Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Fibrilasi Atrium Adalah: Gejala dan Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Fibrilasi Atrium Adalah: Gejala dan Pengobatan

SBAOthers

Ketika jantung tiba-tiba berdebar ketika sedang beristirahat, menaiki tangga, atau menjalani aktivitas harian, sensasi tersebut mungkin membuat Anda bertanya-tanya. Salah satu gangguan irama yang perlu Anda kenali adalah fibrilasi atrium atau AF, yaitu kondisi di mana jantung dapat berdetak secara tidak teratur.

Kondisi ini dapat muncul sesekali atau berlangsung terus-menerus. Dengan mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan yang sesuai, Anda dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko komplikasi.

Fibrilasi Atrium Adalah

Fibrilasi atrium adalah gangguan irama jantung ketika serambi jantung atau atrium berdenyut secara tidak teratur dan sering kali terlalu cepat. Kondisi ini terjadi karena sinyal listrik di bagian atas jantung berjalan secara kacau sehingga serambi dan bilik jantung tidak bekerja dalam irama yang selaras. Akibatnya, aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dapat berkurang.

Istilah atrium fibrilasi adalah sebutan lain yang merujuk pada gangguan irama tersebut. Kondisi ini juga berbeda dari atrial flutter, meskipun keduanya sama-sama termasuk gangguan irama jantung dan dapat memiliki penanganan yang serupa.

Pada sebagian orang, fibrilasi atrium merupakan kondisi yang muncul sesekali lalu kembali normal dengan sendirinya. Jenis ini disebut paroxysmal atrial fibrillation. Ada pula jenis yang berlangsung terus-menerus dan memerlukan penanganan untuk mengembalikan irama jantung.

Ada pula jenis persistent atrial fibrillation, di mana Anda dapat mengalami satu atau lebih episode yang berlangsung selama lebih dari 7 hari. Jenis ini biasanya membutuhkan pengobatan. Lalu, jenis long-standing atrial fibrillation yang membuat Anda mengalami AF secara terus-menerus selama lebih dari satu tahun.

Jika kondisi terus muncul meski sudah menjalani pengobatan, dokter dapat menggolongkannya sebagai jenis permanent atrial fibrillation. Di mana irama jantung tidak dapat dikembalikan dan pengobatan berfokus pada pengaturan denyut serta pencegahan pembekuan darah. 

Gejala Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium adalah kondisi yang dapat menimbulkan keluhan berbeda pada setiap orang. Bahkan, sebagian orang sama sekali tidak merasakan gejala, sehingga gangguan irama jantung baru diketahui ketika menjalani pemeriksaan kesehatan atau pemeriksaan untuk kondisi lain. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi.

  • Jantung berdebar, berpacu, bergetar, atau seperti melewatkan denyut.

  • Denyut jantung tidak teratur dan dapat lebih dari 100 kali per menit.

  • Sesak napas.

  • Pusing atau merasa seperti akan pingsan.

  • Mudah lelah dan lemas.

  • Kemampuan berolahraga menurun.

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada. 

Masalah ini juga dapat disertai dengan bradikardia⁠ atau otot jantung yang berdetak lebih lambat. Lebih tepatnya, bradikardia⁠ dapat menjadi mekanisme yang memicu AF. Jika bradikardia⁠ mendapat penanganan, maka atrium fibrilasi kemungkinan tidak akan kambuh.

Penyebab dan Faktor Risiko

Fibrilasi atrium adalah gangguan yang berkaitan dengan perubahan jaringan jantung atau sistem listrik yang mengatur detaknya. Cara kerja jantung dalam kondisi normal adalah saat sinyal listrik berasal dari sinoatrial node di serambi kanan, lalu mengatur kontraksi serambi dan bilik secara berurutan. 

Pada fibrilasi atrium, sinyal listrik yang tidak normal mengganggu pola tersebut sehingga serambi berkontraksi secara tidak teratur. Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan tersebut, antara lain.

