Benjolan di Leher

Benjolan di Leher: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

29/07/2026Bumame

Ketika sedang bercermin atau mandi, pernahkah Anda merasakan benjolan di leher yang tidak terasa sakit ketika ditekan? Walau terlihat berbahaya, benjolan ini sebenarnya sangat umum terjadi dan sering kali penyebabnya tidak berbahaya. 

Jadi, Anda tidak perlu takut kalau tiba-tiba ada benjolan muncul di leher. Meski begitu, Anda tetap perlu tahu kapan benjolan itu bisa Anda biarkan sampai hilang sendiri dan kapan Anda harus memeriksakannya ke dokter.

Apa Itu Benjolan di Leher?

Benjolan di leher adalah gumpalan yang muncul di leher. Ada yang kelihatan dari luar, ada juga yang baru terasa saat Anda meraba leher. Ukurannya berbeda-beda, ada yang sekecil kacang polong dan ada juga yang lebih besar lagi. Kalau Anda sentuh, benjolan itu bisa terasa lembek, kenyal, keras, sakit, atau malah tidak sakit sama sekali.

Benjolan ini bisa muncul di leher karena ada banyak kelenjar getah bening yang biasanya tidak terasa. Kelenjar ini bertugas menjadi bagian penting dari daya tahan tubuh yang melawan infeksi kuman dan virus.

Jadi, saat tubuh sedang melawan infeksi, kelenjar ini bisa bengkak dan terasa seperti benjolan di leher. Yang menarik, letak benjolan sering bisa jadi petunjuk apa yang sebenarnya menyebabkan benjolan itu. Contohnya, benjolan di depan leher biasanya berkaitan dengan kelenjar tiroid.

Penyebab Benjolan di Leher

Benjolan leher bisa muncul karena banyak hal, dari yang ringan sampai yang perlu perhatian khusus. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya benjolan itu.

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Bengkaknya kelenjar getah bening adalah penyebab benjolan di leher yang paling sering terjadi pada anak dan orang dewasa. Alasannya adalah karena ketika tubuh sedang melawan infeksi, seperti pilek, flu, atau radang tenggorokan, kelenjar itu akan membengkak.

Benjolan akibat infeksi biasanya terasa lunak, sedikit nyeri, dan masih bisa digerakkan. Biasanya, benjolan seperti ini akan kempes dengan sendirinya setelah infeksinya benar-benar sembuh. 

Selain pilek dan flu, infeksi di gigi, telinga, dan amandel juga bisa memicu pembengkakan di leher.

Karena kelenjar di leher letaknya dekat dengan banyak sumber infeksi, kelenjar itu lebih gampang jadi bengkak dibanding kelenjar di bagian tubuh lain.

2. Gangguan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid bentuknya mirip kupu-kupu dan letaknya di depan leher. Kalau kelenjar ini membesar, orang biasa menyebutnya gondok. Bentuknya akan terlihat seperti benjolan di tengah leher. Selain gondok, bisa juga muncul nodul tiroid, yaitu benjolan padat atau benjolan berisi cairan di kelenjar tiroid.

Untungnya, sebagian besar pembesaran tiroid tidak berbahaya. Namun, Anda tetap perlu ke dokter untuk memastikan benjolan itu aman atau justru tanda hipertiroid (hormon tiroid yang berlebihan).

3. Kista dan Lipoma

Kista adalah kantong berisi cairan yang biasanya tidak berbahaya, kecuali kalau kista itu kena infeksi. Yang menarik, ada juga bayi yang lahir dengan kista di leher karena bagian lehernya tidak terbentuk sempurna saat masih di dalam kandungan.

Selain kista, ada juga lipoma, yaitu benjolan lemak yang terasa lembek dan tidak sakit ketika Anda tekan.

4. Infeksi Kelenjar Ludah dan Abses

Kelenjar ludah di bawah rahang juga bisa bengkak kalau tersumbat batu kelenjar ludah atau terkena infeksi. Infeksi ini lalu bisa berubah jadi abses, yaitu kantong berisi nanah. Abses biasanya terlihat merah, terasa sakit, dan hangat saat Anda sentuh.

