Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Sering Tak Disadari, Ini Cara Penularan Hepatitis B dan Cara Mencegahnya
Kembali ke Artikel & Berita

Sering Tak Disadari, Ini Cara Penularan Hepatitis B dan Cara Mencegahnya

Oak Circle

Hepatitis B Bisa Menular Tanpa Gejala, Kenali Cara Penularan dan Pencegahannya

Hepatitis B merupakan infeksi yang menyerang hati dan disebabkan oleh virus hepatitis B atau HBV. Infeksi ini dapat bersifat akut maupun berkembang menjadi hepatitis B kronis yang berlangsung dalam jangka panjang.
Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah bagaimana hepatitis B dapat menular. Virus ini terutama menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang mengandung virus, termasuk melalui hubungan seksual dan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses persalinan.
Menurut World Health Organization (WHO), hepatitis B dapat ditularkan dari ibu ke anak saat kelahiran, melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi, serta melalui paparan darah dan cairan tubuh yang terkontaminasi. Hepatitis B juga dapat dicegah dengan vaksinasi.

Apa Itu Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B atau HBV. Infeksi ini dapat berlangsung dalam waktu singkat atau menjadi kronis jika virus menetap di dalam tubuh.
Hepatitis B akut terjadi pada fase awal setelah seseorang terinfeksi. Pada sebagian orang, tubuh dapat membersihkan virus dan infeksi tidak berkembang menjadi kronis. Namun, infeksi yang menetap dapat menyebabkan hepatitis B kronis dan meningkatkan risiko komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.
Hepatitis B juga tidak selalu menimbulkan gejala. Seseorang dapat terinfeksi dan menularkan virus kepada orang lain meskipun merasa sehat.
Untuk memahami kemungkinan penyakit membaik setelah terinfeksi, Anda dapat membaca informasi mengenai apakah hepatitis bisa sembuh.

Cara Penularan Hepatitis B

Hepatitis B dapat menular ketika darah atau cairan tubuh seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang yang belum terinfeksi.
Beberapa cara penularan hepatitis B meliputi:
  • Dari ibu yang terinfeksi kepada bayi saat proses persalinan
  • Hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi
  • Berbagi jarum suntik atau alat yang terkontaminasi darah
  • Penggunaan alat tato atau tindik yang tidak steril
  • Paparan darah melalui luka atau benda tajam yang terkontaminasi
  • Berbagi barang pribadi tertentu seperti pisau cukur atau sikat gigi yang dapat terkena darah
WHO menyebutkan bahwa hepatitis B dapat menyebar melalui darah dan cairan tubuh, termasuk cairan vagina dan semen. Penularan dari ibu ke anak saat kelahiran juga merupakan salah satu jalur penularan yang penting.
Hepatitis B tidak menyebar melalui kontak sehari-hari seperti berpelukan, batuk, bersin, berbagi makanan, atau menggunakan alat makan bersama.

Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Ibu yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkan virus kepada bayinya, terutama saat proses persalinan.
Penularan pada usia bayi atau anak juga memiliki risiko lebih besar untuk berkembang menjadi infeksi kronis dibandingkan infeksi yang terjadi pada orang dewasa. Karena itu, pencegahan penularan dari ibu ke anak menjadi bagian penting dalam pengendalian hepatitis B.
Ibu hamil yang belum mengetahui status hepatitis B sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan yang dianjurkan. Dengan mengetahui status infeksi selama kehamilan, langkah pencegahan penularan kepada bayi dapat direncanakan dengan lebih baik.

Faktor Risiko Hepatitis B

Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar virus hepatitis B.
Faktor risikonya antara lain:
  • Belum mendapatkan vaksin hepatitis B
  • Memiliki pasangan seksual yang terinfeksi hepatitis B
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Berbagi jarum suntik
  • Menggunakan alat tato atau tindik yang tidak steril
  • Tinggal serumah dengan seseorang yang mengalami hepatitis B
  • Mengalami paparan darah yang terkontaminasi
  • Memiliki anggota keluarga dengan hepatitis B
  • Lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B
Risiko penularan juga dapat meningkat pada lingkungan atau situasi yang memungkinkan terjadinya kontak dengan darah dan cairan tubuh yang terinfeksi.

Gejala Hepatitis B yang Bisa Muncul

Tidak semua orang yang terinfeksi hepatitis B mengalami gejala. Bahkan, banyak orang dengan hepatitis B kronis tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.
Ketika gejala muncul, terutama pada infeksi akut, beberapa keluhan yang dapat dirasakan meliputi:
  • Mudah lelah
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri perut
  • Nyeri sendi
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit dan bagian putih mata menguning atau jaundice
  • Feses berwarna lebih pucat
Gejala hepatitis B akut dapat muncul beberapa waktu setelah paparan virus. Namun, tidak adanya gejala tidak berarti seseorang terbebas dari hepatitis B atau tidak dapat menularkan virus.
Informasi mengenai jenis hepatitis lainnya dapat dibaca melalui artikel mengenal hepatitis a b c.

Jenis Infeksi Hepatitis yang Perlu Dipahami

Hepatitis B merupakan salah satu jenis hepatitis virus yang dapat menyerang hati. Selain hepatitis B, terdapat jenis hepatitis lain seperti hepatitis A, C, D, dan E.
Setiap jenis hepatitis memiliki cara penularan, perjalanan penyakit, dan metode pencegahan yang berbeda. Karena itu, mengetahui jenis virus yang menyebabkan infeksi penting untuk menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Anda dapat memahami lebih lanjut mengenai memahami jenis infeksi hepatitis untuk mengetahui perbedaan karakteristik infeksi hepatitis.
Hepatitis D memiliki karakteristik khusus karena hanya dapat menginfeksi seseorang yang juga mengalami infeksi hepatitis B. Informasi mengenai mengenal hepatitis d jenis langka dapat menjadi referensi tambahan.
Sementara itu, hepatitis A memiliki karakteristik penularan dan penanganan yang berbeda dari hepatitis B. Informasi mengenai mengenal hepatitis a dapat membantu memahami perbedaannya.

