Aktivitas yang padat seringkali membuat wanita tidak menyadari perubahan pada tubuh sendiri. Mulai dari mudah lelah, lebih sering buang air kecil, hingga mudah haus kerap dianggap karena kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas. Padahal, kondisi seperti ini bisa jadi tanda atau ciri-ciri diabetes pada wanita.
Ini tentu menjadi masalah, mengingat diabetes bisa menimbulkan komplikasi serius. Karena itu, penting bagi wanita untuk mengenali gejala diabetes agar segera memperoleh penanganan. Mari simak ciri diabetes pada wanita lengkap dengan penyebab dan diagnosisnya sebagai bahan acuan Anda untuk menghadapinya.
Kenapa Diabetes Wanita Perlu Perhatian Khusus?
Gejala diabetes pada wanita perlu diperhatikan secara khusus karena kondisi ini bisa berefek pada kesehatan saluran reproduksi seperti meningkatnya risiko infeksi jamur vagina dan infeksi saluran kemih (ISK). Nah, jika tidak ditangani dengan cepat, infeksi bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan reproduksi.
Selain itu, menstruasi dan kehamilan pada wanita sendiri bisa berefek pada kadar gula darah. Di mana ini bisa membuatnya menjadi sulit dikendalikan dan lebih parah karena perubahan hormon selama fase tersebut.
Tidak hanya itu, dalam jangka panjang, wanita dengan diabetes berisiko mengalami penyakit jantung serta gangguan seksual, seperti vagina kering, nyeri saat berhubungan seksual, dan penurunan libido. Karena itu, mengenali gejala diabetes sedini mungkin sangat penting agar kondisi bisa segera diperiksa dan ditangani.
Ciri-Ciri Diabetes pada Wanita
Gejala diabetes pada wanita umumnya mirip dengan pria, perbedaannya hanya pada gejala sistem reproduksi yang terpengaruh. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tanda diabetes pada wanita.
Sering buang air kecil dan mudah haus. Kadar gula darah yang tinggi bisa membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang glukosa berlebih melalui urine.
Mudah lapar dan lelah, karena tubuh tidak bisa menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi.
Berat badan berubah tanpa sebab yang jelas karena kadar gula darah yang tinggi bisa membuat glukosa sulit masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Sehingga, tubuh pun membakar lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif dan membuat berat turun.
Penglihatan menjadi kabur, karena kadar gula darah yang tinggi bisa mempengaruhi lensa mata.
Luka sulit sembuh, karena gula darah yang tinggi bisa mengganggu sirkulasi dan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.
Sering mengalami infeksi jamur terutama di area vagina, ditandai dengan gatal, kemerahan, bengkak, rasa perih, dan keputihan di vagina serta nyeri saat berhubungan seksual. Sebab, gula darah tinggi bisa meningkatkan kadar glukosa di area vagina, sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur.
Sering mengalami infeksi saluran kemih (ISK), ditandai dengan rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil dan urine keruh atau bercampur darah. Sebab, kadar gula darah yang tinggi bisa menimbulkan adanya gula dalam urine, sehingga bakteri pun lebih mudah berkembang dan menyebabkan infeksi.
Vagina menjadi kering dan penurunan libido, karena kadar gula darah yang tinggi bisa berefek pada aliran darah dan fungsi saraf. Termasuk pada organ genital, sehingga bisa mengurangi pelumasan vagina dan menurunkan gairah seksual.
Kesemutan atau mati rasa di bagian tangan dan kaki, karena kadar glukosa di darah yang tinggi dalam jangka panjang bisa merusak saraf.
Perbedaan dengan Gejala Diabetes Umum
Perbedaan utama dari gejala atau ciri-ciri diabetes pada wanita dan ciri-ciri umum diabetes adalah pada keluhannya yang lebih spesifik di saluran kemih dan kesehatan reproduksi. Untuk lebih jelasnya, berikut ciri diabetes wanita yang mungkin tidak ada di laki-laki.
