Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

penyebab-penyakit-lupus
Kembali ke Artikel & Berita

penyebab-penyakit-lupus

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dmedical check up

Dokter menjulukinya penyakit seribu wajah. Hari ini tampil sebagai nyeri sendi, bulan depan sebagai ruam di wajah, tahun depan sebagai kelelahan yang tak masuk akal. Karena wajahnya terus berganti, lupus rata-rata baru terdiagnosis bertahun-tahun setelah gejala pertamanya, setelah penderitanya berpindah-pindah dokter dan tak jarang dicap "hanya stres".

Artikel ini membahas apa itu lupus, mengapa ia bisa terjadi, gejala yang perlu diwaspadai, dan mengapa mengenali polanya bisa memangkas tahun-tahun ketidakpastian itu.

Apa Itu Lupus?

Lupus, dengan jenis tersering lupus eritematosus sistemik, adalah penyakit autoimun. Sistem kekebalan yang seharusnya menyerang kuman justru berbalik menyerang jaringan tubuh sendiri, dan pada lupus, serangannya bisa mengenai hampir semua organ, dari kulit, sendi, ginjal, jantung, paru, sampai otak. Dari sinilah wajahnya yang seribu itu berasal, gejalanya bergantung organ mana yang sedang diserang.

Lupus berjalan dalam pola kambuh dan reda. Ada masa gejala menyala (flare), ada masa tenang yang bisa berlangsung lama. Sekitar 9 dari 10 penderitanya perempuan, sebagian besar terdiagnosis di usia subur antara 15 sampai 45 tahun.

Penyebab Penyakit Lupus

Tidak ada satu penyebab tunggal. Lupus muncul dari pertemuan beberapa faktor pada orang yang rentan:

1. Faktor Genetik

Puluhan gen dikaitkan dengan kerentanan lupus. Riwayat keluarga meningkatkan risiko, meski sebagian besar anak dari penderita lupus tidak mewarisi penyakitnya. Dalam satu keluarga, kerentanan ini kadang muncul sebagai penyakit yang berbeda, misalnya lupus dan rheumatoid arthritis.

2. Hormon

Dominasi kasus pada perempuan usia subur menunjuk peran hormon estrogen. Gejala sebagian penderita juga berfluktuasi mengikuti siklus hormonal, topik yang beririsan dengan hormon perempuan secara umum.

3. Pemicu Lingkungan

Pada orang yang rentan, serangan pertama atau kekambuhan sering dipicu sinar matahari, infeksi virus, stres berat, kurang tidur, merokok, dan obat-obatan tertentu.

Yang perlu ditegaskan, lupus bukan penyakit menular, bukan kanker, dan bukan akibat kesalahan penderitanya.

Gejala Lupus

1. Kelelahan Berat

Gejala yang paling umum sekaligus paling sering diremehkan. Lelah yang tidak pulih dengan tidur dan membuat aktivitas harian terasa seperti mendaki.

2. Nyeri dan Bengkak Sendi

Terutama sendi kecil tangan dan pergelangan, sering berpindah-pindah, dan disertai kaku pagi. Rasa badan sakit semua yang menetap juga sering menjadi keluhan awalnya.

3. Ruam Kupu-Kupu

Ruam kemerahan di kedua pipi dan pangkal hidung membentuk pola sayap kupu-kupu, tanda lupus yang paling dikenal, meski hanya muncul pada sebagian penderita.

4. Sensitif terhadap Matahari

Paparan matahari singkat memicu ruam atau bahkan kekambuhan menyeluruh dengan demam dan lemas.

5. Demam Berulang Tanpa Sebab

Demam ringan yang datang-pergi tanpa infeksi yang jelas, tanda sistem kekebalan yang sedang aktif menyerang.

6. Sariawan Berulang dan Rambut Rontok

Sariawan yang sering tidak nyeri di langit-langit mulut, dan rambut yang menipis saat penyakit aktif.

7. Jari Berubah Warna Saat Dingin

Jari memutih lalu membiru saat kedinginan atau stres, disebut fenomena Raynaud.

8. Tanda Organ Dalam

Bengkak di tungkai atau kelopak mata dan urine berbusa (ginjal), nyeri dada saat menarik napas (selaput jantung-paru), serta sakit kepala hebat atau gangguan konsentrasi. Urine berbusa dan bengkak yang menetap adalah dua alasan umum untuk cek fungsi ginjal. Tanda-tanda ini menandakan lupus yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Karena satu gejala lupus hampir selalu bisa dijelaskan hal lain, yang layak dicurigai adalah kombinasinya yang menetap, misalnya:

  • Kelelahan berat plus nyeri sendi berminggu-minggu.

