Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Disfungsi Seksual Adalah: Ciri dan Penyebab
Kembali ke Artikel & Berita

Disfungsi Seksual adalah Gangguan Apa? Ini Penjelasannya

SBAOthers

Pernahkah Anda merasa gairah seksual menurun lalu tubuh sulit meresponsnya saat ingin berhubungan? Kondisi seperti ini perlu Anda khawatirkan, karena disfungsi seksual adalah masalah yang mungkin terjadi pada tubuh Anda.

Sayangnya, keluhan dalam kehidupan seksual memang tidak selalu mudah untuk dibicarakan. Bahkan ketika berbagai keluhan mulai mengganggu kenyamanan, hubungan dengan pasangan, atau kualitas hidup Anda. Oleh karena itu, mengenali ciri dan penyebab disfungsi seksual menjadi penting agar dapat ditangani dengan tepat.

Apa Itu Disfungsi Seksual?

Disfungsi seksual adalah berbagai kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas atau hubungan seksual seperti yang diinginkannya. Gangguan ini dapat muncul seperti berkurangnya hasrat seksual, kesulitan mendapatkan respons seksual, gangguan orgasme, ejakulasi dini, hingga nyeri saat berhubungan.

Respons seksual sendiri melibatkan faktor fisik dan psikologis yang dapat saling berkaitan. Sehingga, perubahan pada salah satunya dapat memengaruhi fungsi seksual seseorang.

Penyebab Disfungsi Seksual

Faktor fisik dan psikologis dapat mempengaruhi disfungsi seksual pada seseorang. Faktor-faktor yang dialami kadang tidak disadari akan menjadi disfungsi seksual, sehingga sangat penting untuk mengenalinya. Adapun beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya disfungsi seksual adalah sebagai berikut.

1. Kondisi Kesehatan Tertentu

Diabetes, penyakit jantung, gangguan saluran kemih, dan penyakit kronis lainnya dapat berkaitan dengan disfungsi seksual. Pada diabetes misalnya, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf.

Kerusakan tersebut dapat mengganggu aliran darah serta respons saraf yang dibutuhkan dalam fungsi seksual. Pada pria, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan ereksi.

2. Gangguan Hormon

Ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi hasrat dan fungsi seksual. Misalnya, kadar testosteron pria yang rendah dapat berkaitan dengan penurunan libido.

Sedangkan perubahan hormon estrogen selama perimenopause dan menopause dapat menyebabkan vagina lebih kering dan menimbulkan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

3. Faktor Psikologis

Penyebab lain disfungsi seksual adalah faktor psikologis. Stres, kecemasan dan depresi, rasa percaya diri rendah, serta pengalaman seksual yang tidak menyenangkan pun memengaruhi keinginan dan respons seksual. Kondisi psikologis bisa membuat seseorang sulit fokus dan merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas seksual.

4. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat bisa berefek buruk pada fungsi seksual. Obat yang digunakan untuk menangani depresi dan kecemasan, misalnya, dapat memengaruhi hasrat seksual atau kemampuan mencapai orgasme. Maka dari itu, penggunaan suatu obat perlu dievaluasi bersama dokter apabila muncul keluhan seksual.

4. Penggunaan Alkohol dan Zat Tertentu

Konsumsi alkohol berlebihan serta penyalahgunaan zat dapat memengaruhi sistem saraf, aliran darah, suasana hati, dan respons seksual. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap gangguan fungsi seksual.

5. Masalah Dalam Hubungan dengan Pasangan

Konflik, kurangnya komunikasi, hilangnya kedekatan emosional dalam hubungan pun memengaruhi hasrat dan kenyamanan saat berhubungan seksual. Faktor hubungan dapat berinteraksi dengan kondisi fisik maupun psikologis sehingga keluhan seksual menjadi lebih kompleks.

Faktor Risiko Disfungsi Seksual

Risiko terjadinya disfungsi seksual bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan kehidupan Anda secara keseluruhan. Anda mungkin memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kondisi-kondisi yang mempengaruhinya. Beberapa risiko yang mengakibatkan terjadinya disfungsi seksual adalah:

  • Bertambahnya usia yang menyebabkan perubahan hormon dan fungsi tubuh;

  • Memiliki masalah kesehatan jangka panjang yang memengaruhi kondisi organ dalam tubuh;

  • Mengalami masalah kesehatan mental;

  • Menggunakan obat atau zat tertentu yang memiliki efek samping dalam fungsi seksual; dan

  • Mengalami tekanan dalam kehidupan atau hubungan yang memengaruhi kenyamanan seksual.

