Dada terasa panas setelah makan malam, mulut terasa asam, lalu sendawa berulang kali. Banyak orang menganggapnya asam lambung biasa dan memilih tidur. Pertanyaan baru muncul ketika terdengar kabar ada orang yang disebut meninggal karena asam lambung.
Kekhawatiran itu wajar. Sebagian besar keluhan asam lambung bisa dikendalikan, tetapi ada kondisi tertentu yang membuatnya berisiko serius. Artikel ini menjawab pertanyaan tersebut, lalu membahas komplikasi, beda keluhan lambung dan jantung, serta tanda yang memerlukan IGD.
Jadi, Apakah Asam Lambung Bisa Menyebabkan Kematian?
Asam lambung yang naik sesekali umumnya tidak mengancam nyawa. Kondisi ini disebut refluks asam, yaitu isi lambung yang naik kembali ke kerongkongan. Di Amerika Serikat, sekitar 20 persen penduduk diperkirakan mengalami GERD, yaitu refluks yang berulang dan mengganggu. Mayo Clinic mencatat sebagian besar penderitanya bisa mengendalikan keluhan dengan perubahan gaya hidup dan obat.
Keluhan yang disebut asam lambung bisa berujung serius lewat tiga jalur berikut:
Komplikasi jangka panjang. GERD yang tidak diobati bisa menimbulkan peradangan, luka, penyempitan, hingga perubahan sel pada kerongkongan seiring waktu.
Luka lambung yang berdarah atau berlubang. Istilah asam lambung juga sering dipakai untuk maag dan tukak lambung atau luka pada dinding lambung, yang bisa berdarah atau berlubang bila tidak diobati.
Nyeri dada yang ternyata dari jantung. Serangan jantung bisa terasa seperti gangguan pencernaan. Nyeri dada yang menekan atau menjalar perlu segera ditangani di IGD.
Mengapa Asam Lambung Bisa Naik ke Kerongkongan?
Di ujung bawah kerongkongan atau esofagus terdapat cincin otot bernama sfingter esofagus bagian bawah. Otot ini menutup setelah Anda menelan agar isi lambung tidak naik. Bila otot ini melemah atau mengendur pada waktu yang keliru, asam naik dan mengiritasi dinding kerongkongan.
Keluhan penyakit asam lambung pada tiap orang bisa berbeda. Pada sebagian penderita GERD, keluhan yang muncul berupa nyeri dada, mual, atau batuk kronis tanpa rasa panas di dada.
Risikonya lebih tinggi pada orang dengan obesitas, ibu hamil, perokok, dan penderita hernia hiatus, yaitu bagian atas lambung yang terdorong ke rongga dada. Porsi makan besar dan obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid atau OAINS juga bisa memperberat keluhan.
Baca Juga: 7 Ciri Asam Lambung Naik dan Cara Meredakannya
Lima Komplikasi yang Membuat Asam Lambung Perlu Ditangani
Tanpa pengobatan, GERD dan luka lambung bisa menimbulkan komplikasi berikut.
1. Peradangan dan Luka di Kerongkongan
Paparan asam yang berulang bisa membuat dinding kerongkongan meradang, kondisi yang disebut esofagitis. Peradangan ini bisa menimbulkan luka terbuka dan perdarahan, serta membuat menelan terasa nyeri. Perdarahannya bisa tampak sebagai muntahan berdarah atau seperti ampas kopi, serta tinja hitam, dan perlu segera diperiksa dokter.
2. Penyempitan Kerongkongan
Kerusakan berulang di bagian bawah kerongkongan bisa memicu terbentuknya jaringan parut. Jaringan ini mempersempit jalur makanan, kondisi yang dikenal sebagai striktur esofagus. Akibatnya, makanan terasa tersangkut atau sulit ditelan, dan keluhan ini perlu dievaluasi dokter.
3. Perubahan Sel Kerongkongan dan Risiko Kanker
Pada sebagian penderita GERD, lapisan kerongkongan berubah menyerupai lapisan usus. Perubahan ini disebut esofagus Barrett dan tergolong kondisi prakanker. NIDDK menyebut hanya sejumlah kecil penderita esofagus Barrett yang kemudian mengalami kanker kerongkongan jenis adenokarsinoma. Karena itu, keluhan yang berlangsung bertahun-tahun sebaiknya dipantau bersama dokter.
