Anak demam beberapa hari, lalu bintik merah muncul di wajah dan badannya. Satu anggota keluarga menyebutnya cacar, yang lain yakin itu campak.
Jawabannya menentukan langkah berikutnya, karena campak dan cacar air disebabkan virus berbeda, menular pada waktu berbeda, dan punya vaksin berbeda. Dari situ orang tua bisa menentukan kapan anak diperiksa, berapa lama ia beristirahat, dan imunisasi apa yang perlu dilengkapi.
Berikut jawabannya, asal kebingungan namanya, serta perbandingan gejala, masa menular, komplikasi, dan vaksinnya.
Jadi, Apakah Campak dan Cacar Sama?
Tidak sama. Bila yang dimaksud adalah cacar air, keduanya merupakan penyakit berbeda. Penyakit campak disebabkan oleh virus campak, sedangkan cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster.
Keduanya mirip karena sama-sama diawali demam, menimbulkan ruam, dan mudah menular lewat udara. CDC mencatat hingga 90% orang di sekitar penderita yang belum kebal bisa ikut tertular, baik pada campak maupun cacar air.
Kekebalannya pun terpisah. Anak yang pernah cacar air tetap bisa tertular campak bila belum mendapat imunisasi campak, begitu pula sebaliknya.
Asal Kebingungan Nama Cacar, Cacar Air, dan Campak
Dalam percakapan sehari-hari, kata cacar biasanya dipakai untuk cacar air. SOP Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar milik Kemenkes justru memakai istilah cacar untuk variola atau smallpox, penyakit dengan virus yang berbeda.
Dokumen yang sama mencatat tidak ada lagi penderita cacar variola pada manusia sejak 1978, dan menyebut cacar monyet berasal dari keluarga virus yang sama dengan variola. Jadi, cacar yang dibicarakan orang saat ini umumnya merujuk pada cacar air.
Nama lain yang sering tertukar dengan campak adalah rubella, penyakit yang menurut IDAI bisa menyebabkan keguguran atau kecacatan bayi bila menulari ibu hamil di awal kehamilan. Perlindungan terhadap keduanya digabung dalam vaksin MR (measles-rubella), sehingga perbedaan campak dan rubella juga sering ditanyakan.
Penyebab dan Cara Penularan yang Berbeda
Kedua virus menular dengan cara yang mirip, tetapi masa menularnya berbeda:
Campak. Virusnya menyebar lewat percikan saat penderita batuk atau bersin dan bisa tetap aktif di udara hingga dua jam, menurut WHO. Penularan berlangsung sejak 4 hari sebelum ruam muncul sampai 4 hari sesudahnya, sering sebelum penderita sadar dirinya sakit.
Cacar air. Kemenkes menyebut virusnya menyebar lewat udara serta kontak langsung dengan air liur atau cairan lepuh. Penderita menular sejak 1 sampai 2 hari sebelum ruam hingga semua lepuh berkeropeng, menurut CDC. Orang yang belum kebal juga bisa tertular cacar air dari cairan lepuh penderita cacar api.
Siapa yang Lebih Mudah Sakit Berat?
Siapa pun yang belum kebal bisa tertular. Beberapa kelompok lebih berisiko mengalami sakit berat:
Bayi dan anak yang belum diimunisasi. IDAI menyebut anak yang belum diimunisasi atau belum pernah sakit campak berisiko tinggi tertular. CDC menyebut campak bisa berbahaya terutama bagi bayi dan anak kecil, sehingga campak pada bayi perlu diperiksakan sejak gejala awal.
Remaja, orang dewasa, dan ibu hamil. Gejala cacar air pada remaja dan orang dewasa cenderung lebih berat, menurut Kemenkes dan CDC. Campak saat hamil bisa memicu persalinan prematur atau bayi berat lahir rendah.
Daya tahan tubuh lemah. Orang dengan HIV, kanker, atau yang menjalani kemoterapi lebih mudah sakit berat. WHO menambahkan anak dengan gizi kurang, terutama yang kekurangan vitamin A, lebih mungkin mengalami komplikasi campak.
Cara Membedakan Gejala Campak dan Cacar Air
Empat hal berikut bisa diamati sambil menunggu pemeriksaan dokter.
