Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyakit Celiac
Kembali ke Artikel & Berita

Penyakit Celiac: Gejala, Penyebab, dan Diagnosis

SBAOthers

Pernah mendengar tentang produk gluten-free atau bebas gluten? Produk ini dibuat dengan tujuan khusus yang berkaitan dengan kesehatan, terutama bagi penderita celiac. 

Penyakit celiac adalah kondisi ketika sistem imun menyerang usus halus saat penderita mengonsumsi gluten sehingga penderita harus melakukan diet bebas gluten.

Apa Itu Penyakit Celiac?

Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan dan sistem imun kronis yang dapat merusak usus halus. Kondisi ini terjadi karena sistem imun menyerang usus halus setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. 

Gluten ini merupakan protein alami yang terkandung pada gandum, barley, dan gandum hitam dan biasanya ada di makanan seperti roti, pasta, kue kering, dan lain-lain.

Ketika penderita celiac mengonsumsi gluten, maka sistem imun mereka akan menyerang usus halus. Serangan ini dapat merusak vili atau tonjolan kecil melapisi usus halus yang berfungsi membantu penyerapan nutrisi. Ketika vili rusak, tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dengan maksimal.

Gejala yang Muncul bagi Penderita Celiac

Gejala yang muncul bisa berbeda pada tiap penderita, terutama bagi orang dewasa dan anak-anak. Berikut adalah beberapa gejala umum yang terjadi pada orang dewasa dan anak-anak ketika menderita penyakit celiac.

1. Bagi Orang Dewasa

Beberapa gejala yang terjadi pada orang dewasa meliputi:

  • Diare;

  • Sakit kepala;

  • Penurunan berat badan;

  • Kembung;

  • Nyeri perut;

  • Mual dan muntah;

  • Sembelit;

  • Anemia, yang biasanya muncul karena penurunan penyerapan zat besi;

  • Kehilangan massa tulang, seperti osteoporosis dan osteomalasia, yaitu ketika tulang menjadi lunak;

  • Gatal dan timbulnya ruam;

  • Sariawan;

  • Gangguan saraf, seperti kesemutan dan mati rasa di kaki atau tangan;

  • Nyeri sendi;

  • Hiposplenisme, ketika limpa mengalami penurunan fungsi.

2. Anak-anak

Penyakit celiac ini bisa juga terjadi pada anak-anak dan gejala yang timbul bisa berbeda dengan orang dewasa. Gejala yang muncul pada anak-anak meliputi:

  • Diare kronis;

  • Perut yang bengkak;

  • Sembelit;

  • Feses berwarna pucat;

  • Gagal tumbuh pada bayi;

  • Adanya kerusakan enamel gigi;

  • Mudah marah;

  • Tubuh pendek;

  • Pubertas terlambat.

3. Dermatitis Herpetiformis

Dermatitis herpetiformis adalah penyakit kulit berupa ruam gatal dan melepuh yang dipicu oleh reaksi terhadap gluten. Ruam biasanya muncul di siku, lutut, badan, kulit kepala, atau bokong. Kondisi ini berkaitan dengan penyakit celiac karena keduanya dapat disertai perubahan pada lapisan usus halus.

Penyebab Penyakit Celiac

Penyebab celiac secara pasti masih belum diketahui. Namun, berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab munculnya celiac:

  • Gen. Faktor genetik sangat berperan dalam penyebab penyakit celiac. Banyak kasus penderita celiac berkaitan erat dengan gen yang mengatur sistem imun tubuh.

  • Konsumsi gluten. Pada seseorang yang memiliki gen bawaan, konsumsi gluten dapat memicu respons sistem imun yang tidak normal.

  • Penyakit ini juga bisa mulai aktif setelah kondisi tertentu, seperti operasi, kehamilan, persalinan, infeksi virus, dan stres emosional yang berat.

Faktor Risiko Penyakit Celiac

Penyakit celiac ini lebih sering terjadi pada orang dengan faktor risiko sebagai berikut:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit celiac.

  • Diabetes tipe 1.

  • Gangguan kromosom, seperti Down syndrome, Turner syndrome, dan Williams syndrome.

  • Penyakit tiroid autoimun.