  • Usia yang semakin bertambah, terutama setelah 65 tahun.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Penyakit jantung koroner.

  • Penyakit katup jantung.

  • Gagal jantung.

  • Diabetes.

  • Penyakit ginjal kronis.

  • Gangguan tiroid, terutama tiroid yang terlalu aktif.

  • Sleep apnea atau gangguan napas saat tidur.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Riwayat fibrilasi atrium dalam keluarga.

  • Riwayat operasi jantung.

  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dalam jumlah banyak. 

Selain itu, kafein, obat tertentu, obat batuk dan pilek tertentu, serta zat stimulan dapat memicu denyut jantung tidak teratur pada sebagian orang. Stres, kurang tidur, dehidrasi, makanan pedas, dan aktivitas fisik yang sangat berat juga dapat menjadi pemicu pada orang tertentu. 

Apakah Berbahaya dan Bisa Sembuh?

Fibrilasi atrium adalah kondisi yang perlu mendapat evaluasi lebih lanjut karena darah dapat berkumpul di jantung dan membentuk bekuan. Bekuan tersebut dapat terbawa aliran darah menuju otak dan menyebabkan stroke. 

Risiko komplikasi juga dapat meningkat seiring pertambahan usia dan adanya kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gagal jantung, atau penyakit katup jantung. Namun, kondisi ini tidak selalu menimbulkan keadaan yang mengancam nyawa secara langsung. 

Hanya saja, tanpa penanganan yang sesuai, fibrilasi atrium dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. NHS menjelaskan bahwa saat ini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan fibrilasi atrium, tetapi pengobatan dapat mengendalikan gejala dan menurunkan risiko komplikasi. 

Diagnosis Lewat EKG dan MCU Jantung

Dokter dapat mencurigai fibrilasi atrium ketika menemukan denyut nadi yang tidak beraturan saat pemeriksaan. Setelah itu, dokter dapat melakukan elektrokardiogram atau EKG untuk melihat aktivitas listrik jantung. 

Pemeriksaan lain dapat mencakup ekokardiogram, rontgen dada, serta tes darah untuk mencari kondisi lain yang mungkin berkaitan dengan keluhan. Pemeriksaan denyut nadi juga dapat memberikan petunjuk awal. Dalam keadaan istirahat, denyut jantung normal biasanya berada pada kisaran 60–100 kali per menit dan memiliki pola yang teratur. 

Sedangkan pada fibrilasi atrium, denyut dapat muncul tanpa pola yang tetap dengan kekuatan denyutan yang berbeda-beda. Jam pintar atau perangkat tertentu dapat membantu mengenali pola yang mencurigakan, tetapi dokter tetap perlu melakukan diagnosis. 

Anda dapat mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan melalui Paket MCU General Premium⁠ untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Jika mengalami jantung berdebar atau denyut yang terasa tidak teratur, sampaikan keluhan tersebut kepada tenaga kesehatan agar pemeriksaan yang sesuai dapat ditentukan.

Pengobatan Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium adalah kondisi yang penanganannya bergantung pada kebutuhan setiap orang. Dokter dapat memberikan obat untuk mengatur kecepatan atau irama jantung, seperti beta blocker. Dokter juga dapat memberikan obat pengencer darah atau anticoagulant untuk menurunkan risiko terbentuknya bekuan darah dan stroke.

Jika obat belum cukup atau kondisi tertentu, dokter dapat memilih tindakan lain. Beberapa pilihan meliputi electrical cardioversion, yaitu penggunaan listrik untuk mengembalikan irama jantung, serta ablasi dengan panas, pembekuan, atau energi listrik untuk menghentikan bagian jaringan yang menghasilkan sinyal listrik abnormal. 

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menggunakan alat seperti pacemaker atau implantable cardioverter defibrillator (ICD). Selain itu, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengurangi pemicu dan risiko komplikasi. 