Untuk menghilangkan kantong yang berisi nanah itu, Anda bisa mengobatinya atau meminta dokter mengeluarkan nanahnya.

5. Penyebab-penyebab Lainnya

Meski jarang terjadi, benjolan di leher bisa jadi tanda penyakit yang lebih berat seperti kanker. Benjolan yang perlu Anda perhatikan biasanya terasa keras, tidak sakit, dan sulit digeser dari tempatnya.

Salah satu penyebabnya bisa jadi kanker kelenjar getah bening atau limfoma. Infeksi yang lama sembuh seperti TBC dan HIV juga bisa membuat kelenjar bengkak dalam waktu lama.

Selain itu, kanker dari bagian tubuh lain di sekitar kepala dan leher kadang bisa menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Kemungkinannya memang kecil, tapi Anda tetap perlu memeriksakannya supaya tahu penyebab pastinya.

Gejala dan Tanda

Gejala benjolan di leher bisa berbeda-beda jenisnya, tergantung apa penyebabnya. Contoh gejala berikut bisa membantu Anda menentukan seberapa seriusnya benjolan itu.

  • Pilek, batuk, radang tenggorokan, atau demam kalau penyebabnya infeksi;

  • Sakit saat menelan atau suara berubah jadi serak;

  • Benjolan dengan infeksi di dalamnya akan terasa sakit dan hangat;

  • Berkeringat di malam hari, berat badan turun tanpa sebab, atau badan terus-terusan terasa lemah.

Dengan mengetahui gejala-gejala di atas, Anda akan sangat membantu dokter saat sedang memeriksa kondisi benjolan.

Benjolan di Leher Anak

Anak-anak juga sering punya benjolan di leher, jadi orang tua tidak perlu langsung panik. Pada anak-anak, benjolan ini paling sering muncul karena kelenjar getah bening bengkak saat kena infeksi seperti pilek atau radang tenggorokan.

Daya tahan tubuh anak memang masih belajar melawan berbagai kuman, sehingga kelenjar mereka lebih gampang bengkak. Karena itu, sebagian besar benjolan ini hanya sementara dan akan mengecil setelah infeksinya reda.

Meski begitu, tetap tunjukkan benjolan itu ke dokter kalau benjolannya tidak kunjung mengecil, malah mengeras, atau cepat membesar.

Kapan Anda Harus ke Dokter?

Hampir semua benjolan di leher sebenarnya tidak berbahaya dan akan kempes dengan sendirinya. Namun, segera periksa ke dokter kalau benjolan di leher Anda ternyata punya gejala seperti ini:

  • Benjolan tidak kunjung kempes setelah lebih dari dua sampai tiga minggu;

  • Benjolan terasa keras, tidak sakit, dan sulit digerakkan ketika disentuh;

  • Ukuran benjolan terus membesar;

  • Anda jadi sulit menelan, sulit bernapas, dan mengalami perubahan suara ketika berbicara;

  • Muncul bersama demam yang tak kunjung turun, keringat di malam hari, atau berat badan yang turun drastis.

Di saat Anda tahu apakah benjolan tersebut aman atau berbahaya, Anda bisa tahu tindakan yang tepat dan pulih dengan lebih cepat kalau benjolan tersebut ternyata terbukti berbahaya.

Berbagai Jenis Pemeriksaan untuk Benjolan di Leher

Untuk tahu penyebab pasti munculnya benjolan itu, dokter akan mulai dengan menanyakan riwayat penyakit Anda, lalu memeriksa tubuh Anda. Setelah itu, dokter akan memeriksa benjolannya untuk mengecek ukuran, seberapa kerasnya, dan apakah benjolan itu bisa digeser.

Berikutnya, dokter akan memeriksa area telinga, hidung, tenggorokan, serta kelenjar tiroid dan kelenjar ludah. Pada banyak kasus infeksi ringan, Anda tidak perlu penanganan tambahan. Namun, kalau dokter mencurigai adanya kondisi tertentu, beberapa tes berikut mungkin akan disarankan.