  • Kolitis mikroskopis, terjadinya peradangan pada usus besar yang hanya terlihat di bawah mikroskop.

  • Penyakit Addison, ketika tubuh tidak menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron dalam jumlah yang cukup.

  • Jenis kelamin perempuan, celiac lebih sering menyerang perempuan dibanding laki-laki.

Diagnosis Penyakit Celiac Sebelum Semakin Serius

Dokter dapat menyarankan pemeriksaan untuk membantu diagnosis jika gejala terus berlanjut atau Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit celiac. Berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk membantu dokter mendiagnosis kondisi ini.

1. Tes Darah

Tes darah ini biasanya disebut tes serologi, yang dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mendeteksi antibodi celiac dalam darah. Selama pemeriksaan, pasien tetap perlu mengonsumsi gluten agar hasilnya lebih akurat. Jika antibodi ditemukan, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan.

Selain itu, tes genetik juga dapat dilakukan dengan mencari Human Leukocyte Antigen (HLA) untuk membantu menyingkirkan kemungkinan penyakit celiac. Tes ini tidak digunakan untuk memastikan diagnosis, tapi lebih berguna untuk mengetahui apakah seseorang memiliki risiko genetik terhadap kondisi tersebut.

2. Biopsi

Setelah menemukan antibodi celiac dalam darah, biopsi bisa menjadi tahap pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis tersebut. Prosedur biopsi ini berlangsung dengan memasukkan selang kecil berkamera melalui mulut untuk mengambil sampel jaringan yang akan diperiksa di bawah mikroskop guna mencari tanda kerusakan khas penyakit celiac.

3. Endoskopi Kapsul

Tes ini menggunakan kamera nirkabel kecil untuk mengambil gambar bagian dalam usus halus. Kamera berada di dalam kapsul seukuran vitamin yang harus ditelan pasien.

Kamera tersebut akan mengambil ribuan gambar di sepanjang saluran pencernaan untuk membantu dokter menilai kondisi usus halus.

Deteksi Dini Komplikasi Penyakit Celiac

Bagi penyandang penyakit celiac, gangguan penyerapan di usus halus sering kali memicu defisiensi nutrisi penting, termasuk vitamin D. Bumame menyediakan layanan tes Vitamin D 25-OH Total untuk menilai kadar vitamin D secara akurat di dalam tubuh.

Melalui tes ini, risiko komplikasi serius seperti osteoporosis dan osteomalasia, yang kerap menjadi dampak jangka panjang dari penyakit celiac, dapat diantisipasi lebih awal.

Selengkapnya, hubungi WhatsApp Bumame untuk keperluan konsultasi serta penjadwalan prosedur tes vitamin D atau prosedur lain yang Anda butuhkan.

Penanganan Lanjutan Setelah Mendapat Diagnosis

Adapun beberapa penanganan untuk menangani gejala penyakit celiac, antara lain;

1. Diet Bebas Gluten

Gejala akan lebih membaik ketika penderita menerapkan diet bebas gluten. Bagi banyak penderita, diet ini bisa menyembuhkan kerusakan di usus halus secara bertahap dan juga menghindari ada kerusakan lainnya.

Selain itu, beberapa hal penting berikut harus dipahami untuk diet yang lebih efektif.

  • Memeriksa label makanan dan produk untuk mengetahui kandungan gluten;

  • Menyusun rencana menu harian;

  • Memilih makanan dan minuman yang sehat.

Gluten ini juga bisa ditemukan di beberapa produk seperti di vitamin, produk lipstik, pasta gigi, mouthwash, dan beberapa produk make-up lainnya. Maka dari itu, memeriksa kandungan setiap produk sangatlah penting untuk menjaga gejala agar tidak timbul lagi.

2. Mengonsumsi Obat untuk Meringankan Peradangan di Usus

Jika usus halus mengalami kerusakan parah, dokter dapat meresepkan kortikosteroid untuk membantu mengendalikan peradangan. Obat ini dapat meredakan gejala berat celiac selama usus halus dalam proses penyembuhan.

3. Penanganan Celiac Refrakter

Celiac refrakter adalah kondisi langka ketika gejala dan kerusakan usus halus tetap ada atau terus muncul meski penderita sudah menjalani diet bebas gluten secara ketat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berujung pada komplikasi, seperti malnutrisi atau sejenis kanker bernama limfoma sel T terkait enteropati. 

