Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Kepala Pusing dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Kepala Pusing, Kapan Berbahaya, dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Kepala terasa berputar setelah terlalu lama menatap layar, kurang tidur, terlambat makan, atau kurang minum sering dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, penyebab kepala pusing bisa berkaitan dengan berbagai kondisi. Bahkan, rasa pusing tidak selalu menandakan sakit kepala.

Memahami pemicunya membantu menentukan langkah yang tepat saat pusing muncul. Dengan mengenali gejala yang menyertai dan kondisi yang mendahuluinya, Anda dapat mengetahui kapan keluhan cukup ditangani dengan perubahan kebiasaan dan kapan perlu diperiksakan lebih lanjut.

Apa Itu Pusing?

Pusing adalah istilah yang cukup luas untuk menggambarkan beberapa sensasi, seperti kehilangan keseimbangan, kepala terasa ringan seperti melayang, merasa akan pingsan, maupun merasa lingkungan berputar.

Dalam istilah medis, sensasi berputar tersebut dinamakan vertigo, sementara rasa seperti melayang atau hampir pingsan termasuk jenis pusing yang lain. Sementara itu, sakit kepala atau headache lebih berhubungan dengan rasa nyeri atau tekanan di kepala. Sakit kepala tegang atau migrain, misalnya, bisa mengakibatkan nyeri dengan ciri tertentu, tetapi tidak selalu menyebabkan lingkungan di sekitar Anda berputar.

Penyebab Kepala Pusing

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan Anda merasa pusing, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Dehidrasi

Dehidrasi terjadi saat jumlah cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk. Kondisi tersebut bisa terjadi setelah Anda banyak berkeringat, muntah, diare, demam, atau kurang minum.

Saat cairan tubuh Anda berkurang, tekanan darah juga bisa menurun sehingga aliran darah menuju otak berkurang. Akibatnya, Anda bisa merasa ringan di kepala, lemas, atau pusing, khususnya ketika berdiri.

2. Tekanan Darah Turun

Tekanan darah rendah secara tiba-tiba, terutama ketika bangun dari posisi berbaring atau duduk, juga bisa menjadi penyebab kepala pusing. Kondisi tersebut disebut hipotensi ortostatik.

Perubahan posisi mengakibatkan tubuh harus menyesuaikan aliran darah secara cepat. Ketika penyesuaian tersebut tidak berlangsung optimal, Anda bisa merasa pandangan kabur, pusing, atau bahkan hampir pingsan.

3. Gula Darah Rendah

Kadar gula darah yang terlalu rendah bisa berpengaruh terhadap kinerja otak karena glukosa adalah salah satu sumber energi yang sangat penting bagi tubuh. Kondisi ini kerap menjadi perhatian pada orang-orang yang menggunakan obat tertentu untuk diabetes. Selain mengalami pusing, gula darah rendah juga bisa disertai dengan tubuh gemetar, rasa lapar, lemas, berkeringat, sulit berkonsentrasi, atau jantung berdebar.

4. Anemia

Anemia terjadi saat tubuh Anda tidak mempunyai cukup sel darah merah sehat atau hemoglobin untuk membawa oksigen secara optimal. Akibatnya, Anda bisa merasa lemas, mudah lelah, sesak napas ketika beraktivitas, atau pusing.

Anemia bisa terjadi karena berbagai macam hal, termasuk kehilangan darah dan kekurangan zat besi. Maka dari itu, pusing yang kerap muncul bersama dengan kelelahan sebaiknya tidak langsung Anda anggap sebagai akibat dari kurang tidur.

5. Gangguan Telinga Bagian Dalam

Telinga bagian dalam mempunyai sistem yang membantu tubuh mempertahankan keseimbangan. Gangguan di bagian ini bisa menyebabkan vertigo, sebuah sensasi seolah tubuh atau lingkungan sedang berputar.

Salah satu penyebab umum vertigo adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), sebuah kondisi yang dipicu oleh perubahan posisi kepala. Gangguan lain seperti labirinitis, penyakit Meniere, serta neuritis vestibular juga bisa mengakibatkan vertigo.

6. Migrain

Migrain tidak selalu hanya berupa sakit kepala yang berdenyut. Pada beberapa orang, migrain juga bisa disertai dengan gangguan penglihatan, pusing, mual, dan sensitivitas terhadap suara atau cahaya. Ada juga kondisi yang dinamakan migrain vestibular, di mana keluhan pusing atau gangguan keseimbangan menjadi bagian krusial dari serangan migrain.

7. Efek Samping Obat

Beberapa obat bisa memiliki efek samping penggunaan yang juga mengarah sebagai penyebab kepala pusing. Obat tertentu yang berpengaruh terhadap sistem saraf, tekanan darah, maupun keseimbangan cairan tubuh bisa mengakibatkan Anda merasa ringan di kepala atau tidak stabil.

Ketika pusing mulai muncul setelah Anda menggunakan obat tertentu, jangan langsung menghentikan penggunaannya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter agar bisa mengetahui apakah keluhan yang Anda alami berhubungan dengan obat yang Anda gunakan atau tidak.

