Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

bronkitis
Kembali ke Artikel & Berita

Bronkitis: Kenali Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya

Bumamemedical check up

Pernahkah Anda mengalami batuk yang berlangsung lebih lama dari biasanya? Kalau pernah, biasanya batuk ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, kalau terus berlanjut dan disertai dahak serta sesak dada, batuk ini bisa jadi merupakan tanda bronkitis atau peradangan saluran napas yang bernama bronkus.

Sayangnya, banyak orang tidak tahu bedanya batuk biasa dengan radang saluran napas ini. Padahal, dengan mengenali gejalanya, Anda bisa tahu kapan waktunya untuk periksa ke dokter.

Apa Itu Bronkitis?

Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus, yaitu saluran udara yang menghubungkan trakea dengan paru-paru. Ketika bronkus mengalami peradangan, dindingnya akan menebal, menyempit, dan memproduksi lendir berlebih sehingga pernapasan terasa lebih berat dan tidak nyaman.

Para ahli membagi peradangan bronkus menjadi dua jenis utama berdasarkan durasi dan penyebabnya:

1. Akut

Jenis ini adalah yang paling umum dan biasanya berlangsung dari beberapa hari sampai tiga minggu. Jenis ini sering terjadi setelah Anda mengalami flu atau pilek karena infeksi dan dapat menjalar ke saluran bronkus.

2. Kronis

Kondisi ini lebih serius karena batuknya bisa bertahan sampai tiga bulan, lalu kambuh lagi selama dua tahun berturut-turut. Karena itu, dokter memasukkan kondisi ini ke dalam kelompok Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Penyebab Bronkitis

Karena bronkitis adalah gangguan pernapasan yang bisa cukup serius jika tidak ditangani, kita perlu tahu apa saja penyebabnya. Berikut adalah beberapa penyebab dari peradangan bronkus.

1. Infeksi Virus

Infeksi virus adalah penyebab sekitar 85-95 persen dari keseluruhan kasus tingkat akut. Virus influenza, virus penyebab pilek seperti rhinovirus, serta Respiratory Syncytial Virus (RSV) termasuk virus yang paling sering memicu peradangan bronkus.

Selain itu, infeksi SARS-CoV-2 juga bisa menyebabkan peradangan tingkat akut pada sebagian penderitanya. Bahkan setelah infeksi virusnya sudah hilang, iritasi yang muncul di saluran napas bisa terus menimbulkan gejala selama beberapa minggu berikutnya.

2. Infeksi Bakteri

Selain virus, bakteri juga bisa menyebabkan peradangan bronkus. Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, dan Bordetella pertussis (bakteri penyebab batuk rejan) termasuk bakteri yang bisa memicu peradangan bronkus akut.

Infeksi bakteri biasanya terjadi karena bakteri tersebut berasal dari orang-orang di lingkungan sekitar yang juga terinfeksi bakteri pernapasan tersebut.

3. Paparan Asap Rokok dan Polutan Udara

Kebiasaan merokok bisa menjadi penyebab utama peradangan bronkus kronis. Rokok menyebabkan 80-90 persen kasus PPOK yang mencakup peradangan bronkus kronis.

Selain rokok, paparan asap kendaraan, debu kimia, dan polutan udara lainnya juga bisa membuat iritasi pada saluran bronkus semakin parah dan berlangsung lama.

4. Faktor Risiko Lainnya

Kekebalan tubuh yang lemah, riwayat asma, usia di atas 60 tahun, dan kondisi iklim yang dingin dan lembap juga bisa menyebabkan peradangan bronkus. Orang dengan riwayat penyakit paru-paru juga berisiko mengalami komplikasi akibat peradangan bronkus.

Sementara itu, orang dengan riwayat mengi dan asma juga punya risiko yang tinggi untuk mengalami peradangan bronkus. Oleh sebab itu, dokter mungkin juga akan menanyakan apakah Anda punya riwayat gangguan pernapasan ketika memeriksa kondisi kesehatan ini.

