Garis cokelat kehitaman yang memanjang dari pangkal hingga ujung kuku sering baru terlihat saat memotong kuku atau melepas kuteks. Sebagian orang mengira itu bekas terbentur, sebagian lain langsung cemas.
Garis seperti ini umum ditemui pada orang berkulit sedang hingga gelap dan sering kali tidak berbahaya. Meski begitu, garis serupa bisa menjadi tanda awal melanoma kuku yang kerap terlambat diperiksa karena dikira memar.
Artikel ini membahas penyebabnya, ciri yang perlu segera dinilai dokter, cara membedakannya dari memar, serta pemeriksaan dan perawatannya.
Apa Itu Garis Hitam di Kuku?
Dalam istilah medis, warna cokelat, abu-abu, atau hitam pada kuku disebut melanonikia. Bentuk yang sering ditemui adalah garis vertikal (melanonikia longitudinal), yang menurut Cleveland Clinic mirip coretan spidol tetapi tidak hilang saat dibersihkan.
Warna ini berasal dari melanin, pigmen yang juga memberi warna pada kulit. DermNet menjelaskan sel penghasil pigmen (melanosit) biasanya tidak aktif di matriks kuku, yaitu bagian pangkal tempat kuku tumbuh. Saat sel ini aktif, pigmen ikut terbawa kuku yang tumbuh dan membentuk garis ke arah ujung.
Garis pigmen bisa muncul di semua usia, termasuk pada anak, dan lebih sering dialami orang berkulit gelap. DermNet mencatatnya pada hingga 20% orang Jepang.
Ciri Garis yang Perlu Segera Dinilai Dokter
Melanoma kuku atau melanoma subungual adalah kanker kulit yang tumbuh dari sel pigmen di pangkal kuku. Kasusnya jarang, sekitar 0,7 sampai 3,5% dari seluruh melanoma di dunia menurut Cleveland Clinic. Untuk menilai garis kuku, dokter memakai panduan ABCDEF berikut:
A, usia. Risikonya lebih tinggi pada usia 50 sampai 70 tahun dan pada orang berkulit gelap, termasuk keturunan Asia. Dokter akan menanyakan usia dan latar belakang Anda.
B, ciri pita. Dokter menilai lebar, batas, dan warna pita cokelat hingga hitam di kuku. Warna yang tidak merata perlu diperiksa lebih lanjut.
C, perubahan. Garis melanoma bisa bermula kecil lalu melebar hingga menutupi seluruh kuku. Pelebarannya cenderung dimulai dari bagian pangkal.
D, jari yang terkena. Melanoma kuku lebih sering muncul di ibu jari kaki, ibu jari tangan, atau telunjuk. Garis di jari-jari ini perlu dinilai lebih cermat.
E, pigmen meluas. Warna gelap yang menjalar ke kulit di pangkal atau sisi kuku disebut tanda Hutchinson. Jurnal Eplasty menyebutnya tanda penting, meski tidak selalu berarti melanoma.
F, riwayat keluarga. Riwayat melanoma atau tahi lalat atipikal dalam keluarga membuat garis kuku perlu diperiksa lebih awal. Sampaikan riwayat ini saat konsultasi.
Kemenkes menjelaskan melanoma bisa menyebar ke bagian tubuh lain bila tidak ditangani. Pemicunya juga berbeda dari kanker kulit akibat sinar matahari, karena Cleveland Clinic menyebut melanoma kuku tidak berkaitan dengan paparan matahari.
Penyebab Garis Hitam di Kuku yang Umum Ditemui
Cleveland Clinic menyebut penyebab yang sering ditemui umumnya jinak. Berikut beberapa di antaranya:
1. Warna Kulit dan Faktor Keturunan
Orang berkulit sedang hingga gelap memiliki lebih banyak melanin, sehingga garis kuku lebih sering muncul. Menurut Cleveland Clinic, garis karena faktor ras kemungkinan menetap seumur hidup dan tidak memerlukan pengobatan.
2. Gesekan dan Kebiasaan Menggigit Kuku
Menggigit, mencungkil, atau mematahkan kuku bisa membuat sel pigmen aktif. Gesekan dari sepatu sempit atau bentuk kaki yang tidak biasa juga tercatat sebagai pemicu garis pada kuku kaki.
3. Efek Samping Obat
Obat kemoterapi, obat antiretroviral untuk HIV, dan obat antimalaria termasuk penyebab yang dicatat Cleveland Clinic. Buku Kemenkes menjelaskan perubahan kuku akibat obat bisa muncul beberapa minggu setelah pemakaiannya. DermNet menyebut garis ini biasanya memudar setelah obat dihentikan, dan keputusannya tetap ada di tangan dokter.