8. Stres dan Kecemasan

Kecemasan dan depresi bisa memengaruhi ketegangan otot, pola pernapasan, pola tidur, dan respons tubuh terhadap tekanan. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa disertai dengan sensasi tidak stabil, melayang, atau pusing.

Akan tetapi, pusing yang berulang sebaiknya tidak Anda anggap hanya karena stres. Penyebab kepala pusing secara fisik harus tetap Anda pertimbangkan ketika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

9. Kurang Makan atau Kurang Tidur

Melewatkan makan malam bisa menyebabkan tubuh kekurangan energi. Bahkan, pada kondisi tertentu, kebiasaan tersebut berkontribusi pada penurunan kadar gula darah. Sementara itu, waktu tidur yang kurang bisa menyebabkan tubuh terasa lelah serta memperburuk sakit kepala dan sensasi tidak nyaman pada tubuh.

Gejala yang Menyertai Kepala Pusing

Keluhan pusing bisa muncul bersama dengan gejala lain, tergantung pada penyebab kepala pusing. Beberapa gejala yang bisa menyertainya antara lain:

  • Sensasi seperti tubuh atau lingkungan berputar;

  • Mual atau muntah;

  • Merasa kehilangan keseimbangan;

  • Sensasi seperti berjalan tidak stabil;

  • Sakit kepala;

  • Gangguan pendengaran;

  • Telinga berdenging;

  • Tubuh terasa lemas;

  • Mudah lelah;

  • Pandangan kabur atau tidak fokus;

  • Jantung berdebar;

  • Berkeringat;

  • Merasa seperti akan pingsan; dan

  • Sulit berkonsentrasi.

Tidak semua orang mengalami gejala yang serupa. Untuk itu, Anda perlu memerhatikan waktu munculnya pusing, pemicu, durasi, dan keluhan lain yang menyertai.

Kapan Kepala Pusing Tergolong Berbahaya?

Sebagian besar pusing tidak berhubungan dengan kondisi khusus. Akan tetapi, pusing yang muncul secara mendadak dan disertai dengan tanda-tanda dibawah ini memerlukan perhatian medis segera. 

  • Pusing hebat yang muncul secara tiba-tiba dan berbeda dari biasanya.

  • Kesulitan memahami pembicaraan atau berbicara.

  • Kelemahan atau mati rasa di area lengan, kaki, atau wajah.

  • Pingsan atau kejang.

  • Gangguan berjalan atau hilangnya keseimbangan secara mendadak.

  • Nyeri dada.

  • Sesak napas.

  • Sakit kepala yang sangat hebat dan muncul secara tiba-tiba.

  • Muntah terus-menerus.

  • Pusing setelah mengalami cedera kepala.

  • Kebingungan atau penurunan kesadaran.

Gejala tersebut tidak secara otomatis menandakan bahwa Anda mengalami penyakit tertentu. Akan tetapi, pemeriksaan segera dibutuhkan untuk memastikan penyebabnya dan mencegah agar tidak melewatkan kondisi yang lebih serius.

Diagnosis Kepala Pusing

Dokter tidak sekadar melihat apakah Anda mengalami pusing, tetapi juga mencari pola dan penyebab kepala pusing. Pemeriksaan bisa meliputi:

  • Wawancara medis terkait kapan pusing dimulai, seberapa sering muncul, berapa lama berlangsung, dan apa yang memicunya;

  • Pemeriksaan tekanan darah dan tanda vital, khususnya jika pusing muncul ketika berdiri;

  • Pemeriksaan fisik dan saraf, termasuk cara berjalan, koordinasi, keseimbangan, dan fungsi saraf;

  • Pemeriksaan telinga dan pendengaran jika keluhan cenderung mengarah ke gangguan telinga bagian dalam;

  • Tes posisi kepala, seperti manuver Dix-Hallpike, dilakukan jika dokter mencurigai BPPV;

  • Pemeriksaan darah dilakukan ketika dibutuhkan untuk mencari kemungkinan seperti infeksi, gangguan elektrolit, anemia, atau kondisi metabolik tertentu; dan

  • MRI atau CT scan, terutama jika memiliki alasan untuk mencurigai stroke, gangguan otak, atau cedera kepala.

Dokter juga akan menentukan pemeriksaan berdasarkan karakter pusing dan gejala yang menyertainya. Dengan begitu, tidak semua orang memerlukan semua jenis tes tersebut.

Cara Menghilangkan Pusing Kepala

Cara mengatasi bergantung pada penyebab kepala pusing. Untuk kategori keluhan ringan tanpa tanda bahaya, terdapat beberapa langkah yang bisa membantu, yaitu:

  • Duduk atau berbaring terlebih dahulu sampai rasa pusing mereda;

  • Makan teratur dan jangan melewatkan waktu makan terlalu sering;

  • Minum air yang cukup, terutama jika pusing yang Anda alami berkaitan dengan kurang cairan;

  • Gerakan kepala dan tubuh secara perlahan ketika perubahan posisi dapat memicu keluhan;

  • Beristirahat dan tidur yang cukup apabila tubuh Anda terasa lelah;

  • Catat waktu dan pemicu pusing, khususnya jika keluhan berulang; dan

  • Periksa diri ke dokter jika pusing terus berulang, menetap, atau mengganggu aktivitas.