4. Gangguan Tenggorokan dan Saluran Napas
Asam yang naik hingga tenggorokan bisa memicu batuk kronis, suara serak, dan radang pita suara atau laringitis. Pada refluks malam hari, sebagian orang mengalami asma yang baru muncul atau makin berat. Bila keluhannya berupa sesak napas karena asam lambung, sumbernya perlu dipastikan karena sesak napas juga menjadi gejala serangan jantung.
5. Luka Lambung yang Berdarah atau Berlubang
Tukak lambung terjadi pada dinding lambung atau usus dua belas jari dan sering terasa perih di perut atas, khususnya pada malam hari. Penyebab utamanya infeksi bakteri Helicobacter pylori dan pemakaian rutin OAINS. Menurut NHS, luka lambung yang tidak diobati bisa menyebabkan perdarahan, kurang darah atau anemia, hingga lubang pada lambung yang memicu infeksi selaput rongga perut atau peritonitis. Komplikasi inilah yang bisa mengancam nyawa.
Saat Nyeri Dada Ternyata Berasal dari Jantung
Rasa terbakar di dada juga bisa berasal dari jantung, termasuk yang sering disebut gejala angin duduk. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat, biasanya karena arteri koroner tersumbat. Kondisi ini mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.
Segera ke IGD bila nyeri dada muncul bersama salah satu tanda berikut:
Dada terasa ditekan, diremas, atau seperti diikat kuat.
Nyeri menjalar ke lengan, leher, atau rahang.
Napas sangat berat hingga terengah-engah atau sulit berbicara.
Berkeringat, mual atau muntah, serta kulit atau bibir tampak pucat atau keabuan.
Penderita pingsan atau tidak merespons seperti biasa.
Jangan menyetir sendiri ke rumah sakit. Minta orang lain mengantar atau panggil ambulans. Sambil menunggu, dudukkan penderita dengan punggung bersandar, sesuai prinsip penanganan pertama serangan jantung.
Asam Lambung atau Jantung? Bandingkan Pola Keluhannya
Pola keluhan bisa memberi petunjuk awal, meski gejala keduanya sering tumpang tindih.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Bila ragu, perlakukan nyeri dada, termasuk nyeri dada sebelah kiri yang muncul tiba-tiba, sebagai kondisi darurat sampai dokter memastikan jantung aman.
Tanda Bahaya Lain yang Perlu Segera Diperiksa
Segera ke IGD bila muncul salah satu tanda berikut:
Muntah darah merah segar, atau muntahan berwarna gelap seperti ampas kopi.
Tinja berwarna hitam, lengket, dan berbau tajam, atau tinja bercampur darah.
Nyeri perut hebat, atau perut terasa sangat sakit saat disentuh.
Buat janji dengan dokter dalam waktu dekat bila muncul keluhan berikut:
Sulit atau nyeri saat menelan, atau makanan terasa tersangkut di kerongkongan.
Muntah berulang, nafsu makan menurun, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Rasa panas di dada muncul hampir setiap hari meski kebiasaan sudah diubah.
Obat bebas untuk rasa panas di dada sudah diminum lebih dari dua kali seminggu.
Pemeriksaan untuk Memastikan Sumber Keluhan
Dokter memulai dengan wawancara tentang keluhan, riwayat kesehatan, dan obat yang rutin diminum, lalu pemeriksaan fisik. Bila ada nyeri dada, penyebab dari jantung disingkirkan lebih dulu. Pemeriksaan EKG merekam aktivitas listrik jantung dan membantu mendeteksi gangguan irama serta penyakit jantung koroner, sedangkan tes darah membantu memastikan ada tidaknya serangan jantung.
Untuk keluhan kerongkongan dan lambung, dokter bisa merujuk ke spesialis untuk endoskopi saluran cerna atas, yaitu pemeriksaan dengan selang tipis berkamera yang dimasukkan lewat mulut. Infeksi Helicobacter pylori bisa diperiksa lewat tes napas, tes tinja, atau tes darah.
Cek Jantung bila Nyeri Dada Sering Kambuh
Nyeri dada berulang yang selama ini dianggap asam lambung perlu dipastikan sumbernya, khususnya pada perokok dan orang dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat serangan jantung dalam keluarga. Tes treadmill menilai respons jantung dan kecukupan suplai darahnya saat bekerja lebih keras.