Gejala Bronkitis yang Perlu Anda Waspadai

Peradangan bronkus dan gejala-gejalanya biasanya muncul secara bertahap dan pada awalnya sering terlihat seperti gejala flu atau pilek. Berikut adalah beberapa gejala umum peradangan bronkus.

  • Batuk selama dua sampai tiga minggu yang kadang disertai dahak berwarna putih, kuning, atau hijau;

  • Sesak napas (mengi) akibat penyempitan pada saluran bronkus;

  • Rasa tidak nyaman di dada seperti tertekan atau nyeri akibat batuk yang terus-menerus;

  • Kelelahan dan rasa tidak enak badan sejak awal munculnya gejala;

  • Demam ringan, terutama jika bronkitis berasal dari infeksi yang lebih serius seperti influenza;

Namun, Anda juga perlu tahu bahwa dahak berwarna kuning atau hijau tidak selalu menandakan adanya infeksi bakteri. Perubahan warna tersebut terjadi karena sel-sel terkait peradangan bergerak ke dalam saluran napas dan mewarnai dahak secara alami.

Selain itu, Anda perlu waspada bila demam yang mencapai suhu 38 derajat Celsius atau lebih juga disertai napas yang cepat. Alasannya adalah gejala-gejala ini bisa mengindikasikan komplikasi seperti pneumonia yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Kapan Harus ke Dokter?

Peradangan bronkus ringan biasanya akan menghilang dengan sendirinya kalau Anda istirahat yang cukup. Namun, Anda perlu segera mendatangi dokter kalau sudah mengalami gejala-gejala berikut.

  • Batuk yang terus berlangsung lebih dari delapan minggu tanpa tanda-tanda perbaikan;

  • Demam tinggi yang tidak membaik dalam beberapa hari;

  • Sesak napas yang semakin berat bahkan saat beristirahat;

  • Batuk yang mengeluarkan darah;

  • Gejala yang terus memburuk meski sudah beristirahat dan cukup minum.

Jika peradangan bronkus tidak mendapat penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi pneumonia, terutama bagi lansia, perokok aktif, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

Karena pneumonia berkaitan dengan beberapa gejala peradangan bronkus, Anda juga perlu mengenali perbedaannya dengan bronkopneumonia yang bisa menyerang bronkus.

Ketika Harus Menangani Bronkitis pada Anak

Sementara itu, apakah anak-anak juga bisa rentan mengalami peradangan bronkus?

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak lebih rentan mengalami peradangan bronkus akut setelah mengalami flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Walau gejalanya bisa serupa dengan gejala pada orang dewasa, batuknya sering lebih parah dan mengganggu tidur pada malam hari.

Anda perlu segera ke dokter ketika si kecil terus batuk selama dua sampai tiga minggu dan disertai dengan gejala berikut.

  • Tidak nafsu makan dan minum;

  • Mengalami batuk berkepanjangan yang diiringi dengan demam tinggi;

  • Mengalami dehidrasi.

Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk membantu anak Anda cepat sembuh.

  • Mencukupi asupan cairan untuk tubuh;

  • Banyak istirahat;

  • Meminumkan obat batuk untuk anak-anak di atas 4 tahun (sesuai arahan dokter);

  • Menjaga kelembapan rumah Anda dengan humidifier.

Jaga Kesehatan Saluran Napas dengan Vaksinasi 

Flu adalah salah satu penyebab radang bronkus akut dan, oleh karena itu, vaksin flu bisa membantu melindungi tubuh Anda.

Bumame menyediakan Vaksin Influenza Fluarix Tetra, yaitu vaksin influenza kuadrivalen yang memberikan perlindungan terhadap empat tipe virus influenza sekaligus, yakni dua tipe A dan dua tipe B.