1. Urutan Demam dan Ruam
Gejala campak muncul 7 sampai 14 hari setelah terpapar, diawali demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Ruam menyusul 3 sampai 5 hari kemudian, dan rangkaian ini termasuk ciri campak pada anak yang perlu diperiksakan. Gejala cacar air muncul 10 sampai 21 hari setelah terpapar, dan demam, lemas, sakit kepala, serta nafsu makan turun biasanya hanya mendahului ruam 1 sampai 2 hari.
2. Bentuk Ruam
Ruam campak berupa bercak merah datar yang bisa menyatu saat menyebar, kadang dengan bintil kecil di atasnya. Ruam cacar air berkembang dari bintil merah menjadi lepuh berisi cairan, lalu keropeng kering. Tahapannya tidak serentak, sehingga lepuh baru dan keropeng bisa terlihat bersamaan, dan ruamnya terasa sangat gatal.
3. Arah Sebaran Ruam
Ruam campak dimulai di wajah dekat garis rambut, lalu turun ke leher, badan, lengan, tungkai, dan kaki. WHO mencatat ruam ini bertahan 4 sampai 8 hari sebelum memudar. Ruam cacar air biasanya muncul pertama di dada, punggung, dan wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh, termasuk mulut, kelopak mata, dan area kelamin.
4. Tanda di Dalam Mulut
Dua sampai tiga hari setelah gejala awal, bintik putih kecil yang disebut bercak Koplik bisa muncul di bagian dalam mulut penderita campak. Bercak ini bisa terlihat lebih dulu daripada ruam kulit. Pada cacar air, lepuh juga bisa muncul di dalam mulut.
Ringkasan Perbedaan Campak dan Cacar Air
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Komplikasi yang Perlu Dikenali
Jenis komplikasi kedua penyakit ini berbeda:
Campak. Komplikasi yang umum berupa infeksi telinga dan diare. Komplikasi berat meliputi radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), dan kebutaan, menurut CDC dan WHO. Campak juga bisa melemahkan kekebalan tubuh selama beberapa bulan hingga beberapa tahun setelah sembuh.
Cacar air. CDC mencatat komplikasi berupa infeksi bakteri pada kulit, radang paru, radang otak, gangguan perdarahan, dan dehidrasi. Komplikasi ini tidak umum pada orang sehat dan lebih mungkin terjadi pada kelompok berisiko.
Virus yang menetap. Setelah cacar air sembuh, virus varicella-zoster tetap berada di tubuh dalam keadaan tidak aktif. Di kemudian hari virus ini bisa aktif kembali sebagai cacar api atau herpes zoster.
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Segera ke IGD bila penderita campak atau cacar air mengalami sesak, napas lebih cepat dari biasa, atau nyeri saat bernapas. Tanda lain yang perlu penanganan segera adalah dehidrasi (mulut kering, jarang buang air kecil), kebingungan, sangat lemas, leher kaku, kebiruan di sekitar mulut, atau bayi yang sulit menyusu. CDC menyarankan menelepon fasilitas kesehatan sebelum tiba agar petugas bisa mencegah penularan ke pasien lain.
Pada cacar air, Kemenkes menyebut ruam yang menyebar ke mata, ruam yang menjadi sangat merah dan hangat, atau demam di atas 39°C sebagai tanda yang perlu diperiksakan. Hubungi dokter juga bila anak demam disertai ruam dan imunisasinya belum lengkap.
Cara Dokter Memastikannya
Dokter menilai urutan gejala, pola ruam, riwayat imunisasi, dan riwayat kontak dengan penderita. Pemeriksaan langsung tetap penting karena pada orang yang sudah divaksin, cacar air bisa tampil ringan dengan sedikit lepuh atau hanya bintik merah, menurut CDC.
Perlindungan Vaksin Mengikuti Jenis Virusnya
Vaksin melatih tubuh membentuk kekebalan terhadap virus yang dikandungnya, sehingga perlindungan vaksin campak tidak mencakup cacar air. Di Bumame tersedia Vaksin Measles, Mumps, Rubella MMR II, yang menurut halaman produknya berisi virus campak, gondongan, dan rubella hidup yang telah dilemahkan.