Setelah kondisi darurat disingkirkan, dokter bisa menyarankan pemeriksaan terencana seperti Paket Kesehatan Jantung di Bumame. Paket ini mencakup konsultasi dokter umum, pemeriksaan fisik oleh dokter, tes Ishihara, rontgen thorax, EKG, treadmill, hematologi lengkap, urine lengkap, kolesterol total, HDL, LDL direk, trigliserida, HbA1c, CK, CK-MB, dan hs-CRP. Nyeri dada yang sedang berlangsung tetap ditangani di IGD. Untuk jadwal dan persiapan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan dan Kebiasaan yang Membantu Mengendalikan Asam Lambung
Pengobatan bergantung pada penyebabnya. Dokter bisa meresepkan obat penurun asam golongan penghambat pompa proton atau PPI, dan bila belum membantu, golongan penghambat reseptor H2. Antasida meredakan keluhan untuk sementara dan sebaiknya tidak diminum rutin dalam jangka panjang. Luka lambung akibat Helicobacter pylori diobati dengan antibiotik bersama obat penurun asam. Operasi dipertimbangkan bila obat tidak membantu.
Perubahan kebiasaan juga menjadi bagian dari cara mengatasi GERD agar tidak mudah kambuh, antara lain:
Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Porsi besar dan makan larut malam bisa memperberat refluks.
Beri jeda 3 sampai 4 jam antara makan malam dan tidur. Keluhan cenderung memburuk saat berbaring dengan perut yang masih penuh.
Tinggikan bagian kepala tempat tidur sekitar 10 sampai 20 cm. Gunakan balok di bawah kaki ranjang, karena tumpukan bantal justru bisa menambah tekanan pada perut.
Batasi makanan pemicu. Kopi, cokelat, tomat, alkohol, serta makanan berlemak atau pedas sering memperberat keluhan.
Jaga berat badan dan berhenti merokok. Keduanya memengaruhi refluks sekaligus risiko serangan jantung.
Kenali Polanya, Jaga Lambung dan Jantung Bersamaan
Asam lambung yang naik sesekali umum dialami dan bisa dikendalikan dengan kebiasaan yang tepat serta pengobatan dari dokter. Yang perlu diwaspadai adalah tanda perdarahan, sulit menelan, dan nyeri dada yang menekan atau menjalar. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan untuk saluran cerna maupun jantung. Untuk berkonsultasi tentang pemeriksaan yang sesuai, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Definition & Facts for GER & GERD.
Mayo Clinic. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Symptoms and Causes.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Symptoms & Causes of GER & GERD.
NHS. Stomach Ulcer.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Pemeriksaan Penunjang Kardiovaskular.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Penyakit Jantung Iskemik.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apakah asam lambung bisa menyebabkan kematian?
Asam lambung yang naik sesekali umumnya tidak mengancam nyawa. Namun, GERD yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi, sedangkan tukak lambung yang berdarah atau berlubang dan serangan jantung yang disangka asam lambung bisa mengancam nyawa.
Apa saja komplikasi asam lambung yang perlu diwaspadai?
Komplikasi GERD meliputi peradangan dan luka kerongkongan, penyempitan kerongkongan, esofagus Barrett, serta gangguan tenggorokan dan saluran napas. Tukak lambung juga dapat menyebabkan perdarahan, anemia, atau lubang pada lambung yang memicu peritonitis.
Bagaimana membedakan nyeri dada akibat asam lambung dan masalah jantung?
Asam lambung sering menimbulkan sensasi panas di belakang tulang dada yang naik ke tenggorokan, terutama setelah makan atau saat berbaring. Nyeri dada yang terasa menekan, menjalar ke lengan, leher, atau rahang, disertai sesak dan keringat, perlu dicurigai sebagai kondisi darurat jantung. Gejala dapat tumpang tindih sehingga pemeriksaan medis diperlukan.
Kapan penderita asam lambung harus segera ke IGD?
Segera ke IGD jika nyeri dada terasa menekan atau menjalar, disertai sesak berat, keringat dingin, pingsan, atau kulit pucat. Muntah darah, muntahan seperti ampas kopi, tinja hitam atau berdarah, serta nyeri perut hebat juga membutuhkan penanganan segera.
Bagaimana cara mengendalikan asam lambung agar tidak mudah kambuh?
Makanlah dalam porsi kecil, beri jeda 3–4 jam antara makan malam dan tidur, tinggikan kepala tempat tidur sekitar 10–20 cm, dan batasi makanan pemicu. Menjaga berat badan, berhenti merokok, serta berkonsultasi dengan dokter jika keluhan berulang juga membantu mengendalikan GERD.