  • Tes darah untuk melihat ada tidaknya infeksi atau masalah pada sel darah;

  • USG di leher untuk melihat bentuk dan isi benjolannya dengan lebih jelas;

  • Tes tiroid kalau benjolan ada di bagian depan leher;

  • Biopsi, yaitu dokter mengambil sedikit jaringan benjolan untuk memeriksanya, kalau ada dugaan sel yang tidak normal.

Rangkaian pemeriksaan tersebut perlu dilakukan karena gejala yang sama bisa muncul dari banyak penyakit yang berbeda. Kalau diagnosisnya tepat, dokter bisa memilih pengobatan yang paling Anda butuhkan. Jadi, daripada cemas menebak-nebak sendiri, lebih baik Anda langsung memastikannya lewat pemeriksaan ke dokter.

Deteksi Penyebab Benjolan di Leher bersama Bumame

Kalau Anda takut benjolan leher terlihat berbahaya, Anda tidak perlu takut. Bumame punya berbagai layanan pemeriksaan yang bisa membantu Anda mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan benjolan itu.

Masalah tiroid termasuk penyebab yang sering membuat benjolan muncul di depan leher. Karena itu, cek hormon tiroid bisa jadi langkah yang tepat untuk memastikannya. Paket Pemeriksaan Hormon Tiroid dari Bumame bisa jadi jalan pemeriksaan yang perlu diambil. Tes hormon ini akan mengukur kadar TSH, T3, dan T4 di dalam tubuh.

Hasil pemeriksaannya akan menunjukkan apakah benjolan Anda berhubungan dengan masalah hormon tiroid atau bukan. 

Selain itu, tes TSH dalam pemeriksaan tadi juga bisa bantu mengetahui tanda kanker tiroid lebih awal. Jadi tidak hanya akan tahu sebab pasti dari benjolan yang Anda alami, pemeriksaan hormon tiroid Bumame ini juga bisa memungkinkan Anda untuk tahu lebih awal dan mencegah indikasi kanker tiroid sebelum parah.

Jika benjolan diduga berkaitan dengan infeksi atau kelainan darah, mengambil paket pemeriksaan Hematologi Lengkap bisa menjadi pilihan yang tepat. Tes ini mengevaluasi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit untuk mendeteksi tanda infeksi maupun gangguan darah.

Karena banyak benjolan di leher juga bisa berawal dari infeksi seperti flu, mencegah infeksi flu juga menjadi langkah yang bijak. Untungnya, Vaksin Influenza Fluarix Tetra bisa melindungi Anda terhadap empat tipe virus influenza sekaligus dalam satu suntikan. 

Semua pilihan pemeriksaan tadi penting karena satu gejala yang sama bisa datang dari banyak penyakit yang berbeda. Jadi, daripada cemas menebak-nebak sendiri, lebih baik Anda langsung memastikannya lewat pemeriksaan ke dokter.

Tips Mencegah dan Mengatasi Benjolan di Leher

Karena penyebabnya bisa datang dari mana saja, Anda tidak bisa sepenuhnya mencegah munculnya benjolan di leher. Namun, setidaknya Anda bisa memperkecil risikonya lewat beberapa cara berikut.

1. Cuci Tangan yang Rajin Setiap Harinya

Rajin cuci tangan bisa membantu mencegah virus dan bakteri yang bisa membuat kelenjar Anda bengkak. Kebiasaan ini memang terlihat sepele, tapi nyatanya cuci tangan bisa menjauhkan Anda dari banyak kuman yang menular lewat tangan kotor.

2. Kompres Hangat pada Benjolan

Kalau benjolan muncul karena infeksi ringan, kompres hangat bisa mengurangi rasa tidak nyaman. Tempelkan kain hangat di benjolannya selama beberapa menit, lalu ulangi beberapa kali dalam sehari.

3. Istirahat dan Cukupi Asupan Cairan

Tubuh Anda butuh banyak tenaga untuk melawan bakteri atau virus yang membuat benjolan muncul. Karena itu, istirahat yang cukup dan minum yang banyak akan membuat Anda lebih cepat sembuh.

4. Lakukan Vaksinasi secara Rutin

Rutin ikut vaksinasi bisa membantu melindungi tubuh Anda dari berbagai infeksi yang bisa membuat kelenjar bengkak. Oleh karena itu, Anda bisa rajin membuat jadwal vaksin di Bumame setiap tahun supaya tubuh Anda lebih terlindungi.