4. Hormon, Gizi, dan Penyakit Tertentu
Kehamilan, penyakit Addison, dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) bisa memicu aktifnya sel pigmen kuku. DermNet juga mencatat kekurangan vitamin B12, lupus, dan penyakit kulit radang seperti psoriasis sebagai pemicu. Menurut Cleveland Clinic, garis akibat kondisi jinak seperti ini bisa memudar setelah beberapa bulan pengobatan.
5. Infeksi Jamur atau Bakteri
Infeksi jamur dan bakteri bisa memicu peradangan yang mengaktifkan sel pigmen, sehingga warna gelapnya cenderung tidak rata. Dokter bisa memeriksa potongan kuku di bawah mikroskop, lalu memberi obat sesuai penyebab infeksi.
6. Tahi Lalat atau Bercak di Pangkal Kuku
Sel pigmen yang bertambah jumlahnya bisa membentuk tahi lalat (nevus) atau bercak cokelat (lentigo). DermNet menyebut nevus lebih sering muncul pada anak dan lentigo pada orang dewasa. Keduanya jinak, tetapi garis yang berubah tetap perlu dinilai dokter.
Memar di Bawah Kuku atau Garis Pigmen?
Darah yang terperangkap di bawah kuku (hematoma subungual) biasanya muncul setelah jari terjepit pintu atau kejatuhan benda berat. Berlari dengan sepatu sempit yang menekan kuku kaki juga bisa memicunya. Warnanya awalnya merah atau ungu, lalu menjadi cokelat tua atau hitam.
Seiring kuku tumbuh, bagian yang berubah warna makin menjauhi pangkal kuku. Cleveland Clinic menyebut kuku bisa butuh enam sampai sembilan bulan untuk kembali ke warna normal, sedangkan NHS mencatat kuku kaki yang lepas bisa butuh hingga 18 bulan untuk tumbuh kembali.
Garis pigmen berbeda karena tumbuh dari pangkal dan tetap menyambung ke pangkal. Cleveland Clinic mencatat melanoma kuku kerap dikira infeksi atau memar, sehingga warna gelap tanpa benturan yang Anda ingat perlu diperiksakan.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Garis di Kuku Perlu Diperiksakan?
Temui dokter bila Anda menemukan salah satu kondisi berikut:
Garis baru tanpa sebab yang jelas. NHS menganjurkan pemeriksaan bila warna atau bentuk kuku berubah tanpa penyebab yang Anda ketahui. Hal ini makin penting pada usia di atas 50 tahun.
Garis berubah. Garis melebar, menggelap, atau warnanya tidak merata dalam beberapa bulan. Foto kuku yang Anda simpan membantu dokter menilai perubahannya.
Pigmen meluas atau kuku rusak. Warna gelap menjalar ke kulit sekitar kuku. Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah kuku retak, terangkat, bengkak, berdarah, atau muncul benjolan.
Memar dengan keluhan berat. Cleveland Clinic menganjurkan segera mencari pertolongan bila nyeri hebat atau makin berat, perdarahan tidak berhenti, atau Anda menduga tulangnya patah. Memar ringan biasanya cukup dikompres es.
Dokter umum bisa menjadi langkah awal dan akan merujuk ke dokter spesialis kulit bila menduga melanoma. Lepaskan kuteks sebelum pemeriksaan, karena DermNet mencatat cat kuku bisa menodai kuku.
Pemeriksaan untuk Menelusuri Asal Garis
Dokter akan menanyakan kapan garis muncul, riwayat benturan, obat yang dipakai, dan riwayat keluarga, lalu memeriksa kuku secara langsung. Pemeriksaan lanjutannya bisa meliputi:
Dermoskopi. Kuku diamati dengan mikroskop genggam khusus (dermatoskop) agar pola warnanya terlihat lebih detail. Hasilnya membantu dokter menentukan langkah berikutnya.
Pemeriksaan potongan kuku. Potongan kuku diperiksa di bawah mikroskop bila dokter menduga infeksi. Hasilnya membantu dokter memilih obat yang sesuai.
Biopsi. Dokter mengambil sampel kecil jaringan dengan alat berbentuk tabung untuk diperiksa di laboratorium. Menurut Cleveland Clinic, cara ini memastikan ada tidaknya kanker.
Penanganan Sesuai Penyebabnya
Penanganan garis hitam di kuku bergantung pada penyebabnya:
Garis jinak. Garis karena faktor ras atau penyebab jinak lain umumnya tidak perlu diobati. Cleveland Clinic menyebut warnanya hanya memengaruhi penampilan.