Pasien juga sebaiknya menjaga berat badan, mengonsumsi makanan seimbang, olahraga teratur, berhenti merokok, membatasi alkohol, serta menghindari pemicu yang dapat menimbulkan keluhan. Aktivitas fisik sedang sekitar 150 menit per minggu dapat menjadi pilihan, sedangkan olahraga berat dapat memicu keluhan pada sebagian orang. 

Kapan Harus ke Dokter Jantung?

Anda dapat membuat janji dengan dokter jika mengalami jantung berdebar yang berulang, semakin sering, atau disertai sesak napas, pusing, mudah lelah, dan kemampuan beraktivitas yang menurun. Dokter dapat merujuk kepada dokter spesialis jantung untuk pemeriksaan lebih lanjut jika ada kecurigaan gangguan irama jantung.

Namun, Anda perlu mencari pertolongan medis darurat jika denyut jantung cepat atau tidak teratur muncul bersama nyeri dada, sesak napas, berkeringat, mual, pingsan, sakit kepala berat, kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh. 

Kondisi seperti gangguan penglihatan, kebingungan, atau kesulitan berbicara juga perlu Anda kenali. Sebab, berbagai gejala tersebut dapat berkaitan dengan serangan jantung atau stroke.

Pahami dan Kenali Fibrilasi Atrium untuk Pencegahan!

Kesimpulannya, fibrilasi atrium adalah gangguan irama jantung yang dapat muncul dengan gejala seperti jantung berdebar, pusing, mudah lelah, sesak napas, atau bahkan tanpa gejala. Pemeriksaan seperti EKG dapat membantu dokter melihat aktivitas listrik jantung dan mengenali pola denyut yang tidak teratur.

Karena kondisi ini berkaitan dengan risiko pembekuan darah, stroke, dan gangguan jantung lainnya, mengenali perubahan pada tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk memperoleh penanganan yang sesuai. Sehingga masalah komplikasi dapat dihindari dan kesehatan tetap terjaga.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Sumber:


  1. British Hearts Foundation. (2024). Atrial fibrillation (AF).

  2. Get Smart About AFib. (2019). How to check if you are at risk for Atrial Fibrillation.

  3. National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). Causes and Risk Factors.

  4. National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). What Is Atrial Fibrillation?.

  5. NHS. (2025). Atrial fibrillation.

  6. Mayo Clinic. (2026). Atrial fibrillation.

  7. National Library of Medicine. (2025). Atrial Fibrillation-Related Bradycardia and/or Bradycardia-Related Atrial Fibrillation: When and How to Intervene.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apakah fibrilasi atrium bisa hilang sendiri?
Pada jenis paroxysmal, episode dapat berhenti dengan sendirinya dan kemudian muncul kembali. Namun, kondisi yang menetap dapat membutuhkan pengobatan untuk mengatur atau mengembalikan irama jantung.
Apakah fibrilasi atrium selalu menimbulkan gejala?
Tidak. Sebagian orang tidak merasakan keluhan apa pun. Karena itu, gangguan ini dapat ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan kesehatan atau pemeriksaan untuk masalah lain.
Apakah olahraga aman untuk penderita fibrilasi atrium?
Penderita umumnya masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan olahraga. Namun, hindari olahraga yang terlalu berat, terutama ketika gejala sedang muncul. Jenis dan intensitas olahraga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
Apakah fibrilasi atrium dapat menyebabkan stroke?
Ya. Irama jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan darah berkumpul di jantung dan membentuk bekuan. Jika bekuan masuk ke aliran darah menuju otak, kondisi tersebut dapat menyebabkan stroke.
Bagaimana fibrilasi atrium didiagnosis?
Fibrilasi atrium dapat didiagnosis melalui pemeriksaan EKG untuk melihat aktivitas listrik jantung. Dokter juga dapat melakukan ekokardiogram, rontgen dada, tes darah, dan pemeriksaan denyut nadi sesuai kebutuhan.