5. Rutin Periksa Kesehatan

Cek kesehatan rutin bisa membantu menemukan masalah lebih awal sebelum jadi lebih parah. Karena itu, segera konsultasi ke dokter kalau Anda menemukan benjolan yang mencurigakan atau tak kunjung hilang.

Cegah dan Obati Benjolan di Leher Sedini Mungkin

Benjolan di leher sebenarnya sangat umum terjadi dan sering kali tidak berbahaya. Kebanyakan benjolan muncul karena infeksi ringan dan akan mengecil sendiri setelah tubuh pulih. Meski begitu, Anda tetap perlu waspada kalau benjolannya terasa keras, tidak kunjung hilang, atau terus membesar.

Mengenali tandanya lebih awal dan memeriksakannya ke dokter adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan Anda. Kalau masalahnya ketahuan lebih awal, dokter bisa menanganinya dengan tepat sehingga Anda pun lebih cepat sembuh.

Kalau Anda menemukan benjolan dan ragu dengan penyebabnya, segera konsultasikan ke dokter dan periksakan masalah Anda!

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Referensi:

Mayo Clinic. (2025). Swollen lymph nodes.

Cleveland Clinic. (2025). Swollen Lymph Nodes.

MSD Manuals. (2025). Neck Lump.

Cleveland Clinic. (2023). Swollen Lymph Nodes in the Neck (Cervical Lymphadenopathy).

MSD Manuals. (2025). Neck Masses in Children.

Dr. Francis Hall. (2026). Neck Lumps and Ultrasound Diagnosis.

Ditinjau oleh: dr. Reycha Nabila

FAQ Seputar Benjolan di Leher

Apa itu benjolan di leher?

Benjolan di leher adalah gumpalan yang muncul di area leher dengan ukuran dan karakteristik yang beragam. Benjolan dapat terasa lunak, kenyal, keras, nyeri, atau tidak nyeri, tergantung penyebabnya. Salah satu penyebab yang paling umum adalah pembengkakan kelenjar getah bening.

Apa penyebab benjolan di leher?

Benjolan di leher dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi, gangguan kelenjar tiroid, kista, lipoma, infeksi kelenjar ludah atau abses, hingga kondisi yang lebih serius seperti limfoma, tuberkulosis, HIV, atau penyebaran kanker dari area kepala dan leher.

Apa saja gejala yang dapat menyertai benjolan di leher?

Gejala yang dapat muncul antara lain pilek, batuk, radang tenggorokan, demam, nyeri saat menelan, suara serak, benjolan yang terasa sakit dan hangat, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab, serta tubuh yang terus-menerus terasa lemah.

Kapan benjolan di leher harus diperiksakan ke dokter?

Segera periksakan diri jika benjolan tidak mengecil setelah dua hingga tiga minggu, terasa keras, tidak nyeri, sulit digerakkan, terus membesar, menyebabkan sulit menelan atau bernapas, perubahan suara, atau disertai demam berkepanjangan, keringat malam, maupun penurunan berat badan.

Bagaimana dokter menentukan penyebab benjolan di leher?

Dokter akan melakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta menilai ukuran, konsistensi, dan pergerakan benjolan. Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, USG leher, pemeriksaan hormon tiroid, atau biopsi.

Apakah benjolan di leher pada anak selalu berbahaya?

Tidak. Pada anak, benjolan di leher paling sering disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi seperti pilek atau radang tenggorokan. Namun, benjolan tetap perlu diperiksakan jika tidak mengecil, semakin keras, atau bertambah besar.

Bagaimana cara membantu mencegah benjolan di leher?

Risiko munculnya benjolan di leher dapat dikurangi dengan rajin mencuci tangan, beristirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan, melakukan vaksinasi secara rutin, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi gangguan sejak dini.

Apa yang bisa dilakukan jika benjolan di leher muncul akibat infeksi ringan?

Jika benjolan berkaitan dengan infeksi ringan, kompres hangat dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Selain itu, istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan juga dapat membantu tubuh melawan infeksi sambil tetap memantau kondisi sesuai anjuran dokter.