Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Trombosit Rendah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Trombosit Rendah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Redaksi Bumame

Trombosit Rendah Bisa Meningkatkan Risiko Perdarahan, Kenali Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Trombosit rendah sering dikaitkan dengan demam berdarah dengue (DBD). Padahal, jumlah trombosit yang berada di bawah batas normal dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, mulai dari infeksi, gangguan sistem imun, efek obat tertentu, hingga masalah pada sumsum tulang.
Kondisi medis ketika jumlah trombosit dalam darah terlalu rendah disebut trombositopenia. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menjelaskan bahwa sebagian orang dengan trombositopenia ringan bahkan tidak mengalami gejala dan kondisi tersebut baru ditemukan melalui pemeriksaan darah rutin.
Karena trombosit memiliki peran penting dalam pembekuan darah, penurunan yang signifikan perlu diperhatikan, terutama ketika sudah disertai perdarahan.

Mengenal Trombosit dan Fungsinya dalam Pembekuan Darah

Trombosit atau platelet adalah keping darah berukuran kecil yang diproduksi di sumsum tulang dan berperan penting dalam proses pembekuan darah.
Ketika pembuluh darah mengalami cedera, trombosit berkumpul pada area tersebut dan membantu membentuk sumbatan untuk memperlambat atau menghentikan perdarahan. Inilah salah satu fungsi trombosit yang penting bagi tubuh. NHLBI menjelaskan bahwa trombosit akan membentuk sumbatan atau platelet plug pada luka sebagai bagian dari pembentukan bekuan darah.
Proses tersebut merupakan bagian dari proses penggumpalan darah yang melibatkan trombosit bersama faktor pembekuan lainnya.
Ketika jumlah trombosit terlalu sedikit, proses pembekuan dapat terganggu sehingga tubuh lebih sulit menghentikan perdarahan.

Rentang Nilai Normal Trombosit

Nilai trombosit perlu dibaca berdasarkan rentang rujukan laboratorium tempat pemeriksaan dilakukan karena rentang tersebut dapat berbeda.
Sebagai gambaran, halaman pemeriksaan Hematologi Lengkap Bumame mencantumkan rentang trombosit:
  • Laki-laki: 135.000–317.000 sel per mikroliter darah
  • Perempuan: 157.000–371.000 sel per mikroliter darah
Bumame juga menjelaskan bahwa pemeriksaan trombosit merupakan bagian dari hematologi lengkap dan berkaitan dengan kemampuan tubuh menyembuhkan luka serta menghentikan perdarahan.
Karena rentang rujukan dapat berbeda, hasil pemeriksaan sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan satu angka. Dokter dapat mempertimbangkan hasil laboratorium, gejala, riwayat kesehatan, dan perubahan jumlah trombosit dari waktu ke waktu.

Penyebab dan Kondisi yang Memicu Trombosit Rendah

Trombosit rendah dapat terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup trombosit, trombosit dihancurkan atau digunakan lebih cepat daripada kemampuan tubuh menggantinya, atau terdapat kondisi lain yang memengaruhi jumlah trombosit.
Menurut NHLBI, trombositopenia dapat bersifat diturunkan maupun didapat dan penyebabnya tidak selalu dapat diketahui.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan trombosit rendah antara lain:

1. Produksi Trombosit Berkurang

Trombosit diproduksi di sumsum tulang. Gangguan yang memengaruhi fungsi sumsum tulang dapat menyebabkan produksi trombosit menjadi lebih sedikit.
Kondisi tertentu, infeksi, maupun pengobatan yang memengaruhi sumsum tulang dapat berkontribusi terhadap penurunan jumlah trombosit.

2. Trombosit Dihancurkan Terlalu Cepat

Pada kondisi tertentu, tubuh dapat menghancurkan trombosit lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang memproduksi trombosit baru.
Salah satu contohnya adalah gangguan sistem imun yang membuat tubuh menyerang trombositnya sendiri.

3. Infeksi

Beberapa penyakit infeksi dapat memengaruhi jumlah trombosit. Salah satu kondisi yang cukup dikenal di Indonesia adalah DBD.
Namun, trombosit rendah tidak otomatis berarti seseorang mengalami DBD. Diagnosis tetap perlu mempertimbangkan gejala, pemeriksaan dokter, dan pemeriksaan laboratorium lainnya.

Gejala Trombosit Rendah yang Perlu Diperhatikan

Trombositopenia ringan sering kali tidak menimbulkan keluhan. Gejala biasanya lebih berkaitan dengan perdarahan ketika jumlah trombosit semakin rendah atau terdapat gangguan lain yang menyertainya.
Menurut NHLBI, tanda yang dapat ditemukan pada trombositopenia antara lain petechiae, purpura, mimisan, perdarahan gusi, darah dalam urine atau feses, menstruasi berat, serta perdarahan yang berlangsung lebih lama setelah mengalami luka.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi:
  1. Mudah memar tanpa penyebab yang jelas.
  2. Muncul bintik merah atau keunguan kecil pada kulit.
  3. Mimisan berulang atau sulit berhenti.
  4. Gusi mudah berdarah.
  5. Perdarahan dari luka berlangsung lebih lama.
  6. Darah pada urine atau feses.
  7. Menstruasi lebih banyak dari biasanya.
Gejala tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan jumlah trombosit. Pemeriksaan darah tetap diperlukan untuk mengetahui kadar trombosit secara objektif.

