Area sekitar mata yang terlihat lebih sembap dari umumnya disebabkan oleh kurang tidur, konsumsi makanan asin, atau reaksi alergi. Namun, jika pembengkakan terjadi terus-menerus dan ada gejala lainnya, maka bisa saja Anda sedang mengalami kondisi medis yang bernama edema palpebra.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh berbagai hal mulai dari iritasi sampai penyakit pada organ tubuh tertentu seperti ginjal. Jadi sangat penting untuk mengetahui gejalanya agar bisa segera dilakukan penanganan yang sesuai.
Apa Itu Edema Palpebra?
Edema palpebra merupakan pembengkakan kelopak mata akibat adanya penumpukan cairan di area jaringan sekitar mata. Karena kelopak mata merupakan salah satu area dengan kulit yang tipis, maka sedikit pun perubahan dari jumlah cairannya maupun keadaan peradangannya akan sangat mudah terlihat.
Jenis edema ini bisa terjadi baik pada satu atau dua mata. Selain itu, juga timbul dalam berbagai bentuk mulai dari yang hanya terlihat seperti mata sembap saat bangun tidur hingga bentuk lainnya yang didampingi kemerahan, gatal, nyeri, atau perubahan pada kondisi kulit kelopak mata.
Penyebab Kelopak Mata Bengkak
Terdapat beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab edema palpebra, di antaranya sebagai berikut.
1. Kurang Tidur atau Kelelahan
Sembap pada mata akibat kurang tidur adalah hal umum yang bisa dialami oleh siapa saja. Tapi tenang, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan pulih ketika tubuh sudah beristirahat cukup.
2. Alergi
Terjadi saat kelopak mata bengkak karena terpapar alergen yang diiringi dengan gejala lain seperti gatal dan mata berair atau bersin. Penyebabnya bisa dari faktor seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, kosmetik, hingga bahan tertentu lainnya.
3. Iritasi atau Dermatitis Kontak
Penggunaan produk baru di sekitar wajah atau mata juga bisa menyebabkan iritasi berupa dermatitis kontak. Menariknya, pemicunya tidak selalu berupa produk yang langsung digunakan di kelopak mata. Hal itu karena kosmetik wajah, produk rambut, cat kuku, hingga cairan pembersih dapat berpindah ke area mata melalui tangan ketika seseorang menyentuh atau menggosok kelopak mata.
4. Blefaritis
Peradangan yang terjadi di tepi kelopak mata ini biasanya ditandai dengan adanya kerak atau sisik di sekeliling bulu mata. Penderita juga akan merasakan gatal dan sensasi seperti terbakar dengan pembengkakan yang tampak lebih dominan terjadi pada bagian tepi kelopak mata.
5. Bintitan atau Kalazion
Kadang-kadang, benjolan pada kelopak mata ini membuatnya tampak bengkak. Bintitan umumnya terasa sakit, sedangkan kalazion biasanya hanya dalam bentuk benjolan yang tidak terlalu sakit.
6. Infeksi
Gejala umum dari infeksi di bagian sekitar mata meliputi pembengkakan, kemerahan, nyeri, atau demam. Beberapa jenis infeksi memerlukan penanganan medis agar tidak semakin parah.
7. Penumpukan Cairan akibat Kondisi Sistemik
Selain penyebab di atas, edema juga bisa terjadi karena ada gangguan pada kemampuan tubuh dalam mengatur cairan. Penyakit ginjal dan gangguan jantung adalah dua contoh penyakit yang bisa menyebabkan edema di bagian tubuh tertentu seperti sekitar mata.
Edema Mata karena Ginjal atau Sebab Lain
Mata bengkak memang sering dikaitkan dengan masalah ginjal. Ada sedikit kebenaran dalam hal ini, tapi juga ada sedikit kesalahpahaman karena tidak semua mata bengkak disebabkan oleh masalah pada ginjal.
Memang benar pada beberapa kondisi ginjal, termasuk sindrom nefrotik, dapat menyebabkan sejumlah besar protein albumin bocor dari darah ke dalam urine. Albumin dan protein lain bekerja untuk menjaga cairan tetap berada di pembuluh darah. Jika kadar albumin terlalu rendah akibat terbuang melalui urine tadi, maka cairan akan keluar dari pembuluh darah berpindah menuju jaringan dan menimbulkan pembengkakan.
Selain edema palpebra yang terjadi pada mata, edema juga bisa terjadi di kaki atau bagian tubuh lain. Pembengkakan di area mata biasanya sangat tajam, dan bisa diamati saat bangun pagi hari, kemudian mereda selama sehari. Sedangkan pembengkakan yang terjadi di kaki atau pergelangan kaki biasanya berlangsung secara bertahap.
Salah satu tanda awal retensi cairan adalah kenaikan berat badan yang terjadi dalam waktu singkat, terutama jika edema di sekitar mata disertai pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.
Sementara jika mengalami kelopak mata bengkak setelah mencoba kosmetik baru serta rasanya sangat gatal, maka kemungkinan besar itu merupakan reaksi alergi maupun dermatitis. Namun jika kondisi kelopak mata merah, nyeri, dan bengkak hanya di satu sisinya, bisa terjadi akibat adanya infeksi.
Gejala dan Kapan Dinyatakan Berbahaya
Tanda dan gejala dari kondisi edema palpebra bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Berikut beberapa tanda dan gejala yang bisa dirasakan.
Kelopak mata menjadi sembab atau membengkak.
Kulit di sekitar mata terasa kencang.
Terasa gatal atau basah.
Mata merah.
Muncul rasa hangat atau terbakar.
Terasa nyeri atau sensitif saat disentuh.
Bengkak hanya pada satu mata atau keduanya.