Anda bisa mendapatkannya melalui layanan walk-in di klinik Bumame maupun melalui layanan home care yang tenaga medisnya datang langsung ke lokasi Anda. Setelah mendapatkan vaksinasi influenza ini, Anda bisa terlindung dari berbagai masalah flu musiman akibat virus ini.

Bumame juga menyediakan Vaksin Pneumonia yang bisa melindungi tubuh Anda dari serangan bakteri Streptococcus pneumoniae. Vaksin ini direkomendasikan untuk lansia, anak-anak, penderita penyakit kronis, dan penyandang risiko tinggi terhadap komplikasi infeksi saluran pernapasan.

Bumame bahkan memberi asuransi efek samping untuk setiap layanan vaksin, jadi Anda tidak perlu khawatir setelah divaksin. Konsultasikan kebutuhan vaksin Anda dengan tim medis Bumame untuk mendapatkan rekomendasi yang paling sesuai dengan kondisi dan usia Anda.

Diagnosis Bronkitis

Dokter biasanya melakukan diagnosis peradangan bronkus berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik secara langsung. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan mendengarkan suara napas Anda menggunakan stetoskop untuk mendeteksi adanya mengi atau bunyi napas yang tidak normal.

Untuk kasus radang bronkus yang ringan, biasanya dokter tidak perlu melakukan tes tambahan. Tapi pada kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan tes berikut.

  • Rontgen dada untuk memastikan ada tidaknya pneumonia, terutama bila muncul demam tinggi atau sesak napas;

  • Tes dahak untuk mengetahui apakah Anda perlu antibiotik atau tidak;

  • Pemeriksaan darah untuk mencari apakah ada peradangan atau infeksi aktif dalam tubuh;

  • Spirometri untuk memeriksa fungsi paru-paru pada kasus peradangan bronkus kronis atau jika ada kecurigaan PPOK.

Pemeriksaan tambahan ini penting karena batuk juga merupakan gejala umum dari berbagai kondisi lain, seperti pneumonia, asma, dan refluks asam lambung.

Tips Mencegah dan Mengatasi Bronkitis

Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk menangani peradangan bronkus akut yang ringan.

1. Lakukan Vaksinasi Influenza Setiap Tahun

Vaksin flu tahunan membantu melindungi tubuh dari serangan virus influenza, salah satu pemicu utama radang bronkus. Jadwalkan vaksinasi Anda bersama Bumame agar tubuh terlindungi sepanjang tahun.

2. Perbanyak Asupan Cairan

Cukup minum air putih bisa membantu mengencerkan dahak di saluran napas yang kemudian bisa Anda keluarkan lewat batuk. Anda juga bisa minum teh jahe atau sup hangat yang bisa membuat tenggorokan yang sakit terasa lebih nyaman.

3. Pastikan Banyak Beristirahat yang Cukup

Supaya bisa segera sembuh, Anda perlu istirahat yang cukup dan berkualitas. Dengan begitu, tubuh Anda bisa punya tenaga yang lebih banyak untuk mengatasi peradangan bronkus.

4. Jauhkan Diri dari Asap dan Polutan

Berhenti merokok bisa membantu Anda terhindar dari peradangan bronkus kronis. Sementara itu, selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan polutan.

5. Rajin Cuci Tangan Setiap Hari

Pastikan Anda selalu mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir setiap harinya, terutama setelah bersin atau batuk. Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum tangan Anda benar-benar bersih.

6. Manfaatkan Humidifier di Ruangan

Udara yang terlalu kering bisa membuat saluran napas yang sedang sakit terasa makin perih. Karena itu, coba pakai humidifier atau alat pelembap udara di rumah Anda supaya udaranya tidak kering dan napas Anda terasa lebih lega.

7. Coba Madu untuk Meredakan Batuk

Madu murni bisa membantu meredakan batuk pada orang dewasa dan anak di atas satu tahun. Anda cukup minum satu sendok teh madu hangat, atau campur ke dalam teh, untuk menenangkan tenggorokan yang perih karena batuk terus-menerus.