  • Ruam wajah yang memburuk setelah kena matahari.

  • Demam berulang plus sariawan dan rambut rontok.

  • Gejala-gejala di atas pada perempuan muda, apalagi dengan riwayat keluarga autoimun.

Diagnosis Lupus

Tidak ada satu tes yang langsung memastikan lupus. Dokter merangkai diagnosis dari pola gejala, pemeriksaan fisik, dan serangkaian tes laboratorium, di antaranya tes antibodi antinuklear atau ANA [KONFIRMASI ketersediaan tes ANA di Bumame], hitung darah lengkap, penanda peradangan, serta fungsi ginjal dan urine untuk menilai keterlibatan organ. Pemeriksaan menyeluruh seperti Paket MCU Plus Bumame mencakup hematologi, fungsi ginjal, dan urinalisis yang menjadi peta awal sebelum dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam atau konsultan reumatologi. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk membantu memilih pemeriksaan.

Penanganan Lupus

Lupus belum bisa disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan hingga penderitanya hidup penuh dan aktif. Dokter meresepkan obat sesuai berat penyakitnya, dari obat antimalaria yang menjadi tulang punggung terapi lupus, kortikosteroid saat kambuh, sampai obat penekan kekebalan untuk keterlibatan organ. Kontrol rutin penting karena dosis terus disesuaikan dengan aktivitas penyakit. Pemantauan berkala umumnya mencakup fungsi hati dan ginjal karena sebagian obat lupus membebani kedua organ ini.

Sisi gaya hidup ikut menentukan, yaitu pelindung matahari setiap hari, tidur cukup, kelola stres, tidak merokok, dan tetap bergerak ringan saat masa tenang. Bagi yang merencanakan kehamilan, diskusikan dengan dokter sejak awal, sebab kehamilan pada lupus membutuhkan perencanaan waktu yang tepat.

Seribu Wajah, Satu Pola yang Bisa Dikenali

Lupus menantang justru karena samarannya, dan senjata terbaik menghadapinya adalah mengenali pola, bukan menunggu satu gejala yang dramatis. Bila kombinasi keluhan Anda cocok dengan gambaran di atas dan sudah berlangsung berminggu-minggu, periksakan diri. Diagnosis yang lebih cepat berarti organ yang lebih terlindungi dan hidup yang lebih tenang.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Lupus Foundation of America. What is lupus? Retrieved 4 September 2026 from https://www.lupus.org/resources/what-is-lupus

  2. Mayo Clinic. Lupus - Symptoms and causes. Retrieved 4 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lupus/symptoms-causes/syc-20365789

  3. CDC. About Lupus. Retrieved 4 September 2026 from https://www.cdc.gov/lupus/about/index.html

  4. NHS. Lupus. Retrieved 4 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/lupus/

  5. American College of Rheumatology. Lupus. Retrieved 4 September 2026 from https://rheumatology.org/patients/lupus

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa penyebab penyakit lupus?
Lupus disebabkan kombinasi kerentanan genetik, faktor hormonal, dan pemicu lingkungan seperti sinar matahari, infeksi, dan stres berat, yang membuat sistem kekebalan menyerang jaringan tubuh sendiri.
Apa gejala awal lupus?
Paling sering kelelahan berat, nyeri dan kaku sendi, ruam di wajah berbentuk kupu-kupu, sensitif terhadap matahari, demam berulang, sariawan, dan rambut rontok. Kombinasi gejala yang menetap itulah yang khas.
Apakah penyakit lupus menular?
Tidak. Lupus adalah penyakit autoimun dan tidak bisa berpindah lewat kontak, udara, maupun cairan tubuh.
Kenapa lupus lebih sering menyerang perempuan?
Sekitar 9 dari 10 penderita lupus adalah perempuan, terutama usia subur. Hormon estrogen diduga berperan besar dalam kerentanan ini.
Apakah penderita lupus bisa hidup normal?
Bisa. Dengan obat yang tepat, kontrol rutin, pelindung matahari, dan gaya hidup yang terjaga, sebagian besar penderita lupus menjalani hidup yang aktif dan penuh.