Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Balanitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya
Kembali ke Artikel & Berita

Balanitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

SBAOthers

Pada pria, pernahkah Anda merasakan perih dan gatal di ujung penis setelah mandi? Area tersebut mungkin tampak lebih merah dan mengeluarkan bau yang tidak seperti biasanya. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah balanitis, peradangan pada kepala penis (glans) yang cukup umum pria alami dan pada dasarnya dapat diatasi.

Namun, karena merasa canggung, banyak pria memilih menunggu dan berharap gejalanya hilang sendiri. Padahal, deteksi dini justru dapat mempercepat proses pemulihan. Mari simak penjelasan berikut untuk memahami lebih dalam mengenai pengertian, penyebab, gejala, metode pemeriksaan, dan cara mengatasinya!

Apa Itu Balanitis?

Balanitis adalah peradangan yang menyerang glans penis atau kepala penis. Ketika kulup (prepusium) juga ikut meradang, dokter menyebut kondisi ini balanopostitis, dan hanya pria yang belum disunat yang mengalaminya.

Sekitar 3–11% pria pernah mengalami masalah ini sepanjang hidup mereka. Pria yang belum disunat pun memiliki risiko jauh lebih tinggi, meskipun pria yang sudah disunat tetap bisa mengalaminya, hanya saja lebih jarang.

Perlu Anda ketahui bahwa peradangan pada glans bukan infeksi menular seksual (IMS). Meski begitu, beberapa mikroorganisme yang menyebabkannya bisa menular lewat hubungan seksual, dan beberapa jenis IMS juga mampu memicu munculnya gangguan ini.

Gejala Balanitis dan Tanda yang Perlu Anda Waspadai

Gejala biasanya muncul di kepala penis dan di sekitar kulup. Tanda-tanda yang bisa Anda waspadai adalah sebagai berikut.

  • Kepala penis menjadi merah, bengkak, atau terlihat mengilap.

  • Gatal, perih, atau rasa terbakar yang sering semakin parah setelah berhubungan seksual.

  • Cairan kental putih seperti keju menumpuk di bawah kulup dan berbau tidak sedap.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Bercak putih atau luka kecil muncul di kepala penis.

  • Kulup sulit ditarik ke belakang.

Selain itu, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak Anda abaikan. Jika kulup sudah ditarik ke belakang tetapi tidak bisa dikembalikan ke posisi semula (parafimosis), ini termasuk keadaan darurat urologi. Hal yang sama berlaku jika buang air kecil menjadi sangat sulit atau muncul benjolan dan luka yang tidak seperti biasanya.

Jika Anda membiarkan hal ini tanpa penanganan, peradangan yang berulang bisa meninggalkan jaringan parut. Alhasil, kulup jadi sempit dan sulit ditarik (fimosis), atau aliran urine terasa terganggu. Karena itulah, keluhan yang kelihatannya sepele tetap perlu Anda periksa, jangan biarkan sampai berbulan-bulan.

Penyebab dan Faktor Risiko Balanitis

Penyebab paling umum adalah kebersihan area penis yang kurang terjaga, terutama pada pria yang masih berkulup atau belum disunat. Area di bawah kulup cenderung lembap, sehingga smegma (kotoran putih alami) dan sisa urine mudah menumpuk di sana. 

Jamur, khususnya Candida albicans, sangat menyukai kondisi ini. Itulah sebabnya infeksi jamur menjadi penyebab terbanyak radang glans. Selain infeksi jamur, bakteri dan penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore, klamidia, sifilis, herpes, serta HPV juga bisa memicu. 

Sabun berpewangi, deterjen, pelembap, spermisida, hingga bahan lateks di kondom juga bisa mengiritasi kulit. Bahkan kondisi medis seperti eksim dan penyakit autoimun psoriasis bisa muncul di kepala penis. Berikut beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalaminya.

  • Diabetes, terutama yang belum terkontrol, turut berperan. Rangkuman medis menyebutkan bahwa balanitis muncul pada sekitar 16% pria dengan diabetes, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 5,8% pada pria tanpa diabetes. Penyebabnya, kadar gula yang tinggi dalam urine menjadi 'makanan' bagi jamur.

  • Obat diabetes golongan SGLT2 (seperti dapagliflozin dan empagliflozin) membuang gula lewat urine. Jika Anda sedang memakai obat ini dan mengalami keluhan, bicarakan dengan dokter dan jangan menghentikan obat sendiri.

  • Kulup yang ketat (fimosis) membuatnya sulit dibersihkan, atau bisa juga karena Anda belum disunat. Data menunjukkan pria yang sudah disunat mengalami radang glans sekitar 68% lebih jarang dibandingkan dengan pria yang belum disunat.

  • Daya tahan tubuh yang menurun, obesitas berat, atau sedang memakai antibiotik.

Diagnosis: Bagaimana Dokter Memastikannya?

Sering kali, dokter cukup mendengarkan keluhan dan riwayat kesehatan Anda, lalu melanjutkan dengan memeriksa penis. Kepala penis yang merah dan meradang biasanya sudah cukup memberi petunjuk. 

Namun, jika penyebabnya masih belum jelas, dokter akan mengusap cairan dari area yang meradang (swab) untuk dikultur atau diperiksa di bawah mikroskop. Dokter juga bisa mempertimbangkan tes IMS, seperti penyakit raja singa atau sifilis dan HIV, lalu memeriksa gula darah atau urine untuk memastikan kemungkinan diabetes. 