Selain itu, penggunaan obat juga sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Tidak semua pusing membutuhkan obat, sehingga mencari penyebabnya terlebih dahulu adalah langkah yang lebih tepat.

Kenali Penyebab Kepala Pusing Lewat Pemeriksaan Kesehatan

Jika kepala pusing sering muncul, solusinya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan. Tujuannya agar Anda mendapatkan gambaran tentang kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Salah satu pilihan yang bisa menjadi pertimbangan adalah Medical Check-Up Plus dari Bumame.

Paket pemeriksaan yang lengkap mencakup pemeriksaan gula darah puasa, pemeriksaan darah, profil lipid, fungsi ginjal, fungsi hati, asam urat, dan urine lengkap. Paket ini juga mencakup pemeriksaan HbA1c untuk mendapatkan gambaran tentang kadar gula darah dalam 2 sampai 3 bulan terakhir. Semua layanan Bumame bisa Anda dapatkan dengan Walk-In dan memanfaatkan fasilitas Home Care.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya, pemeriksaan ke dokter tidak ditunda ketika mengalami kondisi berikut.

  • Pusing yang muncul berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Munculnya keluhan tanpa sebab yang jelas dan tidak membaik setelah beristirahat.

  • Pusing yang terasa semakin berat atau berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.

  • Pusing yang disertai perubahan pada pendengaran, penglihatan, keseimbangan, dan fungsi tubuh yang lain.

  • Keluhan terjadi pasca mengalami cedera kepala.

  • Pusing yang muncul bersama dengan tanda-tanda yang mengarah pada keadaan darurat seperti gangguan saraf, nyeri dada, sesak, serta penurunan kesadaran.

Jangan Abaikan Pusing yang Terus Berulang

Pusing sesekali setelah kurang tidur, kurang minum, atau terlambat makan belum tentu mengindikasikan masalah serius. Akan tetapi, keluhan yang berlangsung lama, sering muncul, atau disertai dengan gejala lain harus Anda perhatikan.

Dengan mengetahui penyebab kepala pusing, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Mulailah dengan memperhatikan pola keluhan dan kebiasaan sehari-hari. Lalu, lakukan pemeriksaan medis ketika pusing terus berulang atau sudah mengganggu aktivitas.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. MedlinePlus. (2026). Dizziness: MedlinePlus Medical Encyclopedia.

  2. World Health Organization (WHO). (2007). Aids for Management of Common Headache Disorders in Primary Care.

  3. MedlinePlus. (2026). Dehydration.

  4. MedlinePlus. (2026). Dehydration: MedlinePlus Medical Encyclopedia.

  5. MedlinePlus. (2025). Low Blood Pressure (Hypotension).

  6. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (2022). Iron-Deficiency Anemia.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2023). Mengenal Vertigo.

  8. National Institutes of Health (NIH), MedlinePlus. (2026). Dizziness | Vertigo.

  9. Mayo Clinic. (2024). Dizziness – Symptoms and Causes.

  10. National Health Service (NHS). (2025). Dizziness.

  11. Mayo Clinic. (2024). Dizziness – Diagnosis and Treatment.

  12. Bumame. (2026). Medical Check Up Plus: Isi Paket, Harga & Prosedur.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa penyebab kepala sering pusing?
Kepala sering pusing dapat disebabkan oleh dehidrasi, tekanan darah rendah, gula darah rendah, anemia, gangguan telinga bagian dalam, migrain, efek samping obat, stres, kecemasan, kurang makan, atau kurang tidur.
Apakah kurang minum bisa menyebabkan kepala pusing?
Ya, kekurangan cairan dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi aliran darah menuju otak, sehingga kepala terasa ringan, tubuh lemas, atau pusing, terutama saat berdiri.
Apa perbedaan pusing dan vertigo?
Pusing merupakan istilah umum untuk sensasi seperti kehilangan keseimbangan, kepala terasa ringan, atau hampir pingsan. Vertigo adalah jenis pusing yang membuat tubuh atau lingkungan terasa berputar.
Bagaimana cara mengatasi kepala pusing?
Duduk atau berbaring hingga pusing mereda, minum air yang cukup, makan teratur, bergerak perlahan saat mengubah posisi, dan beristirahat. Jika pusing berulang, menetap, atau mengganggu aktivitas, periksakan diri ke dokter.
Kapan kepala pusing perlu segera diperiksakan ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika pusing muncul mendadak dan hebat, disertai kesulitan berbicara, kelemahan atau mati rasa, pingsan, kejang, nyeri dada, sesak napas, muntah terus-menerus, atau penurunan kesadaran.