Memar di bawah kuku. Kompres es yang dibungkus kain membantu meredakan bengkak dan nyeri. Bila nyeri makin berat, dokter bisa mengeluarkan darah yang tertahan, dan prosedur ini tidak boleh dilakukan sendiri di rumah.
Akibat obat atau penyakit lain. Buku Kemenkes menyebut penghentian atau pengurangan dosis obat penyebab perlu dipertimbangkan dokter. Bila pemicunya penyakit atau infeksi, kondisi itulah yang diobati.
Melanoma kuku. Penanganan yang umum adalah operasi untuk mengangkat melanoma, biasanya bersama seluruh kuku, dan amputasi kini hanya dipertimbangkan bila cara lain tidak memungkinkan. Cleveland Clinic mencatat angka kelangsungan hidup sekitar 95% bila ditemukan pada tahap awal dan segera ditangani.
Merawat dan Memantau Kuku Sehari-hari
Kebiasaan berikut membantu menjaga kuku dan memudahkan Anda melihat perubahan:
Foto kuku secara berkala. Ambil foto setiap bulan dengan cahaya yang sama dan penggaris kecil di samping jari. Cleveland Clinic menganjurkan Anda rutin memeriksa kuku untuk melihat perubahan warna atau kerusakan.
Lindungi kuku dari tekanan. Pilih sepatu yang pas dan tidak menjepit jari kaki, khususnya saat berolahraga. Pakai sarung tangan saat melakukan pekerjaan fisik.
Rawat kuku dengan lembut. NHS menganjurkan memotong kuku lurus dan tidak menggigit atau mencungkilnya. Buku Kemenkes juga mengingatkan agar kulit di sekitar kuku tidak terluka saat menggunting.
Saat menjalani medical check up, sampaikan perubahan kuku yang Anda catat kepada dokter. Kebiasaan memeriksa kuku sendiri sejalan dengan prinsip deteksi dini kanker.
Catat Perubahannya, Periksakan Lebih Awal
Dalam banyak kasus, garis hitam di kuku tidak berbahaya. Luangkan waktu memeriksa kuku setiap bulan, lalu periksakan garis yang berubah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Cleveland Clinic. Melanonychia: What It Is, Causes & Treatment.
DermNet (Ip KHK, Oakley A, Elghblawi E). Melanonychia.
Metzner MJ, Billington AR, Payne WG. Eplasty, PubMed Central. Melanonychia.
Cleveland Clinic. Subungual Melanoma (Nail Melanoma): Symptoms and Treatment.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker Kulit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penyakit Kulit Akibat Reaksi Simpang Obat.
Cleveland Clinic. Subungual Hematoma: Bleeding & Bruising Under the Nail.
NHS. Nail Problems.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah garis hitam di kuku selalu tanda kanker?
Tidak. Garis hitam di kuku sering kali tidak berbahaya dan dapat disebabkan faktor warna kulit, benturan, obat tertentu, atau infeksi. Namun, garis yang melebar, memiliki warna tidak merata, atau meluas ke kulit sekitar kuku perlu segera diperiksa dokter untuk menyingkirkan kemungkinan melanoma kuku.
Bagaimana membedakan memar di bawah kuku dengan garis hitam?
Memar di bawah kuku biasanya muncul setelah benturan, awalnya berwarna merah atau ungu, lalu menghitam dan bergerak menjauhi pangkal seiring pertumbuhan kuku. Sebaliknya, garis pigmen berasal dari pangkal kuku dan tetap terhubung dengan area tersebut.
Apakah garis hitam di kuku bisa hilang sendiri?
Memar biasanya menghilang seiring pertumbuhan kuku dalam beberapa bulan. Garis akibat obat tertentu dapat memudar setelah obat dihentikan atau disesuaikan atas arahan dokter. Sementara itu, garis akibat faktor warna kulit dapat menetap dan umumnya cukup dipantau jika dokter memastikan penyebabnya jinak.
Garis hitam di kuku sebaiknya diperiksakan ke dokter apa?
Dokter umum dapat menjadi langkah pemeriksaan awal. Jika ditemukan ciri yang mencurigakan, seperti garis yang melebar atau pigmen yang menyebar ke kulit sekitar kuku, dokter dapat merujuk pasien ke dokter spesialis kulit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Apakah garis hitam di kuku anak berbahaya?
Garis hitam pada kuku anak dapat berasal dari tahi lalat di pangkal kuku yang umumnya jinak. Meski demikian, garis yang melebar, menggelap, atau berubah bentuk tetap perlu diperiksakan ke dokter agar penyebabnya dapat dinilai dengan tepat.Kenali penyebab garis hitam di kuku, perbedaan dengan memar, tanda melanoma kuku, serta pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