Pengobatan Hepatitis B

Pengobatan hepatitis B bergantung pada apakah infeksi bersifat akut atau kronis serta kondisi kesehatan hati.
Pada hepatitis B akut, umumnya tidak ada obat antivirus khusus yang diberikan untuk menghilangkan virus. Penanganan biasanya berfokus pada mengurangi gejala, menjaga asupan cairan dan nutrisi, serta memantau kondisi pasien. Pada kasus berat, pasien dapat membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, sebagian orang dengan hepatitis B kronis membutuhkan obat antivirus. Terapi dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit hati, mengurangi risiko komplikasi, dan menurunkan risiko kanker hati. Tidak semua orang dengan hepatitis B kronis membutuhkan pengobatan sehingga keputusan terapi perlu ditentukan oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan.

Pencegahan Hepatitis B

Pencegahan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penularan hepatitis B.
Salah satu cara paling efektif adalah mendapatkan vaksin hepatitis B sesuai jadwal yang direkomendasikan. WHO menyebutkan bahwa vaksin hepatitis B aman dan efektif untuk mencegah infeksi.
Selain vaksinasi, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  • Tidak berbagi jarum suntik
  • Memastikan alat tato dan tindik steril
  • Tidak berbagi pisau cukur atau sikat gigi
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menghindari kontak langsung dengan darah orang lain
  • Memastikan prosedur medis menggunakan alat yang steril
  • Melakukan pemeriksaan jika memiliki faktor risiko
Pencegahan penularan dari ibu ke anak juga membutuhkan pemeriksaan selama kehamilan dan langkah medis yang sesuai.
Untuk memahami langkah pencegahan hepatitis secara lebih luas, Anda dapat membaca cara antisipasi hepatitis di indonesia.

Vaksin Hepatitis B untuk Pencegahan

Vaksin hepatitis B dapat membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap infeksi HBV. Vaksinasi menjadi salah satu cara utama untuk mencegah penularan hepatitis B.
Bagi orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin atau memiliki risiko paparan, jadwal vaksinasi dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Informasi mengenai manfaat vaksin hepatitis b untuk orang dewasa dapat membantu memahami pentingnya vaksinasi bagi kelompok dewasa.

Pemeriksaan Hepatitis B di Bumame

Hepatitis B tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala karena banyak orang yang terinfeksi tidak mengalami keluhan. Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui status infeksi.
Bumame menyediakan Medical Check Up Hepatitis B yang mencakup pemeriksaan HBsAg kualitatif dan Anti-HBs. HBsAg digunakan untuk membantu mendeteksi keberadaan infeksi hepatitis B, sedangkan Anti-HBs membantu mengetahui adanya antibodi terhadap hepatitis B.
Pemeriksaan dapat dipertimbangkan terutama jika memiliki faktor risiko, mengalami gejala yang mengarah pada hepatitis, memiliki kemungkinan paparan virus, atau belum mengetahui status vaksinasi hepatitis B.

Kapan Harus Tes dan ke Dokter

Pemeriksaan hepatitis B sebaiknya dipertimbangkan jika memiliki riwayat paparan atau faktor risiko, terutama ketika pernah melakukan kontak dengan darah atau cairan tubuh yang berpotensi terkontaminasi.
Konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala seperti:
  • Kulit atau mata menguning
  • Urine berwarna gelap
  • Mudah lelah berkepanjangan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Memiliki riwayat hubungan seksual berisiko
  • Memiliki pasangan atau anggota keluarga dengan hepatitis B
  • Mengalami kemungkinan paparan darah yang terkontaminasi
WHO menyebutkan bahwa pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan diagnosis hepatitis B karena gejalanya tidak dapat dibedakan secara klinis dari hepatitis virus lainnya.
Jika Anda ingin mengetahui pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi dan faktor risiko, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan di Bumame, Anda juga dapat berkonsultasi melalui WhatsApp Bumame.

Sumber

World Health Organization (WHO) - Hepatitis B.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) - Hepatitis B Basics.

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Hepatitis B menular melalui apa?
Hepatitis B terutama menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, termasuk melalui hubungan seksual, penggunaan jarum yang terkontaminasi, serta dari ibu ke bayi saat persalinan.
Apakah hepatitis B bisa menular melalui makanan?
Tidak. Hepatitis B tidak menular melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi bersama.
Apakah hepatitis B bisa menular tanpa gejala?
Bisa. Seseorang dapat terinfeksi tanpa mengalami gejala yang jelas dan tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain.
Apakah hepatitis B bisa sembuh?
Hepatitis B akut pada banyak orang dewasa dapat pulih tanpa berkembang menjadi infeksi kronis. Hepatitis B kronis belum dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan dengan pengobatan antivirus pada orang yang memenuhi kriteria terapi.
Bagaimana cara mencegah hepatitis B?
Vaksinasi merupakan cara utama untuk mencegah hepatitis B. Pencegahan juga dilakukan dengan menghindari penggunaan jarum bersama, memastikan alat tato atau tindik steril, tidak berbagi barang pribadi yang dapat terkena darah, dan melakukan hubungan seksual yang lebih aman.