Rentan ISK dan infeksi jamur vagina.
Kadar gula darah pun menjadi lebih sulit dikendalikan saat menstruasi.
Menstruasi tidak teratur dan ada gangguan kesuburan.
Mengalami diabetes gestasional saat hamil
Vagina menjadi kering, nyeri saat berhubungan seksual, penurunan sensasi, atau berkurangnya libido.
Rentan mengalami depresi dan kecemasan karena faktor hormon, beban pengelolaan diabetes pun bisa memengaruhi kondisi psikologis.
Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes pada Wanita
Secara umum, penyebab berbagai tipe diabetes pada wanita sama dengan diabetes pada umumnya, yaitu karena adanya resistensi insulin atau pankreas tidak bisa memproduksi insulin dengan baik. Sehingga, kadar gula darah menjadi naik. Namun, risiko terkena gangguan ini akan semakin tinggi pada kondisi berikut.
Ada riwayat keluarga dengan diabetes, karena gangguan ini bisa diturunkan.
Usia semakin bertambah, karena fungsi pankreasi dan sensitivitas insulit akan turun seiring waktu
Mengalami obesitas, karena lemak tubuh yang berlebih bisa meningkatkan resistensi insulin sehingga tubuh pun menjadi lebih sulit mengendalikan kadar gula darah.
Menderita PCOS (polycystic ovary syndrome). Kondisi ini sering berhubungan dengan resistensi insulin yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Punya riwayat diabetes gestasional, karena kondisi seperti ini bisa menaikkan risiko diabetes tipe 2 setelah hamil.
Kurang melakukan aktivitas fisik, karena bisa membuat tubuh kurang optimal dalam menggunakan glukosa dan merespons insulin.
Menjalani pola makan kurang sehat, terutama jika Anda sering makan makanan tinggi kalori, ada gula tambahan, dan rendah serat. Ini bisa memunculkan kenaikan berat badan dan penumpukan gula darah.
Merokok, karena zat kimia di dalamnya bisa membuat sel tubuh kebal terhadap insulin
Punya tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol yang tidak sehat, karena kondisi ini bisa meningkatkan resiko resistensi insulin.
Mengalami menopause, karena perubahan hormon dan metabolisme bisa berefek pada berat badan dan sensitivitas insulin.
Hamil, karena adanya perubahan hormon yang bisa menyebabkan resistensi insulin dan memicu diabetes gestasional pada sebagian wanita.
Cara Diagnosis Diabetes: Tes Gula Darah
Melihat ciri-ciri diabetes pada wanita saja tidak cukup untuk mendiagnosis penyakit ini. Sebaliknya, Anda melakukan pengecekan kadar gula darah. Beberapa tes diabetes melitus yang dimaksud antara lain:
HbA1c, yaitu mengukur rata-rata kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir dan tidak perlu puasa. Jika hasilnya menunjukkan nilai ≥6,5%, artinya Anda mungkin terkena diabetes
Gula darah puasa (GDP), yaitu cek gula darah dengan mengambil sampel darah setelah puasa minimal 8 jam. Jika nilainya ≥126 mg/dL, artinya ada risiko diabetes.
Tes toleransi glukosa oral (TTGO), yang dilakukan dengan minum larutan yang mengandung 75 gram glukosa. Kemudian, kadar gula darah dicek 2 jam setelahnya. Hasil ≥200 mg/dL artinya menderita diabetes.
Gula darah sewaktu (GDS), yaitu cek diabetes yang dilakukan kapan saja tanpa puasa, dan hasil ≥200 mg/dL bisa mengindikasikan diabetes.
Cara Mencegah Diabetes pada Wanita
Memang tidak semua jenis diabetes bisa dicegah, tapi risikonya bisa dikurangi dengan beberapa cara berikut.
Menjaga berat badan tetap sehat.