Jenis Disfungsi Seksual pada Pria dan Wanita

Disfungsi seksual adalah masalah yang bisa terjadi pada pria maupun wanita dengan bentuk dan keluhan yang berbeda. Dengan mengenal jenis-jenisnya, Anda bisa lebih mudah mengidentifikasi keluhan yang dialami dan memahami kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

1. Gangguan Hasrat

Gangguan hasrat seksual ditandai dengan berkurangnya atau hilangnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual. Kondisi ini bisa dialami oleh pria maupun wanita dan dapat berlangsung dalam tingkat serta pola yang berbeda pada setiap orang.

2. Gangguan Gairah atau Respons Seksual

Gangguan gairah terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan respons seksual yang dibutuhkan selama aktivitas seksual. Pada pria, salah satu bentuknya adalah disfungsi ereksi, sedangkan pada wanita dapat berupa kesulitan mempertahankan gairah seksual.

Pada wanita, fungsi seksual juga bisa dipengaruhi oleh perubahan kondisi tubuh dan hormon pada berbagai tahap kehidupan. Pemeriksaan kesehatan reproduksi melibatkan beberapa parameter hormon, termasuk hormon AMH yang berkaitan dengan fungsi ovarium dan cadangan ovarium.

3. Gangguan Orgasme

Gangguan orgasme terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan mencapai orgasme, membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapainya, atau mengalami penurunan respons orgasme. Gangguan ini tentu bisa dialami oleh pria maupun wanita.

4. Gangguan Ejakulasi

Gangguan ejakulasi merupakan masalah yang berkaitan dengan proses ejakulasi pria, seperti ejakulasi dini. Ejakulasi dini adalah keadaan ejakulasi yang terjadi lebih cepat dari yang diharapkan dan menimbulkan masalah bagi individu atau pasangannya.

5. Nyeri saat Berhubungan Seksual

Nyeri saat berhubungan seksual juga menjadi bagian dari gangguan fungsi seksual dan lebih sering terjadi pada wanita. Rasa nyeri bisa muncul saat penetrasi maupun selama aktivitas seksual dan dapat mempengaruhi kenyamanan serta keinginan untuk berhubungan seksual.

Ciri-ciri Mengalami Disfungsi Seksual

Ciri-ciri disfungsi seksual bisa berbeda pada setiap orang, tergantung pada jenis gangguan dan faktor yang mendasarinya. Keluhan pun dapat muncul pada berbagai tahap respons seksual, mulai dari berkurangnya hasrat hingga gangguan orgasme atau rasa tidak nyaman setelah melakukan aktivitas seksual. Beberapa ciri disfungsi seksual adalah:

  • Berkurangnya atau hilangnya hasrat seksual;

  • Kesulitan mendapatkan atau mempertahankan respons seksual; 

  • Kesulitan mencapai orgasme meskipun mendapatkan rangsangan seksual yang cukup;

  • Ejakulasi yang terjadi terlalu cepat atau sulit dikendalikan; dan

  • Munculnya nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Akan tetapi, tidak semua perubahan dalam kehidupan seksual diartikan sebagai disfungsi seksual. Keluhan yang terjadi sesekali bisa dipengaruhi oleh kondisi sementara seperti kelelahan atau stres. Namun, bila keluhan terjadi berulang, menimbulkan tekanan dan mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya periksakan ke dokter.

Diagnosis Disfungsi Seksual

Untuk mendapatkan diagnosis disfungsi seksual, dokter akan melakukan evaluasi kondisi dan keluhan yang dialami. Dokter juga dapat menanyakan riwayat kesehatan dan seksual, kapan keluhan mulai muncul, frekuensinya, obat yang dikonsumsi, serta kondisi psikologis yang mungkin berkaitan.

Pemeriksaan lanjutan disesuaikan dengan jenis keluhan dan kondisi yang dicurigai. Dokter dapat merekomendasikan:

  • Pemeriksaan fisik organ kelamin dan pembuluh darah (vaskular);

  • Evaluasi tanda sekunder hormonal (distribusi rambut kemaluan atau ukuran testis);

  • Tes darah untuk evaluasi kadar hormon, gula darah (diabetes), dan kolesterol;

  • Tes USG untuk memeriksa aliran darah di sekitar organ kelamin; serta

  • Pemeriksaan kesuburan pria yang mencakup pemeriksaan testosteron, LH, FSH, dan prolaktin.

Pengobatan Disfungsi Seksual

Pengobatan disfungsi seksual adalah hal krusial, yang diawali dengan mencari penyebab dasar keluhan. Dokter menyarankan:

  • Perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok, membatasi alkohol, rutin beraktivitas fisik, dan mengelola stres;

  • Menyesuaikan dosis atau mengganti obat jika obat tertentu memperparah keluhan; dan

  • Terapi hormon seperti terapi testosteron.