Vaksinasi membantu menurunkan risiko tertular campak. Untuk vaksinasi anak, hubungi CS Bumame untuk memastikan ketersediaan sesuai usia anak. Cacar air memerlukan vaksin tersendiri, yaitu vaksin varisela. Untuk pertanyaan seputar kedua vaksin ini, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Bagaimana Campak dan Cacar Air Ditangani?
Penanganan keduanya berfokus meredakan gejala dan mencegah komplikasi:
Campak. WHO menyebut belum ada pengobatan khusus untuk campak, sehingga perawatan berfokus pada kenyamanan, cukup minum, dan makanan bergizi. Dokter bisa memberikan antibiotik bila muncul radang paru atau infeksi telinga, dan WHO menganjurkan vitamin A bagi anak balita yang diduga campak sesuai arahan tenaga kesehatan.
Cacar air. Menurut Kemenkes, cacar air umumnya cukup dirawat di rumah dengan istirahat, makanan bergizi, dan kulit yang terjaga bersih. Potong kuku dan cuci tangan secara rutin agar lepuh yang tergaruk tidak terinfeksi. CDC menganjurkan obat antivirus bagi penderita yang lebih mungkin sakit berat, sesuai keputusan dokter.
Langkah Mencegah Penularan di Rumah dan Sekolah
Lengkapi imunisasi sesuai jadwal. Menurut IDAI dan Kemenkes, imunisasi MR dalam program rutin diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD atau sederajat. Jadwal vaksinasi anak lainnya, termasuk vaksin MMR untuk anak, bisa didiskusikan dengan dokter anak.
Beristirahat di rumah selama masa menular. CDC menganjurkan penderita campak tetap di rumah sampai hari kelima setelah ruam muncul. Penderita cacar air sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah sampai semua lepuh mengering dan mengelupas, menurut Kemenkes.
Hubungi dokter setelah kontak dengan penderita campak. Bagi yang belum kebal, vaksin MMR atau imunoglobulin yang diberikan dalam beberapa hari setelah kontak bisa membantu menurunkan risiko sakit. Selama masa pemantauan, jauhkan diri dari bayi, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Kenali Bedanya, Lengkapi Perlindungan Keluarga
Campak dan cacar air sama-sama menimbulkan demam dan ruam, tetapi virus, masa menular, dan vaksinnya berbeda. Mengenali polanya membantu Anda tahu kapan anak perlu diperiksa dan berapa lama ia beristirahat di rumah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Untuk pertanyaan seputar vaksinasi keluarga, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. Measles Symptoms and Complications.
Centers for Disease Control and Prevention. Measles: What to Do If You Get Sick or Exposed.
World Health Organization. Measles.
Centers for Disease Control and Prevention. About Chickenpox.
Centers for Disease Control and Prevention. Chickenpox Symptoms and Complications.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal Cacar Air.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar. SOP Cacar (Variola dan Smallpox).
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah campak dan cacar air merupakan penyakit yang sama?
Tidak. Campak disebabkan oleh virus campak, sedangkan cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster. Keduanya memiliki pola ruam, masa menular, dan vaksin yang berbeda.
Apa perbedaan ruam campak dan cacar air?
Ruam campak berupa bercak merah datar yang biasanya dimulai dari wajah dekat garis rambut, kemudian menyebar ke tubuh. Ruam cacar air berkembang dari bintil merah menjadi lepuh berisi cairan yang gatal, lalu mengering menjadi keropeng.
Apakah orang yang pernah cacar air masih bisa terkena campak?
Bisa. Kekebalan setelah cacar air tidak memberikan perlindungan terhadap campak karena keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda. Perlindungan terhadap campak diperoleh melalui imunisasi atau kekebalan setelah pernah terinfeksi.
Apakah vaksin MMR juga melindungi dari cacar air?
Tidak. Vaksin MMR melindungi terhadap campak, gondongan, dan rubella. Untuk perlindungan terhadap cacar air, diperlukan vaksin varisela tersendiri.
Kapan anak yang sakit campak atau cacar air boleh kembali ke sekolah?
Anak dengan campak dianjurkan tetap di rumah hingga hari kelima setelah ruam muncul. Anak dengan cacar air sebaiknya tidak kembali beraktivitas di luar rumah sampai semua lepuh mengering dan menjadi keropeng.