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Trombosit Rendah

Diagnosis trombositopenia dimulai dengan evaluasi gejala, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah.
NHLBI menyebut complete blood count (CBC) sebagai salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur kadar trombosit sekaligus komponen sel darah lainnya. Pemeriksaan apusan darah atau blood smear juga dapat dilakukan dalam kondisi tertentu.
Melalui tes darah lengkap, jumlah trombosit dapat dinilai bersama komponen lain seperti eritrosit, leukosit, hemoglobin, dan hematokrit.
Informasi tersebut penting karena perubahan trombosit terkadang perlu dilihat bersama parameter darah lainnya. Misalnya, kadar leukosit tidak normal dapat memberikan informasi tambahan yang kemudian dinilai dokter berdasarkan kondisi klinis pasien.
Untuk mengetahui jumlah trombosit secara langsung, Bumame menyediakan cek trombosit melalui pemeriksaan Hematologi Lengkap yang mencakup trombosit, eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, indeks eritrosit, dan morfologi sel darah.
Pemeriksaan hematologi lengkap juga dapat digunakan sebagai pemeriksaan dasar ketika terdapat dugaan kelainan darah maupun untuk membantu memantau kondisi yang sudah terdiagnosis.

Penanganan Trombosit Rendah Berdasarkan Penyebabnya

Pengobatan trombosit rendah tidak sama untuk setiap orang karena harus disesuaikan dengan penyebab, tingkat penurunan trombosit, risiko perdarahan, dan kondisi kesehatan pasien.
NHLBI menjelaskan bahwa trombositopenia ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Pada kondisi yang lebih serius, terapi dapat mencakup obat-obatan atau prosedur untuk meningkatkan jumlah trombosit dan menangani penyebabnya.
Karena penyebabnya beragam, fokus utama pengobatan bukan sekadar meningkatkan angka trombosit. Dokter perlu menentukan terlebih dahulu kondisi yang mendasarinya.
Penggunaan obat atau suplemen untuk meningkatkan trombosit juga sebaiknya tidak dilakukan sembarangan tanpa mengetahui penyebab penurunannya.

Tanda Trombosit Rendah yang Memerlukan Pertolongan Medis

Trombosit rendah perlu mendapatkan perhatian lebih serius ketika disertai tanda perdarahan atau kondisi tubuh yang memburuk.
Salah satu situasi yang perlu diperhatikan adalah trombosit rendah akibat DBD. Namun, pada pasien dengue, jumlah trombosit bukan satu-satunya indikator untuk menentukan tingkat keparahan penyakit.
Segera cari pertolongan medis jika terdapat perdarahan yang sulit berhenti, muntah darah, BAB berdarah atau berwarna hitam, penurunan kesadaran, kelemahan berat, atau kondisi tubuh memburuk dengan cepat.
Jika sedang mengalami demam dan dicurigai mengalami infeksi, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan darah untuk menilai trombosit dan komponen darah lainnya berdasarkan kondisi pasien.

Periksa Jumlah Trombosit melalui Tes Darah

Trombosit rendah atau trombositopenia dapat terjadi karena berbagai penyebab dan tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan darah menjadi salah satu cara untuk mengetahui jumlah trombosit secara objektif.
Bumame menyediakan cek darah lengkap melalui pemeriksaan Hematologi Lengkap yang mencakup trombosit dan berbagai komponen darah lainnya. Pemeriksaan tersedia melalui layanan Walk In maupun Home Care.
Jika kamu mengalami mudah memar, perdarahan yang tidak biasa, atau hasil pemeriksaan menunjukkan trombosit rendah dan membuat kamu khawatir, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu mendapatkan rekomendasi langkah selanjutnya.

Sumber: National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), National Institutes of Health (NIH

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa yang dimaksud trombosit rendah?
Trombosit rendah atau trombositopenia adalah kondisi ketika jumlah trombosit dalam darah berada di bawah rentang normal. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku secara normal.
Apakah trombosit rendah selalu berarti DBD?
Tidak. DBD merupakan salah satu kondisi yang dapat disertai penurunan trombosit, tetapi trombositopenia juga dapat terjadi akibat gangguan sistem imun, masalah produksi trombosit, obat tertentu, maupun kondisi medis lainnya.
Apa ciri-ciri trombosit rendah?
Trombosit rendah ringan dapat tidak menimbulkan gejala. Jika muncul, keluhan dapat berupa mudah memar, petechiae, mimisan, gusi berdarah, menstruasi berlebihan, atau perdarahan yang lebih lama dari biasanya.

Bagaimana cara mengetahui trombosit rendah?
Jumlah trombosit dapat diketahui melalui pemeriksaan darah seperti CBC atau hematologi lengkap. Pemeriksaan ini juga menilai berbagai komponen darah lainnya sehingga hasil dapat dievaluasi secara lebih menyeluruh.

Apakah trombosit rendah bisa kembali normal?
Bisa, tergantung penyebabnya. Pada sebagian kondisi, jumlah trombosit dapat kembali meningkat setelah penyebab yang mendasarinya membaik atau mendapatkan penanganan. Pada kondisi lain, diperlukan pemantauan atau terapi lebih lanjut dari dokter.