Skrining kanker payudara membantu mendeteksi risiko kanker sejak dini. Lakukan pemeriksaan skrining kanker payudara di Bumame dengan layanan yang praktis dan terpercaya.
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, terdapat ~66.271 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya, dengan risiko tingkat kematian (fatality rate) ~34%, atau 1 dan 3 pasien (sumber: Kemkes, 2025). Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup, dan salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara adalah dengan mengukur kadar Carbohydrate Antigen 15-3 (CA 15-3), yaitu sebuah marker tumor yang dapat membantu dalam memantau perkembangan penyakit, terutama pada pasien yang telah didiagnosis dengan kanker payudara.
Apa Itu Kanker Payudara ?
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini sering kali berkembang secara perlahan dan pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas.
Karena itu, skrining kanker payudara menjadi langkah penting untuk membantu mendeteksi perubahan pada jaringan payudara sejak dini. Dengan deteksi yang lebih awal, peluang penanganan yang lebih efektif juga dapat meningkat.
Melalui layanan skrining kanker payudara di Bumame, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi risiko kanker payudara secara lebih dini.
Penyebab Kanker Payudara
Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, tetapi beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini meliputi:
Faktor Genetik:
Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang diturunkan dalam keluarga.Riwayat Keluarga:
Jika ada anggota keluarga dengan riwayat kanker payudara, risiko meningkat.Usia:
Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 50 tahun.Faktor Hormonal:
Penggunaan terapi hormon jangka panjang, menstruasi dini (sebelum usia 12 tahun), atau menopause terlambat (setelah usia 55 tahun).Gaya Hidup:
Pola makan tidak sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol.Paparan Radiasi:
Terutama di area dada, misalnya karena terapi radiasi pada penyakit lain.Pengaruh Lingkungan:
Paparan bahan kimia tertentu atau polusi juga dapat menjadi faktor risiko.
Gejala Kanker Payudara
Sebagian besar orang tidak akan merasakan gejala ketika kanker payudara masih berada pada tahap awal, itulah sebabnya deteksi dini sangat penting. Kanker payudara dapat menunjukkan berbagai kombinasi gejala, terutama ketika kanker sudah lebih berkembang. Gejala kanker payudara dapat meliputi:
Benjolan di payudara atau ketiak yang tidak nyeri dan terasa keras.
Perubahan ukuran, bentuk, atau simetri payudara.
Nyeri pada payudara yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi.
Kulit payudara menjadi kemerahan, bersisik, atau menyerupai kulit jeruk.
Keluarnya cairan yang tidak normal dari puting, terutama jika bercampur darah.
Puting tertarik ke dalam (retraksi puting) atau perubahan lain pada puting.
Pembengkakan atau benjolan di area ketiak.
Orang yang menemukan benjolan abnormal di payudara sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, meskipun benjolan tersebut tidak terasa sakit.
Benjolan payudara yang bersifat kanker lebih mungkin berhasil diobati jika masih kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Kanker payudara dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menimbulkan gejala baru.
Seringkali, tempat pertama yang terdeteksi sebagai penyebaran adalah kelenjar getah bening di bawah lengan, meskipun ada kemungkinan kelenjar getah bening yang mengandung kanker tidak bisa diraba. Seiring waktu, sel kanker dapat menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati, otak, dan tulang. Setelah mencapai organ-organ tersebut, gejala baru yang terkait dengan kanker seperti rasa sakit pada tulang atau sakit kepala dapat muncul.
Pemeriksaan Kanker Payudara
Pemeriksaan fisik dilakukan oleh tenaga medis untuk mendeteksi kelainan pada payudara. Langkah ini melibatkan:
Inspeksi:
Mengamati bentuk, ukuran, warna, dan kondisi kulit payudara, termasuk adanya perubahan seperti benjolan atau lesi.Palpasi:
Meraba payudara dan ketiak untuk mendeteksi adanya benjolan, kekakuan, atau perubahan tekstur.
Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan, idealnya beberapa hari setelah menstruasi selesai. Jika ditemukan perubahan yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk memastikan diagnosis kanker payudara, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan, seperti:
Mammografi:
Pemeriksaan menggunakan sinar X untuk mendeteksi kelainan atau massa yang tidak teraba.Ultrasonografi (USG) Payudara:
Menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur payudara, terutama berguna pada wanita dengan jaringan payudara padat.Magnetic resonance imaging (MRI) Payudara:
Memberikan gambaran lebih detail tentang jaringan payudara dan membantu menentukan penyebaran kanker.Biopsi:
Mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis guna memastikan ada atau tidaknya sel kanker.Tes Genetik:
Untuk mengevaluasi mutasi gen BRCA atau gen lainnya yang berhubungan dengan risiko kanker payudara.CA 15-3:
Tes darah untuk mengukur kadar antigen CA 15-3, yang sering meningkat pada pasien kanker payudara.