Segera cari pertolongan medis jika pembengkakan disertai gangguan penglihatan, nyeri saat menggerakkan mata, mata tampak menonjol, atau pergerakan bola mata menjadi terbatas. Gejala tersebut dapat ditemukan pada infeksi yang lebih serius di sekitar rongga mata.
Pembengkakan yang muncul tiba-tiba setelah paparan makanan, obat, atau alergen dan disertai sulit bernapas atau tenggorokan terasa menyempit juga merupakan keadaan darurat.
Jika bengkak tidak kunjung tidak membaik atau terjadi secara berulang tanpa penyebab yang diketahui serta terjadi pada bagian kaki atau bagian tubuh lain, Anda dianjurkan untuk melakukan evaluasi medis.
Diagnosis Edema Palpebra
Dalam mendiagnosis edema palpebra, dokter biasanya tidak menentukan penyebabnya hanya berdasarkan ukuran bengkaknya. Sebaliknya, dokter akan memeriksa melalui riwayat keluhan dan pemeriksaan fisik.
Dokter akan bertanya kapan bengkak mulai muncul, apakah terjadi pada satu atau kedua mata, adanya rasa gatal atau nyeri, penggunaan kosmetik atau obat baru, serta gejala lain seperti demam, perubahan urine, atau bengkak di kaki. Jika terdapat dugaan kondisi sistemik, maka akan dilakukan pemeriksaan tambahan.
Sebagai contoh, pemeriksaan urine untuk melihat apakah terdapat protein, darah, glukosa, dan leukosit yang dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi tubuh. Selain itu, ada juga pemeriksaan darah dan fungsi ginjal sesuai hasil evaluasi dokter.
Pemeriksaan lainnya adalah tes urine rutin yang sebenarnya tidak dapat langsung menyatakan bahwa seseorang mengalami penyakit ginjal. Meski begitu, tes ini dapat menjadi salah satu pemeriksaan penunjang ketika dokter perlu mencari petunjuk lebih lanjut.
Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak
Penanganan edema palpebra bergantung pada penyebabnya. Jadi, tidak ada satu cara yang cocok untuk semua kondisi. Jika bengkak ringan dan kemungkinan berkaitan dengan kelelahan, istirahat cukup dan kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Hindari mengucek mata karena dapat memperburuk iritasi.
Jika dicurigai alergi atau iritasi, hentikan sementara produk yang baru saja digunakan di sekitar mata dan perhatikan apakah keluhan membaik. Jangan sembarangan menggunakan obat tetes mata atau krim, terutama obat yang mengandung steroid, tanpa arahan tenaga kesehatan.
Untuk blefaritis atau bintitan, dokter dapat menyarankan perawatan kelopak mata tertentu, termasuk kompres hangat dan menjaga kebersihan kelopak. Sementara jika pembengkakan disebabkan oleh infeksi, penanganannya disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya.
Jika pembengkakan ternyata berkaitan dengan gangguan ginjal atau kondisi sistemik lainnya, fokus penanganannya adalah pada penyakit yang mendasarinya. Karena itu, mencoba menghilangkan bengkak saja tanpa mengetahui penyebabnya bukan langkah yang tepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda tidak perlu panik setiap kali bangun dengan mata sedikit sembap. Namun, pertimbangkan konsultasi ke dokter jika mendapati tanda-tanda ini.
Bengkak menetap atau sering kambuh.
Bengkak semakin berat dari waktu ke waktu.
Hanya satu mata yang bengkak dan terasa nyeri.
Kelopak mata merah dan disertai demam.
Penglihatan berubah atau terganggu.
Mata terasa sakit ketika digerakkan.
Ada pembengkakan di kaki, tangan, atau perut.
Urine terus-menerus berbusa atau jumlah urine berubah.
Bengkak muncul tanpa penyebab yang jelas.
Dokter dapat menentukan apakah keluhan cukup ditangani dengan perawatan sederhana atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Periksa Penyebabnya, Bukan Sekadar Bengkaknya
Kelopak mata bengkak memang sering kali bukan sesuatu yang serius. Tetapi ketika muncul berulang, keluhan tersebut bisa mengarah pada edema palpebra. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan, terutama bila ada kecurigaan gangguan ginjal atau saluran kemih, adalah pemeriksaan urine sebagai bagian dari evaluasi kesehatan.
Untuk mendukung hal tersebut, Bumame menyediakan layanan Urine Lengkap dengan harga Rp65.000,00. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk melihat berbagai parameter dalam urine, termasuk protein, glukosa, bilirubin, leukosit, dan keton dalam tubuh.
Setelah pemeriksaan selesai, Anda ini dapat melihat gambaran awal mengenai kondisi kesehatan ginjal, hati, dan organ tubuh lainnya. Jangan pula ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis mengenai hasil pemeriksaannya guna mendapatkan interpretasi yang akurat serta langkah penanganan terbaik yang sesuai.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
References:
Journal of the American Academy of Dermatology. (2003). Palpebral edema as a cutaneous manifestation of hyperthyroidism.
National Library of Medicine. (2025). Eyelid Contact Dermatitis: 25-Year Single-Center Retrospective Study.
National Library of Medicine. (2023). Chalazion.
Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana. (2025). Laporan Kasus Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Sindroma Nefrotik.
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya. (2022). Skrining Kesehatan Melalui Pemeriksaan Protein Urine di Kompleks Aditarina.
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Apa itu edema palpebra?
Apa saja penyebab kelopak mata bengkak?
Kelopak mata bengkak dapat disebabkan oleh kurang tidur, alergi, iritasi atau dermatitis kontak, blefaritis, bintitan atau kalazion, infeksi, maupun penumpukan cairan akibat penyakit ginjal dan gangguan jantung.
_(1).jpg&w=3840&q=75)