Menerapkan pola makan seimbang yaitu dengan memperbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan berbagai makanan kaya serat dan protein.
Batasi makanan dan minuman tinggi gula, seperti minuman manis, soda, teh kemasan, permen, dan kue-kue manis.
Rutin olahraga atau aktivitas fisik yaitu setidaknya 150 menit per minggu serta hindari duduk terlalu lama.
Hindari merokok
Mengelola PCOS dengan baik, terutama jika punya resistensi insulin atau faktor risiko diabetes lainnya.
Periksa gula darah secara rutin, sehingga jika ada lonjakan bisa langsung ditangani dengan cepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Cek ke dokter sebaiknya dilakukan jika sudah mengalami gejala yang mengarah pada diabetes. Terutama jika keluhan berlangsung berulang atau hasil pengecekan gula darah secara mandiri terus terusan menunjukkan kadar yang tinggi.
Selain itu, pengecekan juga penting jika Anda punya faktor risiko diabetes. Contohnya riwayat keluarga, kelebihan berat badan, PCOS, atau pernah mengalami diabetes gestasional.
Namun, segera cari pertolongan medis ke IGD jika kadar gula darah tinggi sudah disertai muntah terus-menerus, kesulitan bernapas, kebingungan, penurunan kesadaran, atau kondisi tubuh yang semakin lemah. Sebab, ini bisa menandakan komplikasi akut diabetes yang membutuhkan penanganan segera.
Cek Gula Darah untuk Kenali Risiko Diabetes Lebih Dini!
Ciri-ciri diabetes pada wanita pada dasarnya hampir sama dengan gejala diabetes secara umum, seperti sering buang air kecil, mudah haus, hingga penglihatan kabur. Namun, wanita cenderung lebih mudah terkena infeksi jamur vagina atau ISK serta memiliki resiko nyeri saat berhubungan dan menurunnya libido.
Selain itu, jika tidak ditangani segera bisa menimbulkan komplikasi serius seperti penurunan kesadaran. Karena itu, sebaiknya Anda melakukan tindakan pencegahan, terutama melakukan cek kesehatan termasuk gula darah secara teratur sehingga jika ada masalah bisa segera diatasi.
Salah satu yang direkomendasikan adalah Paket Gula Darah, Kolesterol & Darah Lengkap Bumame. Dalam satu pemeriksaan ini sudah mencakup Glukosa Puasa, HbA1c, Kolesterol Total, Trigliserida, Hematologi Lengkap, hingga konsultasi dokter.
Jadi, Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan lebih menyeluruh terutama gula darah dan beberapa faktor resikonya. Hubungi Bumame untuk booking layanan!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Primaya Hospital. (2022). Ciri-ciri Diabetes pada Wanita.
Apollo Hospitals. (2025). Diabetes in Women - Symptoms, Risks, Treatment, Prevention.
RSUD Buleleng. (2018). 3 Tanda Diabetes pada Wanita, Wajib Kamu Ketahui.
Memon Medical Institute Hospital. (2024). Early Symptoms of Diabetes in Women.
OHSU. Three Ways Diabetes Is Different for Women.
Diabetasol. (2025). Kenali Perbedaan Gejala Diabetes pada Wanita dan Pria.
Birla Hospital. (2026). Difference in Diabetes Symptoms Between Men and Women.
International Diabetes Federation. (2026). Diabetes in Women: Symptoms and Risks.
Hermina Hospitals. (2020). Penyebab dan Gejala Diabetes.
Universitas Airlangga. (2025). Faktor Risiko Diabetes Gestational pada Wanita Hamil.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Diabetes Bisa Dicegah! Yuk, Rajin Periksa Gula Darah.
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Diabetes Testing.
Eka Hospital. (2023). 13 Cara Mencegah Diabetes Tipe 2 yang Praktis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). 3 Cara Mudah Hidup Sehat untuk Cegah Diabetes.
University of Utah Health. (2021). When Should You See a Diabetes Specialist?
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