Pencegahan Kanker Payudara
Beberapa langkah dapat diambil untuk mencegah kanker payudara, antara lain:
Gaya Hidup Sehat:
Mengadopsi pola makan bergizi, termasuk konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.Hindari Alkohol dan Merokok:
Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol serta berhenti merokok dapat menurunkan risiko kanker.Pemeriksaan Rutin:
Melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan dan pemeriksaan klinis setiap tahun, terutama bagi wanita di atas 40 tahun atau yang memiliki faktor risiko.Vaksinasi HPV:
Meskipun lebih dikenal untuk mencegah kanker serviks, vaksin ini juga dapat melindungi terhadap jenis kanker tertentu.Menghindari Paparan Radiasi yang Tidak Diperlukan:
Misalnya, menghindari penggunaan imaging medis tanpa indikasi yang jelas.Mengontrol Stres:
Melakukan meditasi, yoga, atau aktivitas yang mendukung kesehatan mental juga penting.
Layanan Skrining Kanker Payudara di Bumame
Bumame menyediakan layanan skrining kanker payudara yang dirancang untuk membantu mendeteksi risiko kanker sejak tahap awal.
Dengan dukungan teknologi pemeriksaan modern serta tenaga medis profesional, Bumame menghadirkan layanan pemeriksaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan yang membantu mengidentifikasi potensi risiko kanker payudara secara lebih dini.
Beberapa keunggulan layanan skrining di Bumame antara lain:
Proses pemeriksaan cepat dan praktis
Ditangani oleh tenaga medis profesional
Fasilitas kesehatan modern
Hasil pemeriksaan akurat dan terpercaya
Lokasi klinik Bumame mudah diakses
Dengan melakukan skrining di fasilitas kesehatan terpercaya, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan yang tepat dapat dilakukan.
FAQ Seputar Skrining Kanker Payudara
Q: Apa itu skrining kanker payudara?
A: Skrining kanker payudara merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk membantu mendeteksi kemungkinan perubahan atau risiko kanker payudara sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala tertentu.
Q: Kapan sebaiknya melakukan skrining kanker payudara?
A: Skrining biasanya dianjurkan dilakukan secara berkala, terutama bagi wanita yang ingin memantau kesehatan payudara atau memiliki faktor risiko tertentu seperti riwayat keluarga dengan kanker payudara.
Q: Apakah skrining kanker payudara penting meskipun tidak ada gejala?
A: Ya, skrining tetap penting dilakukan karena kanker payudara sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan dapat membantu mengidentifikasi potensi risiko lebih awal.
Q: Apakah skrining kanker payudara di Bumame menggunakan mammogram atau USG?
A: Layanan skrining kanker payudara di Bumame dilakukan melalui pemeriksaan marker kesehatan melalui tes darah untuk membantu mengevaluasi potensi risiko kanker. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari skrining laboratorium yang dapat membantu mendukung deteksi dini.
Q : Di mana bisa melakukan skrining kanker payudara?
A : Skrining kanker payudara dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terpercaya seperti Bumame yang menyediakan layanan pemeriksaan dengan tenaga medis profesional.
Deteksi Dini untuk Perlindungan Kesehatan
Deteksi dini merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius. Melalui skrining kanker payudara, potensi risiko kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara lebih tepat.
Bumame menyediakan layanan skrining kanker payudara yang membantu Anda memantau kesehatan dengan proses pemeriksaan yang praktis, aman, dan ditangani oleh tenaga medis profesional. Dengan melakukan skrining secara berkala, Anda dapat mengambil langkah lebih awal untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa depan.
Lokasi Clinic Bumame:
Bumame Health Clinic Cideng:
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Bumame Health Clinic TB Simatupang:
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Bumame Health Clinic BSD:
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Bumame Health Clinic Karawang:
Ruko Court Yard, Blk. C12 Jl. Galuh Mas Raya Blok VII-A No, Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361






