Penanganannya dapat melibatkan evaluasi ulang oleh dokter spesialis, pengendalian peradangan menggunakan kortikosteroid, serta dukungan nutrisi melalui infus atau intravenous (IV) bila diperlukan.

Tips Pencegahan Penyakit Celiac

Pada dasarnya, penyakit celiac ini tidak dapat dicegah karena penyebab pastinya yang belum bisa diketahui. Maka dari itu, berikut adalah beberapa tips untuk penderita agar gejala tidak kambuh lagi:

  • Selalu periksa label kemasan untuk memastikan produk tersebut gluten-free atau tidak;

  • Jika makan di restoran, selalu komunikasikan kondisi kepada staf untuk memilihkan makanan yang tidak mengandung gluten;

  • Beli stok makanan gluten-free untuk memastikan setiap masakan yang disiapkan bebas gluten;

  • Tidur cukup saat malam hari;

  • Minum air yang cukup untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan;

  • Selalu antisipasi ketika gejala muncul dan jangan pernah menghiraukan gejala tersebut;

  • Kelola stres sebagai bagian dari pencegahan gejala celiac yang memburuk. Sisihkan waktu untuk relaksasi, misalnya melalui meditasi, yoga, atau aktivitas menenangkan lainnya secara rutin;

  • Gabung kelompok penderita celiac untuk mencari informasi tentang gaya hidup, makanan, bahkan rekomendasi restoran yang aman.

Kapan Harus ke Dokter?

Seseorang harus segera mendapatkan pertolongan dokter jika timbul beberapa gejala berikut:

  • Masalah pencernaan yang tak kunjung usai, seperti diare, nyeri perut, dan kembung yang sudah mengganggu aktivitas;

  • Rasa lelah berkepanjangan dan sepanjang waktu;

  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas;

  • Sariawan yang parah dan berulang;

  • Anemia;

  • Terdiagnosis diabetes tipe 1;

  • Terdiagnosis penyakit tiroid autoimun.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Source:

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney. (2020). Definition & Facts for Celiac Disease

  2. Celiac Disease Foundation. (2026). What is Celiac Disease?

  3. Mayo Clinic. (2026). Celiac Disease

  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney. (2020). Symptoms & Causes of Celiac Disease

  5. National Health Service. (2023). Coeliac disease

  6. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney. (2020). Treatment for Celiac Disease

  7. Scrubbing In. (2024). Celiac disease self-care: 11 tips to live well

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa itu penyakit celiac?

Penyakit celiac adalah gangguan pencernaan dan sistem imun kronis yang menyebabkan sistem imun menyerang usus halus setelah penderita mengonsumsi gluten. Kerusakan usus halus dapat mengganggu penyerapan nutrisi.

Apa saja gejala penyakit celiac?

Gejala penyakit celiac meliputi diare, kembung, nyeri perut, mual, sembelit, penurunan berat badan, anemia, dan gangguan saraf. Pada anak-anak, gejalanya dapat berupa perut bengkak, gagal tumbuh, tubuh pendek, dan pubertas terlambat.

Apa penyebab penyakit celiac?

Penyebab pasti penyakit celiac belum diketahui. Faktor yang berperan meliputi genetik, konsumsi gluten pada orang dengan predisposisi genetik, serta kondisi tertentu seperti operasi, kehamilan, persalinan, infeksi virus, dan stres emosional berat.

Bagaimana penyakit celiac didiagnosis?

Diagnosis dapat dilakukan melalui tes darah untuk mendeteksi antibodi celiac, tes genetik HLA untuk menilai risiko genetik, serta biopsi usus halus untuk mencari kerusakan khas. Endoskopi kapsul juga dapat membantu dokter menilai kondisi usus halus.

Bagaimana cara menangani penyakit celiac?

Penanganan utama penyakit celiac adalah menjalani diet bebas gluten secara ketat. Dokter dapat meresepkan kortikosteroid untuk membantu mengendalikan peradangan pada kerusakan usus yang parah, sedangkan kasus celiac refrakter memerlukan evaluasi dan penanganan lanjutan.