Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

ciri-ciri-gagal-ginjal-pada-anak
Kembali ke Artikel & Berita

9 Ciri-Ciri Gagal Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Bumamemedical check up

Gangguan Ginjal pada Anak Sering Sulit Dikenali. Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Terlambat.

Ginjal berperan penting dalam menyaring zat sisa metabolisme, menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta mengatur tekanan darah. Ketika fungsi ginjal terganggu, berbagai proses penting di dalam tubuh juga ikut terpengaruh. Sayangnya, gagal ginjal pada anak sering kali berkembang secara perlahan sehingga gejalanya tidak selalu langsung terlihat.

Tidak sedikit orang tua yang mengira anak hanya mengalami kelelahan, kurang nafsu makan, atau gangguan pertumbuhan biasa. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda awal gangguan fungsi ginjal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), penyakit ginjal merupakan salah satu penyebab meningkatnya beban penyakit kronis di seluruh dunia. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang semakin berat.[1]

Lalu, apa saja ciri-ciri gagal ginjal pada anak yang perlu dikenali?

Apa Itu Gagal Ginjal pada Anak?

Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Gangguan ini dapat terjadi secara akut, yaitu muncul secara tiba-tiba, maupun kronis, yaitu berkembang perlahan dalam waktu yang lama.

Pada anak, penyebab gagal ginjal dapat berbeda dengan orang dewasa. Beberapa kasus berkaitan dengan kelainan bawaan sejak lahir, sementara lainnya disebabkan oleh infeksi, penyakit autoimun, atau gangguan metabolik.

Semakin cepat ciri ciri ginjal pada anak diketahui, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi ginjal yang masih sehat.

Penyebab Gagal Ginjal pada Anak

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal pada anak antara lain:

Tidak semua penyebab dapat dicegah. Namun, pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan ginjal yang lebih berat.

9 Ciri-Ciri Gagal Ginjal pada Anak

1. Wajah atau Kelopak Mata Bengkak

Pembengkakan, terutama pada pagi hari, menjadi salah satu tanda yang cukup sering ditemukan.

Hal ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan secara optimal.

2. Kaki dan Tangan Membengkak

Selain wajah, pembengkakan juga dapat muncul pada kaki maupun tangan akibat penumpukan cairan di dalam tubuh.

3. Frekuensi Buang Air Kecil Berubah

Anak dapat menjadi lebih jarang buang air kecil atau justru buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari.

Perubahan ini perlu diperhatikan apabila berlangsung terus-menerus.

4. Urine Berbusa atau Berdarah

Urine yang berbusa dapat menjadi tanda adanya protein yang keluar bersama urine.

Sementara itu, urine yang berwarna kemerahan dapat menandakan adanya darah dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

5. Nafsu Makan Menurun

Gangguan ginjal dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makan sehingga berat badan sulit bertambah.

6. Mudah Lelah

Anak tampak lebih lemas, tidak aktif bermain, atau mudah mengantuk karena fungsi ginjal yang menurun dapat memengaruhi produksi sel darah merah.

7. Tekanan Darah Meningkat

Ginjal berperan dalam mengatur tekanan darah. Ketika fungsinya terganggu, tekanan darah meningkat.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah juga menjadi bagian penting dalam evaluasi penyakit ginjal.

8. Pertumbuhan Terhambat

Pada gagal ginjal kronis, anak dapat mengalami gangguan pertumbuhan karena keseimbangan nutrisi dan hormon terganggu.

9. Sulit Berkonsentrasi

Penumpukan zat sisa metabolisme dalam tubuh dapat membuat anak tampak sulit berkonsentrasi, mudah mengantuk, atau tidak seaktif biasanya.

Kapan Orang Tua Harus Membawa Anak ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila anak mengalami:

  • Bengkak pada wajah atau kaki yang tidak kunjung membaik.

  • Perubahan jumlah urine.

  • Urine berbusa atau berdarah.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Berat badan sulit naik.

  • Nafsu makan menurun dalam waktu lama.

  • Tubuh tampak sangat lemas.

  • Pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya.

Pemeriksaan lebih awal membantu dokter mengetahui penyebab gangguan ginjal sebelum kerusakan menjadi lebih berat.

Bagaimana Gagal Ginjal pada Anak Didiagnosis?

Dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan yang dialami anak, riwayat penyakit, riwayat kesehatan keluarga.

Selanjutnya, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan urine untuk melihat adanya protein atau darah.

  • Pemeriksaan darah guna menilai fungsi ginjal.

  • Pemeriksaan ureum dan kreatinin.

  • USG ginjal apabila diperlukan.

  • Pemeriksaan tekanan darah.

Hasil pemeriksaan tersebut membantu menentukan penyebab sekaligus tingkat gangguan fungsi ginjal.

Apakah Gagal Ginjal pada Anak Bisa Dicegah?

Tidak semua kasus gagal ginjal dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh kelainan bawaan.

Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan ginjal anak:

  • Memastikan anak minum air yang cukup.

  • Mengobati infeksi saluran kemih hingga tuntas.

  • Menghindari penggunaan obat tanpa anjuran dokter.

  • Mengontrol penyakit kronis seperti diabetes atau lupus.

  • Melakukan pemeriksaan apabila terdapat keluhan yang mengarah pada gangguan ginjal.

Semakin cepat gangguan ginjal dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan permanen.

Periksakan Gangguan Ginjal Anak di Bumame

Perubahan pola buang air kecil, pembengkakan pada tubuh, atau urine berbusa sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan sekaligus mencegah gangguan ginjal berkembang menjadi lebih berat.

Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan anak. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kondisi klinis anak.

Apabila anak mengalami tanda-tanda yang mengarah pada gangguan ginjal, segera konsultasikan dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.

Kenali Gangguan Ginjal pada Anak Sejak Dini

Gejala gagal ginjal pada anak sering muncul secara perlahan sehingga mudah terlewatkan. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal, orang tua dapat segera membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk membantu menjaga fungsi ginjal serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Sumber

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Chronic Kidney Disease in Children.

  2. American Kidney Fund. Kidney Disease in Children.

Lokasi Klinik Bumame

  • Klinik Bumame Cideng
    JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

  • Klinik Bumame TB Simatupang
    1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

  • Klinik Bumame BSD
    Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

  • Klinik Bumame Puri Indah
    Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa gejala awal gagal ginjal pada anak?

Gejala awal dapat berupa pembengkakan pada wajah, perubahan jumlah urine, urine berbusa, mudah lelah, hingga nafsu makan yang menurun.

Apakah gagal ginjal pada anak bisa disembuhkan?

Tergantung penyebabnya. Beberapa kasus dapat membaik apabila ditangani sejak dini, sedangkan gagal ginjal kronis memerlukan pengobatan jangka panjang.

Apakah urine berbusa selalu menandakan gagal ginjal?

Tidak selalu. Namun, urine berbusa yang terjadi terus-menerus perlu diperiksakan karena dapat menandakan adanya protein dalam urine.

Apa penyebab gagal ginjal pada anak?

Penyebabnya dapat berupa kelainan bawaan, infeksi, penyakit autoimun, sindrom nefrotik, glomerulonefritis, maupun penyakit metabolik tertentu.

Kapan anak perlu diperiksa fungsi ginjalnya?

Pemeriksaan dianjurkan apabila anak mengalami pembengkakan, perubahan jumlah urine, urine berdarah atau berbusa, tekanan darah tinggi, maupun gangguan pertumbuhan.