Cegah dan Tangani Gejala Bronkitis Sebelum Kronis

Walaupun bronkitis memang banyak dialami orang, Anda tetap perlu menanganinya dengan benar agar tidak menjadi masalah yang lebih parah. Kalau sudah tahu gejala-gejalanya sejak awal, Anda bisa tahu langkah terbaik yang bisa diambil supaya dapat cepat sembuh.

Nyatanya ada banyak cara untuk mencegah dan meredakan radang bronkus ini, mulai dari hal sederhana seperti rajin mencuci tangan sampai rutin vaksin flu setiap tahun.

Untuk gejala yang masih ringan, perawatan di rumah biasanya sudah cukup membantu. Meski begitu, jangan abaikan tanda bahaya yang perlu Anda periksakan ke dokter secepatnya. Kalau Anda masih ragu, langsung saja konsultasi dengan tim medis Bumame dan dapatkan saran yang tepat!


Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Referensi:

MSD Manuals. (2025). Acute Bronchitis.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2023). Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Stanford Medicine Children’s Health. (2026). Acute Bronchitis in Children.

U.S. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). About COPD.

U.S. Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Chest Cold (Acute Bronchitis) Basics.

National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). Bronchitis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu bronkitis?

Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus, yaitu saluran udara yang menghubungkan trakea dengan paru-paru. Peradangan ini menyebabkan dinding bronkus menebal, menyempit, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga pernapasan terasa lebih berat.

Apa penyebab bronkitis?

Bronkitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, paparan asap rokok dan polutan udara, serta faktor risiko lain seperti daya tahan tubuh yang lemah, riwayat asma, usia di atas 60 tahun, iklim dingin dan lembap, maupun riwayat penyakit paru-paru.

Apa saja gejala bronkitis?

Gejala bronkitis umumnya meliputi batuk yang berlangsung dua hingga tiga minggu disertai dahak, sesak napas atau mengi, rasa tidak nyaman di dada, mudah lelah, serta demam ringan. Pada sebagian kasus, gejala dapat menyerupai flu atau pilek pada tahap awal.

Kapan harus ke dokter jika mengalami bronkitis?

Segera periksakan diri apabila batuk berlangsung lebih dari delapan minggu, mengalami demam tinggi yang tidak membaik, sesak napas yang semakin berat, batuk berdarah, atau gejala terus memburuk meskipun sudah beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan.

Bagaimana bronkitis didiagnosis?

Dokter biasanya menegakkan diagnosis melalui wawancara mengenai gejala dan pemeriksaan fisik dengan mendengarkan suara napas menggunakan stetoskop. Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan seperti rontgen dada, tes dahak, pemeriksaan darah, atau spirometri.

Bagaimana penanganan bronkitis pada anak?

Pada anak, dokter dapat menyarankan mencukupi asupan cairan, memperbanyak istirahat, memberikan obat batuk untuk anak di atas 4 tahun sesuai arahan dokter, serta menjaga kelembapan ruangan menggunakan humidifier. Anak perlu segera diperiksa jika mengalami batuk berkepanjangan disertai demam tinggi, tidak nafsu makan dan minum, atau dehidrasi.

Bagaimana cara membantu mencegah dan mengatasi bronkitis?

Langkah yang dapat dilakukan antara lain vaksinasi influenza setiap tahun, mencukupi asupan cairan, istirahat yang cukup, menghindari asap rokok dan polutan, rutin mencuci tangan, menggunakan humidifier saat diperlukan, serta mengonsumsi madu untuk membantu meredakan batuk pada orang dewasa dan anak di atas satu tahun.

Apa yang dapat terjadi jika bronkitis tidak ditangani dengan baik?

Artikel menjelaskan bahwa bronkitis yang tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang menjadi pneumonia, terutama pada lansia, perokok aktif, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bronkitis: Kenali Penyebab dan Cara Tepat Mengatasinya | Bumame