Biasanya, dokter baru mengambil sedikit jaringan (biopsi) untuk diperiksa kalau lesi, area jaringan tubuh yang abnormal atau rusak, terlihat tidak khas atau justru dicurigai sebagai kelainan lain. Di sinilah pemeriksaan laboratorium bisa membantu Anda. 

Bumame pun menyediakan paket kesuburan pria yang mencakup pemeriksaan urine lengkap, testosteron, prolaktin, LH, dan FSH. Anda hanya perlu memberikan sampel darah dan urine, tanpa puasa, dan hasilnya dikirim lewat WhatsApp dalam 1x24 jam.

Cara Mengobati Balanitis

Pengobatan bergantung pada penyebabnya, jadi jangan menebak-nebak sendiri. Krim antijamur tidak akan banyak membantu bila peradangan berasal dari bakteri atau iritasi sabun, dan sebaliknya. Karena itu, mengetahui penyebab lebih dulu akan menghemat waktu dan membantu pemulihan. Berikut cara pengobatan yang bisa Anda lakukan.

Perawatan di Rumah

Bersihkan area penis dengan lembut setiap hari menggunakan air hangat saja atau emolien (pelembap), tanpa sabun. Tarik kulup perlahan, bilas, lalu keringkan dengan menepuk lembut. Cuci tangan sebelum menyentuh area tersebut. Bila Anda memakai kondom, pilih yang cocok untuk kulit sensitif.

Obat dari Dokter

Untuk infeksi jamur, dokter biasanya meresepkan krim antijamur seperti klotrimazol atau mikonazol, yang bisa Anda oleskan selama sekitar 1 sampai 2 minggu atau sampai gejala hilang. Bila peradangannya cukup berat, dokter dapat menambahkan krim steroid ringan. Karena pilihan obat berbeda-beda, hindari membeli krim steroid sendiri.

Mengatasi Penyebab Dasarnya

Jika gula darah ikut memicu keluhan balanitis, jaga kadarnya tetap terkendali sebagai bagian dari pengobatan. Kalau penyebabnya iritasi, hentikan pemakaian produk yang diduga memicunya.

Setelah menjalani pengobatan yang sesuai, sebagian besar kasus membaik dalam beberapa hari sampai seminggu. Selama gejala masih ada, sebaiknya tunda hubungan seksual, terutama bila penyebabnya belum jelas.

Untuk peradangan yang berulang atau sulit sembuh, dokter bisa mempertimbangkan untuk melakukan sunat. Ini bukan langkah satu-satunya, jadi diskusikan dulu dengan dokter.

Cara Mencegah Balanitis

Kabar baiknya, Anda bisa mencegah sebagian besar masalah ini dengan kebiasaan sederhana yang Anda mulai dari rutinitas mandi sehari-hari. Kuncinya, jaga area kepala penis tetap bersih, kering, dan jauh dari bahan yang bikin iritasi. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan.

  • Mandi setiap hari dan bersihkan area di bawah kulup dengan hati-hati.

  • Keringkan penis setelah mandi dan setelah buang air kecil.

  • Hindari sabun keras, deterjen, dan losion berpewangi di area kelamin, tapi jangan juga mencuci berlebihan.

  • Pilih kondom yang tidak memicu iritasi.

  • Kalau Anda punya diabetes, usahakan kadar gula darah tetap terkontrol.

  • Untuk anak, ajarkan cara membersihkan penis dengan benar dan jangan paksa menarik kulup yang masih melekat.

Kapan harus ke Dokter?

Jangan ragu periksa diri Anda ke dokter kalau gejala balanitis tak kunjung hilang lebih dari beberapa hari, sering kambuh, makin parah, atau muncul gejala baru. Jika pengobatan pertama belum menunjukkan hasil setelah sekitar empat minggu, dokter perlu menyelidiki lebih jauh, misalnya lewat kultur atau biopsi. 

Apabila Anda masih bingung harus mulai dari mana, tim Bumame menyediakan konsultasi gratis dengan dokter. Anda juga bisa langsung memesan paket kesuburan pria baik untuk layanan home care maupun di klinik, lalu membahas hasilnya bersama tenaga medis.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Wray, A. A., Velasquez, J., & Leslie, S. W. — Balanitis

  2. Cleveland Clinic — Balanitis: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention

  3. NHS 111 Wales — Balanitis

  4. Cleveland Clinic — Male Yeast Infection (Candida Balanitis): Symptoms, Causes & Treatment

  5. West of Scotland Managed Clinical Network for Sexual Health — Balanitis

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apakah balanitis menular?

Balanitis bukan termasuk infeksi menular seksual, tetapi mikroorganisme penyebabnya dapat menular melalui hubungan seksual. Beberapa infeksi menular seksual juga dapat memicu balanitis.

Apakah balanitis bisa sembuh sendiri?

Balanitis ringan akibat iritasi mungkin membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari, semakin parah, atau sering kambuh, periksakan diri ke dokter.

Apa penyebab paling umum balanitis?

Balanitis dapat disebabkan kebersihan penis yang kurang terjaga, infeksi jamur Candida albicans, bakteri, iritasi produk tertentu, atau kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis.

Apakah balanitis harus diobati dengan sunat?

Tidak selalu. Sunat dapat dipertimbangkan dokter jika balanitis sering kambuh atau sulit sembuh dengan pengobatan lain. Keputusan ini perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.

Bolehkah berhubungan seksual saat mengalami balanitis?

Sebaiknya tunda hubungan seksual sampai gejala mereda dan penyebab balanitis diketahui. Langkah ini membantu mencegah iritasi bertambah parah serta mengurangi risiko penularan mikroorganisme kepada pasangan.