kandung kemih. Kabar baiknya, Anda bisa melakukan Medical Check Up dini, seperti di Bumame. Terapi peradangan dan rehabilitasi pun dapat membantu pemulihan.
Namun, perlu Anda ingat, MCU tidak bisa secara langsung mendeteksi TM. Ini hanya pemeriksaan kesehatan umum yang dapat membantu jika ada kecurigaan khusus, sehingga tenaga kesehatan bisa memberi rujukan. Intinya, jangan menunda ke dokter bila muncul gejala saraf yang tidak biasa, sekecil apa pun keluhannya!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
National Institute of Neurological Disorders and Stroke — Transverse Myelitis
Simone, C. G., dan Emmady, P. D. — Transverse Myelitis
Mayo Clinic Staff — Transverse myelitis - Diagnosis and treatment
Cleveland Clinic — Transverse Myelitis (TM)
NHS Inform — Transverse myelitis
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa itu transverse myelitis?
Transverse myelitis adalah gangguan saraf akibat peradangan pada sumsum tulang belakang yang dapat memengaruhi gerakan, sensasi, serta fungsi kandung kemih dan usus.
Apa saja gejala transverse myelitis?
Gejalanya meliputi kelemahan otot, nyeri punggung atau leher, kesemutan, mati rasa, sensasi seperti terikat di dada atau pinggang, serta gangguan kandung kemih dan usus.
Apa penyebab transverse myelitis?
Penyebabnya dapat berupa gangguan autoimun, infeksi, penyakit peradangan sistemik, kanker atau respons imun terkait kanker, serta gangguan pembuluh darah. Sebagian kasus tidak diketahui penyebabnya.
Bagaimana transverse myelitis didiagnosis dan diobati?
Diagnosis dapat melibatkan MRI tulang belakang, pemeriksaan cairan serebrospinal, tes darah, dan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi. Pengobatan dapat mencakup kortikosteroid intravena, plasma exchange, terapi sesuai penyebab, pengelolaan gejala, dan rehabilitasi.
Kapan penderita perlu segera mencari pertolongan medis?
Segera cari pertolongan medis jika kelemahan anggota tubuh berkembang cepat, mati rasa menyebar, muncul nyeri punggung hebat, sulit buang air kecil, kehilangan kendali kandung kemih atau usus, atau mengalami kesulitan bernapas.