Penanganan selanjutnya disesuaikan dengan jenis disfungsi seksual dan kondisi pasien. Konseling dapat membantu jika faktor emosional atau hubungan berperan pada keluhan yang dialami. Dokter juga dapat memberikan obat tertentu, terapi fisik, alat bantu, atau tindakan lain sesuai kebutuhan.

Cek Hormon untuk Evaluasi Disfungsi Seksual

Perubahan kadar hormon tertentu berkaitan dengan gangguan fungsi seksual. Pada pria, misalnya, kadar testosteron yang tidak normal dapat berkaitan dengan penurunan gairah seksual atau disfungsi ereksi. Pemeriksaan hormon dapat membantu mengevaluasi kondisi yang mungkin berperan.

Bumame menyediakan pemeriksaan kesuburan pria dengan parameter LH, FSH, urine rutin, testosteron, dan prolaktin, serta pemeriksaan kesuburan wanita yang mencakup LH, FSH, estradiol, progesteron, prolaktin, dan TSHs. Pemeriksaan tersedia melalui layanan Home Care maupun Walk-In.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Anda perlu mengingat bahwa tidak semua perubahan dalam kehidupan seksual diartikan sebagai disfungsi seksual. Namun, konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan jika keluhan berlangsung terus-menerus atau berulang dan mulai mengganggu kenyamanan, hubungan dengan pasangan, maupun kualitas hidup Anda.

Anda juga sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika keluhan muncul bersamaan dengan kondisi kesehatan tertentu, penggunaan obat baru, atau masalah fisik dan emosional yang mengkhawatirkan. Pemeriksaan bisa membantu Anda mencari kemungkinan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jangan Abaikan, Kenali dan Tangani Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual adalah gangguan kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan, perubahan hormon, penggunaan obat, hingga faktor psikologis dan hubungan. Keluhan yang menetap atau mengganggu kehidupan sehari-hari sebaiknya tidak diabaikan.

Mengenali perubahan yang terjadi dan berkonsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya. Dengan evaluasi yang sesuai, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap orang.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. McCabe, M. P., et al. (2016). Definitions of Sexual Dysfunctions in Women and Men: A Consensus Statement From the Fourth International Consultation on Sexual Medicine 2015. The Journal of Sexual Medicine, 13(2), 135–143.

  2. McCabe, M. P., et al. (2016). Risk Factors for Sexual Dysfunction Among Women and Men: A Consensus Statement From the Fourth International Consultation on Sexual Medicine 2015. The Journal of Sexual Medicine, 13(2), 153–167.

  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Erectile Dysfunction: Symptoms & Causes; Diagnosis; Treatment.

  4. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Female Sexual Dysfunction — Practice Bulletin No. 213.

  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi.

  6. Bumame. (2026). Cek Kesuburan Pria: Biaya dan Prosedur.

  7. Bumame. (2026). Hormon pada Laki-Laki.

  8. Bumame. (2024). Memahami Peran Hormon AMH Wanita.

  9. Bumame. Pemeriksaan Kesuburan Pria.

  10. Bumame. Pemeriksaan Kesuburan Wanita.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apa itu disfungsi seksual?
Disfungsi seksual adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam aktivitas atau hubungan seksual, seperti berkurangnya hasrat, gangguan respons seksual, orgasme, ejakulasi, atau nyeri saat berhubungan. 
Apa penyebab disfungsi seksual?
Disfungsi seksual dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu, gangguan hormon, faktor psikologis, obat-obatan, konsumsi alkohol atau zat tertentu, serta masalah dalam hubungan dengan pasangan. 
Apa saja ciri-ciri disfungsi seksual?
Ciri-cirinya meliputi berkurangnya atau hilangnya hasrat seksual, kesulitan mendapatkan atau mempertahankan respons seksual, sulit mencapai orgasme, ejakulasi yang terlalu cepat atau sulit dikendalikan, serta nyeri saat berhubungan. 
Bagaimana cara mendiagnosis disfungsi seksual?
Diagnosis dilakukan melalui evaluasi keluhan, riwayat kesehatan dan seksual, kondisi psikologis, serta obat yang dikonsumsi. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes darah untuk hormon, gula darah dan kolesterol, USG aliran darah, serta pemeriksaan kesuburan pria sesuai kondisi. 
Apakah disfungsi seksual bisa ditangani?
Disfungsi seksual dapat ditangani dengan mencari penyebab dasarnya terlebih dahulu. Penanganannya dapat berupa perubahan gaya hidup, penyesuaian obat, terapi hormon, konseling, obat tertentu, terapi fisik, atau tindakan lain sesuai kondisi pasien.